Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Dendam Terbalaskan


__ADS_3

Jeremy menyeka darah yang mengalir dari keningnya agar tidak mengenai matanya. Dia kini sangat panik karena ia tidak dapat melihat apapun depannya, bahkan berkali-kali ia menabrak pohon Cemara. Saat itu terjadi, Monster Beruang Coklat akan berlari ke arahnya dan akan terdengar pepohonan yang tumbang, karena Monster Beruang Coklat juga tidak dapat melihat dalam keadaan gelap gulita.


“Cahaya apa itu?” Jeremy tercengang melihat dari kejauhan cahaya terang terlihat dari Pohon Cemara dan terdengar juga suara dua orang yang berbicara.


Jeremy kembali teringat dengan Logan dan Pendekar Manusia yang membuatnya menderita, karena Monster Beruang Coklat tiba-tiba terlempar ke arah mereka. Padahal ia sudah hampir berhasil melarikan diri cukup jauh.


“Kalian ingin membuatku menderita, ya? Namun, tidak semudah itu brengsekkk! Aku akan membawa kalian ke neraka!” gumam Jeremy mencibir Logan dan Alex. Dia kemudian melesat dengan cepat ke arah sumber cahaya itu.


Monster Beruang Coklat yang hanya bergerak bila mendengar suara langkah kaki—segera mengejar Jeremy yang kembali mendaki bukit kecil.


“Tuan Alex, aku seperti mendengar suara pepohonan yang tumbang,” kata Logan yang berjalan dengan santai bersama Alex menuruni bukit.


“Iya, suaranya terdengar semakin dekat saja, apa Organisasi Hercules sialan itu mencoba menggiring Grizzly ke arah kita?” sahut Alex segera menghunus pedang Meteor.


“Grizzly?” sahut Logan dengan ekspresi wajah bingung.


“Maksudku Monster Beruang gemuk itu,” sahut Alex tersenyum lebar. “Kebetulan sekali Kita belum makan malam, seperti Monster itu enak juga bila di Saksang,” katanya lagi teringat dengan masakan khas Batak tersebut.


Logan tentu langsung bersemangat, sebagai Beasthuman Karnivora—ia sangat menderita selama perjalanan panjang menuju Kota Perdamaian, karena hanya memakan Sarahmie saja, untung saja Alex bermurah hati memberinya seporsi Rendang saat sarapan pagi di Restoran Sarah.


Jeremy menyeringai lebar saat mencapai Alex dan Logan. Dia mempercepat langkahnya dan akan membelok saat muncul di hadapan mereka.


Rencana itu terdengar hebat, tetapi tiba-tiba Pedang berukuran besar melesat ke depannya. Jeremy langsung mundur selangkah, tetapi naas ia lupa Monster Beruang Coklat hanya berjarak beberapa langkah di belakangnya.


“Tolong Aku tuan! Aku akan menyerah!” Jeremy berteriak keras, tetapi Logan dan Alex tidak menyahut.


Jeremy menggertakkan giginya dengan keras, kemudian mengayunkan pedangnya ke arah Monster Beruang Coklat yang melesatkan cakarnya yang tajam seperti Belati.

__ADS_1


Jeremy berteriak kesakitan, Elemen Sihir dan Kekuatan fisiknya telah melemah karena terus bertarung melawan Monster Beruang Coklat.


Tangan kanannya yang menggenggam gagang Pedang terasa mati rasa setelah menangkis cakaran Monster Beruang Coklat itu. Jeremy panik karena tidak dapat mengayunkan pedangnya, ia mundur beberapa langkah. Namun, tangan kiri Monster Beruang Coklat berayun ke arah wajahnya.


Kepala Jeremy terlepas dari lehernya dan langsung menggelinding ke depan Alex dan Logan.


Mata Jeremy tampak terbelalak, seolah-olah tidak terima atas kematiannya itu.


“Akhirnya mampus juga Kau brengsekkk!” Logan mengumpat pada Kepala Jeremy dan menendangnya sejauh mungkin darinya. “Putri Emery ... Mereka yang telah membunuhmu akhirnya tewas dengan mengenaskan,” gumamnya sembari menitikkan air mata.


Monster Beruang Coklat segera berlari dengan kencang ke arah Alex dan Logan karena tertarik dengan cahaya terang rerumputan serta Pohon Cemara disekitar mereka.


Logan mundur ke belakang punggung Alex dan dengan panik berkata, “Tu-tuan Alex! Dia datang!”


“Oh, makanan Kita datang dengan sukarela!” sahut Alex mengangkat tangan kanannya; Pedang Meteor yang tertancap di permukaan tanah segera melesat kembali ke genggamannya. Alex kemudian merenggangkan kakinya dan mengayunkan Pedang Meteor ke arah depan.


“Tapi Aku kelelahan karena menggunakan Kekuatan yang berlebihan,” sahut Alex berpura-pura terengah-engah sembari membersihkan bilah Pedang Meteor dengan Elemen Sihir Kehidupan.


