Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Utusan Kekaisaran Hazel


__ADS_3

Tujuan Morgan memperkenalkan Jasper pada Pangeran Pertama dan Catherine tentunya agar Jasper dapat berhubungan baik dengan keduanya serta bila Dewa Hercules sedang murah hati, Jasper mungkin akan dinikahkan dengan Catherine yang kabarnya belum memiliki tunangan atau kekasih tersebut.


“Pendekar tingkat 10... Anda hebat sekali Jasper! Masih muda sudah menorehkan pencapaian yang luar biasa.” Einar menepuk pundak Jasper, kemudian melirik Catherine. “Bagaimana menurutmu, Catherine? Jasper luar biasa, kan?” selidiknya apakah adik perempuannya itu tertarik dengan Jasper dan berniat menjodohkan mereka.


Namun, Catherine mengangkat bahunya dan berkata, “Menurutku dia biasa-biasa saja karena banyak Pendekar tingkat 10 yang lebih kuat di Kota Ella.”


Jasper mengerutkan keningnya mendengar jawaban Catherine, tetapi sesaat kemudian ia langsung kembali tersenyum. “Ya, Aku harus belajar lebih banyak dari tuan Putri Catherine agar menjadi lebih kuat dan menorehkan prestasi untuk Kekaisaran Hazel,” sahutnya.


Morgan merasa sikap Catherine memang seperti yang dirumorkan, Dia selalu berbicara blak-blakan dan ketus. Namun, itu akan semakin menarik dan menjadi tantangan untuk putranya apakah ia dapat menaklukkan hati Catherine.


“Pangeran Pertama dan tuan Putri Catherine pasti merasa lelah setelah melakukan perjalanan panjang dari Kota Ella, mari masuk ke dalam gedung Kedutaan... Kami telah menyediakan kamar khusus untuk Pangeran dan tuan Putri Catherine,” kata Morgan mengalihkan perbicangan mereka.


Pangeran Pertama hanya tersenyum menanggapi ucapan Morgan dan berjalan mengikutinya ke dalam gedung Kedutaan, sementara Catherine menatap Jasper dengan sinis dan berjalan membuntuti saudara laki-lakinya itu.


Jasper tersenyum tipis dan hendak mengikuti Catherine, tetapi tiba-tiba seorang wanita menyerobot ke depannya dan selalu menempel di dekat Catherine.


Jasper tidak senang dengan ulah wanita yang hanya berstatus pengawal pribadi itu. Bila suatu saat nanti ia menjadi suami Catherine, maka ia akan mengusir wanita ini atau menjualnya ke pasar gelap menjadi budak para Paman-Paman Kaya bertubuh gemuk yang haus akan belaian wanita-wanita cantik tersebut. Itu adalah balasan bila berani berkonflik dengannya.


Setelah makan siang bersama, Pangeran Pertama langsung beristirahat di kamar yang disediakan oleh Morgan, begitu juga dengan Catherine.


“Oh, ya... Apakah Kamu mengenal Restoran Sarah?” tanya Catherine saat hendak membuka pintu kamar.


Catherine masih mengingat gadis kecil setengah Elf yang ia temui di Kota Ella mengatakan ia tinggal di Restoran Sarah dan Catherine menduga ayah gadis kecil setengah Elf itu adalah Kakaknya, Alex Acherron.

__ADS_1


Jasper tersenyum cerah, akhirnya tuan Putri Catherine mau berbicara dengannya. Dengan antusias Jasper menganggukkan kepala dan berkata, “Itu adalah Restoran yang sedang naik daun dan hidangan di sana adalah makanan yang belum pernah ada di Benua Grandland ini.”


Catherine tersenyum cerah dan tampak bahagia. “Di mana Restoran Sarah itu berada?” tanyanya—sudah tak sabar ingin segera ke sana.


Jasper berusaha untuk tetap tenang agar Catherine tidak merasa bahwa dirinya sangat bahagia karena dapat berbicara dengannya. “Bagaimana kalau nanti kita makan malam di sana?”


Catherine akhirnya menyadari kalau Pemuda menjijikkan di hadapannya ini hanya ingin berduaan saja dengannya. Senyuman diwajahnya pun menghilang dan dia berkata dengan ketus, “Baiklah, Aku akan beristirahat dan temani Aku nanti malam ke Restoran Sarah itu.


Catherine dan Miranda masuk ke dalam kamar meninggalkan Jasper yang tersenyum lebar dan tetap berdiri cukup lama menghadap pintu kamar yang telah tertutup tersebut.


