Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Lilia


__ADS_3

Kaisar sebenarnya senang Alex masih hidup, tetapi ia juga tidak ingin impiannya menyatukan seluruh Benua Grandland gagal terwujud, makanya saat putra-putanya bertikai memperebutkan tahta Putra Mahkota, ia tetap diam saja karena berpikir penggantinya nanti harus sekuat dirinya sehingga Kekaisaran Hazel tidak runtuh karena dipimpin oleh Kaisar yang sangat lemah.


Dulu saat Alex masih menjadi Pemimpin Legiun Barat, terlintas di benaknya untuk menjadikan Alex sebagai Putra Mahkota agar pertikaian antara Pangeran Pertama dan Pangeran Kedua berhenti. Namun, tak terduga sebelum niatnya itu terwujud, Pangeran Kedua malah menyergap Alex dan dikabarkan tewas saat itu.


Sekarang Alex sudah kembali, tetapi ia merasa Alex tidak akan kembali lagi ke Istana Kekaisaran, karena menurutnya Alex pasti membenci dirinya dan juga membenci Dua anaknya yang lain.


Setelah Assassin itu pergi, wanita berambut hijau yang tampak tetap muda walaupun usianya sudah ratusan tahun muncul dari balik pintu di belakang Singgasana Kaisar.


Elemen kehidupan memancar dari tubuh wanita itu dan langsung diserap oleh Kaisar sehingga keriput di wajahnya langsung menghilang sehingga ia terlihat lebih muda serta memiliki wajah yang mirip dengan Alex.


“Akhirnya kamu keluar setelah Empat tahun menyendiri di ruangan itu,” kata Kaisar dengan suara lembut sembari mengelus telapak tangan wanita itu. “Lilia... Catherine sudah Dewasa dan Dia tidak mau menikah sebelum mendapat restu darimu.”


“Catherine... maafkan ibu... empat tahun yang lalu ia berusia 12 tahun saat Aku memutuskan menyendiri karena suami tak becusku membiarkan anak-anakku saling membunuh!” Lilia berkata sinis.


Kaisar tersenyum masam dan tetap mengelus telapak tangan Lilia, kemudian menaruhnya di pipinya. “Lilia... tolong dampingi Aku sekali lagi, bukankah impian kita berdua untuk menyatukan seluruh Benua Grandland?” Kemudian Kaisar terdiam sejenak. “Apakah Kamu muncul kembali karena Alex?” selidiknya.


“Samar-samar aku merasakan Auranya memasuki Kota Ella, tetapi Auranya itu langsung menghilang saat Aku mencoba mencarinya dengan Elemen Kayuku,” sahut Lilia dengan ekspresi wajah sedih.


Saat berada di kamarnya itu, ia membuat Burung kecil dari elemen Kayu dan memasukkan kesadarannya dengan elemen kehidupan, sehingga Burung itu dapat terbang menjelajahi Kota Ella yang cukup besar tersebut atau bila dibandingkan dengan Kota di Bumi, maka Kota Ella itu sebesar Kota Jakarta yang memiliki penduduk lebih dari 10 Juta jiwa tersebut.


Kaisar sudah menduga Lilia muncul kembali karena Alex, Putra bungsu mereka itu.

__ADS_1


“Baiklah, karena kamu tidak ingin membantuku lagi maka tolong bujuk Catherine agar mau menikah dengan salah satu tuan muda Bangsawan,” kata Kaisar langsung merindukan masa-masa Perang rasial yang melanda Benua Grandland, di mana saat itu dirinya dan Lilia berjuang keras untuk melawan Ras lain yang ingin memperbudak Ras Manusia.


Tiba-tiba pintu terbuka, gadis cantik yang mirip dengan Lilia saat masih remaja muncul dengan air mata mengalir deras di pipinya.


“I-ibuuuu... kamu akhirnya keluar juga, Aku sangat kesepian tanpamu!” Catherine berlari dan langsung memeluk Lilia.


“Ibu tidak akan meninggalkanmu lagi, berhentilah menangis!” Lilia menyeka air mata Catherine sembari tersenyum hangat. “Kenapa kamu tidak mau menikah? Padahal kamu sangat cantik, pasti banyak Pemuda tampan yang rela antri untuk menjadi pendamping hidupmu.” Lilia menggoda putrinya itu.


Catherine menggembungkan pipinya dan berkata, “Aku tidak mau menikah! Ayah dan semua Kakak laki-laki tidak peduli denganku, mereka hanya sibuk dengan urusan negara saja!” Dia tampak kesal saat menatap Kaisar.


