
Alex mengerutkan keningnya dan merasa Dewa Matahari bertarung dengan curang, karena ia malah menarik Matahari sebagai senjatanya. Untung saja Dewa Matahari mengecilkan ukuran Matahari itu, sehingga Dunia ini tidak hancur oleh panasnya Matahari tersebut.
“Helena, Ibu, Ayah, Catherine, Ibu mertua, Putriku ... Sarah. Maafkan Aku, mungkin Kita tidak akan dapat bertemu lagi,” gumam Alex yang terus terbang menuju Dewa Matahari.
Berbagai kenangan saat ia berada di Bumi dan di Benua Grandland langsung muncul dalam benaknya. Kenangan paling banyak muncul adalah kenangan bersama Putri semata wayangnya, Sarah.
Demi Sarah, ia rela mengemis di jalanan Kota Perdamaian. Demi Sarah, ia rela menahan lapar karena tidak memiliki uang saat tubuhnya masih cacat. Demi Sarah, ia rela melawan Dewa Cthulhu. Demi Sarah juga ia rela menunjukkan kekuatan yang ia sembunyikan selama ini saat melawan invasi Kuil Matahari. Kini, demi Sarah, ia rela mempertaruhkan nyawanya melawan Dewa, entitas yang tidak mungkin dapat dilawan oleh Manusia.
Senyuman cerah Sarah membuat hati Alex terasa hangat.
“Ayah!”
“Ayahku yang terkuat!”
“Ayah adalah Koki terhebat!”
Suara Sarah menggema di benak Alex, sesaat sebelum Matahari bertubrukan dengan tubuhnya.
Boooooommmmmm!
Benua Vlorien tiba-tiba hancur berkeping-keping dihantam Matahari yang bercampur dengan sambaran-sambaran Petir memekakkan telinga. Ledakan mengakibatkan Tsunami tinggi dan menenggelamkan Pulau-Pulau Kerajaan Iblis, padahal jarak antara Benua Vlorien dengan Benua Grandland sangat jauh, butuh Delapan Bulan perjalanan menggunakan Kapal Terbang Sihir.
Apa yang terjadi pada Alex dan Dewa Matahari? Bagaimana nasib penduduk Benua Vlorien dan Tujuh Malaikat Penjaga?
...***...
Butiran Salju pertama musim dingin mulai berjatuhan saat sinar matahari pagi muncul di hamparan padang rumput dekat perbatasan Barat Kekaisaran Hazel.
Butiran Salju itu mengenai wajah mungil bayi yang dibalut kain putih dan dipeluk erat dengan tangan kiri oleh Kesatria berpakaian Jirah Besi yang dilumuri darah, sementara tangan kanannya menggenggam erat gagang Pedang yang tertancap tumpukan mayat-mayat menggunung.
__ADS_1
Air mata belum mengering dari wajah Pria yang dijuluki Pangeran terkuat Benua Grandland tersebut. Namun, detak jantungnya sudah tidak bergetar lagi.
Sehari sebelumnya, istrinya melarikan bayi setengah Elf. Namun, Tetua Agung Elf berusaha merebut bayi tersebut dari Helena atas suruhan Lycus.
Lycus, Tetua Agung Elf, dan Ribuan Pendekar dari berbagai Ras hendak mengatur rencana untuk membunuh Alex. Mereka membutuhkan bayi yang dilahirkan oleh Helena untuk memancing Alex agar mau datang ke tempat yang mereka persiapkan sebagai tempat penyergapannya.
Namun, Helena tidak mau menyerahkan bayinya pada Tetua Agung Elf, sehingga terjadilah pertarungan sengit antara Helena melawan Tetua Agung Elf yang dibantu oleh beberapa Tetua Elf lainnya.
Helena tewas dalam pertarungan itu, esok malamnya mereka menggunakan bayi itu menyergap Alex. Namun, mereka tidak menduga, Alex bersama Legiun Barat melakukan perlawanan sengit; tak ada yang selamat, kedua kubu akhirnya menjadi tumpukan mayat di hamparan padang rumput tersebut.
Hanya tangisan bayi yang terdengar setelah butiran Salju jatuh ke wajahnya.
“Aku tidak menyangka Sihir halusinasi yang kubuat disaat-saat terakhirmu ternyata memiliki kisah yang mengharukan,” gumam Pria tampan bertubuh kekar yang berdiri di sebelah Pangeran Alex Acherron. Dia menyentuh pipi bayi mungil di pelukan Alex. “Aku akan mengabulkan keinginanmu, Putrimu ini akan dapat menggunakan semua Elemen Sihir.”
Ingatan Alex saat di Bumi sebenarnya adalah ingatan Dewa Hercules yang ia masukkan ke dalam pikiran Alex, kemudian ia membiarkan Alex berhalusinasi tentang masa depannya. Namun, siapa sangka, ternyata itu akan menjadi kisah petualangan yang hebat. Belum lagi, Alex sangat menyayangi putrinya itu, bahkan rela melakukan apa saja demi Sarah.
Dewa Hercules sengaja menggunakan Sihir Halusinasi pada Alex, karena takjub dengan perjuangannya bertarung melawan musuh sembari melindungi putrinya sekuat tenaga. Dia ingin Alex merasakan menjalin kehidupan bersama putrinya itu walaupun hanya sebatas halusinasi saja.
Lilia menangis histeris saat melihat Kedua Putranya telah tewas saling membunuh, sementara Kaisar hanya menundukkan wajahnya dan merasa sangat bersalah.
