Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Apa Ini? Lezat Sekali!


__ADS_3

Zelma yang pertama melihat daftar menu dan matanya langsung berbinar-binar saat melihat gambar makanan di daftar menu itu, walaupun ia sudah makan ia langsung tergiur dengan beberapa hidangan Restoran Sarah.


“Aku memesan Nasi Goreng, Rendang, Ayam Betutu, Soto Banjar—” Sebelum Zelma menyelesaikan perkataannya, Ulrich langsung menarik tangan Zelma setelah melirik harga pada daftar menu itu.


“Hei, Kita harus berhemat, ingat teman-teman Kita juga belum makan dan lihatlah harga yang tertera di daftar menu itu? Itu sangat mahal sekali!” keluh Ulrich.


“Baiklah, Kami hanya memesan itu saja,” sahut Zelma. “Oh, ya, tambahkan juga nasi putihnya.”


“Untuk apa nasi putih itu? Bukan Nasi Goreng itu terlihat seperti Nasi?” sahut Ulrich hendak memilih makanan untuknya, tetapi tiba-tiba ia teringat Zelma baru saja mengatakan kata Kami. “Apa Nasi putih itu untukku?”


“Baiklah, tunggu sebentar, ya, nona muda dan tuan muda,” sahut Elenna tersenyum hangat dan berjalan menuju dapur.


“Hei, apa Kamu ingin Aku hanya makan Nasi Putih saja? Ingat Zelma ... Aku ini masih Kaptenmu,” protes Ulrich mengeluh atas kelakuan Zelma.


“Tenang saja Kapten, Ayam Betutu itu adalah Ayam utuh. Aku tidak akan dapat menghabiskannya dan Kita akan membaginya menjadi dua bagian,” sahut Zelma tersenyum lebar dan tatapannya kembali tertuju pada Koki Pria di dapur. Dia masih penasaran seperti apa wajahnya Koki itu.


“Sial! Para wanita memang suka bertingkah kekanak-kanakan!” Ulrich mengeluh dalam benaknya.


Elenna memberitahu Eva tentang pesanan pelanggan yang baru saja memesan makanan padanya. Dia juga mengatakan kalau semua hidangan itu untuk gadis bertubuh kecil, sementara yang laki-lakinya hanya dipesankan nasi putih saja.


Hannah dan Eva langsung tertawa terkekeh-kekeh, kemudian Alex menegur mereka dan mengatakan tidak boleh mengejek pelanggan.


Alex fokus memasak Tempoyak Ikan Patin yang dipesan oleh pelanggan lain dan tidak menoleh ke arah gadis kecil yang dibicarakan oleh Elenna, Eva, dan Hannah tersebut.


Setelah Eva selesai membuat Nasi Goreng, Elenna meletakkan Rendang, Ayam Betutu, dan Soto Banjar ke atas nampan. Kemudian membawanya ke meja Zelma dan Ulrich duduk.

__ADS_1


“Silahkan dinikmati nona muda dan tuan muda!” sapa Elenna setelah menghidangkan makanan untuk Zelma dan Ulrich sembari tersenyum hangat dan menundukkan sedikit wajahnya.


Ulrich lagi-lagi terpesona dengan senyuman indah Ras Elf tersebut. Dia baru tersadar setelah Zelma mencubit perutnya.


Sambil cemberut, Zelma mengambil pisau dan memotong bagian sayap kiri Ayam Betutu. “Hanya ini untukmu, Kapten sudah makan banyak saat di Restoran sebelumnya,” katanya dengan nada menggerutu.


“Hah?” Ulrich mengerutkan keningnya. “Benarkan, wanita itu mahkluk yang sulit dimengerti?” keluhnya dalam benaknya.


Zelma bingung harus memakan yang mana lebih dulu, semua terlihat sangat lezat. Dia memotong bagian paha Ayam Betutu dan menaruhnya diatas nasi goreng yang diatasnya ada telur mata sapi setengah matang, petai, dan udang goreng.


Zelma mengambil sendok, kemudian menyendok nasi goreng ke mulutnya dan tiba-tiba ia men.de.sah kenikmatan.


“Bagaimana bisa nasi menjadi seenak ini?” gumamnya, karena di Benua Vlorien ada juga wilayah yang menghasilkan beras dan ia telah mencoba makan dengan nasi, tetapi rasanya tidak selezat nasi goreng ini.


Ulrich mematung setelah menggigit secuil daging Ayam Betutu. Air matanya mengalir membasahi pipinya, kemudian memikirkan sudah berapa lama ia tidak menikmati makanan yang lezat dalam hidupnya, karena hidupnya hanya didedikasikan melawan Kesatria Suci Kuil Matahari. Belum lagi titel Penyihir berbakat membuatnya harus membuktikan bahwa ia memang Penyihir paling kuat dan terus bertarung melawan para Kesatria Suci.


