
Beasthuman yang berjaga tidak jauh dari Thorum tidak mencegat Logan dan Alex karena Thorum memberi kode bahwa yang memasuki Kota Ravaryn itu adalah anggota Suku Harimau.
“Apa tuan Logan tidak khawatir rumahmu telah dihancurkan oleh serangan Organisasi Hercules itu?” tanya Alex penasaran karena ekspresi wajah Logan terlihat santai begitu memasuki Kota Ravaryn.
“Rumahku pasti baik-baik saja, karena Aku tinggal di bagian tengah Kota,” sahut Logan karena bagian Kota yang hancur hanya pinggirannya saja. “Bangunan yang tinggi dan memiliki halaman yang luas itu adalah Kuil Dewa Beasthuman. Biasanya bila terjadi perang atau bencana alam, maka penduduk Kota Ravaryn dan sekitarnya akan mengungsi ke sana,” katanya lagi.
Logan membawa Alex berjalan melalui jalan cacing, karena bila ia melewati jalan utama yang cukup lebar maka mereka akan menarik perhatian para Beasthuman, sebab Logan menarik Monster Beruang Coklat berukuran besar.
Saat melewati gang-gang kecil itu, mereka tidak bertemu dengan orang lain karena kemungkinan penduduk Kota Ravaryn telah mengungsi ke Kuil atau memilih berkurung di dalam rumah, mengingat Organisasi Hercules tidak akan memilih-milih lawan yang akan mereka musnahkan, bahkan anak kecil pun tak luput dari serangan mereka.
Setelah berjalan selama Lima Belas Menit, Logan berhenti di depan rumah yang memiliki pagar kayu yang sudah lapuk. Dia langsung mendorong pintu masuk tidak pernah dikunci.
“Essie! Apa Kau di dalam?” Logan memanggil istrinya. Celah dari ruang kamar tidur memancarkan cahaya, yang berarti ada seseorang di dalam rumah itu.
Jendela kamar berbuka sedikit dan tampak istri Logan, Essie sedang mengintip siapa yang memanggilnya itu atau memastikan apakah yang memanggilnya adalah Logan, karena bisa musuh menyamar dengan meniru suara suaminya itu.
Logan tersenyum lebar sembari melambaikan tangan.
Suara Essie terdengar membangunkan kedua anaknya dan terdengar suara anak-anak yang tertawa bahagia berlomba lari ke pintu.
Yang pertama muncul di depan pintu adalah Beasthuman Harimau berusia Empat Tahun. Matanya besar dan bulat, ekornya bergoyang-goyang menandakan ia sedang bahagia sehingga ia terlihat sangat menggemaskan. Namun, orang yang pertama ia lihat adalah Alex, sesaat ia terlihat kebingungan sebelum tersenyum manis.
Alex merentangkan kedua tangannya hendak memeluk Beasthuman Harimau mungil itu, tetapi Logan yang terlihat kesal memeluk Putrinya lebih dulu.
__ADS_1
“Siapa Paman ini, Ayah?” tanya Putra Logan yang berusia Tujuh tahun tampak penasaran dengan Alex, karena penampilan Alex terlihat seperti Organisasi Hercules yang telah me.ne.ror Kota Ravaryn.
“Apakah Anda Pangeran Alex Acherron? Silahkan masuk Pangeran!” Essie menundukkan wajahnya untuk menunjukkan rasa hormat.
Alex tersenyum hangat dan melambaikan tangan. “Tidak perlu bersikap formal Nyonya, sekarang Aku bukan lagi Pangeran dari Hazel. Aku hanyalah seorang Koki dari Kota Perdamaian,” sahutnya, “dan ... panggil saja Aku Alex seperti yang dilakukan oleh tuan Logan.”
Essie hanya tersenyum saja, ia merasa canggung berkomunikasi dengan Pendekar terkuat di Benua Grandland tersebut. Apalagi ia hanya Beasthuman biasa dan tidak mengerti bagaimana cara berkomunikasi kalangan bangsawan.
“Tolong bantu tuan Alex memasak Monster Beruang Coklat itu. Wajan berukuran besar kita itu masih tersimpan di gudang, kan?” Logan bertanya pada istrinya setelah mencium pipi mungil Putrinya.
“Kalian duduk lah dulu, Aku akan membuatkan teh hangat dan mengambil Wajan itu ke gudang,” kata Essie segera menuju dapur.
“Siapa namamu gadis cantik?” Alex bertanya dengan lembut pada Putri Logan yang menatapnya dengan tatapan mata berbinar-binar.
“Eris!” sahutnya sembari tersenyum lebar.
