
Alex mengepakkan sayap putihnya yang merupakan Kekuatan yang ditinggalkan oleh Dewa Naga dan terbang tinggi ke langit sembari menghindari cairan berwarna hitam yang dimuntahkan oleh Dewa Cthulhu ke arahnya.
Dewa Cthulhu kembali membuat area disekitarnya menjadi gelap gulita agar Alex tidak dapat menebak keberadaannya.
Sementara itu jauh dari Kota Ella, Kaisar dan yang lainnya tampak menghela napas dalam-dalam saat melihat Kota yang dulu sangat megah itu telah hancur berkeping-keping.
“Apakah Dewa itu dapat mengalahkan Dewa Cthulhu?” Seorang gadis kecil bertanya pada ibunya. Tangan gadis kecil itu mencengkram erat baju ibunya, takut mereka terpisahkan oleh desak-desakan pengungsi yang jumlahnya lebih dari Lima Puluh Juta jiwa tersebut.
“Tentu saja, dia adalah Dewa pelindung Benua Grandland,” sahut ibu gadis kecil itu walaupun sebenarnya ia ragu sosok yang mengaku Dewa itu dapat mengalahkan Dewa Cthulhu yang terlihat sangat kuat bak gunung yang sedang melayang di atas Kota Ella. Apalagi Dia hanya terus mengelak serangan Dewa Cthulhu tanpa melakukan perlawanan.
Satu jam telah berlalu, Kota Ella semakin gelap gulita dan hanya kilatan-kilatan Petir kadang-kadang menampakkan sedikit cahaya.
“Bu, lihat itu!” gadis kecil itu menunjuk ke arah langit, Cahaya menyilaukan memudarkan kegelapan di Kota Ella. Sayap Putih membentang panjang dari sosok yang mengaku Dewa.
Ibu gadis kecil itu, Kaisar, Raja Naga, Catherine, Lilia, Karyawan Restoran Sarah, dan semua Ras yang ikut berjuang melawan pengikut Dewa Cthulhu berharap sosok yang mengaku Dewa itu memunculkan keajaiban dan melenyapkan Dewa Cthulhu yang telah menghadirkan malapetaka di Benua Grandland tersebut.
***
“Apakah Kau sudah memutuskan bertarung secara jantan? Sejak tadi kau hanya menghindar seperti lalat!” cibir Dewa Cthulhu menoleh ke arah Alex yang terbang jauh di atasnya.
Dibalik helm Perak-nya, Alex hanya tersenyum tipis. Dalam sebuah pertarungan, bukan hanya otot lengan saja yang dibutuhkan; strategi juga tidak kalah penting, makanya Alex terus menghindar untuk menunggu Kekuatan yang diwariskan oleh Dewa Gollum dan Dewa Helzvog dapat digunakan lagi.
“Karena Kau sudah tidak sabar ingin dijadikan makan siangku, maka terimalah ini!” sahut Alex menempa dalam imajinasinya sebuah Kapal Tanker besar, sesaat kemudian Kapal Tanker meluncur dari langit.
Dewa Cthulhu segera mengepakkan sayapnya ke arah Kapal Tanker itu—yang terhempas dan menancap di permukaan tanah, tetapi beberapa tarikan napas kemudian Kapal Tanker itu memudar atau menghilang.
__ADS_1
“Dia melarikan diri?” gumam Dewa Cthulhu tidak lagi melihat keberadaan Alex.
Tiba-tiba Alex muncul di bawah dada Dewa Cthulhu sembari mengayunkan Pedang Meteor yang diselimuti Api Biru.
Elemen Sihir Apinya telah bermutasi dari Api Merah menjadi Api Biru setelah menyerap Ramuan yang ditinggalkan oleh Dewa Iblis. Api Biru jauh lebih kuat dari Api Merah walaupun tidak sekuat Api Putih seperti yang dimiliki oleh putrinya, Sarah.
Dewa Cthulhu mengerutkan keningnya dan langsung teringat dengan Kekuatan yang dimiliki oleh Dewa Gollum yang dapat menghilangkan. Kekuatan itu cukup merepotkannya karena Dewa Gollum sering muncul dan memberikan serangan mematikan padanya, kalau pemulihannya tidak cepat maka ia akan kalah melawannya.
Dewa Cthulhu segera membuka mulutnya lebar-lebar dan memuntahkan cairan berwarna hitam bersifat korosif, tetapi bilah Pedang Meteor lebih dulu membelah dada Dewa Cthulhu.
