Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Kekaisaran Suci Kuil Matahari


__ADS_3

Guild Pandora tiba-tiba menerbitkan Koran dalam jumlah banyak pada edisi cetakan pertama yang menampilkan resep Rendang, Ayam Betutu, Ayam Crispy, Gulai Daun Ubi Tumbuk plus Sambal Tuk-Tuk, Bakso, Soto Banjar, Bubur Tinutuan, Nasi Goreng.


Dalam satu Jam semua Koran-koran itu habis terjual, bahkan masyarakat yang tidak mendapatkan Koran edisi khusus resep masakan Restoran Sarah itu mendesak Guild Pandora menerbitkan ulang cetakan edisi khusus hari itu.


Tentu tidak semua senang dengan pemberitaan itu. Restoran yang berhasil meniru beberapa menu makanan Restoran Sarah merasa terancam, karena pesaing mereka akan bertambah dan mereka terpaksa meningkat kualitas masakan mereka agar tidak kalah dari pesaing baru nantinya.


...***...


Sementara itu jauh dari Benua Grandland atau tepatnya di Kekaisaran Suci Kuil Matahari; Menara yang menjulang tinggi—yang di pucuknya adalah lambang Mata Satu di Kota Suci Helios tiba-tiba mengeluarkan sinar terang berwarna merah darah.


Terakhir kali Lambang Mata Satu itu bersinar adalah Seratus tahun lalu saat Penyihir Agung muncul di wilayah Selatan.


Saat lambang Mata Satu itu bersinar berarti Dewa Matahari memberikan perintah kepada Kesatria Suci untuk melenyapkan Penyihir Agung yang dianggap sesat oleh Kuil Matahari tersebut, karena Kekuatan Penyihir berasal dari Dewa lain atau bukan berasal dari Dewa Matahari.


Para penduduk Kota Suci Helios segera bersujud ke arah Menara tempat Lambang Mata Satu mengeluarkan sinar berwarna merah darah tersebut.


Saint atau sosok yang dapat berkomunikasi dengan Dewa Matahari memerintahkan Kesatria Suci membawa salah satu tahanan yang merupakan Penyihir ke altar persembahan.


“Kita hanya memiliki gadis itu saja, semua Penyihir yang ditangkap oleh Kesatria Suci telah bakar hidup-hidup Sepuluh hari yang lalu,” kata Kesatria Suci tingkat tinggi.


Saint itu menoleh ke arah Kesatria Suci tingkat tinggi itu sembari mengerutkan keningnya. Gadis yang dimaksud oleh Kesatria Suci tingkat tinggi itu adalah Putri satu-satunya Penyihir Agung di wilayah Selatan.


Wilayah Selatan yang gersang merupakan tempat pelarian para Manusia yang tiba-tiba membangkitkan Sihir. Namun, kebanyakan Penyihir tertangkap sebelum mencapai tempat itu dan dibakar hidup-hidup oleh Kesatria Suci sebagai peringatan bahwa siapapun yang mendapatkan Kekuatan Sihir dari Dewa selain Dewa Matahari maka kematian lah yang pantas untuk mereka.

__ADS_1


Namun, Kesatria Suci tidak pernah menyerbu ke wilayah Selatan karena Dewa Matahari sengaja membiarkan sebagian kecil Penyihir tetap hidup agar Kesatria Suci memiliki lawan dalam meningkatkan Kekuatan mereka. Ibaratnya para Penyihir di wilayah Selatan adalah sekawan hewan buruan yang tetap dilestarikan agar mereka dapat diburu.


Akan tetapi, Kesatria Suci akan menyerbu wilayah Selatan bila Penyihir Agung memiliki Sihir yang sangat kuat. Keberadaannya sepertinya tidak boleh ada di Dunia ini, maka Dia harus dilenyapkan dan itu terjadi Seratus tahun lalu.


Penyihir Agung yang sekarang tidak terlalu kuat, tetapi Putrinya yang berusia 16 tahun baru saja membangkitkan Sihirnya dan Kesatria Suci menahannya di Penjara bawah tanah Kuil Matahari Kota Helios.


Penyihir Agung itu telah memberikan ancaman pada Kuil Matahari agar tidak mengeksekusi mati putrinya atau tidak, para Penyihir akan menyelinap ke Kekaisaran Suci Kuil Matahari dan membunuh penduduk di sana, makanya Putri Penyihir Agung hanya di penjara saja untuk saat ini.


Putri Penyihir Agung itu dapat dijadikan alat tawar-menawar yang dapat digantikan dengan semua Kesatria Suci yang tertangkap oleh para Penyihir.


