Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Hutan Abadi VI


__ADS_3

“Bantu Tetua Zeldeth menaklukkan Alex!” seru Tetua Agung Elf pada para Pendekar Elf.


Walaupun Alex hanya sendirian saja, Tetua Agung Elf tidak mau meremehkan Kekuatannya karena dulu Alex tetap berhasil melarikan diri setelah dikepung Ribuan Pendekar tingkat 10.


Tetua Agung Elf kemudian menggertakkan giginya saat menatap Helena yang menghilang di langit bersama Monster Kuda Putih bersayap atau Pegasus.


“Sayang sekali... kontrak pernikahan politik dengan Pangeran Kedua tidak akan berhasil terwujud,” keluhnya—karena Kerajaan Hutan Abadi tidak akan bekerjasama juga dengan Kekaisaran Hazel. Bukan hanya Kerajaan Orc atau Kerajaan Goblin yang harus dihadapi oleh Kerajaan Hutan Abadi kedepannya, kemungkinan besar Kekaisaran Hazel akan menyerbu tanah Elf juga.


Menghadapi musuh dari segala penjuru akan membuat Hutan Abadi hancur dan kejadian Seratus tahun yang akan terulang kembali, di mana Elf hampir musnah ditangan Orc; untung saja saat itu Kerajaan Naga tiba-tiba memaksa semua Ras berhenti berperang dan menandatangani perjanjian damai di lokasi yang setelah itu dinamakan Kota Perdamaian.


Alex menangkis tebasan pedang Lycus dan Zeldeth dengan mudah.


Lycus tampak tercengang saat mundur beberapa langkah dari Alex. Dia tidak menyangka perbedaan Kekuatan diantara mereka sangat jauh sekali—padahal dirinya adalah Pendekar tingkat 10.


“Empat tahun lalu Kekuatannya tak sekuat ini, bagaimana bisa berkembang pesat dalam kurun waktu sesingkat itu?” Lycus berkeringat dingin dan rasa percaya dirinya langsung memudar saat itu juga.


Zeldeth juga merasakan hal yang sama, dia merasa Kekuatan Alex melampaui Pendekar tingkat 10. “Apa sudah saatnya Aku menunjukkan kekuatanku yang sebenarnya?” pikirnya ragu-ragu membuat keputusan, karena kekuatan yang ia miliki itu bukan Elemen Sihir yang dimiliki oleh Elf pada umumnya. Akan tetapi Kekuatannya sebenarnya berasal dari gua misterius di Hutan Monster milik Kerajaan Hutan Abadi.


Belasan Pendekar tingkat 10 menyerang Alex dari segala penjuru, tetapi mereka dihempaskan dengan mudah dan menderita luka menganga lebar di dada mereka.


Pendekar yang berada cukup jauh dari Alex langsung ketakutan dan banyak yang menolak perintah Tetua Agung Elf untuk membantu rekan mereka melawan Alex.


Beberapa Tetua Elf geram dengan sikap pengecut para Pendekar Elf tingkat 10 itu dan salah satu Tetua Elf berteriak, “Siapapun yang menolak perintah Tetua Agung maka akan dianggap sebagai pengkhianat!”

__ADS_1


Para Pendekar Elf yang telah mundur terpaksa maju menghadapi Alex, karena bila telah dianggap sebagai pengkhianat bukan hanya diri mereka sendiri saja yang dihukum mati nantinya, istri dan anak-anak serta orangtua mereka juga ikut dieksekusi mati.


Tiba-tiba Aura yang sangat mencekam muncul di dekat rumah Pohon Helena yang telah hancur. Semua Pendekar tingkat 10 merasa tidak nyaman dengan aura itu, seolah-olah itu akan melahap mereka.


“Dari awal Aku sudah curiga ada yang salah dengan Aura Tetua Elf itu, ternyata ia telah menjadi budak Dewa Cthulhu,” gumam Lycus yang merasakan aura yang dipancarkan oleh Zeldeth sama dengan aura bagian tubuh Dewa Cthulhu yang disegel di Hutan Monster Kekaisaran Hazel.


Ian, Miranda, Pendekar tingkat 10 lainnya segera mengelilingi Lycus. Mereka akan menjadi tameng hidup dan siap untuk mati demi melindunginya.


“Tetua Elf ternyata menjadi budak Dewa Cthulhu!” kata Lycus sembari menatap dingin Tetua Agung Elf.


