Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Hades


__ADS_3

“Maaf kami terlambat datang,” kata Viola, karena saat ia dan Helena tiba di Restoran, Elenna dan Lilith sedang sibuk melayani pelanggan.


Uran dan Ron sedang menikmati Soto Banjar saat mendengar suara Viola di pintu masuk Restoran, sehingga keduanya menoleh ke arah Viola untuk menyapanya.


Sebagai pelanggan paling awal Restoran Sarah, Uran dan Ron sangat dekat dengan semua Karyawan Restoran Sarah dan keduanya sering bercanda dengan mereka.


“Ca-cantik sekali!”


Uran dan Ron mengaga lebar, sehingga isi Soto Banjar dimulut keduanya kembali jatuh ke dalam mangkuk.


Para pelanggan pria lainnya juga tercengang melihat kecantikan Helena, sementara pelanggan wanita menjadi iri karena merasa kecantikan mereka tersaingi oleh Elf bertubuh sempurna itu.


“Hei, jaga mata kalian Paman-Paman nakal!” Viole berkata sinis menatap Uran dan Ron yang langsung tertawa masam. “Perkenalkan... Beliau adalah Nyonya Bos, tuan Putri Helena dari Kerajaan Hutan Abadi.” Dia berkata dengan bangga serta membusungkan dadanya.


Helena tersenyum sembari menutup mulutnya. Dia berjalan ke arah meja Kasir sembari berkata, “Lanjutkan saja sarapan pagi kalian. Dan... tidak perlu memanggilku tuan Putri Mahkota, karena gelar itu sudah bukan milikku lagi dan aku kini hanya ibu rumah tangga biasa saja.”


Ruangan Restoran itu menjadi hening dan butuh beberapa tarikan napas bagi para pelanggan untuk menyadari ternyata Koki Alex adalah Pangeran Alex Acherron yang legendaris itu dan istrinya juga sosok yang memiliki pengaruh kuat di Hutan Abadi.


“Sejak pertama kali bertemu Bos Alex, aku sudah curiga kalau dia adalah Pangeran Alex Acherron dan sekarang dugaanku itu ternyata benar,” kata Uran dengan ekspresi tenang dan melanjutkan makannya. Namun, detak jantungnya berdebar kencang karena bahagia telah berteman baik dengan Pendekar terkuat di Benua Grandland tersebut.


“Cih, aku sudah mengenali sikapmu Uran... Kalau kamu sudah menduga Bos Alex adalah Pangeran Alex Acherron, maka kau akan bermuka dua dihadapannya setiap hari,” cibir Ron yang membuat Dwarf itu mengerutkan keningnya.


“Hei, mana mungkin aku seperti itu, kalau aku bermuka dua maka Aku akan menjadi menajer Pabrik!” gerutu Uran kesal pada sahabatnya yang merupakan pengusaha bertubuh gemuk dari Ras Manusia tersebut.


Sementara di halaman belakang Restoran Sarah, Alex sedang menaruh arang di bawah panggangan dan tidak mengetahui kehebohan yang terjadi di dalam Restoran.

__ADS_1


Alex menjentikkan jarinya dan mengalirkan Elemen Sihir Api ke arang tersebut, kemudian meletakkan Ayam Betutu yang dibalut daun pisang ke atas panggangan.


“Butuh waktu Dua Puluh menit lagi agar Ayam Betutunya matang, lebih baik Aku membantu Hannah dan Eva saja,” gumamnya sembari menoleh ke arah Pegasus yang berbaring dengan mata tertutup. “Jangan coba-coba mencuri Ayam Betutu ini, ya! Kalau kamu berani mengambilnya maka Aku akan menggunduli bulu-bulumu!” ancamnya.


Pegasus mengerutkan keningnya dan mendengus dingin, kalau ia dapat berbicara dalam bahasa manusia maka ia akan mengumpat pada tuannya itu, karena ia adalah Monster vegetarian yang hanya memakan rumput atau sayur-sayuran saja.


Saat sampai di dapur, Alex melihat Elenna hendak mencuci piring. “Biarkan Aku saja yang melakukannya, Kamu melayani pelanggan saja,” katanya langsung mengambil alih pekerjaan Elenna tanpa menunggu jawabannya.


“Aku akan membantu juga,” sahut suara yang sangat familiar di telinga Alex, bahkan gendang telinganya sampai berdengung oleh napas yang keluar dari mulut suara yang berbisik di telinganya itu.


“Bukannya kamu ingin menerima uang saja di meja Kasir seperti yang dilakukan oleh Sarah? Itu adalah pekerjaan favoritnya karena beberapa pelanggan memberikan tip padanya,” sahut Alex segera memonyongkan bibirnya, tetapi Helena langsung mendorong bibir Alex dengan jari tangannya.


“Dasar mesummm... apa kamu tidak malu dilihatin oleh karyawanmu,” keluh Helena sembari mulai ikut mengelap piring yang baru saja dicuci bersih oleh Alex.


