
Helena tersenyum hangat setelah mengetahui Elemen Sihir Pohonnya meningkat. Dia tidak terkejut seperti Ratu Elf karena efek seperti ini sudah sering ia lihat di Restoran Sarah.
“Nenek... Ibu dan Ayah... Aku akan pergi bermain dengan Kak Belle!” Sarah berlari keluar rumah pohon setelah merasa kenyang.
“Ya, jangan memukuli orang-orang Dewasa lagi, ya!” sahut Ratu Elf telah mendapatkan banyak pengaduan kalau Sarah akan memukuli para Elf yang menatap sinis Belle saat mereka bermain di luar Istana.
“Tenang saja Nek, selama mereka tidak menatap sinis Kak Belle maka Sarah tidak akan memukul mereka hingga babak belur!” sahut Sarah melompat-lompat seperti kelinci di depan rumah pohon, sehingga Ratu Elf tersenyum dengan tingkah lucu cucunya itu.
Helena dan Alex menghela napas panjang mendengar jawaban Sarah. Untung saja mereka mengajarkan untuk tidak membunuh orang lain, kalau mereka mengajarkan membunuh siapa saja yang jahat menurutnya—mungkin sudah banyak orang yang tewas di tangan putri imut mereka itu.
“Aku mendengar dari para Pendekar Elf yang pulang dari Kota Ella kalau Kamu mengaku-ngaku sebagai Dewa saat melawan Dewa Cthulhu, kenapa Kamu melakukan itu?” selidik Helena penasaran.
Alex tersenyum dan berkata, “Dalam keadaan sulit seperti ini... apa yang diperlukan untuk membangkitkan semangat juang mereka? Tentu adalah hal mistis yang setara dengan Dewa Cthulhu itu sendiri dan mengaku sebagai Dewa adalah jawaban paling tepat. Dengan adanya Dewa yang melindungi Benua Grandland, maka para penduduk akan merasa nyaman atau terlindungi sehingga mereka dapat bangkit kembali setelah mengalami malapetaka ini.”
Helena menggelengkan kepala mendengar jawaban santai suaminya itu. Dia kemudian mengalihkan perbicangan mereka. “Kapan Kita kembali ke Kota Perdamaian? Oh, ya... Hannah dan yang lainnya menjadi relawan di Kota Ella.”
Ratu Elf tampak tersenyum masam mendengar perkataan Helena, karena bila mereka pulang maka ia tidak akan dapat bermain-main lagi dengan cucunya.
Alex tentu memahami apa yang dirasakan oleh Ratu Elf. “Mungkin Hannah dan yang lainnya berada cukup lama di Kota Ella, bagaimana kalau Kita kembali Sebulan lagi saja.”
Ratu Elf tampak senang mendengar jawaban Alex, tetapi tiba-tiba Helena berkata, “Bukankah itu Sarah akan bolos sekolah lebih lama?” Namun, Alex mengedipkan mata sebagai tanda bahwa perkataannya itu untuk menyenangkan hati Ratu Elf, barulah Helena mengerti maksud jawaban suaminya itu. Dia menghela napas panjang dan berkata, “baiklah... karena Kamu ingin bersantai-santai lebih lama di sini, maka dengan berat hati Aku akan mendukungmu!”
Alex merasa jawaban Helena ada yang janggal, kenapa rasanya seperti dirinya yang disalahkan. Namun, karena tidak ingin berdebat dengan istrinya itu, ia memilih hanya tersenyum saja.
__ADS_1
Setelah berbincang-bincang dengan Helena dan Ratu Elf, Alex meninggalkan Hutan Abadi bersama Pegasus. Dia berkeliling Kekaisaran Hazel, Kerajaan Orc dan Kerajaan Goblin yang telah binasa untuk melihat apakah masih ada sisa-sisa pengikut Mordor yang menyerang penduduk dengan mayat-mayat hidup.
Pemandangan yang ia lihat adalah Kekaisaran Hazel dan Kerajaan Orc telah memulai membangun ulang kota-kota yang hancur, hanya bekas Kerajaan Goblin saja yang tetap terbengkalai.
Para penduduk Goblin yang tersisa tampaknya bergabung menjadi warga negara Kerajaan Orc.
Saat melintas di Ibukota Kerajaan Orc, Alex melihat sosok Orc yang familiar di halaman Restoran. Dia pun menyuruh Pegasus mendarat di halaman Restoran itu.
“Hai, Tom... Apa kabar?” sapa Alex tersenyum hangat pada bocah Orc yang sedang bermain di halaman Restoran.
Tom menatap Alex dengan mulut menganga dan butuh beberapa tarikan napas untuk merespon sapaan Alex. “Ibuuuuuuuuu! Paman Pendekar Manusia itu datang ke sini!” Tom berteriak memanggil ibunya.
