Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Pesta Ulang Tahun Sarah


__ADS_3

Sandor menancapkan Tombaknya di atas permukaan tanah dan menaruh kepala Xavier di gagangnya.


“Kami akan mundur dari sini setelah Monster Burung Nasar memakan habis kepala Penyihir Agung XXVII. Bila ada yang berani mengambilnya maka peperangan ini akan dilanjutkan dan konsekuensinya adalah semua Penyihir akan dimusnahkan dan Kami hanya akan meninggalkan beberapa Penyihir wanita agar bisa melahirkan ternak lainnya!” Suara Sandor menggema di seluruh medan Perang tersebut.


Semua Kesatria Suci bersorak gembira sembari mengangkat Pedang dan Tombak mereka, sementara isak tangis Penyihir semakin kencang.


Sandor memasang kembali Helm emasnya dan berjalan ke barisan Pasukan Kesatria Suci. “Mundur lah setelah Kepala Penyihir Agung itu menjadi tengkorak,” katanya pada mereka, karena ia dan Kesatria Suci tingkat tinggi lainnya akan kembali ke Kota Helios.


Sebagian dari Kesatria Suci tingkat tinggi itu akan ikut dalam ekspedisi mencari Benua baru yang dikatakan oleh Saint Suci setelah mendapatkan perintah dari Dewa Matahari untuk mencari sosok yang telah mengalahkan Dewa Cthulhu.


Austin, Penyihir tua satu-satunya yang tersisa melihat gelembung berwarna-warni melayang keluar dari dada Xavier.


Air matanya langsung mengalir deras, itu adalah pertanda akan dipilihnya Penyihir Agung yang baru. Hanya Penyihir tingkat tinggi yang dapat melihat gelembung berwarna-warni itu, tetapi ia tercengang saat melihat gelembung berwarna-warni itu malah terbang ke langit.


“Apa yang terjadi? Apakah Dewi Sihir tidak memberkati Kami lagi?” pikirnya.


“Ada apa Tetua Austin?” tanya salah satu Penyihir senior di sebelahnya.


“Aku hanya sedih saja, Xavier harus mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan kita,” sahutnya berbohong tanpa menceritakan kalau gelembung berwarna-warni itu menjauh dari mereka. “Mungkinkah Dewi Sihir memilih Ulrich sebagai Penyihir Agung berikutnya?” pikirnya mencoba berpikir positif. Hanya Ulrich dan Zelma yang ada dibenak Austin saat ini yang berpotensi menjadi Penyihir Agung berikutnya, karena Kedua Penyihir itu adalah Penyihir muda paling berbakat.


Burung Nasar tiba-tiba hinggap di kepala Xavier dan langsung mematuknya, kemudian belasan Burung Nasar lainnya ikut hinggap dan mulai berebut mematuk kepala Xavier. Hanya dalam beberapa menit saja, kepala Xavier hanya tinggal tengkorak yang bermandikan darah.

__ADS_1


Pasukan Kesatria Suci Kekaisaran Suci Kuil Matahari mulai meninggalkan hamparan tanah gersang itu dan pergi menuju ke arah Utara yang lebih subur atau wilayah Kekaisaran Suci Kuil Matahari.


Perisai memudar setelah Pasukan Kesatria Suci menjauh dari sana dan para Penyihir dengan marah menyerang semua Burung Nasar dengan Sihir. Tak ada satupun burung Nasar yang dapat melarikan diri, beberapa Penyihir membawa tubuh dan tengkorak kepala Xavier ke dalam Menara Sihir untuk di makamkan.


...***...


Halaman Restoran Sarah dihiasi lampu-lampu bertenaga Kristal Sihir berwarna warni-warni dan juga berjejer meja-meja mewah yang dilengkapi penerbangan lilin.


Puluhan wanita cantik yang merupakan karyawan dari Restoran lain yang disewa oleh Alex sibuk mengatur tempat duduk para tamu sesuai dengan nomor undangan mereka.


Rambo, Tiger, dan Puluhan Kusir Kereta Kuda sibuk bolak-balik menjemput anak-anak dan orang tua mereka yang diundang oleh Sarah ikut memeriahkan pesta ulang tahunnya yang pertama kali dirayakan tersebut.