Kaisar yakin, kedua putranya saling bertarung karena memperebutkan tahta Pewaris Tahta Kaisar selanjutnya.
“Pangeran Alex menggendong bayi ini, Kaisar!” seru Prajurit elit melapor sembari membawa bayi mungil yang dibalut kain putih dan terus menangis, karena kedinginan terkena butiran Salju.
“Bayi ini?” Kaisar memperhatikan bayi mungil itu dengan seksama. Telinganya runcing seperti Elf, tetapi wajahnya terlihat mirip dengan Alex saat masih bayi. Rambutnya mirip dengan Kekasih Alex yang merupakan Putri Mahkota Kerajaan Hutan Abadi, begitu juga dengan matanya yang biru.
Kaisar ragu-ragu, apakah ia melenyapkan bayi itu? Atau menyerahkannya pada Ratu Elf. Karena manusia setengah Elf adalah Ras yang hina dan didiskriminasi di manapun tempatnya di seluruh Benua Grandland.
“Cucuku ... jangan khawatir, Nenek akan membesarkanmu dengan penuh kasih sayang. Tidak akan ada yang akan menyakitimu, Aku akan terdepan membelamu!” Lilia langsung meraih bayi mungil itu dari Prajurit elit dan mencium pipi mungilnya. Tiba-tiba bayi mungil itu tersenyum lebar, Lilia pun tertawa walaupun air matanya tetap mengalir deras membasahi pipinya.
__ADS_1
Kaisar juga menatap bayi mungil yang tersenyum tersebut. Dia menghela napas panjang sembari menengadah menatap langit dan berpikir, bayi itu tetaplah cucunya; tidak ada alasan untuk membuangnya. Dia harus memberikan kehidupan yang penuh kasih sayang padanya—agar peristiwa pertikaian antara Alex dan Lycus tidak menimpa keluarganya lagi.
Setelah kembali ke Istana, Kekaisaran Hazel mengumumkan terjadi penyerangan terhadap Alex dan Lycus di Legiun Barat. Pelakunya adalah gabungan berbagai Pendekar dari Ras lain.
Kaisar sengaja menutupi kejahatan Lycus agar nama baik keluarga Kekaisaran Hazel tidak tercoreng. Kejadian itu justru membuat Kerajaan-kerajaan lain panik dan langsung mengklarifikasi kalau pihak Kerajaan mereka tidak terlibat dalam peristiwa tersebut, sebagai kompensasi karena ada Pendekar dari Kerajaan mereka terlibat dalam peristiwa itu, mereka mengirim Jutaan Koin Emas sebagai kompensasinya. Hanya Kerajaan Hutan Abadi yang tidak memberikan klarifikasi dan membayar kompensasi, karena Ratu Elf mengetahui apa yang terjadi.
Ratu Elf melakukan eksekusi mati pada Elf yang setia pada Tetua Agung dan mengumumkan Sarah menjadi Putri Mahkota Kerajaan Hutan Abadi. Namun, Kekaisaran Hazel tidak akan memberikan Sarah pada Hutan Abadi hingga ia menginjak usia Dewasa.
...***...
Lima Tahu kemudian, gadis kecil setengah Elf memasuki halaman istana Kekaisaran Hazel dengan senyum cerah. Namun, telapak tangannya tampak berdarah.
“Tu-tuan Putri! Kenapa Kamu diam-diam menyelinap keluar lagi dari Istana? Dan ... Tanganmu juga terluka!” Prajurit yang berjaga di gerbang Istana langsung panik, kalau Lilia mengetahui Sarah menyelinap keluar Istana, maka mereka akan dihukum lagi.
Sarah berkacak pinggang sembari tertawa bangga. “Tenang saja Paman jenggot panjang keriting. Sarah tidak terluka, darah ini berasal dari wajah Paman jelek yang menggangu Ibu temanku, Jesica,” sahutnya jujur.
Para Prajurit yang berjaga di gerbang masuk Istana langsung tersenyum masam. Kejadian seperti ini sudah berulangkali terjadi. Setiap kali Sarah menyelinap keluar Istana, maka ia pasti akan berkelahi melawan Preman ataupun Pendekar anak bangsawan yang sombong.
“Jadi, Kamu memukul orang jahat lagi?”
Suara Ratu Elf menggema di halaman Istana Kekaisaran Hazel. Dia langsung melompat dari punggung Monster Elang Putih yang masih terbang di udara dan mendarat di sebelah Sarah.
“Neneeeeeeeekkkkkkkkk!” Sarah melompat ke pelukan Ratu Elf. “Aku rindu, Nenek! Ayo ke kamarku, Sarah masih ingin mendengar kisah masa kecil Ibu,” katanya lagi.
Cerita favoritnya adalah kisah petualangan Alex dan Helena yang merupakan orang tua kandungnya. Sebelum tidur malam, Lilia pasti akan menceritakan kisah petualangan Alex dan masa kecilnya. Sarah berjanji bila ia Dewa nanti, ia juga ingin menjadi Pendekar sekuat ayahnya.
...~Tamat~...
Catatan: Endingnya cerita ini sudah lama saya siapkan, sebenarnya petualangan Alex hanya halusinasi atau imajinasinya saja. Sesuai lah dengan covernya, di mana Kesatria melindungi anaknya walaupun harus tertusuk Pedang. 😁😁
__ADS_1
Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pembaca setia “Pendekar Terkuat Menjadi Koki Legendaris”, semoga sehat selalu, ya. 😁