
Kaisar yang berdiri di punggung Monster Elang yang melayang di atas tembok Utara juga mencari keberadaan putra bungsunya itu. Namun, ia tak dapat melihat di mana Alex berada.
“Akhirnya Alex muncul juga, dengan Kekuatan besar yang di milikinya itu mungkin kita dapat menyegel Dewa Cthulhu kembali!” kata Raja Naga tersenyum cerah.
Kaisar hanya mengangguk pelan dan berharap apa yang dikatakan oleh Raja Naga segera menjadi kenyataan.
“Alexxxxxxxxxxxxx! Cepat tunjukkan dirimu!” Dewa Cthulhu meraung keras, elemen Sihir Kegelapan membuat sinar matahari menghilang dan Kota Ella menjadi gelap gulita.
Dari puncak menara Kastil Istana Kekaisaran Hazel muncul seberkas cahaya, semakin lama Cahaya itu semakin besar sehingga Kota Ella yang gelap gulita menjadi terang-benderang.
“Lama tak berjumpa Mordor ....” Sosok berzirah Perak bersayap Putih muncul di belakang Mordor dan tubuh Mordor tertancap sebuah Pedang yang diselimuti oleh Elemen Sihir Kehidupan.
Mata Mordor terbelalak menatap dadanya ditembus Pedang. “Ini adalah Pedang Meteor... Kau... Kau Alex B.a.j.i.n.g.a.n!”
Itulah kata-kata terakhir yang keluar dari mulut Mordor sebelum tubuhnya terjun bebas dari puncak menara Kastil Istana Kekaisaran Hazel.
“Kau salah orang!” gerutu sosok misterius itu. “Aku adalah Dewa ....” Namun, ia terdiam sejenak. “Ya, anggap saja Dewa!” katanya lagi bingung memikirkan nama yang bagus dan berwibawa.
“Suara ini sangat familiar?” Kaisar, Raja Naga dan orang-orang yang pernah bertemu Alex merasa suara sosok misterius itu sangat mirip dengan suara Alex Acherron, Pangeran Ketiga Kekaisaran Hazel yang kini menjadi Koki di Restorannya sendiri di Kota Perdamaian.
Alex sengaja lebih dulu membunuh Mordor agar dia tidak melarikan diri saat dirinya bertarung melawan Dewa Cthulhu. Alex takut, Mordor akan mencari keberadaan Sarah dan menculiknya atau terjadi kemungkinan buruk pada istri dan putrinya.
Alex yang mengaku-ngaku sebagai Dewa menatap Kaisar dan berkata, “Kalian mundurlah dari Kota ini. Biarkan saja Dewa ini menghadapi Dewa jahat itu!”
Kaisar mengerutkan keningnya dan menoleh ke arah Raja Naga. Menurutnya, mereka seharusnya membantu sosok misterius itu melawan Dewa Cthulhu. Panah warisan dari Dewa Helzvog atau Dewa yang disembah oleh Ras Dwarf dapat merepotkan pergerakan Dewa Cthulhu, tetapi Panah Raksasa itu membutuhkan Sihir yang sangat besar dalam penggunaannya.
__ADS_1
Rencananya, Kaisar akan bergantian dengan Raja Naga mengoperasikan Panah Raksasa itu. Namun, sosok misterius itu malah tidak ingin mereka membantunya.
“Lebih baik Kita setuju saja dengan seruan Dewa misterius itu!” kata Raja Naga.
“Baiklah, semua mundur!” seru Kaisar segera menjauh dari tembok Utara dan bergabung dengan penduduk yang mengungsi keluar Kota Ella.
Mereka juga tidak membawa Panah Raksasa peninggalan Dewa Helzvog karena ukurannya yang besar dan berat, untuk membawanya dibutuhkan beberapa Pendekar tingkat 10. Namun, sosok misterius itu meminta mereka untuk segera menjauh dari Kota Ella.
“Apa Kau pikir setelah mendapatkan Kekuatan yang ditinggalkan para Dewa itu, Kau dapat mengalahkanku?” Dewa Cthulhu mencibir Alex. “Kau terlalu percaya diri, Alex! Saat mereka bersatu saja, mereka hanya dapat menyegelku.”
“Mereka berbeda denganku,” sahut Alex terbang mendekat ke arah Dewa Cthulhu.
Alex terlihat seperti anak ayam yang berhadapan dengan Gurita raksasa bersayap. Secara logika, Alex pasti akan kalah melawan Dewa Cthulhu, karena tidak mungkin anak ayam dapat membunuh mahkluk besar. Dewa Cthulhu cukup membuka mulutnya dan melahap sosok kecil yang melayang di hadapannya, maka pertarungan itu langsung berakhir.
