
Alex membelai kepala Pegasus sembari tersenyum hangat. “Terimakasih telah datang menyelamatkan Aku,” pujinya.
Sebenarnya ia sudah yakin Pegasus akan muncul, makanya ia tetap berdiri saat Dewa Cthulhu meluncur ke arahnya.
“Saat kesadaranku tadi hilang, aku merasa seperti Ibu dan jutaan orang memanggilku.” Alex merasakan kehangatan di dadanya dan menatap ke arah Jutaan orang yang masih bertekuk lutut sembari berdoa walaupun permukaan tanah berguncang hebat. “Pergilah Pegasus, bila Kau dekat dengan pertarungan Kami nanti Kamu akan terluka!”
Setelah melahap habis Jantung Dewa Cthulhu, Alex melompat dari punggung Pegasus. Sayap Putih tiba-tiba membentang dari punggungnya, kemudian ia menggabungkan Elemen Sihir Api Biru dengan Elemen Sihir Es dan Elemen Sihir Angin.
Sengatan-sengatan Listrik memercik dari bilah Pedang Meteor yang membesar menjadi sambaran-sambaran Petir memekakkan telinga.
Dewa Cthulhu yang sedang marah besar karena Alex memakan Jantungnya segera terbang ke langit untuk melawan Alex.
Laser Api melesat dari bola matanya, tetapi Alex berhasil menghindar. Dia kemudian memuntahkan cairan berwarna hitam yang mengandung sifat Korosif, tetapi lagi-lagi Alex berhasil menghindarinya.
Jutaan Manusia dan berbagai Ras lainnya menahan napas menatap adegan menegangkan itu, mereka berdoa agar Dewa penyelamat mereka dapat mengalahkan Dewa Cthulhu.
Boooooommmmmm!
Dentuman Petir memekakkan telinga terdengar saat Sambaran petir dibilah Pedang Meteor mengenai Sayap Dewa Cthulhu.
Keseimbangan Dewa Cthulhu langsung goyah karena satu sayapnya telah terpotong, butuh beberapa tarikan napas untuk tumbuh kembali.
Tubuh Alex yang terlihat seperti lalat di mata Dewa Cthulhu berpindah tempat ke sayap satunya lagi. Kemudian Alex memotong Sayap itu sehingga Dewa Cthulhu jatuh dari langit.
Alex tidak berhenti sampai di situ saja, dia terus menebas bagian tubuh Dewa Cthulhu lainnya sehingga Dewa Cthulhu menjerit kesakitan.
“Alexxxxxx b.a.j.i.n.g.a.n!” Dewa Cthulhu berteriak murka. “Baiklah, karena Kau ingin merasakan kekuatanku yang sesungguhnya, maka terimalah ini!”
Tubuh Dewa Cthulhu tiba-tiba mengembang dan mengempis seperti gelegak air mendidih.
Alex tentu merasa ada yang salah dengan tubuh Dewa Cthulhu itu, sehingga ia memutuskan berhenti menebas tubuh Dewa Cthulhu dan terbang menjauh.
__ADS_1
Tak lama kemudian, seperti letusan gunung berapi; cairan berwarna hitam berhamburan ke segala arah dari tubuh Dewa Cthulhu yang meledak.
Alex terpaksa terbang tinggi ke langit mengindari ledakan itu, tak lama kemudian cairan berwarna hitam itu menyatu kembali membentuk Dewa Cthulhu seperti semula, hanya Tentakel dan Jantungnya saja yang tak ada.
“Bagaimana kalau kita berdamai saja, Alex?” kata Dewa Cthulhu merasa sangat sulit menaklukkan Alex, karena gerakannya terlalu cepat dan sangat sulit baginya mengimbanginya.
“Damai?” sahut Alex dengan nada mencibir. “Kau ingin berdamai setelah memporak-porandakan Benua Grandland?”