“Korbankan saja gadis itu, mungkin Dewa Matahari akan memerintahkan kepada kita untuk melakukan Perang Suci melawan Penyihir,” sahut Saint berpikir mungkin ada Penyihir yang telah membangkitkan Kekuatan Sihir tingkat tinggi seperti Seratus tahun yang lalu.


Tak lama kemudian, gadis 16 tahun berambut merah dengan mata biru di letakkan diatas altar oleh Kesatria Suci.


Remaja itu adalah Kekasihnya sebelum tiba-tiba Sihirnya bangkit. Saat itu kekasihnya menyuruhnya melarikan diri dari Kota Helios, tetapi bukannya kabur ke wilayah Selatan—ia malah pulang ke rumahnya untuk mengajak ibunya ikut melarikan diri ke wilayah Selatan. Namun, saat ia membuka pintu Tiga Kesatria Suci telah menunggunya di ruang tamu dan menyeretnya ke penjara bawah tanah Kuil Matahari.


Salah satu Kesatria Suci melempar obor ke altar persembahan, sesaat kemudian kobaran Api langsung melahap gadis Penyihir itu. Dia menjerit kesakitan, dari tubuhnya keluar berbagai jenis Sihir melawan kobaran Api. Namun, Altar itu mengandung Kekuatan Dewa Matahari, sehingga Sihir gadis itu tidak dapat melawan kobaran Api yang melahapnya menjadi butiran debu.


Kesatria Suci Remaja mengepal tangannya dan air mata menetes dari sudut matanya, ia buru-buru menyeka air matanya agar tidak ada yang melihatnya. Karena memiliki hubungan asmara dengan seorang Penyihir hukumnya tabu dan bila ketahuan maka akan dihukum mati.


Abu gadis Penyihir itu melayang ke arah Kesatria Suci Remaja itu, sehingga salah satu Kesatria Suci senior langsung menghunus Pedang dari sarungnya dan menusuk dada Kesatria Suci muda yang malang itu.


Saint kemudian bersujud di hadapan Patung Dewa Matahari dan semua Kesatria Suci ikut bersujud. Dalam benak Saint muncul informasi tentang kematian Dewa Cthulhu di Benua kecil di Samudera bagian Timur yang sangat jauh dari Benua Vlorien atau Kekaisaran Suci Kuil Matahari.

__ADS_1


Saint menceritakan tentang informasi yang ia dapatkan dari Dewa Matahari. Dia kemudian menunjuk Kesatria Suci Adrian memimpin ekspedisi menuju Benua Grandland.


...***...


Jauh di selatan Benua Vlorien, Penyihir Agung Xavier tertunduk lesu setelah mendengar Putrinya telah dihukum mati oleh Kuil Matahari.


Ratusan Penyihir di hadapannya juga tampak gelisah karena Lambang Mata Satu telah mengeluarkan sinar terang berwarna merah darah, yang menandakan akan ada Perang skala besar terhadap mereka. Namun, mereka bingung, siapa Penyihir yang telah membangkitkan kekuatan Sihir tingkat tinggi.


Burung merpati hitam tiba-tiba mendarat di pundak Penyihir Agung Xavier, sesaat kemudian Burung merpati hitam itu berubah menjadi secarik kertas.


Itu adalah Surat Sihir yang dikirim oleh mata-mata Penyihir dari Kota Helios. Namun, Xavier tampak kebingungan setelah membaca surat itu.


“Apa informasi yang dikirim oleh mata-mata kita, Penyihir Agung?” tanya Penyihir Laki-laki tua yang berdiri di sebelah Xavier.


“Kuil Cahaya tidak mengorbankan Perang Suci melawan kita, tetapi mereka mengirim ekspedisi menuju Benua yang tersembunyi jauh di Timur Benua Vlorien,” sahut Xavier.


Penyihir tua itu segera terbang dengan tongkat Sihirnya menuju Perpustakaan dan kembali dengan sebuah Buku tua berdebu.


“Dalam Buku tua ini disebutkan dulu ada banyak Dewa di Benua Vlorien, mungkinkah ada Dewa lain di sana yang dapat menyembunyikan keberadaannya dari Dewa Matahari?” kata Penyihir tua itu dengan semangat, seolah-olah ada harapan bagi mereka melawan Kekaisaran Suci Kuil Matahari.


Xavier tidak langsung menanggapi perkataan Penyihir tua itu. Kalau ada Dewa lain di sana, apakah Dewa itu tidak akan mendiskriminasi para Penyihir atau maukah Dewa itu menolong mereka.


Tidak seperti Kekaisaran Suci Kuil Matahari, Penyihir sudah tidak memiliki Dewa lagi. Sihir mereka muncul karena sisa-sisa Kekuatan dari Dewi Sihir yang memasuki tubuh Manusia secara acak.

__ADS_1


__ADS_2