Jasper sudah membayangkan makan romantis dengan Catherine dan suatu saat nanti dirinya akan menjadi tokoh penting di Kekaisaran Hazel serta tidak menutup kemungkinan akan menjadi Kaisar bila para Pangeran terus bertikai dan berujung pada kematian.


“Nadia... Pesankan meja khusus untuk kami di Restoran Sarah dan suruh mereka mendekorasi mejanya serta kalau bisa booking saja Restoran itu khusus untuk kami nanti malam,” kata Jasper pada Nadia yang merupakan sekretaris ayahnya yang merupakan Duta Besar Kekaisaran Hazel tersebut.


Jasper terbatuk-batuk mendengar jawaban Nadia dan menggerutu, “Bagaimana bisa semahal itu? Restoran Saradan saja hanya 20 Koin Emas dan itu untuk satu harian penuh!”


Nadia menghela napas panjang dan berkata, “Harga-harga makanan di Restoran Sarah itu sangat mahal dan mereka tidak membedakan dipesan untuk Satu Jam atau seharian penuh, harganya tetap sama.”


Jasper berpikir sejenak, 100 Koin Emas itu adalah jumlah yang sangat besar dan butuh Dua Tahun baginya untuk menabung uang sebanyak itu.


Dia berpikir tidak relevan mengeluarkan biaya 100 Koin Emas hanya untuk makan malam dan belum tentu ia sukses merayu Catherine menjadi kekasihnya.


“Baiklah, lupakan saja,” kata Jasper segera berjalan menjauh dari Nadia. “Kami akan ke sana seperti pelanggan biasa lainnya saja,” katanya lagi dengan suara menggerutu.

__ADS_1


...***...


Miranda membuka pintu kamar secara perlahan-lahan dan kemudian mengintip apakah Jasper masih disekitar sana.


“Pria kampret itu sudah pergi, tuan Putri,” bisik Miranda.


“Baiklah, ayo kita diam-diam kabur dari sini!” sahut Catherine segera mengikuti Miranda keluar dari kamar dan meninggalkan Kedutaan Kekaisaran Hazel.


Saat Pendekar yang berjaga di gerbang bertanya apakah mereka adalah anggota rombongan Pangeran Pertama, Catherine langsung menjawab bahwa mereka adalah warga biasa yang sedang mengurus berkas kependudukan di dalam Kedutaan.


Pendekar itu kemudian membiarkan Kedua meninggalkan Kedutaan, bahkan ia memanggil Kereta Kuda—sehingga mereka tidak perlu berjalan kaki menuju jalan raya Kota Perdamaian.


Sebenarnya Miranda takut mereka akan dimarahi oleh Pangeran Pertama karena meninggalkan Kedutaan tanpa dikawal oleh bawahannya atau didampingi oleh Jasper. Namun, Catherine tetap bersikeras agar mereka keluar hanya berdua saja karena ia tidak nyaman bila dikawal ketat dan tidak bebas melakukan apapun saat diluar Kedutaan nanti.


“Kalian mau ke mana nona?” tanya Kusir Kereta Kuda yang telah melaju di jalan raya Kota Perdamaian.


“Bawa kami ke Restoran Sarah,” sahut Catherine. “Apakah Paman tahu di mana Restoran itu?” selidiknya—takut mereka malah dibawa berkeliling-keliling sehingga harus membayar ongkos lebih mahal dan hak seperti itu sering terjadi dilakukan oleh Kusir nakal di Kota Ella.


Mendengar nama Restoran Sarah, Kusir itu langsung tersenyum lebar. “Tentu saja Aku mengetahui di mana tempatnya. Restoran itu sangat terkenal sekarang dan itu adalah tempat pertama yang dikunjungi oleh orang-orang Kaya dari luar Kota Perdamaian.”


Catherine terkejut mendengarnya dan menjadi ragu, apakah benar Saudara laki-lakinya itu menjadi Koki? Padahal dulu ia merasa Alex tidak pernah memasak dan ia juga mendengar cerita dari Prajurit Legiun Barat bahwa Alex pernah memanggang Rusa hingga gosong. Namun, karena mereka telah kelaparan, mereka terpaksa memakan daging Rusa gosong itu.


“Bawa kami ke sana, Paman!” seru Catherine tetap ingin memastikan, apakah Ayah dari gadis kecil setengah Elf itu Alex yang ia kenal atau orang lain.

__ADS_1


__ADS_2