
Prajurit Kekaisaran Hazel berlari dengan tergesa-gesa menuju Aula utama Istana Kekaisaran sembari membawa Surat dari Legiun Selatan.
“Berhenti di sana!” seru Prajurit yang berjaga di pintu masuk Aula utama Istana Kekaisaran pada Prajurit yang membawa surat tersebut. “Kalau Kamu ingin menyampaikan sesuatu, tunggulah beberapa saat lagi karena Kaisar sedang melakukan pertemuan dengan Panglima militer.”
“Jangan halangi Aku!” bentak Prajurit yang membawa Surat tersebut. “Aku hendak memberitahu Kaisar bahwa malapetaka mengerikan telah muncul di wilayah Selatan!” katanya lagi sembari menerobos masuk ke dalam aula utama Istana Kekaisaran.
Dua Prajurit yang berjaga di pintu masuk aula Istana Kekaisaran itu tampak keheranan dan bertanya-tanya dalam hati; malapetaka seperti apa yang muncul dari wilayah yang tertutup salju abadi tersebut.
Apalagi jumlah Pasukan Legiun Selatan yang ditempatkan di sana hanya Ribuan saja, karena tidak ada Kerajaan lain yang berdiri di ujung selatan Benua Grandland tersebut.
Kaisar mengerutkan keningnya menatap tajam Prajurit yang menerobos masuk dan menganggu pertemuannya dengan Panglima militer tersebut.
Mereka sedang berdiskusi membahas laporan dari Pasukan Legiun Barat dan Legiun Tengah yang hancur diserang oleh pengikut Dewa Cthulhu.
“Yang Mulai Kaisar!” seru Prajurit itu bertekuk lutut di hadapan Kaisar sembari menyerahkan secarik kertas yang bernoda darah kering sehingga tulisannya sebagian tidak terbaca.
Orang yang menulis surat itu pasti telah terluka parah dan menuliskannya dengan terburu-buru karena musuh telah mengalahkan mereka.
Kaisar mengerutkan keningnya setelah membaca Surat itu dan terdengar helaan napas panjang berkali-kali.
Kaisar dan Prajurit itu tidak berani bertanya apa yang harus dilakukan, bahkan mereka menahan napas agar tidak mengusik Kaisar yang sedang melamun tersebut.
__ADS_1
“Umumkan Kekaisaran Hazel dalam keadaan darurat dan seluruh penduduk di wilayah Selatan akan diungsikan ke pinggiran Kota Ella. Tarik mundur Pasukan di Pulau milik Kerajaan Iblis serta Kirim semua Pasukan ke Selatan!” seru Kaisar dengan lantang.
“Baik Yang Mulia Kaisar!” sahut Panglima militer bergegas meninggalkan aula utama Istana Kekaisaran Hazel tersebut.
Kaisar duduk di Singgasananya sembari memijat keningnya dan menatap lurus tanpa berkedip ke arah jendela.
“Kirim juga pesan ke Kota Perdamaian, Tetua Glenn!” kata Kaisar pada Pria tua yang berdiri di belakang Singgasananya. “Suruh Einar meminta bantuan Lord Michael dan Alex membantu Kita menghadapi musuh mengerikan itu!”
“Baik Yang Mulia Kaisar, tetapi apakah Alex akan mau membantu Kita? Sepertinya Dia membencimu, apalagi Kita menyelamatkan nyawa Lycus yang hampir mati di tangannya!” sahut Tetua Glenn muncul dari bayangan hitam di belakang Singgasana Kaisar tersebut.
“Walaupun Aku gagal menjadi Ayah yang baik, Dia pasti akan membantu kita... apa Tetua Glenn lupa, Ibunya masih hidup dan sebagian keluarga rekan-rekannya juga tinggal di Kekaisaran Hazel,” jawab Kaisar sembari menghela napas dalam-dalam. Wajahnya kini tampak seperti sedang memikirkan sesuatu yang membuatnya terlihat merasa bersalah, bahkan setelah Tetua Glenn meninggalkan aula utama Istana Kekaisaran, ia masih duduk di Singgasananya—terus merenung di sana hingga matahari terbenam.
Einar yang masih tinggal di Kedutaan Kekaisaran Hazel terkejut membaca Surat yang dibawa oleh Monster Elang tersebut. Dia tidak menyangka malapetaka yang dikatakan oleh Lord Michael lebih dulu menimpa Kekaisaran Hazel, padahal saat ini Pasukan Kekaisaran sedang dalam masa gemilangnya karena berhasil menduduki sebagian wilayah Kerajaan Orc, Kerajaan Goblin dan Kerajaan Iblis.