“Cih, Kau itu Pendekar Manusia! Dewa Hercules kalian itu menganugerahi kalian dengan fisik yang kuat, makanya Manusia bisa menjadi Pendekar walaupun tidak memiliki Elemen Sihir,” gerutu Logan. Namun, kalimat itu hanya terlintas di benaknya saja dan sebenarnya tanpa mengucapkan sepatah katapun, ia segera menarik tubuh Monster Beruang Coklat itu menuruni bukit.


Logan tidak menyangka Monster Beruang Coklat memiliki bobot tubuh yang sangat berat walaupun telah mati. Bahkan Pendekar tingkat tinggi sepertinya sampai terengah-engah.


Dia tiba-tiba teringat Alex akan memasak Monster Beruang Coklat ini dengan masakan bernama Saksang.


Sudut bibirnya memancarkan seringai tipis, kalau resep Saksang ini jatuh kepadanya maka ia dan istrinya dapat membuka Restoran, sehingga ia tidak perlu lagi menggembala ternak atau berburu Monster.


“Tuan Alex ... istriku cukup hebat juga memasak olahan daging, bagaimana kalau Kita memasak Monster ini di rumahku saja. Tuan Alex tidak perlu lagi repot-repot membeli bumbu-bumbu dapur, karena semua sudah tersedia di rumahku,” kata Logan membuyarkan lamunan Alex.

__ADS_1


“Baiklah,” sahut Alex tanpa berpikir panjang. Lagi pula ia tidak ingin kehadirannya di Kota Ravaryn terlihat mencolok, karena itu akan membuat Organisasi Hercules melarikan diri dari dataran rendah Therondia—apalagi satu kelompok mereka telah menghilang.


Namun, saat mereka memeriksa Kelompok Jeremy itu nanti, mereka pasti menduga itu dilakukan oleh Monster setelah melihat bekas pertarungan di sana, serta mayat-mayat anggota Organisasi Hercules yang dicabik-cabik oleh Monster Beruang Coklat.


Cara terbaik melawan gerombolan pengacau seperti Organisasi Hercules itu adalah dengan menggunakan taktik yang mereka gunakan. Alex akan bergerilya juga memberantas mereka sehingga mereka tidak menyadari siapa yang telah memburu mereka.


Alex dan Logan melewati beberapa Desa yang telah hancur dan ditinggalkan pergi penduduknya. Mereka akhirnya sampai ke Kota Ravaryn pukul Delapan malam.


Namun, Logan langsung mengerutkan keningnya karena tembok-tembok yang mengelilingi Kota Ravaryn telah hancur lebur, sebagian rumah yang berada di dekat tembok kota juga telah runtuh.


“Siapa kalian?”


Dari balik reruntuhan sebuah rumah, Beasthuman Harimau berteriak keras. Tangannya menggenggam erat Tombak berwarna hitam yang bilahnya penuh dengan noda darah yang telah mengering.


Namun, ia hanya Pendekar tingkat 5, yang berarti Tombak itu ia ambil dari mayat Pendekar yang telah tewas saat mengahadapi serangan tiba-tiba Organisasi Hercules.


“Thorum ... ini Aku Logan,” bisik Logan, “pelankan suaramu! Aku datang membawa hasil buruan, nanti datanglah ke rumahku. Kita akan malam bersama.”


Hanya Kepala Suku Harimau dan beberapa Pendekar tingkat tinggi yang mengetahui kalau Logan pergi ke Kota Perdamaian, makanya Thorum langsung terkejut melihat kedatangan Logan.


“Aku kira Paman Logan telah tewas, karena saat Dua hari yang lalu ketika Kota diserbu Organisasi Hercules, Aku tidak melihatmu diantara barisan Pendekar tingkat Suku Harimau Kita,” sahut Thorum dengan suara pelan. Kemudian ia menatap Pendekar yang mengenakan pakaian Kulit Monster serta mengenakan tudung kepala, sehingga wajahnya tidak terlihat jelas. “Siapa Dia, Paman?” selidiknya penasaran.


“Oh, Dia adik iparku, adik termuda istriku dari Desa Keynes,” sahut Logan berbohong. Lagi pula Desa Keynes cukup jauh dari Kota Ravaryn dan Thorum tidak akan mengenal Beasthuman Harimau di sana.


Mata Thorum berbinar-binar menatap Monster Beruang Coklat yang ditarik oleh Logan. Dia sudah seminggu tidak makan daging, mereka hanya memakan Sarahmie sekali sehari untuk menghemat biaya karena tidak ada yang tahu sampai kapan Organisasi Hercules akan menyerang Kota Ravaryn, sementara ternak mereka telah dimusnahkan oleh gerombolan Pendekar Manusia itu.


“He-he-he ... besok pagi Aku akan datang ke rumah Paman Logan. Jangan lupa, tinggalkan untukku bagian daging yang paling berlemaknya.” Thorum berkata sembari tertawa pelan.

__ADS_1


Biasanya Beasthuman Harimau memasak daging dengan cara di sup atau dipanggang saja. Akan tetapi beberapa Restoran sudah mulai membuat Rendang setelah Koki Legendaris Alex dari Restoran Sarah merilis resep rahasia buatannya itu.


__ADS_2