
Lycus terkejut Alex masih lawan yang terlalu tangguh untuk ia hadapi, padahal ia berlatih keras agar mencapai level Pendekar diatas tingkat 10 dan mengumpulkan Puluhan Ribu mayat-mayat hidup, termasuk mayat hidup Mordor; Iblis yang membangkitkan Dewa Cthulhu dan juga Pendekar yang telah mencapai level diatas tingkat 10.
Seratus mayat-mayat Naganya telah dihancurkan dengan mudah oleh Alex melalui Elemen Sihir Kehidupannya.
Agar Alex tidak dapat mendekatinya, Lycus tidak langsung mengeluarkan semua mayat-mayat hidupnya.
Kapal Terbang Sihir Pertama juga telah hancur berkeping-keping akibat pertarungan mengerikan Pendekar bersaudara tersebut.
“Aku akan memberikanmu satu kesempatan untuk bertobat. Menyerah lah,” kata Alex melayang di udara dengan Jirah Perak dan Sayap Putih di punggungnya. Dia malah terlihat seperti Malaikat, apalagi bilah Pedang Meteor diselimuti oleh Api Biru menambahkan sosok Agung pada penampilannya itu. “Walaupun Aku sangat membencimu, tetapi Aku akan memaafkanmu ... Ini demi ibu Kita! Dia pasti sangat sedih bila mengetahui kalau Aku mengalahkanmu untuk kedua kalinya!”
“Hah? Mengalahkan Aku ... ha-ha-ha Kamu sombong sekali.” Lycus tertawa terkekeh-kekeh mendengar perkataan adik kandungnya itu, luka-luka di sekujur tubuhnya sembuh dalam sekejap. Itu adalah kemampuan barunya setelah mendapatkan Kekuatan dari Dewa Cthulhu. “Alex ... Kau itu adalah parasit yang selalu menggerogoti apa yang seharusnya kumiliki. Ketenaran, tahta, perhatian Ibu, cintaku (Helena), semua selalu direbut olehmu dasar parasit menjijikkan!” teriaknya.
Alex terdiam dan hanya mengepal erat tangannya. Tak lama kemudian ia menghela napas dalam-dalam. Senyuman Lilia, Helena, Sarah, gadis-gadis cantik karyawannya, anak-anak Suku Ular yang ia selamatkan muncul dibenaknya.
“Kalau begitu, maafkan Aku Kakak ... andai saja waktu bisa diulang kembali, Aku ingin Kita kembali ke masa saat kita masih kanak-kanak dan Aku tidak akan belajar di Akademi Kekaisaran agar Kamu mendapatkan semua itu.” Alex menitikkan airmata dibalik helm Perak yang ia kenakan. “Semoga saja ada kehidupan setelah kematian dan Kamu berhasil mewujudkan semua keinginanmu!”
Waktu Satu Jam telah berlalu, Kekuatan Dewa Helzvog dan Dewa Gollum telah dapat digunakan kembali.
__ADS_1
Alex mengangkat Pedangnya tinggi-tinggi, sesaat kemudian kloning Pedang Meteor melayang di atasnya. Jumlahnya mencapai Ribuan, Pedang itu bergetar seolah-olah meronta tetapi ada Kekuatan misterius yang menahannya.
Lycus mengerutkan keningnya melihat pemandangan di langit itu, para Kesatria Suci Kuil Matahari yang sedang mengepung para Penyihir juga terkejut melihat Ribuan Pedang melayang di langit.
Kekuatan seperti itu hanya ada dalam cerita dongeng-dongeng pengantar tidur dan tidak ada catatan sejarah yang mengabarkan ada Kesatria Suci maupun Penyihir yang dapat mengendalikan ribuan Pedang seperti itu.
“Lagi-lagi Kau mengungguliku, Alex!” Lycus tersenyum pahit. “Baiklah, cobalah apakah Kamu masih bisa membunuh saudaramu ini!” Elemen Sihir Kegelapan menyelimuti seluruh tubuh Lycus.
Bayangan hitam dari tubuhnya berubah wujud menjadi mayat-mayat hidup Naga, Beasthuman, Orc, Elf, Dwarf, Iblis, dan Goblin.
Alex mengarahkan Pedang Meteor ditangannya ke arah Lycus yang berdiri di bibir pantai, sesaat kemudian Ribuan Pedang itu melesat seperti hujan meteorit yang jatuh dari langit.
Mayat-mayat hidup milik Lycus langsung menjadi butiran debu begitu bersentuhan dengan Pedang-Pedang itu.
Lycus bertekuk lutut di tanah sembari menopang tubuhnya dengan menggenggam erat gagang pedang yang tertancap di tanah. Puluhan Pedang menancap di sekujur tubuhnya, mulutnya juga menyemburkan seteguk darah. Namun, ia masih dapat bertahan hidup.
Pedang-Pedang itu tiba-tiba memudar dan menghilang menjadi ketiadaan. Luka-luka ditubuh Lycus juga mulai sembuh dengan sendirinya, sudut bibirnya memancarkan seringai tipis seolah-olah mengejek Alex; hanya begini saja Kekuatan yang Kamu memiliki.
__ADS_1
Namun, tiba-tiba Alex menghilang dari pandangannya. “Oh, tidak! Aku melupakan kekuatannya yang satu ini!” gerutu Lycus segera menarik Pedang yang tertancap di tanah dan mengayunkannya ke arah belakang. Dia yakin, Alex pasti akan muncul di sana untuk melakukan serangan kejutan.
“Maafkan Aku saudaraku, semua harus berakhir di sini ....”
Suara Alex ternyata terdengar dari depan Lycus yang langsung terbelalak melihat Pedang Meteor menancap di dadanya. Api Biru yang merupakan Kekuatan Dewa Iblis membakar seluruh tubuh Lycus.
Alex tidak langsung menarik kembali Pedang Meteor, sehingga jantung Lycus tidak dapat melakukan penyembuhan instan. Kobaran Api itu semakin besar, sehingga Lycus menjerit histeris.
Alex hanya mematung menatap saudaranya itu, tetapi di balik helm Perak-nya itu mengalir deras air matanya; kenangan indah bersama Lycus membanjiri benaknya.
Lycus dengan susah payah menggerakkan tangan kanannya dan melepaskan helm perak yang dikenakan oleh adiknya itu. Dia kemudian menyeka air mata Alex dan berkata, “Lagi-lagi Kamu selalu menjadi parasit dalam kehidupanku.”
Telapak tangan Lycus berubah menjadi butiran debu, sesaat kemudian kedua tangan dan tubuhnya juga menjadi butiran debu. Dia telah menghentikan Kekuatan penyembuhan instannya, karena itu hanya membuatnya semakin menderita saja—bila Alex tidak mencabut Pedang Meteor dan Elemen Sihir Api birunya.
Lycus tersenyum lebar sesaat sebelum wajahnya berubah menjadi butiran debu, tetapi kata-kata terakhir yang keluar dari mulutnya adalah menyebut Alex sebagai parasit dalam hidupnya.
“Lycus ....” Alex mengulurkan tangannya ke debu yang berterbangan di udara. “Kenapa harus berakhir seperti ini?” gumamnya tertunduk lesu, air matanya mengalir deras jatuh ke permukaan pasir pantai.
__ADS_1