
Ujung selatan Benua Grandland yang tertutup salju tebal tersebut, Ribuan Monster Serigala Putih berlari dengan kecepatan tinggi menuju Utara dan ratusan Kilometer dibelakang gerombolan Serigala Putih itu, hamparan mayat-mayat hidup berjalan mengikuti mereka.
Naga sebesar gunung juga terbang diatas mayat-mayat hidup itu dan Naga itu memiliki Sayap yang membentang Puluhan Kilometer.
”Naga bodoh ini sangat cocok mengenakan sayap Yang Agung Dewa Cthulhu,” kata Mordor tersenyum lebar duduk diatas punggung Naga yang telah ia taklukkan tersebut dan memasukkan dengan paksa bagian sayap Dewa Cthulhu pada Naga itu.
”Sekarang Kamu tidak perlu lagi bersembunyi menghindari Pendekar, dengan mayat-mayat hidup ini seluruh Benua Grandland akan berada dalam genggamanmu!” Suara Dewa Cthulhu menggema di benak Mordor.
”Itu semua berkat bimbingan Yang Agung Dewa Cthulhu,” sahut Mordor dengan suara rendah dan menunjukkan sikap hormat pada-Nya.
”Ha-ha-ha... Kamu memang mahkluk kecil yang pandai menjilat.” Dewa Cthulhu tertawa. ”Selanjutnya hancurkan Segel yang berada di Hutan Monster Kekaisaran Hazel, di sana ada Tiga Hutan Monster dan dua diantaranya adalah tempat Kedua Kakiku di segel.”
“Baik Yang Agung Dewa Cthulhu,” sahut Mordor.
Naga yang ditaklukkan oleh Mordor menitikkan air mata. Beberapa kenangan lama muncul kembali di benaknya, bayangan gadis Manusia yang menggendong bayi tersenyum hangat padanya.
Gadis Manusia itu mengatakan akan memberi nama putri mereka, “Eva” sehingga Naga itu merindukan istri dan Putri yang sudah lama ia tidak temui itu. Entah bagaimana nasib mereka saat ini di Kota Perdamaian.
Namun, tiba-tiba kekuatan aneh masuk ke dalam pikirannya dan semua ingatannya tiba-tiba memudar serta bola matanya berubah menjadi warna merah darah.
”Jadilah boneka yang patuh, buat apa Kamu masih melawan?” cibir Mordor tidak menyangka Naga ini masih memiliki sedikit kesadaran walaupun telah ditaklukkan oleh Sihirnya.
...***...
Alex kembali ke Restoran Sarah dengan ekspresi wajah lesu karena hasil pertemuan itu tidak sesuai dengan ekspektasinya.
Namun, ia juga senang karena semua utusan sangat puas dengan hidangan yang disajikan oleh Lord Michael, bahkan mereka bertanya dari Restoran mana ia memesannya.
Lord Michael tidak menyebut kalau Alex yang membuatnya, ia hanya menyebut makanan itu dibuat oleh Restoran Sarah.
__ADS_1
”Kalau saja ada makanan yang memiliki efek menghilangkan kebencian dalam hati mereka,” gumam Alex menghela napas panjang.
”Kita sudah sampai Bos Alex,” kata Rambo dari kursi Kusir.
Alex membayar ongkosnya. ”Terimakasih Paman Rambo,” sahutnya.
”Jangan murung begitu, tetap semangat apapun yang terjadi!” Rambo menyemangati Alex sembari mengepal tangannya.
Alex tertawa dan melambaikan tangan pada Rambo, kemudian ia masuk ke dalam Restoran. Hatinya langsung terasa tenang saat melihat senyuman Sarah yang sedang berbicara dengan pelanggan.
”Ayahhhhhhhh!”
Sarah melompat dari kursi kasir dan berlari ke pintu Restoran, kemudian melompat ke dalam pelukan Alex.
”Bagaimana proses belajarmu di Sekolah, apakah Kamu mengalami kesulitan?” tanya Alex sembari mencium pipinya.
Sarah dengan bangga menjawab, ”Aku mendapatkan nilai sempurna lagi dan Bu Isabella mengatakan Aku jenius yang hanya muncul sekali dalam seribu tahun.”
”Tentu saja, saat kamu seusia Sarah, kata Ibu kamu hanyalah bocah gemuk yang tahunya makan tidur saja!” cibir Catherine.
”Apaaaa? Kata Ayah, saat kecil ia sangat pintar juga dan sudah mengalahkan musuh dengan Pedangnya,” sahut Sarah.