“Lantas, apa maumu?” Dewa Cthulhu berkata kesal. “Ingin Aku mati?” gerutunya lagi.
“Tentu saja,” sahut Alex merasa itulah satu-satunya yang pantas diterima oleh Dewa Cthulhu.
Saat Alex dan Sarah bertemu dengan Saint tua di Kuil Cahaya. Saint itu ingin Sarah menjadi Saint selanjutnya karena ia dapat menggunakan semua Elemen Sihir dan menurut ramalan Dewi Luna, Sarah lah yang dapat mengalahkan Dewa Cthulhu. Namun, Alex menolak gagasan itu dan memutuskan akan mengambil tanggungjawab mengalahkan Dewa Cthulhu.
Saint tua yang telah hidup dari masa Dewa Hercules tersebut memberitahu rahasia kenapa para Dewa semua Ras tidak dapat mengalahkan Dewa Cthulhu, itu karena pemulihan Dewa Cthulhu yang sangat cepat.
Namun, Dewa Hercules mengatakan bila mereka dapat menghancurkan Jantung dan Otak Dewa Cthulhu, maka Dewa Cthulhu dapat dihancurkan. Akan tetapi mereka tidak memiliki cara menghancurkan Dua bagian vital tubuh Dewa Cthulhu tersebut.
Dewa Cthulhu menyadari kalau Alex sepertinya telah mengetahui kelemahannya. Dia menggertakkan giginya dan berteriak, “Kalau Aku mati maka Benua Grandland akan menghadapi musuh yang jauh lebih mengerikan!”
“Musuh?” Alex terkejut mendengarnya dan berpikir apakah ada Dewa lain di luar Benua Grandland yang jauh lebih kejam dari Dewa Cthulhu.
Melihat keterkejutan di wajah Alex, senyuman tipis memancar dari sudut bibir Dewa Cthulhu. “Ya, para Dewa yang kalian sembah itu sebenarnya adalah pelarian dari daratan besar di seberang lautan. Jutaan tahun yang lalu berdiri Kekaisaran Suci Kuil Matahari dan atas perintah Dewa Matahari, Kekaisaran Suci Kuil Matahari memberantas apa yang mereka sebut ajaran sesat. Hanya ada Satu Dewa yang boleh disembah di dunia ini selain Dewa Matahari, saat itu para Dewa-Dewi beserta para penyembah Mereka melakukan perlawanan, tetapi pada akhirnya Mereka dikalahkan oleh Dewa Matahari dengan Tujuh Malaikat yang kekuatannya setara dengan Kami para Dewa.”
Dewa Cthulhu juga memberitahu Benua Grandland tidak diusik oleh Kekaisaran Suci Kuil Matahari karena para Dewa membuat Perisai di lautan sekitar Benua Grandland, sehingga Benua Grandland terisolasi.
Namun, secara tidak sengaja Seratus Ribu tahun yang lalu, Dewa Cthulhu melewati Perisai itu. Karena ia membuat kekacauan di Benua Grandland, makanya ia mendapatkan perlawanan dari para Dewa.
Dirinya sendiri dapat bebas berkeliaran di Dunia ini karena Dewa Matahari maupun Tujuh Malaikatnya tidak dapat membunuhnya, dirinya selalu beregenerasi setiap kali dikalahkan sehingga mereka merasa bosan bertarung dengannya dan membuangnya ke lautan. Namun, ia tahu di dalam dirinya ada Sihir yang membuat Dewa Matahari tahu di mana keberadaannya.
Bila ia mati, maka Dewa Matahari pasti akan penasaran siapa Dewa atau entitas tersembunyi di Dunia ini yang dapat melenyapkan dirinya.
__ADS_1
“Kalau Kau membiarkan Aku hidup maka Aku akan keluar dari Benua Grandland ini dan tidak akan pernah kembali lagi,” kata Dewa Cthulhu membuat tawaran yang mungkin akan diterima oleh Alex dari pada mereka terus bertarung tanpa henti.
