Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Pesanan Fantastis Kastil Pemimpin Kota


__ADS_3

Alex masuk ke dalam Restoran Sarah lewat balkon lantai atas. Saat ia masuk ke dalam kamar, tatapannya tertuju pada kursi cinta yang ia beli dari Uran.


Alex sangat menyesal tidak menggunakan kursi cinta itu tadi malam, karena Sarah tak kunjung tidur dan asyik mendengar dongeng dari Helena.


“Kenapa kamu menghela napas? Apakah karena tidak menggunakan benda menjijikkan itu?”


Suara lembut Helena membuyarkan lamunan Alex yang langsung merebahkan tubuhnya di sebelah Helena.


“Tempat duduk Menjijikkan? Iya benar, Uran itu menjijikkan sekali karena menciptakan kursi khusus bercinta, ada-ada saja idenya itu ha-ha-ha.” Alex tertawa pelan sembari menutup mulutnya agar Sarah tidak terbangun dan tangannya mulai menjelajah dengan liar ke bagian tubuh Helena.


Namun, tiba-tiba suara kekanak-kanakan Sarah menghancurkan suasana panas Alex dan Helena. “Ayah dan Ibu sudah bangun?”


“Eh, padahal Pegasus belum berkokok, kenapa anak Ayah sudah bangun?” Alex segera berhenti memeluk Helena dan menggelitik Sarah yang langsung tertawa terkekeh-kekeh.


“He-he-he... Pegasus tidak berkokok, Ayah!” sahut Sarah, “bukankah Ayam sudah mulai berkokok?”


“Apakah wilayah timur sudah bersih dari benalu?” tanya Helena yang langsung dapat menebak apa yang dilakukan suaminya itu di sana.


“Ya, saat cabang Sekolah Harapan selesai dibangun di sana, maka anak-anak wilayah timur akan belajar dengan aman dan damai karena tidak ada Preman yang akan menculik atau mengganggu mereka,” sahut Alex yang tadi menyempatkan diri melihat proses pembangunan gedung Sekolah Harapan itu dan ternyata itu hampir selesai dibangun.


Setelah bermain dengan Sarah selama beberapa menit, Alex segera keluar dari kamar dan pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi.


Hari ini pekerjaannya akan lebih banyak dari biasanya, karena tadi malam salah satu pegawai Kastil Pemimpin Kota datang memesan makanan untuk dihidangkan dalam makan siang tamu-tamu penting mereka.


Miranda tiba-tiba membuka pintu kamar saat Alex lewat di depan kamarnya. Dia tersenyum hangat dan menyapa Alex, “Pagi, Bos ....”

__ADS_1


“Kalau kamu masih mengantuk, maka tidur lagi saja karena saat ini masih pukul Lima pagi,” sahut Alex sembari melirik ke arah dalam kamar dan keningnya langsung mengkerut karena adik perempuannya malah tidur dengan mulut menganga lebar serta air liurnya mengalir deras membasahi bantalnya. “Haduh, dasar anak manja itu,” gumamnya menggelengkan kepala.


Saat Alex berada di dapur, tiba-tiba ia mendengar suara teriakan Catherine yang mengutuk dirinya. Sepertinya Miranda mengadu pada Catherine kalau Alex menggelengkan kepala saat melihat dirinya tidur dengan mulut meneteskan air liur.


Sarapan pagi yang dibuat Alex adalah Soto Banjar. Semua orang menikmati sarapan pagi dengan senyum cerah, kecuali Catherine yang terus cemberut menatap Alex. Namun demikian, dialah yang sarapan pagi paling banyak dan hanya Sarah yang hampir menyaingi porsi makannya.


“Angkat semuanya ke dapur, Catherine!” seru Alex setelah mereka selesai sarapan pagi.


Catherine mengerutkan keningnya dan berkata dengan sinis, “Kenapa hanya Aku saja yang disuruh membereskan semua ini?”


Alex tersenyum tipis dan menjawab, “Karena kamu tidak bisa melakukan apa-apa kecuali makan yang paling banyak!”


Catherine semakin kesal dan menatap tajam saudara kandungnya itu. “Kamu masih menganggap diriku ini adikmu atau parasit, sih?”


Catherine tidak menanggapi perkataan Alex, ia menghentakkan kakinya dan memindahkan semua mangkuk, piring dan gelas kotor diatas meja ke dapur.


Alex tersenyum puas karena berhasil menundukkan adiknya itu. Dia kemudian mengikuti Catherine ke dapur dan sengaja memotong bawang merah di dekatnya sehingga Catherine kembali mengeluh karena matanya terasa pedih.


