
“Maaf Pangeran Pertama, Kami belum pernah membuat mesin yang dapat bergerak. Apakah maksud pangeran mesin Kapal laut?” Uran bertanya dengan ekspresi wajah kebingungan.
Mesin Kapal laut yang dibuat Dwarf hanya mesin berukuran kecil yang dapat menggerakkan baling-baling di dalam air sehingga dapat melaju dengan cepat.
Teknologi Sihir Dwarf masih tertinggal dibandingkan Benua Vlorien yang telah mampu mengembangkan mesin Sihir berteknologi tinggi. Mereka bahkan dapat membuat Kapal Terbang Sihir berukuran besar yang dapat terbang melintasi samudera.
“Pesanlah dulu sarapan pagimu, tuan Uran. Nanti setelah Anda selesai makan, Aku akan memperlihatkan miniatur Sihir benda yang disebutkan oleh Pangeran Pertama,” sahut Alex karena butuh 40 menit lagi baginya agar dapat menggunakan Kekuatan Dewa Helzvog.
Uran mengangguk-angguk setuju, kemudian ia membuka daftar menu. Dia memilih Nasi Goreng dan segelas Kopi. Dia juga masih penasaran seperti apa mesin bisa bergerak yang dimaksud oleh Pangeran Pertama Kekaisaran Hazel tersebut.
Uran membayangkan mesin Kapal laut dipindahkan ke gerbong Kereta Kuda. Namun, baling-baling kapal mustahil dapat mendorong Kereta Kuda di darat.
“Bagaimana dengan mesin Pabrik yang berukuran lebih besar sehingga memiliki tenaga yang jauh lebih besar dan baling-baling diganti dengan roda Kereta Kuda?” pikir Uran mungkin itu akan berhasil. Namun, setelah merenung cukup lama, ia merasa mesinnya terlalu besar dan berat, sehingga roda Kereta Kuda akan patah.
Uran terus merenungkan berbagai jenis mesin dalam benaknya dan berimajinasi mengubah mesin itu agar dapat bergerak seperti yang dikatakan oleh Pangeran Pertama. Namun, semua yang ia imajinasikan selalu gagal hingga Viola datang membawakan Nasi Goreng yang ia pesan.
Alex dan Einar sendiri hanya duduk diam disebelah Einar. Keduanya terlihat sibuk dengan lamunan masing-masing.
Setelah Uran selesai sarapan pagi, ia juga ikutan melamun karena tidak berani memulai topik perbincangan dengan Kedua Pangeran Kekaisaran Hazel tersebut. Sebagai rakyat jelata, ia merasa tak pantas berbicara dengan santai dengan mereka. Kalau salah-salah bicara, takutnya kepalanya nanti terpisah dari lehernya.
__ADS_1
Bila di hari lain, para Pelanggan Restoran Sarah biasanya akan menyapa Alex dengan santai, tetapi kini mereka tidak berani menyapa Alex karena ada Pangeran Pertama Kekaisaran Hazel duduk di sebelahnya.
“Baiklah, Elemen Sihirnya sudah dapat digunakan,” sahut Alex setelah 40 menit berlalu. Dia menjentikkan jarinya sehingga dinding Es mengelilingi mereka.
Alex melakukan hal itu agar tidak ada yang melihat apa yang mereka diskusikan dan ini juga mencegah idenya dicuri oleh orang lain.
Miniatur Kota Perdamaian muncul diatas meja dan Kereta Api melesat dengan cepat di atas Rel Baja.
“Apakah ini yang dimaksud oleh Pangeran Pertama?” Uran langsung takjub dengan Kereta Api itu, terutama pada bagian Lokomotif yang menarik belasan gerbong. “Tapi, mesin ini tidak detail, Kita perlu melakukan penelitian mendalam untuk menciptakan mesin yang mirip seperti ini dan tentunya bertenaga Kristal Sihir dan juga butuh dana besar membiayai penelitian tersebut.”
Alex setuju dengan pendapat Uran, karena saat tinggal di Bumi—dirinya bukan seorang mekanik atau kuliah di jurusan teknik mesin, makanya Lokomotif Uap yang ia tampilkan hanya bagian luarnya saja atau ia mengambil referensi dari film berlatar zaman perang Dunia Pertama.
“Apa nama mesin Kereta Api ini Bos Alex?” tanya Uran antusias dan sudah tidak sabar ingin memulai penelitian mesin ajaib yang akan membawa dampak besar pada Benua Grandland tersebut.