Lilia tertawa pelan dan kembali memeluk Catherine, kemudian ketiganya terus berbincang-bincang. Istana yang biasanya sangat sunyi itu, tiba-tiba terdengar suara gelak tawa lagi.


Namun demikian, Tiga Putra Kaisar tetap seperti air dan api yang tidak mungkin dapat disatukan lagi—hingga suatu saat hanya yang paling kuatlah yang akan tetap mekar.


...***...


Sesaat kemudian, hujan deras melanda Kota Ella, karena wilayah selatan Kekaisaran Hazel itu memiliki iklim tropis, berbeda dengan Kota Perdamaian yang terletak di bagian Utara Benua Grandland yang beriklim subtropis atau memiliki empat musim.


Alex menutup jendela dan menyelimuti Sarah yang telah tertidur pulas setelah makan malam yang cukup banyak di Restoran dekat dari Penginapan.


Alex memasukkan kertas berisi informasi tentang Sarah dan dirinya ke dalam Tas Sarah.

__ADS_1


Kalau ia gagal melenyapkan para Pendekar yang telah menyergapnya empat tahun lalu itu, maka Sarah akan menunjukkan kertas itu pada Prajurit yang menjaga pintu Kastil Istana Kekaisaran dan ia berharap Kaisar mau membesarkan Sarah atau cucunya itu serta memberikan Sarah kehidupan yang bahagia.


Alex yakin Kaisar tidak akan menolak permintaannya itu karena ibunya terkenal memiliki hati yang lembut, makanya ia berani menyuruh Sarah nanti pergi ke Istana kalau ia gugur dalam misinya ini.


“Hendrix... bersiaplah! Aku akan melakukan hal yang sama yang kau lakukan padaku dulu,” gumam Alex dengan dingin sembari melepaskan balutan kain pada Pedang Meteor yang telah bermandikan darah banyak Pendekar tingkat 10 tersebut.


Alex menutup wajahnya yang hanya memperlihatkan kedua matanya saja, kemudian ia menerobos hujan deras menuju ke arah menara Akademi Kekaisaran.


...***...


Hendrix saat ini sedang membaca naskah kuno tentang Dewa Cthulhu. Akademi Kekaisaran telah mendapatkan informasi tentang Segel di Hutan Monster Kekaisaran Hazel dan Kepala Akademi Kekaisaran memerintahkan penyelidikan menyeluruh tentang Dewa Cthulhu serta berusaha mencegah agar Segel itu tidak rusak dan tentunya cara mengalahkannya bila suatu hari nanti Dewa Cthulhu terlepas dari kekakangan itu.


Seorang pria muda yang merupakan asisten Hendrix meletakkan segelas kopi di atas meja. “Sudah Seratus hari kita meneliti semua buku-buku kuno dari seluruh Kekaisaran Hazel, tetapi sangat sedikit yang menceritakan tentang Dewa Cthulhu. Jangan-jangan Dewa Cthulhu itu hanyalah mitos dan yang disegel di Hutan Monster mungkin hanya Monster tingkat 10, Guru!”


Hendrix menggelengkan kepala, menolak pendapat murid terpintar di Akademi Kekaisaran tersebut.


“Johan... setelah kamu mencapai Pendekar tingkat 10 maka kamu akan menyadari kalau sosok yang disegel di Hutan Monster itu sangat mengerikan dan buku ini akhirnya menceritakan tentang Dewa Cthulhu,” sahut Hendrix sembari menghela napas dalam-dalam dan sangat bersemangat ingin segera mengungkapkan misteri tentang Dewa Cthulhu.


“Betulakah Guru?” Johan juga sangat senang mendengarnya dan segera mengambil kertas dan pena untuk menulis poin-poin penting yang akan dijelaskan oleh Hendrix.


“Walaupun tulisan ini sangat aneh, aku telah berhasil menerjemahkan beberapa kalimat dan Kekuatan Dewa Hercules adalah kunci menaklukkan Dewa Cthulhu, tetapi kita masih membutuhkan waktu yang lama untuk menerjemahkan kalimat lainnya atau pesan tersirat yang ditinggalkan buku ini,” sahut Hendrix tersenyum tipis dan berpikir apakah Dewa Hercules menyimpan kekuatannya di suatu tempat atau ada cara memanggilnya untuk turun ke Dunia ini.

__ADS_1


Namun, tiba-tiba Hendrix mengerutkan keningnya karena mencium bau darah, yang berarti ada yang melakukan pembunuhan di menara Akademi Kekaisaran.


__ADS_2