“Apa Lord Michael tahu apa itu Sayap besar yang dilihat oleh Pasukan Kamu di Selatan itu?” tanya Einar penasaran, karena dalam surat yang dikirim dari Kota Ella tersebut; dikatakan bahwa Prajurit Legiun Selatan melihat Sayap yang sangat panjang dan besar sebelum gerombolan Monster Serigala dan mayat-mayat hidup menghancurkan mereka.
Lord Michael menghela napas dalam-dalam dan berkata, “Mungkin itu adalah bagian tubuh dari Dewa Cthulhu yang telah keluar dari Segel.”
“Apa? Ternyata ada Segel di tempat salju abadi itu!” Einar terkejut mendengarnya.
Karena wilayah ujung selatan Benua Grandland itu hanya hamparan Salju abadi, Kekaisaran Hazel tidak terlalu memperhatikan wilayah itu, bahkan hanya menempatkan Seribu Pendekar saja untuk menangkal Monster Serigala Putih menuju Desa-Desa di dekat wilayah itu.
__ADS_1
Namun, malapetaka yang paling ditakuti seluruh Benua Grandland ternyata muncul di sana.
“Kesamping dulu apakah ada Segel atau tidak di sana, sekarang Aku akan mengirim pesan ke Sekutu Kita agar mengirim bala bantuan membantu Pasukan Kekaisaran Hazel melawan mereka,” kata Lord Michael meraih kertas kosong di mejanya dan menulis pesan darurat pada Kerajaan Naga, Kerajaan Hutan Abadi dan Kerajaan lainnya.
“Aku juga harus bergegas kembali ke Kota Ella dan memimpin Pasukan melawan mayat-mayat hidup sialannn itu!” Einar berkata geram sembari mengepal erat tinjunya. “Dan... sampaikan pada Alex, Ayah ingin Dia ikut menyelamatkan Kekaisaran Hazel dari malapetaka ini!”
Lord Michael tersenyum tipis dan menghela napas dalam-dalam. “Sayang sekali, Alex telah meninggalkan Kota Perdamaian beberapa hari yang lalu dan Helena mengatakan Dia pergi ke Kerajaan Orc!”
“Apa yang ia lakukan di sana?” Einar terkejut mendengarnya, tetapi Lord Michael hanya menggelengkan kepala tanda ia juga tidak tahu mengapa Alex pergi ke Kerajaan Orc. “Ya, sudahlah... bila ia kembali nanti, katakan padanya untuk menyampaikan permintaan Ayah kami.”
Einar segera meninggalkan Kastil Lord Michael dan menjemput Catherine ke Restoran Sarah untuk membawanya kembali ke Kota Ella.
“Ayahhhhhhhhh!” Sarah melompat dari kursi Kasir dan berlari ke pintu masuk Restoran, tetapi langkahnya segera terhenti setelah menatap wajah Pria di hadapannya itu. “Kamu bukan Ayahku, Ayahku lebih tampan darimu walaupun kalian terlihat mirip. Kamu siapa, Paman mirip Ayah?” tanyanya dengan ekspresi wajah polos.
Einar menundukkan wajahnya menatap gadis kecil setengah Elf yang menghalangi jalannya itu. “Hmm, Kamu pasti Sarah, Putri Alex, kan?” sahutnya dengan ekspresi wajah datar. “Di mana bibimu, Catherine... suruh Dia kembali ke Kedutaan sesegera mungkin!”
Einar langsung berbalik badan dan meninggalkan Restoran, yang membuat Sarah dan pelanggan Restoran tercengang serta bertanya-tanya siapa Pria sombong itu.
“Kenapa buru-buru sekali, Kak Einar?” Suara yang sangat familiar menghentikan langkah Einar dan Dia menoleh ke belakang masih dengan ekspresi wajah datar.
“Kekaisaran Hazel mungkin akan binasa, sehingga Aku harus segera kembali ke Kota Ella untuk memimpin Pasukanku,” sahut Einar dengan santai, tidak terlihat raut wajah panik dari mukanya walaupun ia mengatakan Kekaisaran Hazel akan binasa.
__ADS_1
“Ba-bagaimana bisa?” Chaterine datang dari dapur dengan raut wajah panik. “Bagaimana keadaan Ibu di sana?” tanyanya lagi.
“Untuk saat ini ia masih baik-baik saja, ayo kembali atau Aku akan meninggalkanmu di sini!” sahut Einar segera berbalik badan tanpa menatap Sarah yang berdiri di dekatnya dengan ekspresi wajah keheranan dan penasaran siapa Pria yang mirip dengan ayahnya itu.