Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Tetua Naga Tertarik Pada Eva


__ADS_3

Pangeran Gray Pendragon menceritakan tentang efek khusus Ayam Betutu Restoran Sarah yang dapat membuat Elemen Sihir berevolusi pada Tetua Naga yang ikut dalam perjalanan ke Kota Perdamaian ini.


Tetua Naga dan Naga-Naga yang ada di Kedutaan tentu terkejut mendengarnya dan mereka juga ingin mencoba mencicipi Ayam Betutu itu agar Elemen Sihir mereka berevolusi.


Namun, Pangeran Gray Pendragon tidak menjamin setelah mereka memakannya, Elemen Sihir mereka akan berevolusi karena Alex mengatakan mungkin dirinya hanya beruntung saja, dan yang perlu mereka ingat adalah harga Ayam Betutu itu 500 Koin Perak serta setiap harinya hanya tersedia Dua Puluh saja.


Naga yang merupakan karyawan bergaji standar saja di Kedutaan Kerajaan Naga tersebut langsung mengeluhkan harga Ayam Betutu yang terasa sangat mahal bagi mereka itu. Namun, ada juga Naga yang berencana akan mencicipi Ayam Betutu walaupun harus menguras tabungan mereka.


Namun, Tetua Naga tidak terlalu tertarik dengan evolusi Elemen Sihir itu, ia justru tertarik dengan setengah Naga yang dikatakan oleh Pangeran Gray Pendragon.


“Apa kamu yakin tidak dikelabui oleh Sihir ilusi?” tanya Tetua Naga sembari berpikir sejenak. “Bagaimana bisa mahkluk campuran tak murni itu memiliki lautan elemen Sihir Api? Kalau Aku menjadikannya muridku, maka itu akan meningkatkan reputasiku dan Dia juga akan menjadi kartu truf kita bila Perang Rasial kembali terulang.”


Kerajaan Naga kini tidak sedigdaya Seratus tahun yang lalu, di mana saat itu hanya dengan seruan Raja Naga saja; Perang Rasial di seluruh Benua Grandland langsung berhenti.


Kini, Kekaisaran Hazel dan Kerajaan Orc telah bangkit menjadi kekuatan baru yang hampir menyamai Kekuatan Kerajaan Naga, belum lagi ancaman baru dari pengikut Dewa Cthulhu yang mulai melakukan kekacauan di berbagai tempat—sementara regenerasi Ras Naga berlangsung lambat, lebih banyak generasi tua yang meninggal daripada generasi muda yang lahir.


“Tapi kurasa Tetua akan kesulitan membujuk setengah Naga itu ke pihak kita karena ada Alex yang menjadi tuannya, belum lagi mungkin Tetua lain akan menentang keinginan Anda untuk membawa Ras campuran ke Kerajaan Naga kita,” sahut Pangeran Gray Pendragon.


Tetua Naga itu mendengus dingin dan berkata, “Siapa yang peduli dengan pendapat para Naga tua bangka itu. Besok Aku akan mengunjungi Restoran Sarah secara pribadi dan membujuk Alex agar menyerahkan setengah Naga itu padaku.”


Pangeran Gray Pendragon tersenyum masam mendengar jawaban sombong Tetua Naga. Dia tidak lagi membantah perkataannya dan memilih pergi ke kamarnya untuk beristirahat karena besok dia harus menghadiri pertemuan penting di Kastil Lord Michael.


“Pa-pangeran Gray ....”

__ADS_1


Gadis Naga berambut merah berlari mengejar Pangeran Gray Pendragon dengan senyum cerah terpancar dari wajahnya, terlihat sekali kalau gadis Naga itu sangat menyukai Pangeran Naga itu.


“Ada apa, Sisilia?” Dengan terpaksa Gray menjawab sapaan Sisilia karena gadis Naga cantik itu adalah Putri dari Duta Besar Kerajaan Naga.


Sisilia memain-mainkan kedua jempol tangannya dan tersipu malu. “Apa Pangeran Gray mau menemaniku ke Restoran Sarah setelah kembali dari Kastil Lord Michael besok?” jawabnya dengan suara pelan agar tidak terdengar oleh Naga lainnya.


Gray mengerutkan keningnya, tetapi ia juga bingung bagaimana cara menolak permintaan gadis Naga yang masih remaja tersebut.


