
Alex tidak langsung kembali ke Restorannya setelah meninggalkan Ulrich dan Zelma, ia justru menyuruh Tiger menuju Kastil Pemimpin Kota.
Alex menceritakan tentang dua orang asing yang mungkin berasal dari seberang lautan tak berujung kepada Lord Michael. Dia memperingatkan Pemimpin Kota Perdamaian itu, mungkin saja kedua orang asing itu adalah mata-mata atau semacam kelompok Organisasi Hercules yang membahayakan kedamaian Benua Grandland.
Lord Michael berjanji akan mengawasi Kedua orang itu dan memperingati semua Raja-Raja di seluruh Benua Grandland untuk bersiap-siap kemungkinan menghadapi invasi asing, terutama Kerajaan yang berbatasan langsung dengan lautan.
Saat Alex meninggalkan Kastil Pemimpin Kota Perdamaian, beberapa Assassin langsung bergerak ke arah tempat orang asing yang dikatakan oleh Alex.
Namun, disepanjang jalan menuju Restoran Sarah, ia masih khawatir Dua orang asing itu mengincar Putrinya.
Setelah sampai di Restoran, ia menceritakan tentang dua orang asing itu pada Helena dan juga tentang energi Sihir aneh yang masuk ke dalam tubuh Sarah saat ulang tahun Putri semata wayang mereka itu.
Helena langsung khawatir dengan keselamatan Sarah setelah mendengar penjelasan detail dari Alex, di mana kemungkinan mereka datang untuk mengincar Sarah.
Helena pun langsung pergi menuju cabang Sekolah Harapan yang berada di sisi timur Kota Perdamaian tersebut. Dia diam-diam mengawasi Putrinya bersama Pegasus dan menembakkan kembang api bila orang asing itu muncul di sana—agar suaminya segera datang membantunya.
...***...
Ulrich dan Zelma memutuskan makan di Restoran kecil pinggir jalan setelah berpisah dari Pria yang membeli Kristal Sihir mereka.
Zelma iseng-iseng bertanya pada pemilik Restoran apakah Ayam Crispy yang mereka makan diciptakan oleh Pangeran Alex yang terkenal itu.
Pemilik Restoran itu menjawab Ayam Crispy memang diciptakan oleh Pangeran Alex dan semua menu makanan yang ada di daftar menu. Pemilik Restoran itu juga dengan antusias memuji Alex sebagai Koki Legendaris dan telah menciptakan berbagai jenis makanan lezat.
__ADS_1
“Apakah Paman tahu di mana Pangeran Alex tinggal?” selidik Zelma penasaran, kalau memang Pangeran Alex itu begitu terkenal di Benua Grandland maka tidak akan sulit mencari tempat tinggalnya.
“Oh, kalian tidak tahu di mana Pangeran Alex tinggal?” sahut Pemilik Restoran itu sembari tersenyum lebar, pertanyaan seperti ini sudah sering ia dengar dari pelanggan yang berasal dari luar Kota Perdamaian. “Dia tingga di Restoran Sarah,” katanya lagi.
“Restoran Sarah?”
Zelma dan Ulrich berkata bersama-sama, keduanya juga terkejut seorang Pangeran malah memilih tinggal di Restoran, bukan di istana yang megah.
Keduanya juga akhirnya menyadari pantas saja Pangeran bernama Alex itu berhasil menciptakan berbagai jenis makanan.
“Tapi ... saat kalian berjumpa dengannya, jangan memanggilnya Pangeran. Dia lebih suka dipanggil dengan nama Alex atau Bos Alex saja,” kata Pemilik Restoran itu. “Katanya sih, dia bukan seorang Pangeran lagi dan dia kini hanya warga Kota Perdamaian saja.”
“Terimakasih Paman atas informasinya, rencananya Kami ingin mengunjungi Restorannya dan merasakan langsung masakan buatan Pangeran Alex,” sahut Zelma sembari membayar biaya makan mereka, kemudian mereka langsung meninggalkan Restoran itu.