Alex mengenakan setelan Jas Formal Abu-abu dengan dasi kupu-kupu. Saat ia bercermin di depan kaca, ia merasa dirinya seperti aktor tampan saja.


Namun, Sarah yang biasanya sangat periang dan selalu percaya diri, malah terlihat gugup. Dia terlihat seperti Peri kecil dengan gaun pesta berwarna putih.


“Eh, Elf kan memang Peri atau Elves,” pikir Alex tersenyum lebar—karena lupa kalau identitas putrinya itu adalah setengah Elf atau setengah Peri. “Kamu sangat cantik, Sarah! Ayah sampai lupa, apakah Kamu ini malaikat kecil atau putri Ayah ha-ha-ha.” Alex bercanda menghibur Sarah.


Sarah tersenyum manis tanpa mengatakan apapun.


Lilia masuk ke dalam kamar sembari tersenyum hangat menatap Sarah. Dia mengenakan gaun putih yang bagian bawahnya mengembang seperti gaun era Victoria tersebut.

__ADS_1


“Selamat ulang tahun, Sarah!” Lilia dengan lembut mencium pipi mungil cucunya yang terlihat gugup dan tegang tersebut.


Dia mengeluarkan kotak kecil yang diberikan oleh Catherine padanya saat mereka hendak berangkat dari Kota Ella. Kemudian ia membuka Kotak itu dan mata biru Sarah langsung berbinar-binar menatap Kalung Emas yang tampak sangat indah tersebut.


Lilia langsung mengalungkannya ke leher Sarah. “Kamu cantik sekali, cucuku,” bisiknya sembari kembali mengecup pipi mungil Sarah. “Nenek ingin selalu melihatmu tumbuh menjadi wanita cantik seperti Ibumu,” katanya lagi.


Helena yang berdiri di belakang Sarah tersenyum hangat dan mengelus rambut putrinya itu. Helena juga tampak cantik mengenakan gaun pesta putih dan aura Peri-nya benar-benar terlihat, para Pria pasti tidak akan mengedipkan mata saat menatapnya.


“Selamat—” Alex ingin mengucapkan selamat ulang tahun sekali lagi pada Sarah, tetapi tiba-tiba gelembung berwarna-warni melayang ke telapak tangan mungil Sarah. Hal itu mengingatkan Alex pada Saint Suci Kuil Hercules, tetapi saat itu ia menghalangi cahaya yang terbang ke arah Sarah.


“Apakah ini adalah hadiah dari Ayah?” Sarah tersenyum cerah, tetapi Helena dan Lilia malah kebingungan karena tidak dapat melihat gelembung berwarna-warni itu. “Indah sekali,” katanya lagi.


Karena sudah terlanjur hinggap di tangan Sarah, Alex terpaksa menganggukkan kepala walaupun ia penasaran dari mana datangnya gelembung berwarna-warni yang memancarkan Elemen Sihir yang berbeda dari Elemen Sihir yang digunakan oleh Pendekar di Benua Grandland.


Alex berpikir, mungkinkah ada Dewa lain yang muncul di Benua Grandland atau itu berasal dari Dewa dari Benua lain. Akan tetapi, Elemen Sihir yang dikandung oleh gelembung berwarna-warni itu tampak tidak berbahaya.


Gelembung berwarna-warni itu tiba-tiba meresap ke dalam tubuh Sarah dan Alex dapat merasakan kalau Putrinya itu tiba-tiba memiliki sesuatu yang aneh berlimpah di dalam tubuhnya.


Dia teringat dengan novel-novel fantasi di Bumi dan berpikir apakah itu mungkin semacam Mana atau Aura, apa mungkin Qi dan sejenisnya.


“Ah, lupakan saja,” pikir Alex kenapa harus pusing-pusing memikirkannya, toh ... itu tidak berbahaya bagi tubuh Sarah dan justru itu akan meningkatkan kekuatannya. “Mari kita rayakan ulang tahunmu, Sarah. Semua orang sudah menunggumu di luar,” katanya lagi berjalan di sebelah Sarah bersama Lilia, Helena.

__ADS_1


Di lantai bawah Restoran Sarah Catherine, Miranda, Hannah, Eva, Elenna, Lilith, dan Viola langsung menyambut Sarah. Semua gadis-gadis cantik itu mengenakan gaun pesta berwarna putih seperti Era Victoria.


__ADS_2