Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Pesta


__ADS_3

Halaman Kastil Keluarga Donovan diterangi cahaya lampu, Puluhan Pelayan Keluarga Donovan sibuk menyusun meja dan kursi karena acara Pesta peresmian Perusahaan baru Margareth akan segera dimulai beberapa saat lagi.


Sementara itu, di Restoran Sarah, para gadis-gadis telah mengenakan gaun yang baru mereka beli tadi Sore.


Sarah yang paling bersemangat, ia berkali-kali mendesak Alex agar segera mandi supaya mereka berangkat ke Pesta tersebut. Namun, Alex terus menunda-nunda keberangkatan mereka karena ia sedang membaca dokumen yang diberikan oleh Bryan.


“Akhirnya Ayah turun juga dari lantai atas!” Sarah cemberut dan menggembungkan pipinya saat Alex melangkah menuruni tangga ke lantai bawah Restoran.


Alex tersenyum melihat Putri kecilnya yang terlihat sangat cantik mengenakan gaun berwarna biru bak Cinderella kecil saja.


“Bos, kamu tampan sekali! Aku hampir mengira Anda adalah Pangeran Alex!” Hannah memuji ketampanan Alex yang mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana berwarna hitam.


“Ternyata kamu baru sadar Aku ini sangat tampan, ya?” canda Alex tersenyum lebar. “Kamu dan Elenna juga sangat cantik, hati-hati nanti para Buaya darat di Pesta menyeret kalian ke dalam bualan manis mereka yang menghanyutkan hati para gadis cantik.”


Hannah dan Elenna tersipu malu dipuji cantik oleh Alex. Kedua memang cantik, terutama Elenna yang membuat para Pria pasti akan jatuh cinta dalam sekali pandang saja, karena semua gadis Elf itu secara alami terlahir cantik.


“Ayah... ayah! Apakah Sarah juga cantik?” Sarah juga ingin dipuji oleh Alex.


Alex menggendong Sarah dan mencium pipinya. “Kalau putri kecil Ayah, tidak perlu ditanya lagi... Sarahlah yang paling cantik di Dunia ini, bahkan para Dewi pun kalah cantik,” godanya yang membuat Sarah tampak bahagia.


Alex memutuskan berjalan kaki menuju Kastil Keluarga Donovan karena tak ada Kereta Kuda yang lewat, lagi pula Kastil Keluarga Donovan tidak terlalu jauh dari Restoran Sarah.


...***...

__ADS_1


Di luar Kastil Keluarga Donovan, banyak Kereta Kuda mewah yang parkir. Tuan muda dan Pengusaha berbadan gemuk berjalan ke arah Kastil ditemani wanita-wanita cantik yang merupakan pasangan mereka. Namun, ada juga yang datang ditemani rekan kerja dan datang sendirian saja.


Hanya yang memiliki Kartu Undangan saja yang dapat melewati gerbang masuk Kastil Keluarga Donovan, Pendekar tingkat tinggi memeriksa Kartu Undangan semua tamu tanpa ada yang terlewatkan kecuali Dewan Kota atau Pemimpin Kota Perdamaian.


Para Pramusaji sibuk menawarkan minuman dan makanan pada para tamu undangan serta mereka juga dengan sabar meladeni pertanyaan para tamu yang bingung di mana tempat duduk mereka.


“Tuan muda Jack sudah datang,” bisik salah satu tamu menatap Jack yang berjalan menggandeng tangan Wanita cantik berambut Pirang yang merupakan istri sahnya dan dibelakangnya Faramir serta seorang Pendekar tingkat 5 mengikutinya tanpa membawa pasangan.


“Kabarnya tuan muda Jack telah membangun beberapa Restoran baru, apakah menurutmu aset bisnis yang ia kelola akan melampaui tuan muda Robert?” sahut tamu yang lainnya.


Robert sendiri adalah anak Kedua Dewan Kota Donovan dan termasuk dalam peserta yang berkompetisi memperebutkan calon Pewaris Utama Kelurga Donovan tersebut. Namun, sejauh ini yang paling berpotensi memenangkan kompetisi itu adalah anak Pertama Donovan, Merlin yang mengelola hampir semua bisnis utama Kelurga Donovan.


Sebelum tamu undangan itu berkata lagi, Jack memelototi mereka sehingga keduanya langsung menundukkan wajah. Kalau mereka membicarakan dirinya saat berada diluar Kastil Keluarga Donovan, maka Keduanya pasti sudah dimusnahkan—akan tetapi di sini ada petinggi Kota Perdamaian, maka Jack menekan amarahnya.


