
Floyd yang panik langsung mengibaskan sayap naganya yang berubah menjadi Tentakel-Tentakel menggeliat serta memanjang dan melesat ke arah Alex.
Elemen Sihir Kegelapan juga membalut seluruh tubuh Floyd, sehingga Kegelapan dan Cahaya seolah-olah bertubrukan ditengah-tengah Alex dan Floyd.
Alex merangsek masuk ke dalam Tentakel-Tentakel yang diselimuti oleh Elemen Sihir Kegelapan itu seperti masuk kedalam lubang jaring hitam.
Boooooommmmmm!
Celah-celah sinar terang keluar dari sela-sela Tentakel-Tentakel Sayap Naga Floyd, sinar terang itu semakin membesar hingga akhirnya Tentakel-Tentakel Sayap Naga Floyd hancur berkeping-keping.
Sosok Alex melayang di udara menatap tubuh Naga Floyd jatuh dengan keras menghantam Hutan Monster, karena ia tidak memiliki sayap lagi.
Alex menyeka darah yang membasahi armor atau helm Perak-nya. “Hmm, kalau Aku sedang tidak tergesa-gesa, Tentakel-Tentakel itu sepertinya cukup enak bila digoreng pakai tepung atau dipanggang dan ditambahkan sedikit saus tiram,” gumamnya.
Sebagai Koki, Alex sangat menyayangkan bila bahan makanan disia-siakan. Apalagi Tentakel-Tentakel Sayap Naga Floyd itu mungkin cukup untuk makan siang satu Kampung.
Namun, kening Alex langsung mengkerut saat melihat Sayap Naga Floyd mulai beregenerasi kembali dengan cepat.
Setelah sayapnya pilih kembali, Floyd langsung memilih kabur karena merasa tidak dapat mengalahkan Alex hanya mengandalkan Kekuatan Tentakel dan Pemulihan instan.
Dia harus segera menuju Kekaisaran Hazel agar seluruh bagian tubuh Dewa Cthulhu menyatu kembali. Kalau Dewa Cthulhu telah bangkit kembali, maka Alex hanyalah bak anak kecil yang berlagak hebat di hadapan Dewa yang tak dapat dibunuh atau memiliki Kekuatan tak terhitung jumlahnya.
Melihat Floyd berbalik badan dan hendak mengepakkan sayapnya untuk segera terbang, Alex langsung mengayunkan Pedang Meteor.
__ADS_1
Dentuman Petir memekakkan telinga terdengar saat Alex mengepakkan sayap Putih dipunggungnya dan dalam sekejap muncul di belakang Floyd.
Floyd panik dan hendak mengepakkan sayapnya yang telah berubah wujud menjadi Tentakel-Tentakel Sayap Naga. Namun, bilah Pedang Meteor yang diselimuti oleh sengatan-sengatan Petir menebas dadanya.
Floyd menjerit kesakitan sembari menatap dadanya yang terluka menganga lebar, kemudian tangan Alex masuk ke dalam luka menganga itu dan menarik paksa Tentakel atau bagian tubuh Dewa Cthulhu yang asli.
“Tidakkkkkkkkkk!”
Floyd meraung marah, Tentakel-Tentakel Sayap Naga yang diselimuti Elemen Sihir Kegelapan melesat ke arah Alex. Namun, Cahaya menyilaukan menyelimuti tubuh Alex dan Pedang Meteor sekali lagi melesat ke tubuhnya.
Dari bilah Pedang Meteor itu melesat cahaya menyilaukan berbentuk Bulan Sabit yang langsung menghancurkan Floyd menjadi butiran debu.
Setelah bagian tubuh Dewa Cthulhu dipaksa keluar dari dada Floyd. Dia sebenarnya hanyalah Pendekar tingkat 10 biasa saja, makanya Kekuatan Elemen Sihir Kegelapannya tidak dapat melawan Elemen Sihir Kehidupan Alex yang diwariskan oleh Dewi Luna.