“Apa yang akan kita masak untuk Kastil Pemimpin Kota, Bos?” tanya Hannah yang baru saja mengenakan celemeknya.


Alex berpikir sejenak dan berkata, “Karena mereka memberikan 100 Koin Emas sebagai bayarannya, maka kita akan menghidangkan Ayam Betutu, Rendang, dan Ayam Crispy.”


“Tiga jenis itu saja?” sahut Hannah keheranan, karena menu Restoran Sarah kini ada Tujuh macam.


“Ya, tiga jenis itu saja karena stok Rendang kita masih banyak, maka kalian cukup menggoreng Ayam Crispy sebanyak 100 Porsi yang berarti itu baru 15 Koin Emas dan kemas juga 100 Porsi Rendang yang berarti itu 20 Koin Emas, kemudian Aku akan membuat ....” Alex berpikir sejenak. “50 Ayam Betutu yang totalnya mencapai 25 Koin Emas. Berarti semuanya adalah 60 Koin Emas... hmm, untungnya hampir setengah, apa kita kurangi saja jumlahnya agar untungnya lebih banyak?”

__ADS_1


“Hei, Kak! Apa kamu sedang kekurangan uang? Kenapa kamu mengambil untungnya banyak sekali dan masih ingin mengurangi jumlahnya!” cibir Catherine yang baru saja selesai mencuci piring. “Cih, dasar kapitalis rakus!”


Alex tertawa masam dan berpikir sindiran Catherine ada benarnya, karena harga yang ia hitung tadi masih harga standar Restoran Sarah, yang berarti ia masih untung lebih banyak lagi.


“Nanti katakan pada Pegawai Kastil Pemimpin Kota bahwa sebagai warga negara yang baik, kita mendukung penuh perundingan damai itu dengan menggratiskan Nasi dan Teh hangat,” kata Alex pada Hannah.


Hannah menatap Alex dengan tatapan berbinar-binar, karena tidak menyangka Bosnya itu sangat dermawan sekali.


Hampir seluruh Kota Perdamaian mengetahui kalau Restoran Sarah telah menyumbangkan sebagian keuntungan mereka pada cabang Sekolah Harapan, sehingga ia dipuja-puja sebagai Pangeran paling baik di Benua Grandland.


“Demi kedamaian dunia, itu tidaklah berarti walaupun kita harus rugi memasak Nasi serta membeli banyak Teh impor dari pegunungan Selatan Kekaisaran Hazel,” sahut Alex melambaikan tangannya dan berjalan ke gudang penyimpanan mengambil 50 Ekor Monster Ayam liar tingkat 4 yang disimpan dalam mesin pendingin buatan Dwarf tersebut.


Hanya Catherine yang memahami maksud tersembunyi saudaranya kandungnya itu. Dia tahu Alex sedang melakukan pencitraan agar para utusan dan Kastil Pemimpin Kota menganggapnya sebagai sosok yang baik hati.


Saat Alex keluar dari gudang penyimpanan, ia tersenyum lebar menatap Catherine yang masih menatap sinis padanya. “Kenapa kamu masih cemberut begitu? Bukankah kita yang terlahir di Istana sudah terbiasa berkamuflase; kadang menjadi malaikat bersayap Putih dan kadang harus menjadi Lucifer yang beringas menghancurkan musuh,” bisiknya yang membuat Catherine mengerutkan keningnya.


Andai Catherine tahu, sebenarnya Alex mendukung Lord Michael karena demi melindungi putrinya saja—sebab Mordor ingin menjadikan Sarah sebagai wadah Dewa Cthulhu. Bila tidak ada yang mengusik kelurganya, maka ia tidak akan peduli apa yang terjadi pada Benua Grandland, mungkin ia dan Helena akan pergi ke Pulau terpencil untuk menjalani kehidupan yang damai.


Catherine kemudian mengikuti Alex ke halaman belakang Restoran. Dia terkejut melihat Pegasus sedang tidur dengan santai di sana.


Dia ingat Monster itu dulunya adalah tunggangan saudaranya ini dan saat Alex menghilang Empat tahun yang lalu, Pegasus juga ikut menghilang.


“Setelah Aku membersihkan Ayam ini, masukkan ke dalam ember. Bila embernya kurang, ambil ke dalam gudang ember lainnya!” seru Alex mulai mencuci Ayam.


Catherine mengangguk patuh dan tidak lagi menyela seruan Alex. Assassin yang bersembunyi di balik tembok langsung tercengang, karena tidak menyangka tuan Putri manja dan arogan itu sangat penurut di hadapan Alex.

__ADS_1


__ADS_2