“Aku Graham, Paman Alex!” sahut Putra tertua Logan dengan semangat. “Apakah benar Paman Alex adalah Pendekar terkuat di Benua Grandland?” tanyanya lagi sembari duduk di sebelah Alex.
Eris juga segera duduk di sebelah Graham untuk mendengarkan jawaban Alex.
Alex mulai bercerita tentang kisah petualangannya yang hampir seluruhnya adalah kisah fiksi. Awalnya Logan juga bersemangat mendengar kisah petualangan Alex, tetapi semakin lama ia mendengarkan cerita itu, ia merasa semua yang dikatakan Alex terdengar hanya bualan saja.
Namun, bagi Graham dan Eris, kisah petualangan Alex sangat fantastis sekali. Bahkan Graham telah berangan-angan menjadi Pendekar tingkat tinggi saat ia Dewasa nanti dan terbang dengan Monster sebesar gunung, kemudian pergi ke lautan tak berujung untuk mengalahkan Monster Paus sebesar Kerajaan Beasthuman.
__ADS_1
“Silahkan dinikmati tehnya, tuan Alex!” seru Essie meletakkan gelas berisi teh hangat di atas meja. “Oh, ya, biarkan Aku saja yang akan memasak Monster Beruang Coklat itu dan sisanya akan diawetkan di mesin pendingin.” Dia berencana membuat Sup.
“Tidak perlu Essie ... Tuan Alex akan memasak Saksang Daging Monster Beruang Coklat,” sela Logan seakan-akan ia mengetahui seperti apa itu hidangan Saksang.
“Saksang?” Essie penasaran mendengar nama hidangan itu. “Kalau begitu Aku akan membantu tuan Alex menyiapkan bumbu-bumbunya,” katanya lagi.
Setelah menghabiskan Teh hangat mereka, Alex dan Logan menuju pekarangan belakang rumah. Kemudian Logan menguliti Kulit Monster Beruang Coklat. Kulitnya itu nanti akan diolah menjadi pakaian yang cocok digunakan saat musim dingin.
Alex dan Logan memotong-motong daging Monster Beruang Coklat dengan potongan seperti kotak kecil. Sementara itu, Essie menyiapkan bumbu-bumbunya setelah mendengar penjelasan dari Alex.
Bumbu yang paling penting dari memasak Saksang adalah bumbu Andaliman atau disebut juga sebagai Merica Batak.
Saksang biasanya menggunakan daging Babi, Anjing dan Kerbau. Namun, bagi yang ingin versi halal biasanya memasak Saksang Na So Margota atau tidak menggunakan darah dan biasanya menggunakan daging Kerbau atau Sapi. Sementara itu, Alex akan memasak Saksang yang menggunakan darah Monster Beruang Coklat.
Karena Monster Beruang Coklat cukup besar, mereka hanya mengambil daging bagian dadanya saja. Itu sudah cukup untuk memasak satu Wajan besar, sisanya akan disimpan oleh Logan.
Essie memperhatikan Alex yang sedang menumis bumbu hingga dagingnya di masukkan ke dalam wajan serta setelah dagingnya empuk, Alex memasukkan darah Monster Beruang Coklat. Setelah Lima belas menit, barulah Alex mengatakan Saksang Monster Beruang Coklat telah siap disajikan.
Eris dan Graham sangat senang akhirnya mereka akan makan daging. Keduanya sangat menyukai Saksang Monster Beruang Coklat itu, begitu juga dengan Logan dan Essie.
“Graham ... temani adikmu tidur, Ayah dan Ibu akan mengantar sisa daging di wajan ke Kuil,” kata Logan akan memberikan Saksang Monster Beruang Coklat pada Beasthuman Harimau yang mengungsi di sana, karena mereka memasak satu wajah besar yang kalau di Bumi itu porsi untuk makanan pesta pernikahan.
“Ya, tenang saja, Ayah! Kan ada Paman Alex di sini,” sahut Graham yang masih ingin mendengar kisah petualangan Alex.
__ADS_1
“Ya, Aku ingin mendengar kisah Sarah!” kata Eris yang membuat Graham mengerutkan keningnya, karena ia hanya ingin mendengar kisah Petualangan Alex—bukan bocah setengah Elf yang menurutnya Kekuatannya hanya dilebih-lebihkan oleh Alex, mana mungkin bocah yang setahun lebih tua dari Eris telah menjadi Pendekar tingkat 9.
“Baiklah, pada suatu hari ....” Alex dengan senang hati menceritakan kisah pertemanan Sarah dengan Jessica yang dibumbui dengan kisah petualangan fiksi melawan para Preman di wilayah timur.