Ibu Tom keluar dari Restoran yang berukuran kecil tersebut masih mengenakan celemek. Dia juga tak menyangka sosok kuat yang memberikan resep Ayam Crispy itu akan mampir di Restorannya.
“Pangeran Alex ada di sini!”
Para Pelanggan Restoran Tom berhamburan keluar untuk melihat Pendekar terkuat di Benua Grandland tersebut. Mereka langsung menyapa Alex, sehingga Alex merasa dirinya sudah seperti selebritis saja dan ia dengan sabar menyapa mereka juga.
“Hei, kalian jangan mengganggu Pangeran Alex! Beliau ke sini untuk makan, bukan untuk mendengar bualan kosong kalian!” Ibu Tom menegur para Orc yang mengerumuni Alex.
Setelah itu barulah Alex dapat bernapas lega dan duduk di sudut ruangan. Tak lama kemudian, Ibu Tom membawakan piring berisi Lima Potong Ayam Crispy dengan sambal pedas dan Satu Piring besar nasi yang merupakan ukuran porsi makan Orc.
“Terimakasih, bibi ....” Alex tersenyum. “Oh, ya ... Aku berencana merilis di Koran Guild Pandora semua resep Restoran Sarah. Jadi, jangan sampai ketinggalan mendapatkannya. Aku yakin Rendang dan Ayam Betutu pasti sangat disukai oleh Orc,” katanya lagi, karena Ras Orc itu lebih menyukai jenis makanan mengandung daging dari pada sayuran seperti Ras Elf.
__ADS_1
Ibu Tom langsung mengangguk dan akan menyuruh Tom membeli Koran Guild Pandora mulai besok agar tidak ketinggalan mendapatkan resep makanan buatan Koki Legendaris di hadapannya ini.
Setelah dirinya menjual Ayam Crispy di Ibukota Kerajaan Orc, Restorannya selalu ramai dikunjungi pelanggan, bahkan Raja Orc sudah dua kali mampir ke Restorannya.
“Oh, ya... Aku penasaran kenapa Pangeran Alex menyebarkan resep masakan itu? Bukankah itu akan mengurangi kunjungan pelanggan ke Restoranmu?” Ibu Tom penasaran.
“Agar semua orang dapat merasakan makanan enak dan tenang saja, Restoran Sarah akan selalu menjadi Restoran mewah karena Kami menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi sehingga para pelanggan kaya tetap menjadi pelanggan setia kami ha-ha-ha ....” Alex malah tertawa setelah menjawabnya.
Ibu Tom menggelengkan kepala mendengar jawaban santai Alex. Kalau ia yang menciptakan Ayam Crispy atau menu lainnya maka, ia pasti akan merahasiakan resepnya dan membuka banyak cabang Restoran di berbagai tempat. Namun, sepertinya Alex sudah puas menciptakan makanan baru dan tidak keberatan menyebar resep itu agar semua orang dapat menirunya.
Alex mengigit Ayam Crispy buatan Ibu Tom dan ia merasa kualitas rasanya hampir mendekati Ayam Crispy Restoran Sarah, perbedaan mungkin terletak pada jenis Ayam yang digunakan Ibu Tom. Sepertinya ia hanya mampu membeli Ayam murah, bukan Ayam Broiler seperti di Restoran Sarah.
Alex yakin setelah Ibu Tom memiliki banyak uang dan saingan penjual Ayam Crispy mulai bermunculan, ia akan meningkatkan kualitas Ayam yang ia gunakan nantinya.
Alex kemudian mencoba merasakan sambal pedas buatan Ibu Tom. Dia menyendok penuh sambal pedas ke daging Ayam Crispy dan mengunyahnya.
Tiba-tiba Alex merasa kepalanya berdenyut-denyut seolah-olah ada asap yang keluar dari kepalanya. Tangannya meraih gelas berisi air putih dan menenggaknya. Namun, rasa pedasnya belum menghilang dari lidahnya sehingga ia mengunyah nasi putih sebanyak-banyaknya.
“Sial! Kenapa pedas sekali? Apakah bibi salah memahami resep sambal pedasnya?” tanya Alex penasaran.
Namun, Ibu Tom menggelengkan kepala dan menjawab, “Awalnya Aku mengikuti resep sambal pedas yang Pangeran Alex tulis, tetapi para pelanggan merasa masih kurang pedas dan Aku mengganti jenis cabainya dengan cabai rawit khas Orc.”
“Oh, ternyata begitu... Pantas saja pedasnya gila sekali ha-ha-ha.” Bukannya kapok, Alex tetap memakan sambal pedas buatan Ibu Tom hingga semua nasi dan Ayam Crispy-nya habis.
__ADS_1