Namun, Alex langsung mengerutkan keningnya saat melihat mata Hannah dan Eva justru berbinar-binar melihat ke arahnya, mereka seperti ingin menonton adegan mesra saja.


“Padahal kita sudah Dewasa juga, huh!” keluh Hannah segera melanjutkan pekerjaannya.


Saat jarum jam menunjukkan pukul 10.00, jumlah pelanggan di Restoran Sarah mulai berkurang. Kini kebanyakan dari mereka adalah wisatawan dari luar Kota Perdamaian yang datang khusus untuk mencicipi makanan Restoran Sarah.


Alex yang penasaran dari mana mereka mengetahui informasi tentang Restoran Sarah, mereka menjawab kalau toko-toko Perusahaan Margareth lah yang memberitahunya. Karyawan Margareth mengatakan pada mereka, bahwa Sarahmie diciptakan oleh Alex yang juga mengelola makanan enak yang tidak pernah ada di seluruh Benua Grandland.


Alex tidak menyangka Margareth akan melakukan promosi gratis untuknya. Alex berpikir harus berterimakasih pada gadis itu bila nanti bertemu lagi dengannya.


“Bos... kita bertemu lagi!” Uran tiba-tiba muncul di pintu masuk Restoran Sarah.

__ADS_1


Alex tersenyum hangat dan berkata dengan heran, “Bukannya tuan Uran telah sarapan pagi, kenapa Anda datang lagi?”


Uran menoleh ke arah Iblis bertanduk bertubuh besar dan mengenakan Jirah besi di sebelahnya. “Aku membawa rekan bisnisku untuk mencoba Rendangmu yang dapat menambah Kekuatan para Pendekar tersebut,” sahutnya sembari tertawa.


“Apakah benar Rendang itu memiliki efek seperti itu?” tanya Iblis itu penasaran.


Alex mengangkat bahunya dan berkata, “Entahlah, Aku hanya memasaknya dengan bumbu-bumbu yang ada di Pasar dan tentu dengan daging Monster tingkat 10. Akan tetapi sebagian pelanggan merasa mereka bertambah kuat setelah mengkonsumsinya dan aku tidak menjamin itu akan memiliki efek yang sama pada semua orang.”


Iblis itu mengangguk pelan dan raut wajahnya terlihat kecewa.


Namun, Uran menepuk tangan Iblis itu dan berkata, “Jangan kecewa begitu... Walaupun tidak berefek padamu nanti. Kamu tetap akan bahagia karena memakan makanan terenak di Benua Grandland dan ... he-he-he.”


Uran tidak sabar ingin melihat Iblis itu menangis karena teringat dengan kenangan indah yang hampir ia lupakan.


“Ehemm... Nona Lilith tolong bawakan Dua Porsi Rendang untuk tuan Hades!” seru Uran, “oh, ya... Kita duduk di teras Restoran ini saja. Aku tidak ingin Kamu membakar kursi dan meja di dalam sehingga Aku harus membayar biaya ganti rugi!”


Hades mengerutkan keningnya, tetapi ia berpikir ucapan Uran ada benarnya karena Ras Iblis kadang-kadang secara tidak sengaja akan melepaskan Elemen Sihir Api mereka walaupun tidak ada musuh yang mengusiknya.


Hades duduk di kursi dekat pintu masuk Restoran dan berbincang-bincang dengan Uran sembari menunggu pesanannya datang.


Alex segera duduk di sebelah Uran dan berbisik, “Apa tuan Uran dapat membuat kusri melengkung seperti mirip huruf ‘S’ yang miring 45°?”


“Untuk apa kursi aneh itu?” sahut Uran mengerutkan keningnya. “Kenapa tidak beli kursi seperti huruf ‘L’ yang bisa diatur sudut kemiringannya.”


Alex menyeringai kecil dan menoleh ke kiri dan ke kanan untuk memastikan tidak ada yang akan mendengar bisikannya. “Kamu tahu, kan... Aku baru saja berkumpul kembali dengan istriku dan Sarah masih tidur dengan kami, sehingga aku takut dia bangun tengah malam. Kursi yang kupikirkan ini he-he-he... Bayangkan saja, pasti mantap,” bisik Alex yang membuat Hades mengerutkan keningnya.

__ADS_1


Namun, Uran malah terlihat bersemangat karena ia telah membayangkan kursi itu cocok dengan banyak adegan panas. “Sore nanti akan kukirim ke sini dan aku akan menambah balutan kapas agar lebih empuk dan nyaman he-he-he.” Dia tertawa terbahak-bahak. “Aku akan menamainya ‘Kursi Cinta’. Hmm, bila Aku menjual produk ini ke pasaran, tidak akan kena royalti, kan?”


Alex berpikir sejenak dan langsung menggelengkan kepala.


__ADS_2