Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Teman Lama


__ADS_3

“Ayah... apakah kita akan pergi ke pesta?” tanya Sarah dengan ekspresi wajah bahagia dan membayangkan banyak orang yang akan mengenakan pakaian mewah serta berdansa seperti dalam cerita dongeng.


Alex menganggukkan kepala dan berkata, “Ya, nanti kita akan menutup Restoran lebih awal agar kita dapat membeli pakaian bagus.”


Saat masih menjadi Pangeran, Alex sudah sering menghadiri pesta dan yang hadir sudah pasti dari kalangan Keluarga Pengusaha serta Keluarga Bangsawan yang tentunya pakaian yang mereka kenakan sangat mewah. Dia dan Putrinya tentu tidak mungkin mengenakan pakaian biasa-biasa saja, itu akan menjadi bahan cibiran para tamu.


“Oh, ya, Hannah... kamu ikut juga!” seru Alex berpikir Hannah mungkin juga ingin menghadiri pesta tersebut.


“A-aku tinggal di rumah saja, Bos,” sahut Hannah tampak senang akan tetapi dirinya juga takut akan mempermalukan Alex karena tidak pandai berbaur dengan kalangan Keluarga elit.


“Kak Hannah ikut saja,” sahut Sarah sembari mengepalkan tangannya. “Kalau ada yang mengganggumu nanti, maka Sarah akan menghantam mereka dengan Tinju Petir ini!”


Hannah tertawa terkekeh-kekeh karena Sarah malah terlihat menggemaskan.


...***...


Kereta Kuda berhenti di halaman rumah Irina, Laki-laki yang wajahnya memiliki bekas luka dan tangan kanannya buntung turun dari gerbong kereta kuda itu.


Pria itu mengerutkan keningnya saat menatap rumah Irina. Dia kemudian bergegas mengetuk pintu rumah di hadapannya itu.


Irina membuka pintu dan langsung tersenyum hangat walaupun sebenarnya ia merasa sangat gugup, karena tatapan Pria itu sangat tajam seperti Pendekar tingkat tinggi yang pernah ia lihat.


“Ada yang bisa kubantu, tuan?” sapa Irina lebih dulu karena tatapan Pria itu malah menjelajahi isi rumahnya.


Jane yang sedang sibuk menjahit juga merasa Pria asing itu memancarkan Aura menakutkan. Dia berbisik pada Jessica yang sedang bermain dengan bonekanya agar segera masuk ke dalam kamar, karena ia takut Pria asing itu adalah Preman yang hendak mengusik Irina.

__ADS_1


Jane juga bingung kenapa Pria asing itu berani mengusik Irina, padahal Irina sudah mendapatkan perlindungan dari Keluarga Reus.


Dia hanya berharap kalau dugaannya itu salah agar dirinya dan Irina tidak mengalami nasib buruk saat ini.


“Ke mana Panger... maksudku Pak Alex pindah?” sahut Pria asing itu. “Aku adalah Bryan, teman dekat Pak Alex,” katanya lagi sembari tersenyum. Namun, karena bekas luka sabetan pedang diwajahnya, senyumannya itu malah terlihat menakutkan.


Irina dan Jane bernapas lega, ternyata Pria asing ini adalah teman Alex. Namun, Keduanya sedikit meragukan perkataan Bryan itu karena selama Empat tahun terakhir ini, tak ada teman atau Kelurga Alex yang datang mengunjunginya, Dia selalu murung dan hanya Pak tua Mag yang selalu menghiburnya hingga tiba-tiba ia berubah menjadi sosok yang berbeda—karena Alex tiba-tiba menjadi ahli memasak serta penyakitnya seperti sembuh dalam sekejap.


“Tuan Alex kini mengelola sebuah Restoran di wilayah Barat,” sahut Irina tidak mungkin berbohong pada Pria asing ini, karena Bryan mengaku sebagai teman baik Alex.


Bryan tampak terkejut mendengarnya dan bingung, sejak kapan Pangeran yang bila melakukan perjalanan dengannya itu hanya bisa makan masakan buatan orang lain saja.


Alex pernah memanggang daging kelinci, tetapi hasilnya malah menjadi sangat asin dan mentah, karena Dia memanggangnya terlalu singkat.


