
Pegasus mendarat di Kota Avelon yang terlihat seperti Kota dalam film-film Hollywood berlatar Kota Liverpool era revolusi industri.
Asap-asap tebal membumbung tinggi ke langit dari Pabrik pengolahan bijih besi dan penduduk Kota yang lalu lalang kebanyakan adalah para Pemuda. Mereka mengenakan helm kotor, begitu juga dengan pakaian mereka.
Alex langsung dapat menebak kalau mereka bekerja di tambang bijih besi di bukit kecil dekat Kota Avelon.
“Pulanglah lebih dulu, nanti Aku akan kembali ke Kota Perdamaian dengan terbang sendiri saja,” kata Alex pada Pegasus yang sebenarnya langsung terbang tanpa menunggu Alex selesai berbicara. “Sialan! Kuda ini sepertinya belum kapok memakan rumput gatal-gatal kemarin,” gerutunya.
“Selamat datang Pangeran Alex,” sapa Wanita cantik yang mengenakan rok kulit panjang, jaket kulit hitam selutut dan sepatu boots merah. Rambutnya dikuncir kuda dan berkacamata, yang membuatnya terlihat elegan dan memancarkan aura wanita kelas atas.
“Kamu kenal Aku?” Alex menunjuk dirinya sendiri.
Wanita itu tersenyum tipis dan berkata, “Semua orang di Benua Grandland pasti mengenal Anda ... Pangeran Alex Acherron. Perkenalkan Aku adalah Laura, kepala divisi keuangan Kekaisaran Hazel dan juga yang bertanggungjawab atas proyek Kereta Api tersebut.”
Alex tidak menyangka kepala divisi keuangan Kekaisaran Hazel sangat muda sekali. Wanita cantik itu terlihat berusia sekitar Dua Puluh Limaan tahun.
“Dia pasti berasal dari Keluarga Bangsawan terpandang,” pikir Alex.
“Ada apa Pangeran?” tanya Laura sembari memperbaiki posisi kacamatanya. “Apakah ada yang aneh dengan wajahku, kenapa ada menatapku tanpa berkedip?”
Alex langsung tersenyum malu dan memalingkan wajah ke arah lain, tetapi Laura hanya tersenyum tipis saja seperti menikmati tingkah laku Alex yang terlihat gugup di hadapannya.
“Tidak ada apa-apa, Aku hanya kagum Kamu bisa menjadi kepala divisi keuangan dan mau tinggal di tempat berdebu ini,” sahut Alex berkilah.
__ADS_1
Selain itu, Laura juga Pendekar tingkat 8, makanya Alex kagum padanya. Sangat jarang seorang Pendekar mau bekerja di bagian administrasi, karena itu sungguh merepotkan padahal dengan berburu Monster saja mereka dengan mudah mendapatkan uang banyak.
“Baiklah Pangeran, mari Kita hentikan basa-basinya. Aku akan menuntun Anda menuju Pabrik,” kata Laura segera melangkahkan kaki yang langsung disusul oleh Alex.
Pabrik pembuatan Lokomotif Kereta Api berada tidak jauh dari Pabrik pengolahan bijih besi. Di halaman Pabrik itu terdapat Rel Kereta Api yang terhubung ke dalam Pabrik.
Uran sangat senang melihat Alex. “Bos, apakah Kamu membawa makanan untuk Kami? Makanan di Kota Avelon ini hambar sekali!”
“Jangan berbohong, biaya makanmu itu dua kali lipat lebih besar dari yang lain,” sela Laura yang selalu memperhatikan dengan detail laporan keuangan dari staf Pabrik. Dia tidak segan-segan memecat karyawan yang menyelewengkan dana, sehingga ia dijuluki Wanita bertangan besi dan para karyawan akan berkeringat dingin begitu ia membaca laporan keuangan yang mereka serahkan padanya. Mereka takut salah menulis laporan dan berujung pada pemecatan.
“Aish! Nona Laura ini tak bisa diajak bercanda, kalau begini Bos Alex tidak akan membawa Kita makanan enak di kunjungannya selanjutnya,” gerutu Uran.
“Oh, begitu,” sahut Laura menatap Alex. “Ya, makanan di Kota Avelon memang menjijikkan. Jadi, tolong bawa makanan enak pada kunjungan selanjutnya, Pangeran!” Dia membungkuk sedikit wajahnya, tetapi ekspresi wajahnya tetap datar.
Para karyawan di Pabrik itu sangat senang mendengar jawaban Alex. Namun, mereka langsung berhenti tertawa setelah Laura melirik mereka dan mereka pun berpura-pura sibuk bekerja walaupun hanya mengelus-elus baut saja.
