
Saat terbang melintasi dataran rendah Zenica, Alex melihat iring-iringan Kereta Kuda melaju menuju arah Selatan. Dia melihat Kusir Kereta Kudanya adalah para Manusia.
Alex teringat dengan perkataan Valor dan Ayla tentang rombongan Karavan Pedagang, anak-anak Suku Ular yang mereka selamatkan juga mengatakan kalau yang membunuh penduduk Desa adalah Manusia dari rombongan pedagang.
Namun, Alex rombongan pedagang itu hanya Manusia biasa saja, tidak mungkin mereka bagian dari Organisasi Hercules.
Anggota Organisasi Hercules yang ia bunuh beberapa hari yang lalu saja merupakan Pendekar tingkat 9.
Alex kembali memperhatikan para Kusir Kereta Kuda itu, tetapi kini ia mengalirkan Elemen Sihir ke matanya.
Alex langsung terkejut, ternyata mereka semua adalah Pendekar tingkat tinggi. “Apa ada diantara mereka yang dapat menyamarkan level Pendekar?” gumamnya.
Alex memperhatikan mereka semua dan Pendekar yang terkuat ternyata Pendekar tingkat 9, tidak ada Pendekar tingkat 10 diantara mereka. “Pantas saja mereka tidak berani menyerang Kota Ardotalia,” pikirnya.
Alex merenung sejenak apakah akan menyiksa mereka seperti yang ia lakukan pada Neil. Namun, sekarang ia sedang tergesa-gesa menuju Kota Perdamaian karena sudah sangat rindu dengan putrinya.
“Cih, metode penyiksaan yang kejam tidak cocok untukku,” gumam Alex teringat saat menyiksa Neil. Setelah kejadian itu, perutnya langsung mual dan selera makannya menurun selama beberapa hari karena terus teringat pada Neil.
Alex menjentikkan jari tangannya, Ratusan Tombak melayang di sekitarnya.
__ADS_1
Ares yang detak jantungnya berdebar kencang terkejut melihat bayangan di permukaan tanah. Itu adalah bayangan Manusia bersayap dan tombak-tombak mengelilinginya.
Ares menyuruh Kusir Kereta Kuda menghentikan laju Kereta Kuda dan ia membuka pintu gerbong sembari menoleh ke langit.
“Sial!” gerutu Ares mengepal erat tangannya, tidak menyangka Dewa yang membunuh Dewa Cthulhu ternyata muncul di atas mereka.
“Ada apa tuan Ares?” tanya Kusir Kereta Kuda keheranan melihat ekspresi wajah Ares.
Ares menutup pintu gerbong Kereta Kuda dan kembali duduk sembari menghela napas panjang. Dia memejamkan matanya dan ingatannya kembali ke masa mudanya tanpa menanggapi pernyataan Kusir Kereta Kuda.
Sesaat kemudian, tombak-tombak yang dilapisi Elemen Sihir Angin menghancurkan seluruh iring-iringan Kereta Kuda. Tubuh para anggota Organisasi Hercules dipenuhi lubang bekas ditombak.
Eden merasa terpukul mendengar kabar kematian bawahannya itu. Dia merasa sangat bersalah dan berpikir seharusnya ia melarang Ares pergi, padahal waktu itu detak jantungnya berdebar semakin kencang dan setelah mereka pergi, tiba-tiba detak jantungnya berdebar normal.
Eden berpikir Ares telah diikuti dari Kota Ardotalia dan dihancurkan setelah cukup jauh dari tembok Kota.
Eden sangat ingin membalas dendam pada sosok kuat misterius itu, bahkan bila harus mempertaruhkan nyawanya. Namun, ia tidak tahu ke mana harus mencari sosok misterius itu.
...***...
__ADS_1
Alex mengetuk pintu dapur setelah mendarat di halaman belakang Restoran Sarah.
“Siapa?” tanya Eva terkejut ada yang mengetuk pintu dapur Restoran.
“Ini Aku ... Alex,” sahut Alex.
“Bosssssssss!” Eva segera membuka pintu dan tersenyum lebar menatap Alex. “Kukira Bos akan berkelana sangat lama lagi seperti yang dulu,” sapanya.
Saat Alex mengumpulkan Kekuatan yang ditinggalkan oleh para Dewa dan Perang melawan Dewa Cthulhu, Alex meninggalkan Restoran Sarah cukup lama sekali.
“Aku hanya pergi sebentar saja, kok,” sahut Alex tersenyum hangat. “Tidak ada masalah di Restoran selama Aku pergi, kan? Apakah Ibu masih di sini?” Dia teringat dengan Lilia yang ia paksa untuk tetap tinggal di Restoran Sarah.
“Oh, Nyonya Lilia berada di lantai atas bermain bersama Sarah,” sahut Hannah, “Bos tidak membawa oleh-oleh khas Kerajaan Beasthuman?”
Alex mengangkat tangannya dan berkata, “Ah, Aku lupa membelinya.”
“Hmm, Aku kira Kamu sudah lupa jalan pulang karena menemukan wanita cantik dari Suku Kupu-kupu?” Helena muncul di pintu masuk dapur sembari menyilangkan kedua tangannya menopang dua tonjolan di dadanya.
Alex tersenyum masam sembari merenggangkan kedua tangannya hendak memeluk Helena. “Aku hanya pergi ke Suku Harimau dan Suku Ular saja, itupun para b.a.j.i.n.g.a.n Organisasi Hercules langsung kabur setelah Aku melenyapkan sedikit dari mereka. Sepertinya pengumpul informasi mereka sangat hebat, makanya mereka langsung berhenti membuat huru-hara begitu tahu Aku ada di sana.”
__ADS_1
Alex jelas masih kesal tidak dapat menghajar para petinggi Organisasi Hercules itu, terutama yang mereka sebut Yang Mulia yang pemimpin Organisasi Hercules.