“Mungkinkah selama Empat tahun ini ia belajar memasak dan memutuskan menjadi warga biasa saja?” Pikiran Bryan campur aduk, padahal dirinya mendatangi Kota Perdamaian untuk melaporkan beberapa pelaku yang terlibat dalam penyergapan pada malam mencekam tersebut.


“Terimakasih informasinya, Nona... Aku akan mengunjunginya karena kebetulan barang daganganku akan dikirim ke wilayah barat juga,” kata Bryan segera kembali ke gerbong Kereta Kuda.


Irina menjadi cemas, takut Pria asing itu akan melakukan hal buruk pada Alex. Padahal Alex baru saja menikmati kehidupan yang baik dan tiba-tiba saja ada sosok yang mencurigakan mencarinya.


“Jangan khawatir,” kata Jane menepuk pundak Irina. “Dia tidak akan berani mengusik Alex, karena peraturan di wilayah Barat sangat ketat dan Keluarga Reus serta Nona muda Margareth pasti akan menolongnya bila Pria itu berani mengusik Alex!” katanya lagi.


Irina merasa ucapan Jane memang benar karena saat ini, Dua Keluarga Pengusaha sangat dekat dengan Alex.


...***...

__ADS_1


“Tuan Bryan... ke mana kita akan pergi?” tanya Kusir Kereta Kuda setelah melaju jauh dari rumah Irina.


Bryan berpikir sejenak, kemudian berkata, “Turunkan Aku lebih dulu di salah satu Penginapan di wilayah Barat dan Kamu akan mengantarkan barang pesanan kita pada pelanggan.”


Setelah Alex membubarkan Legiun Barat, Bryan segera pulang kampung dan bekerja di perusahaan milik keluarganya.


Dia telah mengunjungi banyak Kota dan melintasi berbagai Kerajaan. Sambil berdagang, ia mencari informasi tentang penyergapan terhadap Alex dan menemukan beberapa informasi yang membuatnya terkejut hingga memutuskan datang ke Kota Perdamaian.


Alex melarang semua mantan bawahannya mengunjungi dirinya, karena Alex takut mereka akan mengalami nasib buruk atau terbunuh karena Pasukan tak dikenal itu sebenarnya hanya ingin melenyapkan Alex saja.


Kereta Kuda berhenti di depan sebuah Penginapan, Bryan turun dari kereta kuda sembari membawa Kotak besi sepanjang Dua Meter. Dia kemudian memikul Kotak besi itu dengan santai dan berjalan ke dalam Penginapan.


Pengunjung Penginapan terkejut melihatnya, karena Kotak besi itu terlihat sangat berat dan isinya mungkin pasti barang berharga. Namun, tidak ada diantara mereka yang memiliki niat jahat karena Aura yang dipancarkan oleh Bryan adalah Pendekar tingkat 10.


Dua Pendekar tingkat 7 mengikuti Bryan, keduanya adalah Pengawal yang bekerja di perusahaan milik keluarganya dan sudah seperti muridnya saja, karena Bryan sering memberikan pelatihan kepada mereka.


“Nick, cari informasi yang sedang hangat di Kota Perdamaian ini!” seru Bryan dan Nick langsung menganggukkan kepala, kemudian menjauh dari Penginapan.


“Sam, cari Restoran yang Koki atau pemiliknya bernama Alex!” kata Bryan lagi. Sam juga menganggukkan kepala dan segera meninggalkan Penginapan.


...***...


“Selamat datang lagi, Kakak Elf cantik!” Sarah tersenyum lebar menyapa Elenna, Elf cantik yang merupakan orang pertama yang membeli Gulai Daun Ubi Tumbuk tersebut.


“Hai, Sarah!” sapanya juga dan ragu-ragu melangkahkan kaki ke dalam Restoran.

__ADS_1


Elenna memeriksa dompetnya dan hanya ada 150 Koin Perak saja. Kalau ia membeli Gulai Daun Ubi Tumbuk lagi maka uangnya yang tersisa hanya 50 Koin Perak dan itu hanya cukup untuk biaya menginap Satu malam saja, bagaimana Dia makan dan di mana Dia tidur setelahnya.


__ADS_2