Alex terdiam sejenak dan berkata, “Leluconmu itu hampir membuatku tersentuh. Jangan-jangan Kau itu belajar dari Bang Regar, novelis online amatir di kehidupanku yang sebelumnya. Namun, ceritanya itu banyak plot armornya dan juga leluconnya garing seperti wajah jelekmu itu!”
Dewa Cthulhu mengerutkan keningnya karena malah mendapatkan cibiran dari Alex dan juga siapa Bang Regar itu? Kenapa namanya terdengar aneh. “Cih, benar-benar Katak dalam tempurung!” keluhnya menghela napas panjang.
Cincin di jari Alex berkilau pertanda sudah dapat digunakan lagi. Dirinya mau meladeni perkataan Dewa Cthulhu karena menunggu durasi jeda penggunaan Cincin Dewa Gollum berakhir. Sebenarnya ia merasa omong kosong Dewa Cthulhu itu hanya untuk mengulur waktu saja, agar Kekuatannya pulih setelah menggunakan Kekuatan sangat besar saat meledakkan diri tadi.
“Mari kita lanjutkan pertarungan ini dan tentukan siapa Dewa yang sesungguhnya!” seru Alex mulai berimajinasi menempa Pedang sebesar gedung pencakar langit di kehidupannya yang sebelumnya.
“Menghilang lagi?” Dewa Cthulhu segera mundur dan yakin Alex pasti mengincar otaknya. Dia kemudian memuntahkan cairan berwarna hitam yang mengandung sifat Korosif ke langit untuk membuat hujan, agar Alex menjauh darinya.
Cahaya menyilaukan tiba-tiba muncul di bekas Kota Ella itu, yang membuat Kaisar maupun Jutaan orang lainnya tidak dapat melihat apa yang terjadi di sana.
Alex sengaja melepaskan Elemen Sihir Kehidupan yang sangat besar untuk melawan cairan berwarna hitam yang mengkorosif Zirah Perak-nya.
Pedang raksasa yang dibentuk melalui Kekuatan Penempa Dewa Helzvog menebas Kepala Dewa Cthulhu, bukan hanya kepalanya saja yang terbelah—bahkan leher dan bagian tubuh dadanya juga terbelah sehingga proses pemulihannya melambat.
Alex segera mengambil bagian otak Dewa Cthulhu dan memakannya saat itu juga, sementara tubuh Dewa Cthulhu hampir pulih sepenuhnya.
Dewa Cthulhu menatap Alex dengan tatapan penuh kebencian, matanya tiba-tiba memerah yang berarti matanya akan menembakkan Laser Api.
Namun, sebelum Laser Api itu melesat ke arah Alex, tiba-tiba tubuh Dewa Cthulhu mulai memudar dengan sendirinya; menjadi butiran debu.
Sebelum semua tubuhnya benar-benar menghilang, Dewa Cthulhu mengeluarkan suara bernada peringatan. “Perjuanganmu belum selesai Alex... sekarang baru permulaan, kuharap kau dapat menahan badai yang lebih ganas di masa mendatang!”
“Apa Aku telah salah membuat keputusan?” gumam Alex jatuh dari langit sembari memejamkan matanya karena merasa kelelahan dan Kekuatannya terkuras habis melawan Dewa Cthulhu.
Cahaya menyilaukan menghilang, semua orang dapat melihat Alex meluncur jatuh dari langit dan mereka tidak melihat keberadaan Dewa Cthulhu lagi.
“Apa kita menang?” Seseorang berkata, tetapi tidak ada yang menjawab. Tatapan semua orang tetap tertuju pada sosok yang jatuh dari langit itu.
__ADS_1
Namun, sebelum mencapai permukaan tanah. Monster yang sangat familiar menangkap sosok yang mengaku Dewa penyelamat tersebut, kemudian Monster Pegasus itu terbang tinggi ke langit dan menghilang dari pandangan semua orang.