
Karena Ulrich memerintahkan kapal berlayar di permukaan laut, mereka tidak mengalami kendala apapun sepanjang perjalanan menuju muara Sungai Elbruss. Justru para Penyihir itu yang keheranan melihat Kapal-Kapal Iblis berlayar menangkap ikan dan ada juga yang membawa hasil tambang.
Dalam catatan sejarah Benua Vlorien, Iblis digambarkan sebagai sosok jahat yang selalu berperang melawan Manusia. Namun, di Benua baru ini Iblis justru terlihat memiliki perilaku yang sama dengan Manusia, hanya bentuk tubuh mereka yang berbeda.
"Waw, Kapal kalian keren sekali, apakah itu ciptaan baru Kekaisaran Hazel?"
Tiba-tiba sosok asing yang tertulis dalam catatan sejarah muncul dari Kapal yang berlayar di dekat Kapal para Penyihir tersebut, William yang sedang memandang ke arah daratan—langsung menoleh ke arah sumber suara itu dan ia hampir menggunakan Sihir menyerang makhluk asing tersebut, untung saja ia langsung menenangkan pikirannya.
Kemudian William tersenyum lebar dan berkata, "Ya, bagus, kan? Ini juga jauh lebih cepat dari Kapal model lama."
Ulrich dan Zelma bernapas lega William dapat berkilah menjawab pertanyaan Ras Dwarf tersebut, kalau William gagal berkilah mungkin mereka harus bertarung melawan Ras yang dalam sejarah sangai pandai menempa senjata dan membuat peralatan Sihir tersebut. Teknologi Sihir di Benua Vlorient sebagian besar berasal dari peninggalan Ras Dwarf tersebut.
Zelma tidak menyangka Ras Dwarf sebenarnya belum musnah dan mereka tinggal di Benua tersembunyi ini bersama Ras Iblis beserta Ras Manusia yang kemungkinan besar tinggal di Kekaisaran Hazel, negara yang disebutkan oleh Dwarf yang menyapa William.
"Ah, Aku iri terhadap Kekaisaran Hazel Sebelumnya mereka mendapatkan ide pembuatan Kereta Api dari Pangeran Alex, kini mereka kembali menciptakan Kapal yang sangat canggih!" kata Dwarf itu tampak iri.
__ADS_1
"Tapi beberapa Dwarf ikut dalam pembuatan Kereta Api itu. Namun, sayang sekali mereka malah tidak mau membagikan cara membuatnya, kabarnya mereka telah dibungkam dengan Kepingan Emas oleh Pangeran Einar," keluh Dwarf yang lain.
William dan para Penyihir tidak menyangka Pangeran bernama Alex itu juga hebat dalam menciptakan teknologi baru, bahkan Ras Dwarf memuji kehebatannya. Kini mereka yakin, Pangeran Alex itulah sosok kuat yang dikatakan oleh Penyihir Agung dan kepadanya juga mereka akan meminta bantuan untuk mengalahkan Kekaisaran Suci Kuil Matahari sehingga para Penyihir tidak tertindas lagi.
"Kami duluan kawan, sampai jumpa di Kota Perdamaian!" William melambaikan tangan pada para Dwarf, karena Kapal mereka melaju jauh lebih cepat dari Kapal yang ditumpangi para Dwarf tersebut walaupun Kapal Terbang Sihir tidak terbang di atas permukaan Sungai Elbruss. Dia kemudian menoleh ke arah Zelma dan berkata, "Kalian sudah dengar, Manusia tinggal di Kekaisaran Hazel. Berarti Kita ... eh, Na-naga!"
William terkejut melihat Naga terbang dengan santai di atas mereka dan mendarat di pinggir Sungai Elbruss yang merupakan perkampungan yang dihuni oleh para Naga.
"Apa Kita sedang melalui wilayah yang dikuasai Ras Naga?" Zelma berspekulasi.
"Bodoh! Apa Kamu ingin Kita dimusnahkan oleh mereka? Naga itu dianugerahi Sihir yang berlimpah tanpa perlu rapalan dalam menggunakannya." Zelma menegur William yang langsung tersenyum masam dan menggaruk-garuk kepalanya karena merasa bersalah telah mengatakan sesuatu yang salah.