Tetua Agung Elf menggelengkan kepala dan berkata, “Kami juga tidak tahu kalau dia telah menyerap Kekuatan terlarang. Setelah kami berhasil mengatasi Alex, maka Tetua Zeldeth akan ditahan untuk diinterogasi dari mana ia mendapatkan Kekuatan Dewa Cthulhu itu.”


“Cih, sebaiknya Hutan Abadi segera merilis klarifikasi tentang Kekuatan yang dimiliki oleh Tetua Zeldeth itu atau seluruh Benua Grandland akan menjadi musuh Hutan Abadi.” Lycus berkata sinis dan melambaikan tangan sebagai tanda pada bawahannya untuk meninggalkan Hutan Abadi dan membiarkan para Elf yang mengatasi amukan Alex.


“Lycus... Saudaraku... Kamu mau ke mana? Kenapa kita tidak latih tanding dulu?” Alex tiba-tiba mengabaikan Zeldeth dan melesat ke arah Lycus.


Ian dan Pendekar tingkat 10 bawahan Lycus segera menerjang maju menghadapi Alex, sementara itu Lycus langsung mengerutkan keningnya.


“Pergilah Pangeran Kedua... kami akan menahannya!” seru Ian maju lebih dulu melawan Alex walaupun Kekuatannya hanya Pendekar tingkat 9.


Lycus menghela napas panjang, sedih semua bawahan paling setia mengikutinya itu akan mati dibunuh oleh Alex. Namun, mau bagaimana lagi, ia juga tidak memiliki kekuatan melawan adik kandung yang membuat mereka bermusuhan karena memperebutkan seorang gadis Elf tersebut.


Bawahan Lycus lainnya memanggil Monster Elang dan Lycus segera melompat ke punggung Monster Elang tersebut sembari menoleh ke arah belakang. Tubuh Ian telah terbelah Dua, sementara Miranda terhempas menabrak Pohon dan tampak tidak bergerak lagi, sedangkan yang lainnya ada yang terbakar serta menjadi Patung Es.

__ADS_1


“Pasang barikade!” teriak Jenderal yang mengawal perjalanan Lycus karena Alex melesat ke arah Monster Elang yang hendak terbang.


“Jangan menghalangiku!” bentak Alex sembari mengayunkan Pedang Meteor yang bilahnya diselimuti kobaran Api.


Namun, Jenderal itu tetap berdiri kokoh dan segera mengangkat Tameng besinya serta menusukkan Tombak panjang ke arah depan.


Bilah Pedang Meteor menyentuh ujung Tombak itu, tetapi bilah Pedang Meteor mengandung Elemen Sihir Api sehingga Tombak itu langsung meleleh oleh Elemen Sihir Api Alex.


“Jenderal!”


Beberapa Prajurit berteriak karena tubuh Jenderal itu terbelah menjadi dua bagian.


“Paksa Monster sialan ini terbang lebih cepat!” teriak Lycus—panik melihat Alex yang kini berjarak Lima langkah saja darinya.


“Aku akan menghadangnya, Pangeran Kedua!” seru Pendekar tingkat 10 yang mengawal Lycus melompat dari punggung Monster Elang. Namun, tubuh Pendekar itu langsung berubah menjadi Patung Es dan hancur berkeping-keping saat Alex menabraknya.


Wajah Lycus terlihat memucat, dengan terpaksa mengayunkan pedangnya dan mengalirkan semua Kekuatannya pada bilah Pedangnya.


“Kenapa Kamu lahir ke Dunia ini Alex b.a.n.g.s.a.t! Dari dulu Kamu selalu menjadi benalu dalam hidupku!” umpat Lycus.


Alex terkejut mendengarnya, tetapi ia tetap mengayunkan Pedang ke arah saudara kandungnya itu.


Sengatan-sengatan listrik memercik dari bilah Pedang Meteor, kenangan saat mereka masih rukun muncul dibenak Alex; saat mereka tertawa bersama dan juga Lycus yang menolongnya saat ia dikeroyok oleh siswa Akademi saat masih berusia Tujuh tahun.

__ADS_1


Dentuman Petir memekakkan telinga terdengar saat bilah Pedang mereka berbenturan, ledakan energi Sihir menghempaskan apapun disekitar mereka termasuk Monster Elang yang ditunggangi oleh Lycus yang langsung berubah menjadi kembang api daging dan darah.


__ADS_2