“Hah? Kau masih ingin kabur dariku?” Alex mencibir Tentakel Dewa Cthulhu yang menggeliat-geliat di tangannya dan berusaha kabur serta mencoba memasuki tubuh Alex untuk mengambil alihnya. Namun, Zirah Perak yang dikenakan oleh Alex adalah Elemen Sihir Besi Dewa Gul'dan, sehingga Tentakel Dewa Cthulhu itu tidak dapat menerobosnya atau merusaknya. “Cih, bermimpi lah untuk bergabung kembali dengan tubuh utamamu,” ejeknya menyeringai jahat.
Kalau dilepaskan maka Tentakel ini akan bergabung dengan tubuh utamanya, sehingga sia-sia saja ia bertarung keras melawan Floyd kalau ujung-ujungnya Tentakel ini menyatu dengan tubuh utamanya.
“Ah, tiba-tiba Aku merasa lapar setelah bertarung dan sudah beberapa hari Aku tak makan,” gumamnya, karena ia tidak dapat berleha-leha dan berkeliling Benua Grandland untuk mengambil Kekuatan para Dewa yang disimpan di Kuil-Kuil setiap Ras.
Alex menusukkan Tentakel Dewa Cthulhu pada Pedang Meteor dan mengalirkan Elemen Sihir Api membakarnya.
“Kurang ajar Kau Manusia!” Suara Dewa Cthulhu tiba-tiba terdengar mengutuk Alex. Namun, Alex malah menyeringai nakal sehingga Dewa Cthulhu menjadi semakin marah.
__ADS_1
Tentakel Dewa Cthulhu itu menggeliat-geliat di atas bara api dan tidak kunjung mati sehingga Alex menjadi kesal.
Dia kemudian memeriksa Tas kecilnya dan mengambil garam, Saus Tomat, bawang merah dan jerut nipis.
“Tidak perlu menangis! Masa Dewa menangis? Kayak bocah saja!” Alex tertawa terbahak-bahak mendengar jeritan Dewa Cthulhu saat Alex melumuri Tentakel Dewa Cthulhu dengan perasan air jeruk nipis.
Karena tidak kunjung matang dan Tentakel itu terus pulih setelah dipanggang di atas bara api, Alex memutuskan memakannya mentah-mentah hanya bermodalkan bumbu sederhana saja.
Dia mulai mengunyah Tentakel Dewa Cthulhu sembari mengalirkan Elemen Sihir Kehidupan ke mulutnya untuk mencegah Dewa Cthulhu mengambil alih tubuhnya.
Dia juga mengunyahnya hingga benar-benar meletup-letup di mulutnya dan menelannya setelah hancur seperti bubur.
“Hmm, enak juga ternyata daging Dewa ha-ha-ha.” Alex tertawa bahagia karena tidak ada yang terjadi pada tubuhnya setelah gigitan pertama tertelan masuk ke dalam perutnya.
Tentakel Dewa Cthulhu yang tersisa di bilah Pedang Meteor menggeliat semakin kencang, ketakutan Alex akan melahap seluruh Tentakel tersebut.
Sudut bibir Alex memancarkan seringai nakal dan kembali mengigit Tentakel Dewa Cthulhu, jeritan kesakitan kembali menggema di Hutan Monster Kerajaan Naga itu.
Sambil mengunyah Tentakel Dewa Cthulhu, Alex bekata dengan nada mengejek. “Apakah Aku kini akan dijuluki ‘God slayer from Sarah's Restaurant’?”
“Alexxxxxxxxxx!” Dewa Cthulhu meraung marah. “Aku akan membalaskan penghinaan ini jauh lebih kejam dan seluruh Keluargamu akan kumakan hidup-hidup!”
Raut wajah Alex menjadi masam mendengar ancaman Dewa Cthulhu itu. Tanpa membalas perkataannya, ia melahap habis semua Tentakel Dewa Cthulhu itu.
__ADS_1
Alex yakin ancaman Dewa Cthulhu bukanlah gertakan saja, Dia yakin Dewa Cthulhu pasti akan melakukannya dan bayangan wajah Sarahlah yang terlintas di benaknya.
“Putriku sudah tak aman lagi di Kota Perdamaian, Aku harus menyuruh Helena mengevakuasinya ke tempat aman,” gumam Alex sembari melanjutkan perjalanan menuju Kerajaan Iblis untuk mengambil Kekuatan Dewa yang terakhir.