Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Perang Melawan Mordor V


__ADS_3

Hades mengeluarkan kertas berupa lukisan wajah wanita dari sakunya. Sudut bibirnya memancarkan senyuman tipis memandangi lukisan itu.


Hades harus merogoh Satu Koin Emas dan mentraktir makan siang Pelukisnya di Restoran Sarah agar dilukiskan wajah gadis yang ia sukai tersebut.


Rolf melirik kertas di tangan Hades yang tersenyum-senyum sendiri menatap wanita di lukisan itu. “Apa wanita itu istrimu?” selidiknya. Namun, Hades menggelengkan kepala. “Oh, berarti kekasihmu!”


Akan tetapi Hades kembali menggelengkan kepala sehingga Rolf penasaran, apa hubungan Hades dengan wanita di lukisan itu. Tidak mungkinkan wanita itu istri orang, kan? Atau mungkinkah itu adik perempuannya.


Hades menyimpan kertas berisi lukisan wajah wanita yang ia sukai tersebut ke dalam sakunya. Melihat senyuman wanita di lukisan itu, membuat energi Hades terisi penuh dan rasa lelah bertarung tadi telah menghilang.


“Namanya Lilith... Dia adalah Pramusaji di Restoran Sarah,” kata Hades.


“Oh, pantas saja Dia cantik,” sahut Rolf, “Kudengar semua Karyawan Restoran Sarah itu cantik-cantik dan Putri pemiliknya juga imut serta merupakan Pendekar tingkat tinggi, padahal usianya baru Empat tahun. Kedengarannya seperti bualan saja, tetapi itu fakta karena semua orang di Kota Perdamaian tahu akan hal itu.”


“Ha-ha-ha... Bos kecil memang imut dan lucu serta Dia naik Level hanya dengan banyak makan saja, kalau pun ia latihan beladiri di Sekolah Harapan. Kabarnya dia lebih banyak bermain-main dari pada berlatih dengan sungguh-sungguh.” Hades tertawa bangga, seolah-olah dirinya adalah kerabat Sarah saja. “Apa mungkin karena ia memiliki garis darah Alex dan Helena? Dan... Ibunya itu baru saja mencapai Pendekar tingkat 11, sementara Alex... tidak ada yang tahu sekuat apa ia sekarang!”


Rolf terkejut mendengarnya dan berpikir kelurga macam apa itu. Dia bahkan berpikir mungkin Keluarga itu adalah Dewa yang tak ada kerjaan sehingga memilih turun ke Benua Grandland mengelola sebuah Restoran.


“Baiklah, mari kita kembali ke perkemahan, tuan Rolf. Kalau Kita terlalu lama menghilang, takutnya Komandan Jean mencari-cari Kita,” kata Hades tersenyum membayangkan ekspresi marah Jean saat mengetahui kalau mereka meninggalkan perkemahan tanpa seijinnya.


Hades mematikan api unggun di depannya, kemudian berjalan mengikuti Rolf menuju perkemahan Pasukan.


“Oh, ya, Hades... apakah gadis Iblis itu sudah mengetahui kalau Kamu menyukainya?” tanya Rolf penasaran. “Jangan sampai orang lain menikungmu... kalau itu terjadi, Kau akan merasa Dunia ini seperti Neraka dan takutnya Kamu akan menjadi Mordor Kedua. Sebagai teman baik, Aku akan sedih bila harus bertarung melawanmu suatu hari nanti!” Rolf bercanda.


Namun, Hades merasa perkataan Rolf ada benarnya. Bagaimana bila Lilith menikah dengan Pria lain? Apa yang akan ia lakukan.

__ADS_1


Rolf menoleh ke belakang untuk memeriksa reaksi Hades yang tidak bersuara setelah diejek olehnya. “Sebenarnya bila Kamu menyukainya, Kamu tidak harus langsung menyatakan cinta padanya.”


Hades mendengar dengan seksama perkataan Rolf yang tampak sungguh-sungguh atau tidak bercanda seperti sebelumnya.


“Kamu bisa meminta teman gadis itu atau Bos Alex. Kan, Kamu berteman dengannya, mungkin saja Bos Alex tahu kriteria seperti apa Pria yang disukai oleh gadis itu. Kalau Kamu merasa masuk dalam kriteria itu, maka mintalah Bos Alex menjadi jembatan penghubung cinta kalian.”


Hades berpikir sejenak dan berkata, “Bagaimana cara tuan Rolf melamar istrimu dulu?”


“Ah, kalau Aku sih sederhana saja. Setelah Aku menyelidiki kalau istriku itu adalah wanita baik-baik, Aku langsung mendatanginya dan melamarnya. Dan... Besoknya Kami menikah!” kata Rolf.


