
“Sial! Apakah Kita tidak ditakdirkan menjadi Keluarga, Kakak Ipar?” gerutu Pipins hanya bisa pasrah saja, karena tidak mungkin dapat menghindari Bola Matahari sebesar Menara Sihir Tanah Tandus Ujung Barat yang melesat ke arah mereka.
Namun, Alex tiba-tiba muncul di depan Pipins dan Isen, Tameng Besi tiba-tiba muncul di depan Alex.
Permukaan tanah bergetar hebat saat Bola Matahari bertabrakan dengan Tameng Besi raksasa. Daging Monster Landak yang berada di dalam ember langsung tumpah ruah.
“Hei, cepat lari!” seru Alex merasa tidak dapat bertarung dengan leluasa bila para Penyihir masih ada didekatnya, karena Malaikat Penjaga akan terus menargetkan mereka.
Isen dan Pipins segera melarikan diri, sesaat kemudian terdengar suara tubrukan yang sangat keras; Tameng Besi yang diciptakan oleh Alex hancur berkeping-keping ditinju dan Jupiter.
“Matilah Kau dasar Manusia pengikut aliran sesat!” umpat Jupiter mengayunkan Tinju yang diselimuti Bola Matahari ke arah Alex.
Alex memundurkan selangkah Kaki kanannya dan mengepal erat tangan kanannya, kemudian mengalirkan Kekuatan Dewa Hercules ke kepalan tangannya itu.
“Mari Kita lihat, fisik siapa yang paling kuat!” Sudut bibir Alex menyeringai tipis.
Jupiter tentu keheranan melihat seringai Alex dan tidak menyangka Alex akan meladeni serangannya hanya dengan Kekuatan fisik saja.
__ADS_1
Dia tidak tahu sebenarnya, Dewa yang disembah oleh Ras Manusia di Benua Grandland menyembah Dewa yang memiliki Kekuatan fisik yang sangat kuat, bahkan Patungnya saja berpose layaknya binaraga.
Boooooommmmmm!
Menara Sihir Tanah Tandus Ujung Barat hancur berkeping-keping oleh ledakan Bola Matahari.
Isen dan Pipins yang telah melarikan diri sangat jauh masih terkena dampak ledakan yang menghancurkan permukaan tanah sejauh Satu Kilometer tersebut. Keduanya terluka cukup parah, untung saja Aragon segera kembali ke belakang dan membawa keduanya menjauh.
“Kekuatanmu hanya menggelitik saja, Bocah Raksasa,” ejek Alex. Dampak dari ledakan bola Matahari itu hanya mengotori pakaiannya saja. “Ah, kurasa Pukulan Ayam Crispy Sarah lebih berbahaya, Aku sering sakit perut bila mendengar Jurus spesial tersebut,” katanya lagi teringat dengan putrinya yang sering membangunkannya saat tidur dengan cara dipukul atau kadang-kadang ditendang dengan tendangan bebas Ayam Betutu.
“Mundur Jupiter!” seru Inarius.
Menyerang Alex dengan satu lawan satu bukanlah solusi yang tepat. Mereka harus menggabungkan Kekuatan dan menyerang Alex dengan Kekuatan penuh.
“Eh? Bocah Raksasa itu ternyata takut juga mendengar nama Putriku!” Alex tertawa terbahak-bahak. Pedang Meteor yang ikut terhempas jauh oleh efek ledakan Bola Matahari, tiba-tiba melesat kembali ke genggaman tangannya.
Jupiter tidak menanggapi ejekan Alex walaupun ia merasa tersinggung. Dia yakin Alex sengaja memprovokasi mereka agar mereka marah, sehingga mereka bertarung asal-asalan saja karena terlanjur diliputi luapan amarah.
__ADS_1
“Persiapannya sudah selesai, Inarius!” seru Lila.
Di belakang mereka ada Monster-monster tingkat tinggi berbagai ukuran dan juga Kesatria bersenjata Tombak, Pedang dan Tameng serta Kaveleri Berkuda yang diciptakan oleh Malaikat Penjaga Neptunus berbaris rapi.
“Hmm, Aku sudah seperti Tokoh Utama dalam cerita dongeng. Satu orang melawan hamparan musuh yang jumlahnya tak terhitung saking banyaknya,” kata Alex tersenyum masam menatap pemandangan di hadapannya. Kini, ia akhirnya mengerti kenapa Malaikat Penjaga sangat ditakuti oleh para Penyihir dan para Dewa terdahulu terpaksa melarikan diri dari Benua Vlorien.
“Seraaaaaaaaaaaaang!”
Tujuh Malaikat Penjaga berteriak keras dan mereka semua melesat ke arah Alex. Malaikat Penjaga yang tampak seperti Saint melipat kedua tangannya dan memejamkan mata, kemudian Sihir Suci memancar dari tubuhnya.
Kekuatan para Malaikat Penjaga tiba-tiba meningkat dan setara dengan Dewa, sementara Kekuatan para Monster dan Kesatria ciptaan Neptunus meningkat menjadi setara dengan level Malaikat.
“Sepertinya ini tidak akan mudah!” Ekspresi wajah Alex menjadi tegas, tatapannya tajam bak Mata Elang yang sedang mengincar buruannya.
Ribuan Bola besi sebesar Pulau melayang di langit, sehingga medan Perang itu tiba-tiba menjadi gelap gulita karena sinar matahari terhalang oleh bola-bola besi raksasa di langit.
Alex juga menggunakan Kekuatan Dewa Gul'dan, Jirah Perak menyelimuti seluruh tubuhnya. Sayap Putih membentang di punggungnya, kemudian ia terbang melayang di atas reruntuhan Menara Sihir Tanah Tandus Ujung Barat.
__ADS_1
“Majulah kalian b.r.e.n.g.s.e.k!” teriak Alex sembari mengayunkan Pedang Meteor ke arah depan.