
Sosok misterius itu berhasil mengelak dari serangan tiba-tiba Bos Preman. Dia kemudian menatap Bos Preman dengan seksama dan berkata, “Dari mana kamu memperoleh elemen Sihir Kegelapan itu, apakah Mordor yang memberikannya padamu?”
Bos Preman terkejut mendengarnya, alisnya sedikit terangkat dan menatap sosok misterius itu dengan waspada. “Bagaimana kamu bisa mengetahui tentang tuan Mordor?” selidiknya, karena bila mereka memberitahu informasi tentang Mordor maka mulut mereka seperti terkunci walaupun harus disiksa. “Tunggu... suara ini? Kamu adalah Pangeran Alex!”
Tiba-tiba nyali Bos Preman itu menciut, karena Mordor telah mengatakan pada mereka untuk lari bila bertemu Alex sebab Alex memiliki kekuatan yang setara dengan Mordor.
“Ha-ha-ha... Aku tidak menyangka akan menjadi terkenal dikalangan sampah masyarakat seperti kalian.” Alex tertawa, tetapi tawanya itu membuat bulu kuduk Bos Preman berdiri.
Joy yang bersembunyi di lantai atas langsung melompat dari jendela setelah mengetahui sosok misterius yang mengacak-acak rumah bordil ternyata Pangeran Alex Acherron.
Sebelum memutuskan lari ke arah mana, Joy menembakkan kembang api ke langit dan saat kembang api itu meledak di langit, gambar hexagram langsung menghiasi langit Kota Perdamaian.
Lord Torin, para utusan berbagai Kerajaan dari seluruh Benua Grandland langsung menengadah menatap langit dan bertanya-tanya kode rahasia milik siapa yang menghiasi langit tersebut.
Tanpa Alex sadari, ratusan Preman langsung melarikan diri ke hutan setelah melihat kembang api di langit. Mereka semua adalah pengikut Dewa Cthulhu yang telah menerima Kekuatan Elemen Sihir Kegelapan.
“Maaf Bos, kesetiaanku berakhir di sini,” gumam Joy menoleh ke arah rumah bordil dan tersenyum lebar. “Sayang sekali, Aku tidak dapat menikmati gadis muda tadi,” pikirnya sembari menghilang dalam kegelapan malam.
Bos Preman masih tutup mulut dari mana ia mendapatkan Elemen Sihir Kegelapannya sehingga Alex memutuskan untuk membunuhnya saja, karena ia sudah berkonsultasi pada Nenek Eli yang mengatakan ia curiga saat Alex pergi ke Kekaisaran Hazel; Mordor telah datang ke Kota Perdamaian dan saat kejadian itulah tiba-tiba banyak penduduk yang menghilang.
Kekuatan yang sangat besar menyelimuti Golok Alex, Bos Preman yang hanya Pendekar tingkat 7 langsung berkeringat dingin dan dengan putus asa melompat ke arah Alex.
__ADS_1
“Keagungan untuk Dewa Cthulhu!” Bos Preman berteriak keras, tubuhnya diselimuti oleh kabut hitam yang langsung menggerogoti benda apapun disekitarnya menjadi butiran debu.
“Cih, Dewa Guritamu itu akan kugoreng suatu hari nanti,” cibir Alex mengayunkan Golok yang dipenuhi kobaran Api.
Bilah Pedang Bos Preman terbelah saat berbenturan dengan Golok Alex, kemudian bilah Golok itu melesat ke arah leher Bos Preman yang langsung menggelinding di permukaan lantai rumah bordil.
Para wanita penghibur menutup mata mereka dan tidak berani mengeluarkan suara teriakan karena takut bernasib sama dengan para Preman yang telah dilenyapkan oleh Pangeran Alex Acherron tersebut.
Alex menghela napas panjang saat memperhatikan mayat-mayat tanpa kepala berserakan di lantai rumah bordil. Dia kemudian berjalan menuju pintu keluar rumah bordil itu dan berkata, “Ambil lah semua harta mereka dan mulai sekarang jalani lah kehidupan baru yang lebih baik.”
Para wanita penghibur saling berpandangan dan butuh beberapa menit bagi mereka untuk mencerna maksud ucapan Alex. Setelah mengetahui kalau mereka telah dibebaskan dari perbudakan, mereka pun bersorak gembira dan mulai menjarah harta peninggalan para Preman.