“Aku juga ragu kalau Pangeran Alex itu adalah Dewa misterius itu. Namun, kita tidak punya pilihan lain, karena tidak ada informasi tentang Dewa itu dan menurut para penduduk di Kota Perdamaian ini; Pangeran Alex itu adalah Pendekar terkuat di Benua Grandland,” sahut Zelma menghela napas panjang dan tidak menyangka misi yang mereka jalankan ini ternyata sangat sulit, lebih sulit dari pada harus melawan Monster tingkat tinggi.
“Ya, mari kita lihat dulu seperti apa Pangeran Alex yang suka memasak itu!” Ulrich langsung membayangkan Pria berkepala botak, perut buncit memegang spatula dan tersenyum lebar ke arahnya, sementara Zelma justru membayangkan Pria tampan membawa piring kecil berisi kue lezat dan menyambutnya dengan senyum hangat.
Mereka kemudian naik Kereta Kuda menuju Restoran Sarah.
Ulrich dan Zelma langsung dikejutkan oleh ucapan Kusir Kereta Kuda yang langsung menebak bahwa mereka berasal dari luar Kota Perdamaian.
Kusir itu seperti Pemilik Restoran sebelumnya yang langsung memuji Alex sebagai Koki Legendaris—yang membawakan berbagai makanan lezat ke Dunia ini.
__ADS_1
Walaupun baru hanya memakan Ayam Crispy, Ulrich dan Zelma ikut memuji kalau Pangeran Alex itu memang Koki yang sangat luar biasa agar tidak dicurigai sebagai orang asing dari seberang lautan.
“Tuan tampan dan adik cantik ... Kita telah sampai di Restoran Sarah,” kata Kusir Kereta Kuda sembari menunjuk ke arah Restoran yang dikunjungi banyak pelanggan dan Kereta Kuda mewah berjejeran di halaman Restoran tersebut.
Zelma cemberut saat membayar ongkos mereka. Kusir kereta kuda langsung keheranan karena merasa tidak mengatakan sesuatu yang salah.
“Seharusnya Paman memanggilnya nona muda atau nona cantik, karena dia seusia denganku he-he-he.” Ulrich tertawa, tetapi Zelma langsung mencubit pinggangnya sehingga Penyihir paling berbakat di Selatan Benua Vlorien tersebut menjerit kesakitan.
“Elves?” Zelma tidak menyangka akan bertemu Ras yang hanya tercatat dalam sejarah itu muncul di hadapannya dan sosok yang secantik Dewi itu malah menjadi Pramusaji Restoran yang sedang melayani pelanggan Iblis.
“C-cantik sekali!” Ulrich langsung terpesona.
Elenna menoleh ke arah Zelma dan Ulrich, ia langsung tersenyum hangat yang membuat detak jantung Ulrich berdebar kencang. Sementara Zelma langsung tersenyum juga dan menarik tangan sahabatnya itu agar tidak mematung di sana.
“Silahkan masuk ke dalam tuan muda dan nona muda, masih ada beberapa meja makan yang kosong!” Elenna menyambut kedatangan Ulrich dan Zelma.
Zelma akhirnya bahagia masih ada seseorang yang menganggapnya sebagai wanita Dewasa atau tidak menganggapnya gadis remaja. Sementara Ulrich malah terlihat gugup karena Elenna berjalan di belakang mereka.
Zelma langsung menoleh ke arah dapur yang hanya dibatasi dinding kaca dan melihat Dua Koki wanita sedang sibuk memasak, kemudian muncul Koki Pria. “Pria itu?”
“Beliau adalah Bos Alex,” sahut Elenna, “silahkan duduk di sana dan pilihlah makanan yang kalian suka di daftar menu.”
Tatapan mata Zelma masih tertuju ke arah punggung Koki Pria itu. Dia merasa sosok itu terasa familiar, tetapi ia bingung di mana pernah bertemu dengannya.
__ADS_1
Zelma mengingat-ingat hanya bertemu dengan beberapa Pria Manusia saja di Kota Perdamaian ini, apa mungkin ia kebetulan lewat di dekat mereka atau .... “Tidak mungkin dia adalah tuan muda yang membeli Kristal Sihir Kami, karena mustahil seorang tuan muda kaya memilih pekerjaan sebagai Koki, sementara menurut semua penduduk Kota Perdamaian Koki Restoran ini adalah seorang Pangeran,” pikirnya.