
Akhirnya Kita makan daging setelah selalu makan Monster Ikan,” kata Zelma yang tampak seperti anak-anak berusia 13 tahun tersebut, padahal usianya sudah mencapai 27 tahun. Mata Zelma berbinar-binar menatap daging Monster Wyvern yang baru saja diletakkan Ulrich di lantai. “Beck! Cepat masak daging Monster ini!” Dia berteriak memanggil Penyihir yang memiliki kemampuan memasak terbaik diantara kru Kapal Terbang Sihir tersebut.
“Tinggal panggang saja, apa susahnya?” Beck datang sembari mengeluh, karena ia sedang sibuk dengan pekerjaannya.
“Ini pertama kalinya kita memakan daging Monster Wyvern, Kamu harus membuatnya menjadi steak daging atau sup!” sahut Zelma memarahi Beck.
Walaupun tubuhnya paling kecil diantara semua kru Kapal Terbang Sihir, tetapi dialah yang paling berkuasa. Ulrich yang ditunjuk oleh Penyihir Agung Xavier sebagai Kapten Kapal malah terlihat sebagai asistennya.
“Ya, sebagian dijadikan steak daging saja dan sisanya di sup,” sela Ulrich.
Beck mengerutkan keningnya menatap Ulrich dan berkata dengan nada mengeluh, “Kau selalu saja membela Zelma. Gara-gara menuruti kemauan Zelma, kita telah kehabisan bumbu makanan dan hanya tersisa garam Satu Peti saja, padahal kita masih membutuhkan waktu Enam Bulan lagi untuk mencapai daratan terdekat!”
Ulrich, Zelma, dan Kru Kapal lainnya terkejut mendengarnya. Sulit membayangkan menjalani hidup hanya dengan makan Monster Ikan panggang yang dilapisi garam saja.
“Sekarang kalian sudah tahu alasannya, kan?” Beck berkata dengan senyum mengejek. “Panggang saja daging Monster Wyvern itu dengan Sihir Api dan jangan lupa bawakan bagianku ke ruang kerja!”
“Jangan lupa bawakan juga ke ruang kerjaku,” kata Zelma segera berlari menjauh dari sana. “Aku tak bisa meninggalkan ruang kemudi Kapal Terbang Sihir, karena hanya Aku satu-satunya ahli astronomi. Kalian mau kita salah arah bila menyuruhku memanggang itu!” Dia berkilah.
Sisa Kru Kapal lainnya menatap Ulrich, kemudian mereka berpura-pura sibuk bekerja. Ada yang mengepel lantai, ada juga yang menengadah menatap awan yang dipenuhi sambaran-sambaran Petir seolah-olah ia sedang mengamati sesuatu di sana.
Ulrich mengerutkan keningnya melihat ulah rekan-rekannya itu. Dengan kesal ia membuat daging Monster Wyvern panggang gosong, bahkan warna dagingnya saja berwarna hitam dan melumurinya dengan banyak garam.
Dia menyuruh Penyihir lainnya mengantar sepiring daging Monster Wyvern panggang buatannya untuk Zelma.
__ADS_1
Zelma sangat senang saat Penyihir itu datang ke ruang kemudi Kapal Terbang Sihir. Namun, senyuman cerahnya langsung memudar saat melihat daging Monster Wyvern berwarna hitam.
“Apa ini bisa di makan?” Zelma bertanya dengan kening mengkerut masam.
Penyihir itu mengangkat bahunya dan berkata, “Aku belum mencobanya.”
Dia kemudian segera keluar dari ruang Kemudi sebelum Zelma berkeluh-kesah padanya. Baru melangkah beberapa langkah saja, ia mendengar teriakkan keras dari Zelma yang langsung mengutuk Ulrich karena daging panggang buatannya rasanya sangat buruk sekali.
***
Alex menerima pesan dari Kerajaan Iblis bahwa tiba-tiba muncul serangan Monster ke Pulau-pulau mereka. Kerajaan Iblis menawarkan hadiah besar untuk para Pendekar tingkat 10 yang mau membantu Kerajaan Iblis melawan serangan Monster Ikan tersebut, bahkan mereka juga mempersilahkan para Pendekar menjual kembali Monster Ikan yang mereka taklukkan.
