
Monster Elang Hitam mendarat di sebuah Pulau kecil paling timur Kerajaan Iblis. Para penduduk Desa kecil satu-satunya di Pulau itu berkerumun menyambut kedatangan Tujuh sosok misterius berjubah hitam dan mengenakan penutup wajah bermotif tengkorak.
Para penduduk Desa itu mengira mereka adalah petugas pemungut upeti yang dikirim oleh Kerajaan Iblis, karena sekali setahun selalu ada Petugas pemungut upeti yang datang. Namun, biasanya yang datang hanya satu orang saja dan menunggangi Monster tingkat rendah.
Iblis tua bertanduk satu di keningnya segera maju selangkah saat Keempat sosok misterius itu melompat turun dari punggung Monster Elang Hitam.
Iblis tua itu meletakkan tangan kanannya di dada dan menundukkan wajahnya. “Selamat datang tuan,” sambutnya, “tetapi sekarang belum bulan kesepuluh Kalender Benua Grandland? Apakah Yang Mulia Raja memajukan jadwal pemungutan upeti?”
Sosok misterius itu mendengus dingin menatap Iblis tua itu. Sosok misterius yang berdiri di barisan belakang, maju ke depan Iblis tua itu.
“Iblis tua menjijikkan!”
Sosok misterius itu menghina Iblis tua yang langsung terkejut mendengarnya. Wajahnya mendongak menatap sosok misterius yang hanya memperlihatkan matanya saja. Bola matanya identik dengan para Manusia. Barulah Iblis tua menyadari kalau sosok misterius itu bukanlah Petugas pemungut upeti yang dikirim oleh Kerajaan Iblis.
Iblis tua segera menoleh ke belakang dan hendak berteriak meminta warganya melarikan diri, tetapi sebelum mulutnya terbuka; tubuhnya tiba-tiba membeku diselimuti Elemen Sihir Es.
Warga Desa kecil itu terkejut melihat Kepala Desa mereka telah menjadi Patung Es. Para Iblis Pria Dewasa mulai berteriak menyuruh Iblis Wanita dan anak-anak berlari ke perahu dan kabur dari Pulau.
__ADS_1
Namun, sosok misterius itu adalah Pendekar tingkat 10, melenyapkan warga Desa sangat mudah baginya; itu hanya seperti membalikkan telapak tangan saja.
Dalam sekejap hampir semua warga Desa telah berubah menjadi Patuh Es. Baik itu Iblis wanita, anak-anak maupun Iblis tua renta tak dapat lolos dari serangan sosok misterius itu.
Iblis kecil meringkuk memeluk kedua lututnya di bawah Pohon bakau. Air matanya mengalir deras membasahi pipinya saat melihat di kejauhan, Ayah dan Ibunya telah menjadi Patung Es.
“Kejutannnnnnn!”
Tiba-tiba Iblis kecil itu dikejutkan oleh suara sosok misterius yang muncul dari balik Pohon Bakau, kemudian sosok misterius itu tertawa terkekeh-kekeh senang melihat ekspresi wajah ketakutan Iblis kecil itu.
“Untuk apa Kamu hidup? Justru Kamu akan menderita karena tidak ada lagi Iblis di Pulau ini memberikanmu makan!” Sosok misterius itu mengejek Iblis kecil itu dan kembali tertawa terkekeh-kekeh.
“Cukup Nathan! Berhenti bermain-main!” tegur sosok misterius lainnya.
“Baik Yang Mulia Lycus,” sahut Nathan.
Tangannya hendak mencengkram leher Iblis kecil itu, tetapi tiba-tiba sebuah tombak melesat ke arahnya.
__ADS_1
Nathan langsung mundur selangkah, kemudian menoleh ke arah Iblis bertanduk Dua yang mirip dengan tanduk Kerbau. Matanya merah seperti nyala api dan tampak sangat murka atas ulah Nathan yang telah menghabisi nyawa seluruh warga Desa.
Iblis kecil yang hampir mati di tangan Nathan segera merangkak dengan cepat ke arah Iblis Pria yang melempar tombak pada Nathan itu.
“Paman Roth!” Iblis kecil itu menangis tersedu-sedu setelah berhasil mencapai Roth.
Tatapan Roth tetap tertuju pada Nathan yang berjalan dengan santai ke arah mereka. “Naik ke Kapal dan letakkan Kristal Sihir di lingkaran dekat Kemudi!” Barulah ia berbicara.
Iblis kecil itu dengan patuh berlari ke tepi pantai tanpa menoleh ke belakang, tak lama kemudian sebuah Kapal melaju menjauh dari Pulau kecil itu.
“Aku tidak menyangka ada Pendekar tingkat 9 di Pulau terpencil ini, apa Kamu adalah penjaga Pulau ini?” tanya Nathan sembari menendang Tombak yang tertancap di tanah dan Roth langsung menangkap gagang Tombak yang melesat ke arahnya itu.
“Tinggalkan saja Dia!” seru Lycus pada Lima anggota Organisasi Hercules yang menonton Nathan hendak berduel dengan Roth.
“Apa Yang Mulia Lycus yakin Pulau ini menjadi kunci Kita dapat berhubungan dengan Benua lain?” tanya salah satu anggota Organisasi Hercules yang berjalan mengikuti Lycus menaiki tangga menuju Kuil di puncak bukit kecil di tengah-tengah Pulau tersebut.
“Ya, Aku sudah membaca catatan Kuno tentang para Dewa bertarung melawan Dewa Cthulhu, serta Mordor mengatakan padaku bahwa ada Benua di seberang lautan. Benua itu di huni oleh Manusia dan mereka lah yang mengusir Dewa Cthulhu. Mordor juga mengatakan kalau mereka sangat membenci Ras lain, bahkan melenyapkan Dewa-Dewi Ras lain,” sahut Lycus merasa tujuan Organisasi Hercules sama dengan orang-orang di Benua lain seperti yang diceritakan oleh Mordor.
__ADS_1