"Sepertinya Ras Naga juga hidup rukun dengan Ras lainnya, Benua ini adalah tempat yang damai. Kalau saja Kuil Matahari tidak menemukan tempat ini, maka para Penyihir lebih baik mengungsi ke sini dan menjalani hidup yang damai juga," kata Ulrich sembari menengadah menatap langit sembari menghela napas panjang dan teringat dengan teman-temannya di Menara Sihir.
"Namun, sayang sekali Benua ini mungkin akan menjadi medan Perang bila penghuninya tidak mau menyembah Dewa Matahari," sahut William ikut-ikutan menengadah menatap langit dan menghela napas panjang.
__ADS_1
Zelma menggelengkan kepala melihat tingkah keduanya, ia kemudian kembali ke dalam ruang kemudi Kapal Terbang Sihir sembari mencatat informasi baru yang mereka dapatkan.
Setelah menelusuri Sungai Elbruss selama Lima jam, Kapal Terbang Sihir para Penyihir Benua Vlorien itu akhirnya berlabuh di salah satu Pelabuhan Kota Perdamaian dan di saat yang bersamaan Kereta Api melintas diatas jembatan yang menghubungkan wilayah barat Kota Perdamaian dengan wilayah bagian timur. Sontak saja mereka langsung tercengang dan akhirnya mengerti apa yang dikatakan oleh Hades tentang kendaraan yang panjang seperti Ular tersebut.
Sebagai Penyihir yang berspesialisasi pada alat Sihir, William ingin mengubah teknologi Kapal Terbang Sihir menjadi Kereta Api di Benua Vlorien, tetapi saat ia mengingat kalau Benua Vlorien dikuasai oleh pengikut Dewa Matahari, ia langsung kecewa. Karena kebebasan Penyihir dikekang dan hanya bisa tinggal di wilayah tandus ujung selatan Benua Vlorien.
Ulrich pun mendiskusikan dengan seluruh kru Kapal Terbang Sihir siapa yang akan pergi menjelajahi Kota Perdamaian mencari keberadaan Pangeran Alex. Dia tidak mungkin membawa semua krunya, karena siapa nanti yang akan menjaga Kapal Sihir Terbang—mungkin saja nanti ada perampok yang akan melarikan Kapal Terbang Sihir mereka. Apalagi sisi timur Kota Perdamaian terlihat dihuni oleh penduduk yang tidak kaya, sementara di sisi barat terlihat sangat megah. Bila terjadi ketimpangan sosial yang begitu mencolok begitu, maka kriminalitas pasti akan meningkat.
Semua kru ingin ikut meninggalkan Kapal Terbang Sihir, mereka sudah jenuh tinggal di dalam Kapal dan hanya memakan Monster Ikan yang ditaburi garam selama berbulan-bulan. Yang mereka inginkan saat ini adalah berbelanja makanan lezat, sementara para Penyihir Wanita ingin membeli kosmetik dan pakaian baru.
Ulrich sangat kesal mendengar keinginan para krunya itu, sebagai Kapten Kapal Sihir Terbang ia melarang mereka semua meninggalkan Kapal Terbang Sihir. Namun, ia mengecualikan Zelma sehingga semua kru mengeluh padanya dan mengatakan ia pilih kasih, tetapi mereka langsung tutup mulut saat Zelma memarahi mereka serta menekankan pentingnya mematuhi perintah Kapten walaupun sebenarnya yang terlihat sebagai Kapten malah dirinya.
Para kru kapal pun meminta Ulrich membelikan mereka makanan enak, sementara si Koki Beck menyuruh sang Kapten membeli persediaan makanan selama Delapan Bulan agar mereka tidak makan Monster Ikan yang ditaburi garam sepanjang hari lagi.
Zelma membawa semua Kristal Sihir yang mereka kumpulkan saat menangkap Monster Ikan, ia yakin Kristal Sihir itu dapat ditukar dengan mata uang di Kota Perdamaian. Saat meninggalkan Benua Vlorien, mereka tidak membawa uang karena mata uang Benua Vlorien tidak mungkin sama dengan Benua baru ini. Jadi, pertama-tama mereka harus mencari penadah Kristal Sihir sebelum mencari keberadaan Pangeran Alex.
__ADS_1