
Delilah berbisik pada Adrian yang langsung tersenyum dan mengangguk kepala. Detak jantung Dario langsung berdebar kencang dan merasa ada sesuatu yang tidak beres, karena Delilah dan Adrian menatap ke arah mereka.
“Bagaimana kalau Kesatria Suciku melakukan latih tanding melawan Pendekar Organisasi Hercules?” kata Adrian, “jangan khawatir. Ini hanya latih tanding biasa dan pertandingan akan dihentikan bila salah satu diantara mereka menyerah atau terluka.”
Para anggota Organisasi Hercules saling berpandangan, sepertinya tidak ada diantara mereka yang berani mengajukan diri sebagai peserta latih tanding.
Dario menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya pelan-pelan, kemudian ia berdiri. Dia harus menunjukkan kepada orang-orang asing ini, bahwa Organisasi Hercules dihuni oleh Pendekar-Pendekar yang kuat dan bukan berniat menjadi parasit yang memanfaatkan kekuatan orang asing tersebut untuk merebut kekuasaan di Benua Grandland.
“Ooh, ternyata tuan Dario yang langsung turun tangan.” Adrian kembali tersenyum lebar dan menoleh ke arah Tiga Kapten Kapal Terbang Sihir untuk mengutus salah satu Kesatria Suci maju melawan Pendekar Organisasi Hercules tersebut.
“Jabez! Tunjukkan kehebatan berpedangmu pada tamu Kita!” seru Orian pada Pria muda yang berdiri di depan pintu aula pertemuan.
“Baik Kapten Orian!” sahut Jabez maju ke arah tempat latihan yang dilapisi oleh peralatan Sihir yang dapat mencegah Kekuatan Sihir yang bertanding di sana keluar ke arah penonton.
Jabez menghunus pedangnya, cahaya menyilaukan berwarna emas langsung menyelimuti bilah pedangnya.
Adrian kagum dengan sikap tenang Dario diatas panggung. Dia yakin Pria tua itu telah melalui berbagai macam pertempuran, karena dari pengalaman tersebut lah sikap tenangnya itu terbentuk secara alami.
Bilah pedang Dario diselimuti oleh Elemen Sihir Api.
“Pertarungan dimulai!” seru Delilah yang bertindak sebagai wasit.
Dario hanya mengarahkan pedangnya ke arah depan. Matanya tidak berkedip mengikuti pergerakan Jabez yang langsung melesat ke arahnya.
“Ini?”
__ADS_1
Dario terkejut Elemen Sihir Api miliknya mengalami fluktuasi seperti ditekan oleh cahaya emas yang memancar dari bilah Pedang Jabez.
“Apakah mereka semua memiliki kekuatan seperti ini?” pikirnya. Kalau semua Kesatria Suci memiliki kekuatan yang dapat melemahkan Elemen Sihir, maka mereka akan dengan mudah menaklukkan Benua Grandland.
Dia akhirnya memahami maksud lukisan di dinding aula pertemuan itu. Pantas saja Malaikat dapat mengalahkan para Dewa, karena kekuatan mereka pasti menekan Kekuatan para Dewa tersebut.
Dario menarik mundur kaki kirinya dan memiringkan tubuhnya menghindari tebasan pedang Jabez. Namun, Jabez langsung mengubah arah tebasan ke kanan atau menuju dada Dario.
Dario mengayunkan pedangnya secara vertikal melindungi dadanya, tetapi elemen Sihirnya telah dilemahkan oleh cahaya emas dari bilah pedang Jabez. Dario terhempas beberapa langkah, ia terpaksa menancapkan pedangnya ke permukaan lantai agar tidak terhempas keluar arena latih tanding tersebut.
Jabez langsung melesat dan tidak membiarkan Dario mengatur ritme pernapasannya. Namun, Dario langsung mengelak tebasan pedang Jabez dan melakukan serangan balasan walaupun elemen Sihirnya tertekan.
Kobaran Api yang tidak terlalu besar melesat dari bilah pedangnya ke arah punggung Jabez.
Jabez tidak menghindarinya, ia justru menebas kobaran Api itu yang langsung lenyap dilahap cahaya emas dari bilah pedangnya.