“Oh, Jack... kamu datang juga? Aku mengira kamu sibuk berjualan Roti tawar,” kata Robert dengan sudut bibir memancarkan seringai tipis.


Jack mengerutkan keningnya mendengar sindiran Robert yang berdiri di sebelah Merlin dan Ayah Margareth bersama pasangan masing-masing yang langsung tertawa, hanya Merlin saja yang tidak tertawa.


Merlin justru menenggak anggur merah dari gelas yang ia genggam dan menatap Ayah Margareth. “Aku tidak menyangka Ayah akan membiarkan Margareth menjual Perusahaan Tranportasi itu dan membuat Perusahaan baru.”


Paul, Ayah Margareth tersenyum masam dan sudah menduga akan dicibir oleh para saudaranya tentang apa yang dilakukan oleh Margareth.


“Dia sangat tertarik dengan dunia bisnis, mungkin Ayah sudah menyadari bakatnya,” sahut Paul berkilah walaupun ia juga bingung Donovan akan setuju dengan permintaan Margareth.

__ADS_1


“Apakah Kakak Paul tidak takut ada yang mencoba melukai Margareth nantinya? Mengingat Kamu sudah merasakan bagaimana Assassin itu mencoba membunuhmu,” sahut Jack sembari menatap Robert dan Merlin dengan seringai tipis.


Merlin tidak menanggapi sindiran Jack, sementara Robert tersenyum lebar. “Justru yang harus khawatir adalah Kamu, Jack!” ejeknya. “Bisnis Restoran hanya bernilai Ratusan Koin Emas saja, sementara Margareth mungkin akan menghasilkan bisnis Ribuan Koin Emas karena Dia langsung melakukan ekspansi ke berbagai Kerajaan.”


Jack terkejut mendengarnya dan penasaran bisnis seperti apa yang akan dikelola oleh Margareth sehingga dengan berani membakar uang membangun beberapa cabang di berbagai Kerajaan yang pasti akan membutuhkan biaya tinggi.


Sebenarnya Robert dan Merlin juga khawatir Margareth akan melampaui pencapaian mereka dengan bisnis barunya itu. Namun, Keduanya tidak menunjukkan kekhawatiran mereka agar Jack yang turun tangan menganggu eksistensi Margareth.


Robert sangat senang melihat ekspresi kekhawatiran di wajah Jack. Dia tahu adiknya ini sangat mudah marah dan selalu bertindak tergesa-gesa makanya dirinya dan Merlin tidak pernah mengusiknya, keduanya justru lebih khawatir dengan Paul—hingga akhirnya Paul tiba-tiba diserang oleh Assassin dan Margareth menggantikan posisinya dalam perebutan Pewaris Utama Kelurga Donovan tersebut.


Paul mengerutkan keningnya, Dia tahu Robert ingin memercikkan api pertikaian antara Putrinya dengan Jack. “Kalian jangan coba-coba mengusik Putriku atau Aku juga akan bertindak kejam,” ancamnya. Namun, Robert tetap menyeringai dan Merlin tetap menunjukkan ekspresi datar, hanya Jack yang merasa ancaman itu ditujukan kepada dirinya.


Jack ingin menanggapi ucapan Paul, tetapi Donovan tiba-tiba muncul di halaman Kastil Keluarga Donovan sehingga Jack memilih diam juga.


“Tuan Donovan... sudah lama kita tidak bertemu,” sapa Lord Michael bergegas berjabat tangan dengan Donovan yang langsung tertawa lebar.


Dewan Kota lainnya juga segera menyapa Donovan dan Keempat Putranya yang Tiga diantaranya adalah peserta Kompetisi memperebutkan Pewaris Utama Kelurga Donovan tersebut.


“Perkenalkan... cucuku inilah yang mengadakan pesta ini dan Dia juga Pengendali Utama Perusahaan yang baru ia bangun itu. Kelurga Donovan kami hanya mensupportnya saja,” kata Donovan menunjuk ke arah Margareth yang baru saja keluar dari dalam Kastil mengenakan Gaun Putih ditemani oleh Evelyn.


“Wah, Kamu baik sekali pada cucumu, bukankah kamu membiarkan mereka saling bertikai?” sahut Dewan Kota Milles atau Pengusaha dari Ras Dwarf tersebut sembari tersenyum lebar.


Donovan tahu Milles mengejeknya, tetapi ia hanya tersenyum dan berkata, “Mereka harus terbiasa berkompetisi agar dapat bertahan dalam Dunia bisnis.”

__ADS_1


__ADS_2