“Apakah ini yang dimaksud oleh Dewa Cthulhu?” gumam Alex setelah mendengar kabar itu dan teringat dengan perkataan Dewa Cthulhu kalau ada Benua lain yang memiliki entitas yang jauh lebih kuat darinya.
“Perisainya benar-benar hilang!” seru Alex terkejut. Dia kemudian masuk ke dalam Restoran menemui Helena. “Aku akan pergi ke Kerajaan Iblis untuk melihat serbuan Monster Ikan itu.”
“Apakah Monster-monster itu berbahaya?” Helena takut Benua Grandland terpaksa berperang lagi melawan serbuan Monster Ikan itu, padahal Benua Grandland baru saja menikmati kedamaian.
Alex menghela napas panjang dan berkata, “Entahlah, kalau kita berhasil mengusir mereka kembali ke lautan, maka mereka tidak akan datang lagi.” Karena Monster adalah makhluk yang memiliki kecerdasan yang hampir mendekati kecerdasan Manusia, kalau mereka tahu lawan mereka sangat kuat maka mereka akan memilih menjauh.
Helena memeluk Alex erat-erat dan memberikan kecupan mesra yang membuat Hannah, Eva dan Viola bersorak gembira. “Hati-hati, Aku belum siap menjadi janda,” bisiknya.
Alex tersenyum lebar, kalau saja karyawannya tak ada di Restoran maka ia akan melakukan pemanasan di atas ranjang sebelum pergi ke Kerajaan Iblis.
__ADS_1
“Hmm, tenang saja Aku tidak akan mati, karena Aku masih ingin hidup dan melihat Sarah tumbuh Dewasa, kemudian akan menemani cucu kita bermain,” sahut Alex.
“Tapi Sarah tidak mau menikah katanya, agar Dia selalu bisa bersama kita.” Helena tersenyum mengingat perkataan Putrinya itu.
“Itu karena ia masih anak-anak, nanti setelah ia dewasa dan bertemu Pemuda tampan yang membuat hatinya luluh, maka ia tidak akan berpikir untuk tinggal bersama kita lagi,” sahut Alex.
“Benar juga, dulu saat Aku masih kecil juga berkata tidak akan menikah agar dapat menjadi Ratu yang bijaksana, karena berpikir laki-laki tidak akan puas bila dipimpin oleh seorang wanita. Namun, setelah—” Sebelum Helena selesai berbicara, Alex langsung tersenyum lebar dan berkata, “Ternyata Pesona ketampananku dapat merusak pemikiran idealis Putri Mahkota.”
Helena cemberut mendengar candaan Alex dan mendorong tubuh Alex agar menjauh darinya. “Ya, sudah! Cepat pergi sebelum Sarah pulang. Kalau ia mengetahui Kamu pergi ke Kerajaan Iblis maka ia pasti akan merengek minta ikut!”
Alex kemudian segera berangkat menuju Kerajaan Iblis. Dia tidak menunggangi Pegasus karena Helena membutuhkannya sebagai tunggangan antar jemput Sarah ke Sekolah Harapan di wilayah timur.
Sayap putih muncul di punggungnya, itu merupakan Kekuatan yang ditinggalkan oleh Dewa Naga. Kemudian ia terbang dengan kecepatan tinggi menuju Kerajaan Iblis.
Saat Helena menjemput Sarah ke Sekolah Harapan dan ia menceritakan kalau Alex telah pergi ke Kerajaan Iblis, Sarah langsung merajuk karena tidak dibawa oleh ayahnya itu. Padahal ia sangat ingin melihat lautan.
Untuk membujuk agar Sarah tidak merajuk, Helena berjanji padanya untuk membawanya melihat lautan saat akhir pekan nanti.
Sarah sangat senang mendengarnya dan memohon pada Helena untuk membolehkan dirinya mengajak Jessica dan menjemput Belle ke Hutan Abadi.
Dua gadis kecil itu adalah sahabat paling dekat dengan Sarah walaupun Bella hanya berteman Sebulan saja dengannya, tetapi ia menganggap gadis kecil campuran Orc dan Elf itu sebagai sahabat sekaligus Kakak perempuan terbaiknya setelah Jessica.
Helena mengabulkan keinginan Sarah, bahkan ia mengatakan akan membawa semua Karyawan Restoran Sarah. Eva dan Pegasus dapat membawa mereka semua, apalagi kini tubuh Naga Eva cukup besar setelah ia berevolusi.
__ADS_1