Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Neil Melarikan Diri


__ADS_3

“Aku tidak menyangka jalan-jalan santai malam ini akan menemukan buruan,” gumam Alex setelah melompat dari jendela. Neil telah melesat cukup jauh, tetapi masih terlihat olehnya. Dia sengaja membiarkan Neil melarikan diri agar Neil menuntunnya ke tempat persembunyian mereka.


Awalnya Alex tidak curiga dengan Neil saat ia melihat Pendekar tingkat 9 itu berjalan di jalanan yang sepi karena sudah larut malam. Namun, ia melihat Neil menyeringai nakal seperti yang biasa dilakukan oleh bandit atau preman, sehingga ia menjadi curiga kalau Neil adalah bagian dari Organisasi Hercules; mengingat Neil adalah Pendekar Manusia.


Saat Neil berdiri di atap rumah penduduk, kecurigaan Alex semakin tinggi dan Alex memutuskan masuk lebih dulu ke rumah yang ditatap oleh Neil.


Alex sedikit terkejut saat memasuki rumah itu melalui jendela kamar, karena yang menghuni rumah itu ternyata wanita Suku Ular yang cukup cantik.


Tanpa berbasa-basi, Alex langsung mengikat tubuh wanita itu dan mengurung pelayan serta keluarganya ke dalam lemari.


Alex melakukan itu dengan cepat, sehingga saat Neil masuk ke dalam rumah. Neil tidak menyadari apa yang terjadi di dalam rumah itu dan terperangkap dalam jebakan Alex.


“Kembalilah ke dalam kawananmu tikus nakal,” canda Alex.


Dia kemudian melompat ke atap rumah penduduk dan melesat dengan cepat mengikuti Neil yang kabur ke arah Utara Kota Ardotalia.


Namun, Alex merasa tempat yang dituju oleh Neil bukan ke tempat persembunyian Organisasi Hercules, karena Neil semakin dekat ke arah tembok Kota.


“Apa ia memutuskan melarikan diri sendiran, bukan kembali ke tempat persembunyiannya agar rekan-rekannya dapat membantunya melawanku?” Alex terkejut dengan tindakan yang dipilih oleh Neil, karena sangat jarang terjadi seseorang membuat pilihan seperti itu. Neil bisa dianggap sebagai Pahlawan bila Organisasi Hercules berhasil membuat negara sendiri di masa depan, karena lebih memilih mati demi menyelamatkan kelompoknya. “Apa Bosnya bukan Pendekar tingkat 10? Namun, itu tidak mungkin karena di dataran rendah Therondia saja ada Dua Pendekar tingkat 10,” pikirnya lagi.


Neil melompat melewati tembok Kota Ardotalia, kemudian ia terus berlari kencang menjauh dari sana.

__ADS_1


Alex tetap menjaga jarak dengan Neil, karena ia masih penasaran apakah Neil lari ke tempat persembunyian yang berada di luar Kota Ardotalia. Namun, matahari segera terbit, Neil masih berlari lurus tanpa berbelok dan kadang-kadang ia akan menoleh ke belakang seperti ingin memeriksa apakah Alex mengikutinya.


Akan tetapi walaupun ia tidak merasakan keberadaan Alex, ia tetap berlari menuju Suku Beasthuman yang berada di wilayah paling Utara Kerajaan Beasthuman tersebut.


Alex merasa Neil bukan berlari menuju persembunyian Organisasi Hercules. Sepertinya ia sama dengan Riley dan Henry yang memilih mati dari pada membocorkan rahasia Organisasi Hercules.


Alex mempercepat langkahnya dan dalam sekejap telah muncul di belakang Neil. Duplikat Pedang Meteor yang terbuat dari Kekuatan Dewa Helzvog muncul di genggaman tangannya.


Neil yang telah mengerahkan sebagian besar Kekuatannya agar dapat berlari kencang langsung tersenyum masam. Kecurigaannya ternyata benar, Pria itu ternyata adalah Pendekar tingkat 10 makanya ia tidak merasakan kehadirannya saat diikuti dari belakang.