Salah satu wanita penghibur naik ke lantai atas dan memberitahu para wanita penghibur yang ada di kamar-kamar itu bahwa semua Preman telah dibinasakan oleh Alex.
Pembantaian terhadap para Preman yang mengelola rumah bordil tak berhenti sampai di situ saja, Alex juga mendatangi tempat lain. Namun, ia bingung tak ada lagi Preman yang memiliki Elemen Sihir Kegelapan, padahal Nenek Eli menyebutkan hampir semua Bos Preman telah menjadi pengikut Dewa Cthulhu.
Saat menjelang pagi, Alex berhenti di atap rumah Irina yang kini menjadi rumah bata yang memiliki cerobong asap, sehingga di dalamnya tetap hangat walaupun sedang musim dingin.
Alex sangat senang, janda yang sudah dianggapnya sebagai sahabat baiknya itu kini memiliki kehidupan yang jauh lebih baik. Hannah bercerita, kalau Irina telah merekrut para ibu-ibu tetangganya bekerja sebagai penjahit sehingga tetangga disekitarnya juga ikut sejahtera, tidak seperti penduduk di wilayah timur lainnya.
Pintu rumah tiba-tiba terbuka, Irina keluar dengan obor dan menatap ke arah atap rumahnya dengan kening mengkerut.
__ADS_1
“Aku merasa ada seseorang yang berjalan di atas atap,” gumamnya sembari membayangkan sosok itu adalah Alex.
Sesaat kemudian ia menyadari tindakannya keluar tanpa berpikir panjang itu adalah tindakan yang sangat ceroboh, karena bisa saja itu adalah Preman yang sedang mengintai mangsa wanita untuk dijadikan sebagai wanita penghibur.
Irina melempar obornya yang langsung padam oleh tumpukan salju dan Irina menutup pintu dengan hentakan keras yang membuat Jessica dan Rosa terbangun.
“Ada apa Irina? Kenapa kamu keluar malam-malam begini, apakah kamu tidak takut para Preman menculikmu?” tegur Rossa khawatir Irina bernasib sama dengan dirinya saat di masa lalu.
Irina tersenyum masam dan berkilah kalau dirinya bermimpi buruk, saat ia membuka matanya; dirinya telah berakhir diluar rumah.
Irina tentu tidak menceritakan bahwa ia mengira Alex mengunjunginya malam-malam begini dan ia akhirnya menyadari itu mustahil terwujud, karena Alex sudah berkumpul kembali dengan istrinya yang sangat cantik.
Irina menghela napas dalam-dalam dan segera menepis bayangan wajah Alex dari benaknya. Dia tidak ingin menjadi sosok kedua yang merusak rumah tangga Alex dan ia merasa memiliki Jessica saja sudah membuatnya bahagia.
Alex yang bersembunyi di atap rumah tetangga Irina langsung tersenyum dengan tingkah lucu Irina. Saat Irina menutup pintu rumahnya, Alex hendak pergi. Namun, tiba-tiba ia melihat Dimitrov juga bersembunyi di atap rumahnya dan menatap dengan khawatir ke arah rumah Irina.
“Hmm, ternyata dia diam-diam selalu memantau Irina,” pikir Alex sembari menghela napas panjang, karena cinta Pemburu Monster itu bertepuk sebelah tangan, sebab Irina selalu menolak lamarannya dengan alasan Irina hanya ingin hidup bahagia bersama Jessica saja.
Dimitrov tiba-tiba menoleh ke arah sebelah kanannya, tetapi ia tidak melihat siapapun di sana kecuali bekas kaki. “Apa ada Preman yang mengincar Irina atau mereka datang untuk membawa bibi Rosa?” gumamnya khawatir Irina sedang diintai bandit dan memutuskan tetap berada di atap rumahnya hingga matahari terbit.
Sementara itu, Alex sedang berjalan diatas permukaan sungai Elbrus yang membeku. Dia tidak melewati jembatan Elbrus karena ada Petugas Keamanan yang memblokir akses itu akibat pembantaian massal terhadap para Preman.
__ADS_1
Petugas Keamanan sepertinya khawatir sosok misterius itu akan menyeberang ke wilayah barat Kota Perdamaian walaupun Alex yakin Lord Torin sudah tahu siapa pelakunya, dan dia melakukan itu agar terlihat tanggap saja sehingga penduduk tidak mengeluh.