Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Kedatangan Penyihir Dari Benua Vlorien


__ADS_3

Anak-anak Ras Iblis langsung berkerumun di sekitar Kapal terbang Sihir—yang membuat para Penyihir yang berasal dari selatan Benua Vlorien tersebut keheranan, kenapa mereka tidak takut dengan sosok asing dan Iblis-Iblis Dewasa juga terlihat santai saja.


Zelma yang pertama turun dari Kapal terbang Sihir. Dia langsung tersenyum cerah pada anak-anak Ras Iblis.


“Kapal kalian canggih sekali, apakah itu yang dinamakan dengan Kereta Api?” tanya Hades penasaran.


Berita tentang Kereta Api yang diciptakan oleh Kekaisaran Hazel telah menjadi buah bibir di seluruh Benua Grandland, banyak anak-anak yang ingin menaiki kendaraan yang kabarnya jauh lebih cepat dari kereta kuda tersebut.


“Kereta Api?” Zelma keheranan, karena nama itu terdengar asing dan ia menduga-duga itu mungkin mirip dengan Kapal terbang Sihir mereka.


“Iya, tapi kereta api katanya seperti ular yang melesat cepat, bukan seperti Kapal laut yang bisa terbang,” sahut Hades.


“Ada yang dapat kubantu, nona muda?” tanya Iblis Pria tua sembari tersenyum hangat.


Ulrich diam-diam merapal mantera Sihir mengantisipasi serangan tak terduga dari Iblis tua yang terlihat menyeramkan di matanya itu, walaupun Iblis tua itu tidak menunjukkan sikap bermusuhan.


“Kami berasal dari ibukota dan tersesat di lautan cukup lama,” sahut Zelma tersenyum hangat juga. “Oh, ya, apakah Kakek mengetahui di mana Kami dapat menemui sosok misterius yang mengalahkan Dewa?”


Zelma hanya mendapatkan informasi dari Penyihir Agung kalau ada sosok kuat di sebuah Benua yang mengalahkan Dewa. Namun, mereka tidak diberikan informasi seperti apa sosok kuat itu, makanya ia berpura-pura mengatakan tersesat di lautan agar Iblis tua itu tidak curiga pada mereka atau dianggap sebagai musuh karena berasal dari wilayah asing.


“Oh, kalian tersesat di lautan?” Pria tua Iblis itu keheranan, karena Perisai yang melindungi Benua Grandland hancur enam bulan yang lalu dan itu terjadi setelah Dewa Cthulhu dihancurkan oleh Dewa misterius.

__ADS_1


Namun, karena mereka adalah Manusia, ia merasa mereka bukanlah musuh yang akan menyerang Pulau—walaupun Pulau tempat Hades berasal dihancurkan oleh Pendekar Manusia, tetapi saat itu para Manusia itu langsung menyerang bukan beramah tamah seperti saat ini.


“Sebenarnya yang mengalahkan Dewa Cthulhu adalah Dewa misterius, tetapi setelah Dewa Cthulhu kalah ... Dewa itu pun menghilang entah pergi ke mana,” kata Kakek Hades sembari menengadah menatap langit dan menghela napas panjang, karena teringat banyak Pendekar Iblis dari pulaunya yang tewas dalam perang tersebut.


Zelma dan Kru Kapal terbang Sihir lainnya tampak kecewa mendengarnya, karena waktu mereka sangat sedikit dan mereka harus menemukan sosok kuat itu sebelum armada kapal terbang Sihir Kekaisaran Suci Kuil Matahari datang ke Benua ini.


Mereka harus memperingatkan sosok kuat itu bahwa kemungkinan besar armada kapal terbang Sihir Kekaisaran Suci Kuil Matahari akan menyerang Benua ini bila penduduknya tidak mau menyembah Dewa Matahari, sedangkan Ras Iblis ini mungkin akan dimusnahkan.


“Bukankah Kakek mengatakan kalau Dewa itu adalah Pangeran Alex?” sela Hades yang membuat Iblis tua itu mengerutkan keningnya dan mengedipkan mata agar Hades tidak membocorkan perkataannya yang sebenarnya hanya tebakannya saja itu.


“Benarkah?” Zelma tersenyum bahagia. “Di mana ia tinggal?” tanyanya lagi.


“Eh, Kakak cantik tidak mengetahuinya? Padahal Aku mengira semua orang tahu Pangeran Alex tinggal di Kota Perdamaian—” Sebelum Hades menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba Iblis tua menutup mulutnya.


