
Setelah hening cukup lama karena semua orang menatap ke arah Pegasus yang membawa Dewa penolong mereka terbang jauh, mereka akhirnya menyadari kalau kemenangan berada di pihak mereka.
Beberapa orang mulai berteriak gembira, sebagian lainnya menangis haru dan berpelukan dengan orang-orang yang mereka cintai.
Kaisar memerintahkan Monster Elang tunggangannya terbang sepuluh meter dari permukaan tanah.
Semua mata tertuju pada Kaisar dan menunggu titahnya sehingga keadaan menjadi hening kembali.
Kaisar menatap wajah-wajah penduduknya dan kemudian menghela napas dalam-dalam. Ekspresi wajah mereka membuatnya teringat akan Perang Rasial Seratus tahun yang lalu, di mana Ras Manusia harus melarikan diri dari kejaran Ras lain atau diburu bak binatang liar.
Namun, kini berbeda dengan yang dulu, Ras dianggapnya musuh itu malah datang dengan tangan terbuka menolong Manusia melawan Dewa Cthulhu dan pengikutnya.
“Dulu Kita pernah terpuruk seperti hari ini dan Kita dapat bangkit menjadi kuat!” Suara Kaisar menggema di benak Jutaan orang. “Sekarang Benua Grandland telah damai sekali lagi... Mari kita bangun kembali Kekaisaran Hazel dan menciptakan era baru yang jauh lebih sejahtera untuk anak cucu kita.”
Jutaan Manusia mengangkat tangan terkepal dan bersorak gembira. Senyuman tipis terpancar dari sudut bibir Kaisar yang biasanya selalu dengan ekspresi wajah tegas tersebut.
“Tanah ini akan menjadi Kota Ella yang baru dan bagi penduduk yang ingin kembali ke kampung halaman masing-masing, maka Aku akan membebaskan upeti selama Sepuluh tahun. Kami juga akan memberikan subsidi untuk membangun rumah, membeli bibit, hewan ternak dan sebagainya. Dalam Sepuluh tahun Kekaisaran Hazel harus menjadi wilayah yang makmur!” Kaisar berkata dengan penuh semangat.
“Hidup Kaisar!”
“Hidup Kaisar!”
“Jayalah Kekaisaran Hazel!”
Lilia sangat bahagia akhirnya suaminya tidak berambisi lagi berperang untuk merebut seluruh Benua Grandland, Dia kini hanya ingin memajukan Kekaisaran Hazel.
__ADS_1
Pangeran Pertama mengangkat Pedangnya dan berkata, “Legiun Barat ikuti Aku! Kita akan mengusir Monster Serigala Putih yang tersisa keluar dari wilayah selatan Kekaisaran Hazel!”
Einar melompat ke punggung Kuda dan melaju dengan kecepatan tinggi yang diikuti oleh Ribuan Prajurit Legiun Barat yang tersisa.
Raja Naga tersenyum lebar dan mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan Kaisar. “Kaisar... Kami juga akan kembali ke Kerajaan Naga untuk memperbaiki kerusakan yang telah dibuat oleh mayat-mayat hidup dan kuharap Kerajaan Naga Kami akan selalu berhubungan baik dengan Kekaisaran Hazel!”
Kaisar tersenyum sembari menerima jabatan tangan Raja Naga. “Yakinlah, Kami akan berteman baik dengan semua Kerajaan di seluruh Benua Grandland!”
Raja Naga sedikit menganggukkan kepalanya senang mendengar perkataan Kaisar, kemudian ia melambaikan tangan pada Pendekar Naga yang masih hidup. Mereka kemudian terbang pulang ke Kerajaan Naga di Utara Kekaisaran Hazel tersebut.
Pangeran Mulg dari Kerajaan Goblin bertekuk lutut di hadapan Kaisar. “Yang Mulia Kaisar... Yang Mulia Raja Orc ke Tujuh Kami mengirim pesan padaku, bahwa Kerajaan Orc akan mengembalikan semua wilayah yang telah diambil oleh Kerajaan Orc dari Ras Manusia selama Perang Rasial Seratus Tahun yang lalu. Yang Mulai juga menyampaikan akan menyerahkan bagian Barat wilayah Kerajaan Goblin yang telah binasa agar wilayah itu tidak menjadi tanah tak bertuan!”
Kaisar tersenyum mendengar perkataan Pangeran Mulg. “Hazel akan menerima hadiah itu dan sampaikan rasa terimakasihku pada Rajamu. Saat Kota Ella telah selesai dibangun ulang, Aku akan mengundangnya secara pribadi.”
Perwakilan dari Kerajaan lain mulai berpamitan pada Kaisar. Para pengungsi juga kembali ke wilayah Selatan dikawal oleh para Prajurit.