“Wanita tidak boleh makan daging terlalu banyak, nanti Aku gemuk! Habiskan lah Ayam Betutu itu,” kata Zelma tersenyum hangat.


Ulrich menatap Zelma seolah-olah tidak yakin sahabat terbaiknya itu akan berbagi makanan dengannya, karena walaupun tubuhnya kecil; kalau berurusan dengan makanan maka gadis Penyihir itu tidak akan mau berbagi walaupun harus bertarung memperebutkannya.


“Aku masih ada ini!” Zelma menunjuk ke arah mangkuk berisi Soto Banjar yang membuat Ulrich mengerutkan keningnya. Soto Banjar itu melepaskan aroma yang lezat, membuat Ulrich penasaran seperti apa rasanya.


...***...


“Ayahhhhhhhhhh!” Suara anak kecil membuat Ulrich dan Zelma terbuyar dari lamunan mereka, kemudian menoleh ke arah sumber suara itu. “Sarah pulang!” kata gadis itu lagi.

__ADS_1


Zelma dan Ulrich tercengang melihat gadis kecil campuran Manusia dan Elf tersebut. Namun, tiba-tiba mereka menyadari ada yang aneh dengan energi Sihir dari gadis kecil itu.


Alex menoleh ke belakang untuk menyambut kedatangan putri kesayangannya itu, tetapi matanya langsung tertuju kepada Dua orang asing yang ia temui di jalan tadi.


Dua orang asing itu tiba-tiba menghadang Sarah, yang membuat Alex panik. Dia langsung menggunakan kekuatan Dewa Helzvog menciptakan tiruan Pedang Meteor.


Saat Alex hendak melesat ke arah kedua orang asing itu, tiba-tiba keduanya langsung bertekuk lutut di hadapan Sarah yang kebingungan.


“Penyihir Ulrich dan Penyihir Zelma menyambut Penyihir Agung!” sapa Ulrich yang membuat Restoran Sarah hening, semua pelanggan, Alex, Karyawan Restoran Sarah keheranan; kenapa Dua orang asing itu memanggil Sarah Penyihir Agung.


Beberapa saat kemudian, terdengar isak tangis Zelma. Air matanya mengucur deras membasahi lantai, ia langsung teringat pada Penyihir Agung Xavier di Benua Vlorien.


Ulrich juga menahan air matanya, bila Penyihir Agung yang baru telah muncul maka Penyihir Agung Xavier telah meninggal dunia.


Tidak sulit menduga apa yang terjadi di sana. Seorang Penyihir itu memiliki usia yang panjang dan Penyihir Agung Xavier masih berusia Empat Puluhan tahun, bila ia meninggal mendadak—maja jawabannya Kekaisaran Suci Kuil Matahari telah melakukan invasi ke Menara Sihir.


“Si-siapa Paman dan Kakak cantik, kenapa kalian bertekuk lutut di hadapanku?” sahut Sarah merasa seperti mengenal Kedua orang asing itu. Namun, ia juga merasa tidak pernah berjumpa dengan mereka, ia kemudian menoleh ke arah Alex yang berdiri di belakang Kedua orang asing itu. Pedang di tangan Alex mulai memudar, lenyap entah ke mana perginya.


Alex melewati dua orang asing yang masih bertekuk lutut itu dan ia pun menggendong Sarah. “Kalian ikutlah denganku ke lantai atas!” bisiknya.


“Ha-ha-ha ... Pertunjukan drama yang sangat menjiwai sekali!” Helena bertepuk tangan. “Para pelanggan Restoran Sarah kami yang berharga, silahkan nikmati kembali makanan kalian.” Helena berbohong agar para pelanggan tidak berspekulasi aneh-aneh tentang dua orang aneh itu. Dia takut mereka dikaitkan dengan Organisasi Hercules dan Putrinya akan dijadikan sebagai Ratu masa depan, bila hal itu terjadi—konsekuensi yang mengerikan mungkin akan terjadi pada Sarah.


Helena kemudian mengedipkan mata pada Lilith untuk bersiap siaga mengevakuasi pelanggan bila terjadi pertarungan di lantai atas melawan dua orang asing itu.


Lilith kini sudah menjadi Pendekar tingkat 8, ditambah dengan Elenna, dan Eva, maka ketiganya sudah cukup mengevakuasi seluruh pelanggan ke tempat yang aman.

__ADS_1


Helena kemudian berjalan menuju lantai atas dan berdiri di sebelah Alex sembari tersenyum hangat serta memindahkan Sarah ke pelukannya.


__ADS_2