Neil hanya Pendekar tingkat 9 dan tidak membawa pedangnya saat ini. Dia sadar diri tidak akan menang bila bertarung melawan Pendekar tingkat 10 itu.


“Bunuh saja Aku dengan cepat!” Neil bertekuk lutut di hadapan Alex.


“Tak akan ada informasi yang Kamu dapatkan walaupun menyiksaku,” sahut Neil masih tersenyum masam.


“Oh, begitu, ya?” Alex menaruh bilah Pedang di bahu kanan Neil. “Akan tetapi terlalu bahagia untukmu bila mati dengan mudah? Ros yang tidak tahu apa-apa saja kalian biarkan sekarat di Desa itu.”


Neil mengerutkan keningnya dan kenangan saat mereka membunuh warga Desa Suku Ular serta mem.per.ko.sa para wanitanya terlintas di benaknya.


Neil menjadi panik dan segera menarik bilah Pedang di bahunya agar melesat ke arah lehernya. Namun, tiba-tiba Elemen Sihir Kehidupan menyembuhkan luka di lehernya.

__ADS_1


“Sudah kukatakan, Kamu tidak akan dapat mati dengan mudah sebelum memberikan informasi di mana sisa anggota Organisasi Hercules bersembunyi?” tanya Alex dengan dingin.


Neil malah tertawa terkekeh-kekeh mendengar perkataan Alex, tetapi sesaat kemudian tangan kanannya terpotong sehingga ia menjerit kesakitan. Namun, tiba-tiba ia tertawa terkekeh-kekeh lagi walaupun air matanya mengalir deras membasahi pipinya.


“Oh, sepertinya Kamu sangat menyukai kekerasan?” Alex kembali berkata dengan dingin dan menusukkan ujung pedang ke kaki Neil.


Matahari telah terbit di ufuk Timur, tetapi Neil tetap memilih bungkam. Berkali-kali ia hampir mati, tetapi Alex menggunakan Elemen Sihir Kehidupan agar Neil tidak mati.


Satu Jam kemudian, Alex merasa bosan mendengar jeritan kesakitan dan tawa menjengkelkan Neil.


Dia kemudian menebang setengah bagian batang pohon dan menancapkan perut Neil pada ujung Pohon yang masih berdiri. “Berdoalah agar burung Nasar memakanmu dengan cepat agar Kamu tidak merasa tersiksa lagi,” bisik Alex ke telinga Neil.


Neil tertawa sekeras-kerasnya dan terlihat seperti orang gila karena terus menanggung rasa sakit dari siksaan Alex. Dia mengutuk para Suku Ular karena gara-gara mereka lah dia menjadi seperti ini.


“Suatu hari nanti, Organisasi Hercules akan menjadikan Manusia sebagai Ras tertinggi dan Manusia lah yang akan menguasai tanah Grandland. Kau ... kau dan keturunanmu akan menjadi budak seperti para Ras binatang itu!” Neil mengutuk Alex sembari tertawa histeris.


Alex tidak menanggapi perkataan Neil. Dia menjentikkan jarinya sehingga Elemen Sihir Es membekukan kedua tangan Neil agar tidak dapat melarikan diri.


Burung-burung Nasar mulai berdatangan dan terbang mengelilingi Neil yang terus mengeluarkan kata-kata umpatan dan kutukan pada Pria yang telah melangkah pergi meninggalkan dirinya sendirian di sana.


Salah satu burung Nasar menukik tajam ke arah wajah Neil. Cakar Burung Nasar itu berhasil menusuk kedua bola matanya sehingga Neil menjerit kesakitan.

__ADS_1


Burung Nasar lainnya segera terbang ke arahnya dan Neil merasakan tubuhnya dicabik-cabik oleh Burung Nasar. “Ha-ha-ha ... Sejahat inikah Aku sehingga harus mati seperti ini?” Dia kembali tertawa.


__ADS_2