Dewa Cthulhu menjerit kesakitan yang terdengar seperti suara siulan memekakkan telinga, permukaan tanah hancur berkeping-keping oleh suara jeritan Dewa Cthulhu tersebut. Semburan cairan berwarna hitam dari mulutnya berhamburan ke mana-mana, tetapi tidak sampai mengenai Alex yang berada persis di dadanya.
Alex masuk ke dalam dada Dewa Cthulhu yang pemulihannya melambat oleh Api Biru. Dia kemudian mengambil Jantung Dewa Cthulhu dan keluar dari sana dengan cepat, karena dada Dewa Cthulhu segera memulih kembali.
Sesaat sebelum dada Dewa Cthulhu tertutup rapat, Alex berhasil keluar dari sana. Namun, Dewa Cthulhu kembali menyemburkan cairan berwarna hitam yang langsung mengenai Alex.
Pandangan Alex berkunang-kunang, pendengarannya juga terganggu oleh suara jeritan Dewa Cthulhu. Darah mengalir dari telinga, hidung dan mulutnya serta dari kulitnya yang terkena cairan berwarna hitam yang bersifat korosif tersebut.
Di langit Kota Ella, Dewa Cthulhu yang telah pulih tetapi kehilangan Jantungnya segera menukik tajam ke arah Alex yang masih tergeletak di permukaan tanah.
Kaisar, Raja Naga dan para Pendekar yang dapat melihat keberadaan Alex dari kejauhan langsung panik, sebagian tertunduk lesu dan sebagian lainnya menangis histeris karena Dunia akan jatuh ke tangan Dewa Cthulhu bila Dewa misterius itu tidak bangkit lagi.
Lilia yang kini berwajah tua menatap ke arah Kota Ella dengan tangan kiri mengepal kuat kepalan tangan kanannya. “Alex anakku... Bangkit lah! Oh, Dewa Hercules tolong gantikan lah nyawaku dengan nyawa Putraku bila ia memang sudah tiada. Jangan biarkan perjuangannya sia-sia!”
Catherine yang berdiri di berdiri di sebelah Lilia segera menyeka air matanya setelah mendengar doa ibunya itu. Dia segera bertekuk lutut dan mengirim doa pada Dewa Hercules agar mengirimkan mukjizat pada saudara laki-lakinya itu.
__ADS_1
“Dewi Luna tolong jangan biarkan Bos Kami mati, selamatkan lah Bos Alex!” Elenna ikut bertekuk lutut.
Jutaan Manusia, Orc, Iblis, Elf, Beasthuman, Dwarf, dan Naga ikut bertekuk lutut dan berdoa pada Dewa atau Dewi yang mereka sembah.
Seolah-olah Doa jutaan orang terkabul, tiba-tiba Alex batuk-batuk. Elemen Sihir Kehidupan yang besar memancar dari tubuhnya. Dari permukaan tanah muncul rerumputan hijau yang merubah Kota Ella yang hancur berkeping-keping menjadi padang rumput.
Luka-lukanya pulih dengan cepat, Zirah Perak mulai menyelimuti tubuh Alex dan matanya terbuka menatap Dewa Cthulhu yang meluncur ke arahnya.
Tangan kanan Alex meraih gagang Pedang Meteor yang tertancap di sebelahnya, kemudian ia bertumpu pada gagang Pedang itu agar dapat segera berdiri.
“Kau ingin ini kembali?” Alex berteriak sembari mengangkat tangan kirinya yang memegang Jantung Dewa Cthulhu yang terus berdetak kencang.
Namun, Dewa Cthulhu tidak menanggapi perkataan Alex dan terus meluncur ke arahnya.
Sudut bibir Alex memancarkan seringai tipis dan membuka mulutnya lebar-lebar, kemudian menyantap Jantung Dewa Cthulhu.
“Alexxxxxxxxxxxxxxxx!”
Dewa Cthulhu meraung keras sembari memuntahkan cairan hitam yang mengandung korosif bak air terjun saja.
Sebelum cairan berwarna hitam itu mengenai tubuh Alex, tiba-tiba Pegasus muncul dan membawa Alex terbang jauh dari sana.
Boooooommmmmm!
Dewa Cthulhu menabrak permukaan tanah dengan keras, permukaan tanah langsung terguncang hebat seperti gempa bumi dahsyat.
__ADS_1
“Rasanya tidak enak!” gerutu Alex yang terus mengunyah Jantung Dewa Cthulhu.
Pegasus terdengar mengomel, tetapi Alex tidak mengerti apa yang ia katakan. Namun, ia menduga pasti Pegasus mengomel karena dirinya masih memikirkan rasa Jantung Dewa Cthulhu dalam situasi menegangkan ini.