Dewa Cthulhu sangat marah mendengar olok-olokan Alex, matanya tiba-tiba berubah warna menjadi merah. Laser Api melesat ke arah Alex yang langsung menghindarinya.
“Saatnya Aku mencoba Kekuatan yang ditinggalkan oleh Dewa Helzvog,” gumam Alex mulai mengimajinasikan Busur Panah.
Sama seperti Kekuatan Dewa Gollum, Kekuatan yang diberikan oleh Dewa Helzvog juga hanya bertahan sebentar saja dan akan membutuhkan jeda Satu Jam lagi untuk menggunakannya.
Kalau Kekuatan Dewa Helzvog itu permanen, maka Alex akan memiliki profesi baru sebagai Penempa. Dia mungkin akan mengalahkan Perusahaan milik Dewan Kota Milles dan menciptakan mesin-mesin yang ada di kehidupannya yang sebelumnya. Namun, sayang sekali, sepertinya Dewa Helzvog sengaja memberikan durasi singkat dalam penggunaan Kekuatannya itu agar tidak disalahgunakan.
Alex menarik tali Busur Panah dan anak panah yang diselimuti Elemen Sihir Petir menyelimuti anak panah tersebut. Saat tali busur panah dilepaskan, anak panah itu melesat dan terdengar suara dentuman Petir yang memekakkan telinga.
Dewa Cthulhu menutup wajahnya dengan Kedua sayapnya.
__ADS_1
Sayap Dewa Cthulhu menyisakan lubang besar setelah dihantam anak panah yang diselimuti Elemen Sihir Petir. Namun, dalam sekejap saja, lubang itu menutup kembali dan sayapnya kembali utuh seperti sebelumnya.
Dewa Cthulhu tidak membiarkan Alex mengendalikan ritme pertarungan, Dia langsung melakukan serangan balik. Suara siulan memekakkan telinga tiba-tiba terdengar.
Bangunan-bangunan di seluruh Kota Ella hancur berkeping-keping. Dalam sekejap, Kota yang megah itu telah berubah menjadi butiran debu.
“Untung saja Aku menggunakan Kekuatan Dewa Gul'dan, kalau tidak... maka Aku mungkin akan hancur lebur seperti bangunan-bangunan itu,” gumam Alex terkejut.
Kekuatan yang ia peroleh dari Dewa Gul'dan atau Dewa yang disembah oleh Ras Orc tersebut adalah Zirah Perak yang dapat muncul sesuka hatinya.
Melihat Alex baik-baik saja, Dewa Cthulhu mengepakkan sayapnya ke arah Alex; sayang sekali Tentakelnya sudah tidak ada lagi. Kalau masih ada, maka itu akan menjadi senjata andalannya karena dapat memanjang serta bertunas menjadi ribuan Tentakel.
Kali ini Alex tidak mengelak, dia menggenggam erat gagang Pedang Meteor dan menggunakan Kekuatan Dewa yang disembah oleh Ras Beasthuman. Kekuatan itu adalah Elemen Sihir Angin. Dia juga menggunakan Kekuatan Dewa Hercules yang meningkatkan Kekuatan fisiknya.
Angin Tornado mengelilingi tubuh Alex dan Pedang Meteor.
Sayap Dewa Cthulhu yang tampak seperti Besi Hitam tersebut bertabrakan dengan bilah Pedang Meteor.
Alex hanya dapat menahan beberapa tarikan napas saja, sesaat kemudian ia terhempas jauh dan menabrak permukaan tanah dengan keras. Zirah Perak-nya terkoyak-koyak dan darah merembes keluar dari kulitnya, tetapi Elemen Sihir Kehidupannya segera menyembuhkan luka-luka itu dan Zirah Perak langsung beregenerasi pulih kembali.
“Ternyata perbedaan Kekuatan antara Dewa jahat dengan setengah Dewa masih cukup besar,” gumam Alex segera berdiri. Namun, Dewa Cthulhu tidak memberinya waktu menarik napas sejenak, dari mulut Dewa Cthulhu menyembur cairan berwarna hitam yang langsung melesat ke arah Alex. “Woi, kenapa terburu-buru sekali ingin menumbangkan Aku? Apakah Kamu takut dimakan lagi?” gerutunya segera menghindar dari cairan berwarna hitam itu.
Tempat Alex berdiri sebelumnya langsung meleleh dan membentuk lubang besar.
“Korosif?” gumam Alex yang awalnya berpikir cairan itu mengandung Racun, tetapi dugaannya salah—ternyata itu seperti Elemen Sihir Kegelapan yang memiliki sifat Korosif.
__ADS_1