Hades terbatuk-batuk mendengar jawaban Rolf. “Kenapa prosesnya mudah sekali? Apakah Lilith mau menikah denganku bila Aku meniru tuan Rolf?” gumamnya ragu-ragu.


Tiba-tiba Rolf berhenti melangkah dan mengangkat tangannya pertanda agar Hades berhenti melangkah juga.


Hades mengerutkan keningnya saat melihat seorang Pria berseragam Prajurit Kekaisaran Hazel sedang menggali kembali kuburan massal, yang merupakan kuburan para Pendekar yang gugur dalam pertempuran tadi.


Hades memperhatikan Prajurit berzirah Besi yang sedang menggali kuburan massal itu. Dari caranya menggali kuburan, Dia kemungkinan bukan Pendekar tingkat tinggi atau Dia baru saja menjadi Pengendali.


“Bagaimana kalau kita melawannya sembari berteriak-teriak menarik perhatian Pasukan yang berpatroli?” sahut Hades.


“Hmm, kenapa harus berteriak?” Rolf keheranan, kalau mau bertarung, ya, bertarung saja sembari mengerahkan seluruh kekuatan mereka. Dia merasa ide Hades itu terlalu aneh.


“Apa tuan Rolf tidak memikirkan kemungkinan bisa saja Pengendali itu telah memiliki beberapa mayat hidup level tinggi. Kalau itu terjadi, maka kita akan mati konyol!” sahut Hades. “Ingat dengan jelas, Kita bukan Tokoh Protagonis dalam dongeng-dongeng pengantar tidur. Walaupun musuhmu lemah, tetap gunakan kekuatan penuh menghajar mereka agar mereka tidak bisa menggunakan trik licik mengelabuimu.”


Sebagai Ras Beasthuman Serigala yang grasak-grusuk melawan musuhnya, pikiran Rolf akhirnya terbuka dan merasa apa yang dikatakan oleh Hades memang benar.

__ADS_1


Kini ia akhirnya mengerti kenapa negaranya menjadi yang terlemah di Benua Grandland, itu karena Pemimpin mereka tidak ada yang secerdas Hades.


Kalau saja negaranya memiliki Seratus Beasthuman secerdas Hades, maka negaranya akan sejajar dengan Kekaisaran Hazel.


“Ayo maju! Jangan melamun!” seru Hades segera melesat ke arah Pengendali tersebut. “Tolongngngngngng! Ada pengendali!” Dia berteriak keras.


Pengendali yang sedang menggali kuburan massal langsung menoleh ke arah sumber suara yang berteriak tersebut. Keningnya mengkerut masam dan tidak menyangka masih ada Prajurit yang berkeliaran di sekitar kuburan massal.


“Bunuh Dia!” seru Pengendali menunjuk ke arah Hades yang melesat ke arahnya sembari berteriak-teriak meminta tolong.


Lima mayat hidup melesat ke arah Hades yang langsung mengayunkan Pedang yang dipenuhi kobaran Api.


Mayat-mayat hidup berubah menjadi butiran debu saat mengenai bilah Pedangnya.


“Ternyata hanya mayat hidup Level rendah!” cibir Hades menjadi semakin percaya diri dan tidak berteriak lagi. Dia berpikir, dengan dirinya dan Rolf saja sudah cukup menangkap sang Pengendali itu. “Eh, di mana tuan Rolf?” Hades akhirnya menyadari tak mendengar suara Beasthuman Serigala tersebut.


Hades menduga Rolf kabur ke perkemahan Pasukan sehingga ia mengutuk Beasthuman Serigala itu, serta menyesal telah mentraktirnya Sarahmie.


Melihat Hades mengalahkan semua mayat-mayat hidupnya dengan mudah, Pengendali memutuskan melarikan diri.


“Sial! Padahal baru saja tuan Mordor memberikan Aku Elemen Sihir Kegelapan, Iblis brengsekkk itu malah mengacaukan rencanaku mengendalikan mayat-mayat hidup Pasukan Kekaisaran Hazel yang telah gugur!” gerutu Pengendali berlari ke arah kegelapan malam agar Hades tidak dapat menangkapnya.


Pengendali terkejut, tiba-tiba malam yang sunyi itu; Angin kencang berhembus dari depannya sehingga ia berpikir apakah badai akan segera datang.


Namun, ia mendengar suara langkah kaki yang berpindah-pindah sangat jauh. Sebagai Pendekar, ia menyadari langkah kaki seperti itu hanya milik Monster Serigala.

__ADS_1


“Apa tuan Mordor mengirim Monster Serigala Putih menyelamatkan Aku?” gumamnya senang, Pendekar lemah sepertinya masih dipedulikan oleh Mordor.


__ADS_2