Setelah menatap wajah Sisilia yang masih tersipu malu, Gray terpaksa mengangguk setuju walaupun sebenarnya dalam benaknya belum terpikirkan untuk memiliki kekasih, karena ia ingin fokus menjadi kuat agar dapat mengalahkan Alex di masa depan.


Sisilia tersenyum lebar karena Gray menyetujui permintaannya, kemudian ia berlari ke arah Ayahnya sembari menoleh ke arah belakang dan mengedipkan mata pada Gray.


Gray secara tak sengaja ikut mengedipkan mata yang membuat para Naga lainnya keheranan dengan tindakannya itu.


...***...


Sementara itu, di wilayah timur Kota Perdamaian yang diselimuti salju tebal, rumah-rumah bordil tampak ramai dikunjungi oleh para Pria hidung belang dan penjudi.


Seorang Pria yang mengenakan penutup wajah berjalan dengan santai ke salah satu rumah bordil.


Orc berbadan besar langsung curiga dengan gerak-gerik Pria itu. “Tuan tolong lepaskan penutup wajah Anda! Atau... Jangan salahkan Aku bila bertindak kejam, menendangmu agar menjauh dari sini!” ancamnya.


Namun, Pria misterius itu tidak menanggapi perkataan Orc itu, yang membuat Orc itu semakin marah dan memberikan kode pada rekannya untuk menyerang sosok misterius itu bersama-sama.

__ADS_1


Pria misterius itu menarik Golok yang disisipkan di pinggangnya dan langsung menyerang Kedua Orc yang berjaga di pintu masuk rumah bordil.


“Apa yang terjadi?”


Preman yang sedang menikmati anggur merah di dalam rumah bordil terkejut melihat dua kepala Orc menggelinding ke dalam rumah bordil.


Para wanita penghibur langsung berteriak histeris dan berlari ke sudut ruangan, sementara para Preman segera mengambil senjata masing-masing dan bersiap menghadapi serangan mendadak dari sosok misterius itu.


“Joy... Cepat laporkan pada Bos, ada sosok misterius yang menyerang markas kita!” seru salah satu Preman pada Joy, Goblin muda yang menjadi pesuruh para Preman di rumah bordil itu.


Joy dengan gesit berlari ke lantai atas rumah bordil dan mengetuk pintu salah satu kamar di sana. “Bos! Sosok misterius menyerang markas kita!” teriak Joy.


Pria berbadan besar dengan rambut gondrong keluar dari kamar sembari menarik resletingnya. Raut wajahnya terlihat kusut karena kesenangannya tertunda untuk menikmati gadis muda yang baru saja diculik oleh bawahannya.


“Jangan coba-coba menyentuh gadis itu sebelum aku puas!” Bos Preman berkata dengan dingin, karena Joy menatap gadis muda diatas ranjang dengan tatapan c.a.b.u.l.


Joy menyeka air liurnya dan menutup pintu kamar, membiarkan gadis muda yang meringkuk memeluk kedua lututnya itu menangis di sana.


“Tenang saja Bos, mana mungkin Aku berani menyentuh mainanmu,” sahut Joy mengikuti Bosnya ke lantai bawah dan tidak sabar ingin menyaksikan amukan Bosnya itu pada sosok misterius itu.


“Sepertinya Lord Torin semakin kurang ajar, tadi siang bawahannya telah menutup paksa Sepuluh rumah bordil dan kini ia menargetkan kita juga,” gerutu Bos Preman menuding sosok misterius itu adalah Pendekar kiriman Lord Torin. “Setelah mengirim sosok misterius itu ke gerbang neraka, kita akan berhenti membayar upeti kepada Petugas Keamanan karena mereka tidak berguna, bahkan mereka tidak memberitahu kita kalau Lord Torin akan menargetkan rumah bordil kita,” keluhnya lagi sehingga urat syarafnya menegang di keningnya, tangannya menggenggam erat gagang Pedang besar.


Saat Bos Preman menuruni tangga rumah bordil, matanya langsung terbelalak melihat pemandangan di lantai bawah; mayat-mayat dengan kepala terpenggal berserakan dimana-mana.

__ADS_1


Aura Elemen Sihir Kegelapan langsung memancar dari tubuh Bos Preman. “Lancang sekali Kau sialan! Aku akan membunuhmu!” bentaknya sembari melompat ke arah sosok misterius yang mengenakan penutup wajah dan menggenggam Golok yang berdiri dibawah tangga.


__ADS_2