
Alex menggunakaan Kekuatan Dewa Gollum, cincin dijarinya langsung bersinar dan tiba-tiba keberadaan Alex menghilang dari pandangan semua orang.
Para Kesatria Suci yang bertugas mengoperasikan Meriam Sihir langsung kebingungan dan menoleh ke arah Komandannya, apakah ia tetap menembak udara kosong atau mengalihkan moncong meriam Sihir ke arah target lainnya.
Namun, Komandannya itu tetap menyuruhnya untuk tetap siaga, ia yakin Alex menggunakan Sihir langka Teleportasi—yang dalam catatan sejarah Kekaisaran Suci Kuil Matahari; Saint XXIII kesulitan melawan Penyihir Agung XIII yang menggunakan Sihir Teleportasi tersebut.
“Dia berada di tengah-tengah Kapal Terbang Sihir Pertama!” teriak seorang Kesatria Suci.
“Arahkan meriam Sihir padanya! Dia pasti mengincar Kesatria Suci Adrian!” Komandan Kesatria Suci Kapal Terbang Sihir Kedua berteriak keras.
Seluruh tubuh Adrian diselimuti Jirah Emas seperti para Kesatria Suci disekitarnya, sehingga Alex bingung yang mana Adrian dikerumunan Kesatria Suci itu.
“Mati!”
Suara wanita tiba-tiba terdengar di belakang Alex. Pedang Kesatria Suci Wanita itu menebas punggung Alex, tetapi Jirah Perak yang berasal dari Kekuatan Dewa Gul'dan menyelimuti seluruh tubuh Alex.
“Menjauh darinya, Delilah!” teriak Adrian, panik melihat Pedang Meteor Alex melesat ke arah sahabatnya itu.
Delilah terhempas jauh, Jirah Emas yang ia kenakan hancur berkeping-keping. Dia langsung tidak sadarkan diri.
“Bunuh Dia!” seru Adrian murka sahabat terbaiknya tak bergerak lagi.
__ADS_1
“Sudah kukatakan, kalian terlalu lemah untuk menundukkan Aku!” cibir Alex melepaskan aura Pendekar-nya yang membuat semua Kesatria Suci Kuil Matahari di Kapal Terbang Sihir Pertama tertekan dan dipaksa bertekuk lutut.
Namun, dari tubuh Adrian meluap-luap energi Sihir yang sangat besar. Dia melawan tekanan aura Pendekar Alex, sehingga ia tiba-tiba sanggup berdiri kembali dan melangkah secara perlahan-lahan menuju ke arah Alex sembari mengayunkan pedangnya.
Alex tidak menyangka orang-orang asing itu begitu gigih dan tidak takut akan kematian. “Dasar bodoh! Kalau kalian memang ingin dimusnahkan, maka Aku akan menuruti keinginan kalian!”
Api Biru menyelimuti bilah pedang Meteor, kemudian ia mengayunkan pedangnya ke arah Adrian.
Namun, tiba-tiba mayat hidup Monster Naga menghalangi tebasan pedang Alex.
“Elemen Sihir Kegelapan?” Alex terkejut dengan kemunculan mayat hidup Monster Naga tersebut.
Bila Elemen Sihir Kegelapan muncul, maka itu pasti sisa pengikut Dewa Cthulhu yang masih hidup. Padahal ia mengira semua pengikut Dewa Cthulhu telah tewas saat di Kota Ella dulu.
Suara yang familiar tiba-tiba terdengar di telinga semua orang di Kapal Terbang Sihir Pertama.
Detak jantung Alex berdebar kencang, karena suara itu merupakan suara saudara kandungnya yang kabarnya telah tewas di Kota Ella ketika Dewa Cthulhu dan pengikutnya menghancurkan Kota tersebut.
“Kalian urus saja para monster di bawah sana, biarkan saja Aku yang mengurus Dia!” seru Lycus tersenyum lebar menatap Alex. “Kita berjumpa lagi adikku tersayang ... bagaimana kabarmu? Jangan memasang ekspresi wajah begitu, Aku bukan hantu!”
Adrian dan yang lainnya tidak tertekan lagi oleh Aura Pendekar Alex. Para Kesatria Suci itu langsung berhamburan melompat turun dari Kapal Terbang Sihir dan membantu Organisasi Hercules melawan pasukan gabungan Pendekar seluruh Benua Grandland.
__ADS_1
Hanya Adrian yang masih berada di Kapal Terbang Sihir Pertama itu. Dia justru berjalan ke arah Delilah, kemudian ia menyeka darah dari sudut bibir wanita berambut merah tersebut.
Dia bernapas lega, detak jantung sahabatnya itu masih berdegup pelan. Kemudian ia melompat ke Kapal terbang Sihir Kedua tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Lycus ataupun pada Alex.
“Kirim pesan pada Saint bahwa musuh kita sekuat Malaikat, katakan juga mungkin Kita tidak akan dapat kembali ke Benua Vlorien!” seru Adrian meletakkan tubuh Delilah diatas ranjang. Kesatria Suci yang berspesialisasi pada Sihir Penyembuhan segera mengobati Delilah.
Kapten Kapal Terbang Sihir Kedua langsung menuruti perintah Adrian.
Adrian menoleh ke arah Dua Pria yang saling berhadapan di Kapal Terbang Sihir Pertama. Dia tidak menyangka Kedua Pria itu memiliki Kekuatan diatas Kesatria Suci.
“Bombardir mereka!” Adrian menunjuk ke arah Raja Iblis.
Moncong Meriam Sihir segera mengarah pada Raja Iblis, sesaat kemudian Laser Sihir melesat ke arah Raja Iblis.
“Ayah awas!” seru Pangeran Draven sembari melompat ke depan Raja Iblis dan menggunakan Tameng Besi yang telah dialiri Elemen Sihir menghadang Laser Sihir.
Namun, Laser Sihir berhasil menghancurkan Tameng Besi itu dan dengan panik Pangeran Draven menggunakan Pedangnya menghadang Laser Sihir itu agar tidak mengenai dadanya, tetapi bukan satu Laser Sihir saja yang mengarah padanya.
“Dravennnnnnnnn!” teriak Raja Iblis menarik Jirah Besi Putranya itu dan menggunakan punggungnya menghadang Laser Sihir itu.
Mata Pangeran Draven terbelalak melihat ayahnya tersenyum lebar ke arahnya walaupun berbagai bagian tubuhnya hancur oleh Laser Sihir itu.
__ADS_1
“A-ayah ... tidak ... tidak! Ayahhhhhhhhhhhhhh!” Pangeran Draven berteriak histeris, apalagi Puluhan Pendekar Iblis disekitarnya termasuk pengawal pribadinya, Troya—telah terbaring di atas permukaan tanah dengan kondisi mengenaskan seperti yang dialami oleh Raja Iblis.