Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Vera Voldemort


__ADS_3

Ini pertama kalinya Alex bertemu dengan Vera Voldemort, gadis terkaya di Benua Grandland tersebut.


Alex tersenyum tipis sembari mengulurkan tangannya berjabat tangan dengan Vera Voldemort. “Apa yang membuat Nona muda cantik repot-repot mencari Koki Restoran kecil ini,” sapa Alex lebih dulu.


Vera Voldemort tersenyum manis sembari merapikan rambutnya ke belakang telinga dan berkata, “Tentu saja sebuah kehormatan bagiku bertemu langsung dengan pemilik 35% hak kepemilikan Perusahaan terbesar di Benua Grandland.” Vera merujuk pada Perusahaan Margareth yang memproduksi Dua jenis varian mie instan. “Dan ... Aku tidak menyangka tuan Alex sangat tampan seperti yang dirumorkan, pantas saja wanita tercantik di Benua Grandland bersedia menikah denganmu.”


Vera Voldemort tertawa pelan sembari menutup mulutnya dan berkata, “Andai saja Aku yang lebih dulu bertemu dengan tuan Alex ... mungkin Aku akan menjadi wanita paling bahagia di dunia.”


Oliver terbatuk-batuk dan hampir menyemburkan nasi di mulutnya. Dia tidak menyangka Bos barunya berani menggoda Pangeran Alex, padahal Helena duduk di kursi Kasir.


Alex menoleh ke meja sebelah. “Eh, Kamu, kan—”


“Aku Oliver, Pengawal pribadi nona muda Vera dan kita pernah bertemu sebelumnya Bos Alex. Ha-ha-ha ... Aku adalah kekasih gadis Orc yang Kamu tolong di Kerajaan Orc,” sela Oliver.


“Oh, benar ... ternyata kalian tinggal di Kota Perdamaian. Selamat telah mendapatkan pekerjaan baru,” sapa Alex tersenyum hangat. Kemudian ia kembali menoleh ke arah Vera Voldemort. “Jadi, Nona muda Vera pasti menjumpaiku bukan hanya sekedar menyapa saja, kan?”


Alex langsung menyelidiki tujuan Vera Voldemort, karena ia masih sibuk mengajari Eva dan Hannah cara membuat Pempek Palembang, Gado-gado, dan Tempoyak Ikan Patin.


Vera Voldemort tersenyum, jari telunjuknya mengetuk meja dengan pelan dan berkata, “Perusahaan Keluarga Voldemort ingin melakukan ekspansi bisnis—”


“Bukankah Bank Voldemort menguasai bisnis keuangan diseluruh Benua Grandland?” sela Alex, “setelah Perang melawan Dewa Cthulhu, pasti banyak bangsawan yang membutuhkan dana besar untuk membangun ulang Kota-kota serta lahan pertanian yang hancur.”


Alex berpikir apakah Kelurga Voldemort juga ingin merambah bisnis Restoran yang hanya bernilai Ribuan Emas sebulan, bahkan kadang-kadang hanya Ratusan Koin Emas saja, atau kecuali Keluarga Voldemort mau membuka cabang di setiap Kota di seluruh Benua Grandland. Namun, hal itu akan membuat pebisnis kecil-kecilan gulung tikar, padahal ia baru saja membagikan resep masakan yang dijual di Restoran Sarah untuk umum agar membantu perekonomian rakyat kecil.


Vera Voldemort kembali tersenyum dan berkata, “Ya, bisnis keuangan Kami memang tetap berjalan. Namun, Kami menginginkan bisnis yang dapat menjangkau semua kalangan seperti Perusahaan Margareth.”

__ADS_1


Awalnya Vera dan para petinggi Kelurga Voldemort merasa bisnis yang dijalankan oleh Margareth hanya akan menghasilkan Ribuan Koin Emas dan justru membutuhkan biaya besar karena harus membangun Pabrik skala besar, serta merekrut banyak karyawan. Belum lagi mereka juga harus membangun toko-toko di berbagai tempat untuk memasarkan produk mereka.


Namun, siapa sangka, ternyata bisnis yang menghasilkan produk berharga murah itu ternyata bernilai Jutaan Koin Emas hanya dalam beberapa bulan saja. Bahkan Perusahaan Margareth telah melakukan ekspansi bisnis dengan membeli banyak perkebunan kelapa di pantai barat Kekaisaran Hazel dan membeli lahan pertanian gandum agar biaya produksi mie menjadi lebih murah.


Vera Voldemort yakin Alex lah yang memberikan ide bisnis itu pada Margareth. Dia masih ingat kalau gadis muda itu dulunya hanyalah mengelola Perusahaan ekspedisi yang hampir bangkrut. Namun, setelah ia bergaul dengan Alex, tiba-tiba saja ia membangun bisnis yang tidak pernah terpikirkan di benak semua orang.


Alex menatap wanita cantik di hadapannya itu dengan seksama. Kemudian ia menghela napas panjang dan memikirkan ide bisnis seperti apa di kehidupan sebelumnya yang cocok dikelola oleh Vera Voldemort.


Setelah hening sejenak, Alex berkata, “Apa yang kudapatkan—”


“35% Hak Kepemilikan seperti yang diberikan oleh Margareth!” sela Vera yang membuat Alex tersenyum lebar.


“Karena Keluarga Voldemort berkutat di bisnis keuangan, bagaimana kalau Nona muda Vera membuat Perusahaan yang menawarkan pembiayaan untuk masyarakat kelas menengah-bawah.” Namun, setelah Alex mengungkapkan idenya, Vera tampak mengerutkan keningnya. “Rasio Keluarga Kaya dan Bangsawan dengan masyarakat kelas menengah-bawah itu 1: 1000.000.”