Setelah itu, hanya tinggal Sepuluh Juta pengungsi yang dulunya warga Kota Ella di sana serta beberapa relawan dari Kota Perdamaian, termasuk Karyawan Restoran Sarah yang ikut membantu memasak di dapur umum.
“Eva kenapa Kamu terlihat sedih?” tanya Hannah mendekati Eva yang duduk termenung di sudut tenda sembari menengadah menatap langit. Hannah kemudian duduk di sebelah Eva menunggu jawabannya.
Eva menghela napas dalam-dalam masih menengadah menatap langit. Tak lama kemudian berkata, “Seorang Naga menyampaikan padaku bahwa ia adalah teman Ayahku dan Ayahku mengatakan padanya bahwa ia memiliki Putri bernama Eva di Kota Perdamaian ....”
Seharusnya Eva sangat senang bahwa ada Naga yang mengenal ayahnya, tetapi kenapa ia sedih? Apakah terjadi sesuatu yang menyedihkan pada ayahnya? Eva dibuat bingung.
“Ayah... Ayah... Dia ternyata menjadi mayat hidup dan menjadi tunggangan Mordor!” Eva tak bisa menahan lagi air matanya yang langsung mengalir membasahi pipinya dan menangis sesenggukan.
__ADS_1
Hannah memeluk rekan kerja yang sekaligus telah menjadi sahabat baiknya itu. “Ayahmu pasti tidak ingin menjadi tunggangan Mordor, tetapi mau bagaimana lagi... hanya Bos Alex yang dapat melawannya. Ayahmu tidak bersalah Kak Eva... jangan bersedih, Kamu masih memiliki Kami, Bos Alex, Nyonya Bos, dan Bos kecil yang imut itu.”
Lilith berdiri tak jauh dari mereka dan segera menjauh sembari menahan air mata. Di tangannya ada secarik kertas berlukiskan dirinya yang diberikan oleh Rolf dan Rolf juga mengatakan kalau selama ini Hades diam-diam menyukainya serta berniat melamarnya setelah Perang berakhir. Namun, takdir berkata lain, Hades gugur di makan Naga yang merupakan tunggangan Mordor yang juga ternyata Ayah dari Eva.
“Ada apa dengan Lilith?” Viola berbisik pada Elenna karena melihat Lilith tampak sedih, sementara Eva mereka sudah mendengar kalau ayahnya telah gugur dalam perang ini.
Elenna mengangkat bahunya dan berkata, “Entahlah... Dia tampak sedih setelah Beasthuman Serigala berbicara dengannya, mungkin seperti Eva; kehilangan sosok yang ia sayangi.”
Viola menghela napas panjang dan berjalan mengikuti Lilith untuk menghibur sahabatnya itu, sementara Elenna mengikutinya dari belakang.
...***...
Kaisar segera mengirim menteri keuangan untuk mencairkan uang simpanan Kekaisaran Hazel di Bank Voldemort yang jumlahnya cukup fantastis.
Setelah Mordor mendekati Kota Ella, Bank Voldemort telah mengamankan aset mereka ke Kota Perdamaian—sehingga saat Kota Ella hancur, semua simpanan nasabah mereka tetap aman.
“Kira-kira apakah Alex mau kembali menjadi Pangeran Ketiga?” tanya Kaisar pada Lilia. Dia tidak terlalu memahami karakter putra bungsunya itu, karena semua anak-anaknya lebih dekat dengan Lilia dan mereka hanya datang padanya saat situasi tertentu saja.
“Lycus telah menghilang entah ke mana, jangan lagi tabur perselisihan antara Alex dengan Einar. Biarkan saja Alex menikmati hidupnya di Kota Perdamaian,” sahut Lilia khawatir anak pertamanya dengan anak ketiganya bertengkar juga hanya gara-gara tahta Kekaisaran Hazel.
Kaisar menggelengkan kepala tak berdaya dan berkata, “Aku tidak bermaksud begitu... Aku hanya berharap Alex membantu membangun ekonomi Kekaisaran Hazel seperti yang ia lakukan di Kota Perdamaian.”
Semua orang di Benua Grandland mengetahui andil Alex dalam munculnya Sarahmie yang fenomenal dan beromset Jutaan Koin Emas tersebut. Kaisar tentu sangat ingin sebuah perusahaan seperti itu lahir di Kekaisaran Hazel.
“Yang perlu kamu khawatirkan adalah nasib Lycus! Apakah belum ada kabar di mana Dia berada?” Lilia bertanya dengan cemas. Namun, Kaisar menggelengkan kepala dan merasa mungkin Lycus telah tewas saat mayat-mayat hidup menyerang Kastil Istana Kekaisaran.
__ADS_1