Alex menggosok hidungnya dan mengedipkan mata pada Catherine agar tidak membocorkan rahasia masa kecilnya. Namun, Catherine malah berpura-pura menatap ke arah lain.
Helena pun datang seperti malaikat bersayap putih yang langsung menjadi penyelamat Alex. ”Tentu Ayahmu juga sangat hebat, kalau tidak... Bagaimana mungkin Kamu bisa menjadi pintar dan hebat.”
Sarah menganggukkan kepala dan setuju dengan pendapat ibunya itu, karena Pohon yang bagus akan menghasilkan buah yang baik juga.
Karena Helena ikut membela Alex, Catherine tidak mencibir saudara laki-lakinya itu lagi. Dia membantu Viola memindahkan piring kotor ke dapur, sementara Alex bergabung dengan Hannah memasak makanan untuk para pelanggan di dapur.
__ADS_1
Namun, Alex keheranan melihat seorang Naga tua yang selalu menoleh ke arah dapur sejak tadi padahal ia sudah menghabiskan Ayam Betutunya.
Alex curiga mungkinkah dia Ayah Eva atau Kakeknya.
”Eva... apakah Kamu mengenal Naga tua itu?” bisik Alex.
Eva menggelengkan kepala dan berkata, ”Aku juga heran, kenapa ia terus duduk di sana dan sesekali menoleh ke dapur!”
Alex menjadi bingung, apa tujuan Naga tua itu sebenarnya, apakah Dia ingin membawa Eva ke Kerajaan Naga? Namun, itu sepertinya tak mungkin karena Kekuatan Eva hanya Pendekar tingkat 3 saja. Akhirnya Alex memilih mengabaikan Naga tua itu, karena auranya tidak memancarkan permusuhan—yang berarti ia tidak memiliki niat jahat pada Eva.
...***...
Jam dinding sudah menunjukkan pukul Sembilan malam, yang berarti Restoran Sarah akan tutup. Alex berjalan keluar dari dapur menjinjing dua plastik.
”Hannah... Viola... katakan kirim salamku pada Keluarga kalian! Bawalah Ayam Betutu ini dari pada tak ada yang memakan,” kata Alex dengan senyum tipis.
Hannah dan Viola terkejut mendengarnya, hanya Helena yang tahu kalau Alex sebenarnya sudah menyimpan Kedua Ayam Betutu itu sejak tadi pagi untuk mereka.
”Ta-tapi Bos, harganya sangat mahal!” sahut Hannan ragu-ragu menerima kantong plastik berisi Ayam Betutu itu. ”Gaji kami tidak dipotong, kan?” selidiknya lagi.
“Tidak apa-apa Kak Hannah, Aku akan membayarnya,” kata Sarah segera mengeluarkan Koin Emas dari sakunya.
”Hei, kalian seperti tidak tahu siapa Aku saja,” sahut Alex menolak Koin Emas Sarah. ”Bosmu ini adalah Pria baik-baik, saking baiknya Bosmu ini sampai menggratiskan Nasi dan Teh hangat untuk tamu Lord Michael” Alex berkata dengan bangga.
”Cih, kalau dihitung ulang, Kamu masih untung besar walaupun Nasi dan Teh hangat itu dihitung biayanya.”
”Eh, suara yang tidak familiar ini?” Alex langsung menoleh ke arah sumber suara itu dan terkejut, ternyata Naga tua itu masih duduk di sana dan belum pergi padahal Restoran sudah tutup. ”Hei, tua bangka... kenapa Kamu masih di sana, apakah kamu tidak tahu arah jalan pulang? Atau Kamu tidak punya uang untuk membayar Ayam Betutu yang Kamu makan?” Alex bertanya dengan nada kesal.
Naga tua itu menampar meja dengan keras dan berkata dengan sinis, ”Hei, anak muda sialan! Siapa yang Kamu tuduh miskin! Aku adalah Naga, sekali lagi N.a.g.a... Apa Kamu tahu apa artinya itu, Ras Naga adalah Ras paling mulia dan terkuat di Benua Grandland.”
__ADS_1
Alex mengerutkan keningnya mendengar perkataan sombong Naga tua itu, apakah dia tidak tahu dengan siapa dia berbicara? Sosok dihadapannya ini adalah Pendekar tingkat 10 yang Kedua yang mencapai Pendekar tingkat 11, yang berarti status Naga menjadi Ras terkuat telah menjadi catatan sejarah dan tidak berlaku lagi.