Alex tidak marah dan hanya tersenyum. Setelah jeda beberapa saat, Alex berkata, “Nona muda Vera ... dengarkan dulu kenapa Aku menyarankan membuat Perusahaan baru yang terpisah dari Bank Voldemort.”


Alex menceritakan kalau Perusahaan itu hanya akan memberikan pinjaman, bila nasabahnya menunjukkan untuk apa mereka menggunakan uang itu.


Contohnya bila mereka ahli dalam bidang menempa, maka Perusahaan baru Vera Voldemort akan membelikan peralatan menempa, menyewakan bangunan dan Perusahaan baru itu juga bisa membangun Perusahaan cabang lagi yang menjadi penyalur produk-produk yang dihasilkan oleh nasabah.


Contoh lainnya, bila nasabahnya adalah seorang yang pandai memasak, Perusahaan baru Vera Voldemort akan menyewakan bangunan Restoran dan peralatan memasak, sehingga uang pinjaman mereka tidak dihambur-hamburkan. Bila bisnis nasabah itu berjalan lancar, maka Perusahaan baru Vera Voldemort juga akan mendapatkan keuntungan dari penyewaan tempat atau bangunan.


Setelah mendengar penjelasan Alex, mata Vera Voldemort langsung berbinar-binar dan berpikir kenapa ide bisnis itu tidak terpikirkan olehnya. Walaupun nasabahnya gagal menjalankan bisnis, ia masih bisa menyita peralatan mereka dan tempat yang disewakan sehingga tidak akan rugi terlalu besar.


Nasabah yang sukses pasti akan meminjam dana lagi untuk memperbesar usahanya. Seperti yang dikatakan oleh Alex, bisnis pembiayaan itu adalah bisnis bernilai Jutaan Koin Emas.

__ADS_1


“Hmm, saran dari tuan Alex memang sangat brilian, tetapi apa Kami tetap harus membayar Hak Kepemilikan 35% untuk ide itu?” Jiwa bisnis Vera Voldemort langsung meronta-ronta, seharusnya ide bisnis seperti itu tidak perlu dibayar atau dapat dianggap sebagai saran dari teman saja.


Alex mengerutkan keningnya dan berkata, “Apakah nona muda Vera akan mengingkari janjinya? Nona muda Margareth saja yang hampir bangkrut tanpa basa-basi menawarkan upah 35% Hak Kepemilikan!”


Vera Voldemort tersenyum masam sembari menggelengkan kepalanya. “Aku tidak akan ingkar janji, hanya saja upahnya terlalu besar. Karena Kami harus mengeluarkan dana besar untuk merealisasikan rencana itu. Bayangkan saja, bila ada 1000 orang yang ingin membuka Restoran, maka Kami harus membeli tanah dan membangun Restoran. Belum lagi jenis bisnis lainnya, misalkan nelayan yang ingin membeli Kapal yang dapat berlayar ke lautan lepas, itu pasti butuh dana besar juga.”


Alex mengerutkan keningnya dan berpikir mana mungkin Bank Voldemort kekurangan uang. Toh, mereka masih bisa memakai uang simpanan para bangsawan kaya yang menabung di Bank Voldemort yang jumlahnya mungkin tidak akan habis hingga Tujuh Keturunan.


“Bagaimana kalau 33% Hak Kepemilikan?” Alex bersedia mengalah. Namun, Vera Voldemort menunjukkan Dua Jari tangannya. Alex segera menggelengkan kepala dan berkata, “30%”


“22%” sahut Vera Voldemort.


“29%” kata Alex.


“22,5%” sahut Vera lagi, yang membuat Alex tersenyum masam.


“Tolong jangan ribut, para pelanggan sedang makan!” sela Helena dari kursi Kasir. “Sudah tulis saja di dokumen perjanjian sebesar 27%, kemudian kalian boleh pergi karena Pelanggan yang lain enggan duduk didekat kalian!”


Vera tersenyum masam mendengar perkataan Helena. Dia menoleh ke arah Oliver yang segera mengeluarkan dokumen dan menulis isi perjanjian kerjasama antara Alex dengan Vera Voldemort, kemudian Keduanya membubuhkan tandatangan kontrak; Alex akan memiliki Hak Kepemilikan 27% atas Perusahaan baru yang dibuat oleh Vera Voldemort.


“Kami pamit dulu, tuan Alex ... sampai jumpa pada perayaan Perusahaan baru nanti!” Vera Voldemort segera meninggalkan Restoran Sarah.


“Ya, Aku sangat menunggu Dividen perusahaan kita tahun depan nanti,” sahut Alex tersenyum lebar dan membayangkan sebanyak apa nanti uang yang akan ia terima ketika Dividen dari Perusahaan Margareth dan Vera Voldemort masuk ke Kantongnya.


Sebenarnya Alex masih memiliki ide bisnis lainnya, tetapi ia merasa lebih baik ide itu diberikan pada Keluarganya saja. Apalagi Kekaisaran Hazel kini membutuhkan dana yang sangat besar setelah setengah wilayah Kekaisaran hancur oleh pengikut Dewa Cthulhu. Dia mendengar kabar, Kaisar telah meminjam 1.000.000 Keping Emas dari Bank Voldemort untuk membangun saluran irigasi di wilayah Selatan agar lahan pertanian gandum dapat ditanam lagi.

__ADS_1


__ADS_2