Pak tua Iblis itu kini merasa tidak nyaman dengan kehadiran para Manusia itu, apalagi mereka tidak tahu di mana Pangeran Alex Acherron tinggal. Dia takut mereka mungkin seperti Organisasi Hercules yang akan membunuh Ras selain Manusia.


“Baiklah, Kami akan pergi ... maaf telah menggangu waktu istirahat Anda,” sahut Ulrich menyadari Iblis tua dihadapannya tidak nyaman dengan kehadiran mereka setelah bertanya mengenai sosok kuat yang dapat mengalahkan Dewa tersebut.


“Sampai jumpa anak-anak!” Zelma melambaikan tangan pada Hades dan anak-anak Iblis yang tingginya hampir sama dengannya tersebut, karena badannya sebesar remaja Dua Belas tahun walaupun usianya sudah Dua Puluh Tujuh Tahun.


Hades dan yang lainnya melambaikan tangan pada Zelma. Bahkan mereka merasa terlalu cepat berpisah darinya, padahal ia adalah Kakak wanita yang sangat baik.

__ADS_1


Setelah Kapal Terbang Sihir terbang menjauh dari Pulau, Pak tua Iblis menghela napas lega. Namun, ia merasa bingung, kenapa mereka sangat ingin bertemu dengan Dewa misterius itu. Apakah ada Perang lagi yang melanda Benua Grandland? Hal itu membuatnya cemas, karena Pulau yang ia huni adalah Pulau terluar yang berpenghuni. Bila terjadi serangan dari lautan seperti yang dilakukan oleh Monster Hiu raksasa, maka Pulau mereka lah yang pertama terkena dampaknya.


“Apa Aku pindah ke Kota Perdamaian saja?” gumamnya.


“Ada apa Kakek?” Hades menarik tangan Pak tua Iblis, bingung melihat Kakeknya itu tampak mengkhawatirkan sesuatu.


“Hmm, apa Kamu mau tinggal di Kota Perdamaian?” sahut Pak tua Iblis itu.


“Kota Perdamaian?” Hades langsung tersenyum lebar dan langsung mengangguk setuju, karena bila mereka tinggal di sana maka ia akan sering bertemu dengan Sarah, Putri dari Pangeran Alex Acherron.


“Baiklah, ayo kemasi pakaianmu, kita akan menumpang Kapal menuju pantai Kekaisaran Hazel dan melanjutkan perjalanan menuju Kota Perdamaian dengan Kereta Api,” kata Pria tua itu dengan senyum tipis. Sementara itu, Hades langsung tersenyum bahagia karena akan naik kereta api.


...***...


“Apakah yang dikatakan oleh Iblis tua itu benar? Dia tidak sedang menggiring Kita kedalam perangkap, kan?” Ulrich bertanya pada Zelma setelah Kapal Terbang Sihir mereka terbang jauh dari Pulau yang dihuni para Iblis itu.


“Dia tidak berbohong,” sahut Zelma, “justru ia sengaja menyuruh kita untuk bertemu dengan Pangeran bernama Alex itu. Dia sengaja melakukannya, karena bila tujuan Kita tidak baik maka Pangeran Alex itu akan melawan Kita. Sepertinya semua orang di Benua ini sangat menghormati Pangeran Alex tersebut.”


“Kalau Pangeran Alex itu memang Dewa misterius itu, maka wajar saja semua orang menghormatinya. Apalagi sepertinya ia juga figur yang baik, bahkan anak-anak Iblis itu mengidolakannya,” kata Ulrich.


“Kalau begitu Kita akan menghindari terbang dari Pulau-Pulau besar agar tidak melakukan kontak dengan penduduk yang menghuni Pulau-Pulau itu. Mungkin saja di Pulau-Pulau itu ada entitas kuat dan mereka tidak menyukai kehadiran kita, dengan jumlah Kita yang sedikit ini lebih baik Kita tidak berkonflik dengan mereka,” kata Zelma menggunakan alat Sihir dan menemukan beberapa Pulau besar tak jauh dari mereka.

__ADS_1


Ulrich setuju dengan saran Zelma dan memutuskan berlayar di permukaan laut saja agar tidak menarik perhatian. Lagi pula, Pulau-Pulau di sekitar mereka berpenghuni, maka di lautan ini tidak ada Monster Ikan berukuran raksasa seperti di Samudera tak berujung yang mereka lintasi selama berbulan-bulan.


__ADS_2