“Baiklah, mari kita berbicara tentang kendala pada Lokomotif,” kata Uran dengan ekspresi wajah serius. “Hidupkan mesinnya!”
Masinis segera menghidupkan Lokomotif yang bentuknya berbeda dengan Lokomotif Uap di Bumi.
Lokomotif ciptaan tim Uran lebih panjang dan bentuknya mesinnya lebih rumit. Pada uji coba sebelumnya, Lokomotif itu dapat melesat dengan kecepatan 600 Km/Jam atau setara dengan kecepatan Kereta Api Shinkansen yang merupakan kereta api cepat di Jepang.
Alex terkejut mendengarnya, ia tidak menyangka Uran dan timnya berhasil menciptakan Kereta Api yang sangat cepat. Padahal ia hanya berharap mereka akan menciptakan Kereta Api tiruan dari Kereta Api Uap.
__ADS_1
“Aku sudah merenung hingga larut malam setelah membaca surat yang tuan Uran kirimkan,” kata Alex berpura-pura terlihat serius seperti Laura. “Berkali-kali Aku menggunakan elemen Sihir untuk memunculkan replika Kereta Api. Akhirnya menjelang pagi Aku menyadari apa yang diperlukan untuk mengatasi agar lajunya tepat berhenti di stasiun,” katanya lagi.
Uran dan timnya sangat senang mendengarnya. Mereka sudah berkali-kali melakukan penelitian tentang masalah itu, tetapi jawaban yang mereka hasilkan hanya memperlambat kecepatan Kereta Api dari jauh. Namun, mereka merasa itu bukan solusi yang tepat.
“Apa itu Pangeran?” Guru yang ahli dalam bidang penelitian alat Sihir Akademi Kekaisaran Hazel bertanya dengan semangat.
Alex menggunakan Kekuatan Dewa Helzvog menciptakan miniatur Kereta Api yang mirip dengan Lokomotif bertenaga Kristal Sihir buatan Uran dan timnya, sehingga Kereta Api itu melaju tanpa mengeluarkan asap tebal.
“Yang Kita dibutuhkan adalah sistem pengereman,” sahut Alex sembari menunjuk ke arah roda Lokomotif. “Kita akan membuat alat yang akan memperlambat laju Roda Lokomotif. Namun, Kereta Api tetap mengurangi lajunya saat mendekati stasiun, karena melakukan pengereman saat kecepatan tinggi itu dapat mengakibatkan kecelakaan.”
Alex memperlihatkan saat Kereta Api dalam kecepatan tinggi dan tiba-tiba melakukan pengereman. Gerbong-gerbong Kereta Api saling bertubrukan dan keluar dari Rel.
“Memang itu sangat berbahaya bila melakukan pengereman secara mendadak, tetapi dengan sistem pengereman itu ... Masinis dapat berhenti tepat di stasiun dan tidak terjadi lagi Kereta Api berhenti sebelum mencapai stasiun atau malah kelewatan,” sahut Guru Akademi Kekaisaran Hazel tersebut setuju dengan saran Alex.
“Seperti apa Sistem pengereman itu?” tanya Uran penasaran setelah berpikir sejenak, ia tidak dapat membayangkan bentuk sistem pengereman yang dikatakan oleh Alex itu.
Alex menggaruk-garuk kepalanya dan tersenyum masam. “Kalian yang harus menciptakannya, Aku hanya seorang Koki; bagaimana Aku bisa menciptakan alat seperti itu,” sahutnya, “mungkin mengandalkan benda yang akan menggesek roda Lokomotif sehingga Roda itu melambat atau berhenti dengan paksa. Atau ... dengan mesin Sihir khusus.”
Uran berpikir saran Alex masuk akal juga dan patut dicoba. Dia juga berpikir semua gerbong kereta api juga harus dilengkapi sistem pengereman, agar saat Lokomotifnya berhenti; bagian gerbongnya tidak tetap melaju.
“Baiklah, mari Kita masuk ke dalam Lokomotif Bos Alex,” kata Uran dengan senyum lebar. “Anda harus merasakan bagaimana rasanya menaiki benda spektakuler yang muncul dibenakmu itu.”
“Ya, benar, Pangeran juga dapat memberikan saran mengenai interior atau apakah masih ada yang kurang pada bagian mesinnya,” sahut Laura.
__ADS_1
Alex tersenyum tipis sembari melangkahkan kaki masuk ke dalam ruang masinis di dalam Lokomotif. Dia hanya berpura-pura puas dengan mengangguk pelan seolah-olah Lokomotif itu sudah sempurna, padahal ia tidak mengerti sama sekali mengenai permesinan.