Adrian tiba-tiba bertepuk tangan sembari tersenyum lebar. “Pertarungan yang mengesankan!” serunya, “tidak perlu dilanjutkan lagi. Aku sudah memahami Kekuatan dari Pendekar, kalian itu seperti gabungan dari Kesatria Suci dan Penyihir. Namun, Kekuatan kalian terbatas, mungkin kalian harus mencari cara agar dapat menerobos ke level yang lebih tinggi agar dapat memaksimalkan Elemen Sihir kalian.”
Dario langsung terkesan mendengar analisa dari Adrian, hanya dengan latih tanding sebentar saja ia sudah mengetahui kelemahan dan kelebihan dari Pendekar.
“Sekarang Aku semakin tidak sabar ingin bertarung melawan Alex,” kata Adrian lagi. Karena menurut Dario, dia adalah Pendekar yang berhasil menerobos ke level diatas Pendekar tingkat 10. “Oh, ya, untuk Ketiga Kapten. Beritahu pada seluruh Kesatria Suci agar tidak menyerang anggota Organisasi Hercules. Mereka memiliki ciri-ciri mengenakan pakaian berwarna hitam dan mengenakan penutup wajah bermotif tengkorak.”
“Ha-ha-ha ... kalau Kita sudah menguasai Benua Grandland, kalian harus mengganti atribut pakaian kalian!” seru Delilah, “warna hitam itu dipakai oleh para pengikut ajaran sesat, seharusnya kalian mengenakan warna cerah saja atau berwarna putih serta warna emas.”
“Kami akan mempertimbangkannya nona Delilah,” sahut Dario sembari menundukkan wajahnya.
__ADS_1
“Baiklah, mari Kita menikmati jamuan ini lagi dan jangan lupa kirim pesan pada Organisasi Hercules untuk bersiap-siap menghancurkan para Iblis itu!” seru Adrian sembari mengangkat gelasnya.
...***...
Raja Iblis dan semua Pendekar perwakilan berbagai Kerajaan sangat terkejut mendengar laporan dari Ulrich bahwa Pasukan Kekaisaran Suci Kuil Matahari akan segera mendekat.
Raja Iblis langsung memerintahkan pasukannya untuk mengevakuasi penduduknya ke wilayah Kekaisaran Hazel.
Ulrich menawarkan bantuan mengevakuasi penduduk yang berada di Pulau-Pulau terluar Kerajaan Iblis menggertakkan Kapal Terbang Sihir.
Ketika Alex datang ke Pulau yang menjadi benteng pertahanan Kerajaan Iblis, hanya ada Pendekar tingkat tinggi di sana. Dia langsung menemui Raja Iblis dan tak lama kemudian, Raja Naga dan Ratu Elf pun datang.
Raja Orc dan Raja Beasthuman telah mengirim pesan kalau mereka sudah berangkat bersama Ratusan Pendekar sebagai bala bantuan tambahan.
Ratu Duyung dan Pendekar Duyung memberikan bantuan bila Perang sudah dimulai, sementara Kekaisaran Hazel telah diwakilkan oleh Pangeran Pertama. Kaisar tidak dapat ikut karena usianya sudah terlalu tua dan Kekuatannya terkuras cukup besar saat pertarungan melawan Mordor dulu.
“Apakah kalian melihat Pria muda yang berjalan di udara?” tanya Alex pada Zelma yang sedang berbincang-bincang dengan Pendekar tingkat 10 Wanita Ras Naga dan Ras Elf.
“Tidak! Ada apa, Pangeran?” sahut Zelma penasaran.
Alex pun menceritakan tentang Pria muda yang memiliki Elemen Sihir yang aneh dan Kekuatannya hampir mendekati Dewa Cthulhu. Pria itu mengaku bernama Inarius.
Inarius berjalan dengan santai di udara setelah selesai makan di Restorannya dan anehnya, ia tampak tidak tertarik pada Sarah. Padahal Dewa Cthulhu dan Penyihir langsung tertarik dengan keunikan elemen Sihir putrinya itu.
“Aku merasa pernah mendengar nama itu saat membaca buku di Menara Sihir,” sahut Zelma merasa nama itu cukup familiar. “Namun, tidak ada Kesatria Suci tingkat tinggi yang bernama Inarius,” katanya lagi.
__ADS_1
“Apakah ia berasal dari Benua yang jauh lebih kuat dari Benua Vlorien?” gumam Alex merasa misteri Dunia ini semakin terungkap dan mungkin Benua Grandland adalah wilayah yang paling terbelakang. “Ah, seandainya Perisai yang melindungi Benua Grandland ini tidak hancur,” pikirnya menghela napas panjang.