“Ini hanya imajinasiku saja,” sahut Alex sembari berpura-pura berpikir. “Karena benda yang mirip Ular ini kusebut Kereta Api, maka sebut saja mesinnya Lokomotif. Bagaimana menurutmu tuan Uran, apakah nama itu terdengar bagus?”
“Lokomotif ... terdengar hebat, Aku setuju Kita menamainya Lokomotif dan untuk keseluruhannya disebut Kereta Api walaupun tak ada apinya ha-ha-ha.” Uran tertawa terkekeh-kekeh. “Apakah nama Api itu Bos Alex ambil dari asap yang keluar dari cerobong asap itu?”
Karena referensi Kereta Api yang digunakan Alex adalah Kereta Api Uap yang digerakkan menggunakan bahan bakar Batubara.
__ADS_1
“Itu supaya tampak keren saja,” sahut Alex tersenyum. “Namun, tuan Uran tak perlu memaksa agar ada asapnya pada Kereta Api nanti,” katanya lagi. Karena sebagian besar mesin-mesin buatan Dwarf menggunakan bahan bakar Kristal Sihir, yang berarti tak akan ada limbah asap yang keluar dari mesinnya.
“Oh, ya, karena ini proyek rahasia Kekaisaran Hazel, maka penelitian mesin Lokomotif ini tidak dapat dilakukan di Pabrik Dewan Kota Milles. Aku akan mengundurkan diri dari sana dan mengajak beberapa Dwarf teman dekatku pindah ke Kota Ella dan Pangeran Pertama dapat mengundang guru-guru penelitian mesin Sihir Akademi Kekaisaran berkolaborasi dengan kami dalam proyek ini,” kata Uran.
“Aku setuju,” sahut Alex. Tidak seperti Pabrik Sarahmie yang hanya membeli mesin-mesin penggiling gandum dan mesin-mesin ringan lainnya, pembuatan Lokomotif dan gerbong Kereta Api nantinya pasti membutuhkan Pabrik yang jauh lebih besar dari Pabrik Dewan Kota Milles dan juga Kekaisaran Hazel harus mencari tambang bijih besi di Kekaisaran Hazel agar tidak perlu melakukan impor Besi dan Baja dari Kerajaan Dwarf dan Kerajaan Iblis.
“Tunggu! Tunggu!” sela Einar mengangkat tangannya. “Kenapa kalian langsung berbicara tentang bisnis ini seolah-olah telah disepakati saja. Apa kalian tahu, mungkin Kaisar tidak akan menyetujui proyek ini karena Kekaisaran tidak memiliki dana?” keluhnya.
“Bukankah itu tugasmu mencari dana?” Alex berkata dengan ekspresi wajah datar meniru cara berbicara saudara tertuanya itu, sehingga Einar mengerutkan keningnya. “Apa Aku harus memberitahumu untuk melakukan pinjaman dana ke Bank Voldemort. Jangan katakan Kamu tidak bisa melobi gadis Vera Voldemort itu?”
“Ya, baiklah, Kita akan memulai proyek penelitian mesin Lokomotif ini,” sahut Einar mendengus dingin. “Bulan depan, Tuan Uran dapat datang ke Kota kecil Avalon, itu 50 Kilometer dari Kota Ella. Kami telah membangun Pabrik penempaan Besi skala kecil di sana setelah sebulan yang lalu di bukit kecil di sana ditemukan bijih besi.”
“Aku sarankan langsung mulai pembangunan Rel Kereta Api agar saat Lokomotifnya berhasil dibuat, maka Kita langsung dapat memulai bisnis transportasinya,” kata Alex seolah-olah proyek itu pasti dapat dibuat oleh tim peneliti Uran dan kawan-kawannya.
Einar merasa kepalanya semakin sakit dan berpikir pantas saja adiknya lebih cocok menjadi Koki saja, karena Alex membuat semua pekerjaan seolah-olah terlihat mudah saja.
Einar tidak tahu bagaimana Margareth dan Vera Voldemort berhasil merealisasikan ide Alex, apakah mereka mengalami kesulitan seperti yang ia alami.
“Kamu memiliki Hak Kepemilikan 20% atas Perusahaan baru ini, maka Kamu harus mengeluarkan Seratus Ribu Koin Emas sebagai dana awal proyek ini!” seru Einar pada Alex.
__ADS_1