Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Soto Banjar


__ADS_3

“Setelah Tabib mengobati lukanya, antarkan gadis Elf itu ke Restoran Sarah!” seru Jean pada Petugas Keamanan di sebelahnya.


“Baik Komandan Jean!” sahut Petugas Keamanan itu.


“Tidak bisa!”


Jean mengerutkan keningnya mendengar suara selaan yang cukup familiar tersebut.


“Kami harus menahannya untuk sementara waktu, karena informasi darinya sangat penting untuk menyelidiki siapa yang telah membunuh tuan muda Jack itu!”


Jean menoleh ke arah Pria bertubuh besar dan tinggi yang datang bersama Puluhan Petugas Keamanan. “Tapi Komandan Marco... Lord Torin mengatakan untuk tak memperpanjang penyelidikan kasus ini dan pelakunya sudah terungkap,” kata Jean yang membuat ekspresi wajah Marco mengkerut masam.


Marco tahu betul, dirinya tidak bisa menyinggung Lord Torin walaupun dirinyalah yang memegang kendali atas keamanan wilayah Barat ini.


Detak jantung Elenna berdebar kencang karena dirinya lah yang membunuh Jack dan Faramir. Dia berani membunuh keduanya karena mengira Pangeran Alex Acherron tidak akan kabur, karena seingatnya sang Pangeran itu sangat pemberani—bahkan datang ke wilayah musuh untuk melakukan duel dengan Pendekar tingkat 10 terkuat di sana.


Namun, ia tidak menyangka keadaannya malah berakhir seperti ini dan berpikir mungkin dirinya akan dihukum mati. “Sial! Pangeran Alex itu ternyata tidak sepemberani yang dirumorkan,” gerutunya menggertakkan gigi dan mengutuk kenapa keberuntungannya sangat buruk hari ini.


Sementara itu, Marco keheranan. “Kenapa Pimpinan Petugas Keamanan turun tangan dalam menangani kasus ini?” pikirnya dengan ekspresi wajah cemas.


Dewan Kota Donovan pasti akan marah atas kematian Jack dan Keluarga Pengusaha lainnya juga tidak akan percaya lagi Petugas Keamanan dapat menjaga keamanan di wilayah Barat—yang tentunya itu akan mengancam jabatan Marco. Aliran dana keamanan akan terputus dan yang paling ia takuti adalah mereka meminta pelengseran dirinya dari posisi Komandan Petugas Keamanan wilayah Barat.


“Apa kita tetap menahan gadis Elf itu, Komandan?” bisik Petugas Keamanan yang berdiri di sebelah Marco.


Marco menggelengkan kepala dan berkata, “Kita tak bisa menolak perintah Lord Torin. Kalian beritahu saja pada Keluarga Donovan bahwa Jack tewas dibunuh oleh Pangeran Alex Acherron dan informasi lebih detailnya akan dikirim secepat mungkin.”


Elenna bernapas lega setelah mendengar dirinya ternyata akan dibebaskan dan tidak diminta pertanggung jawaban atas kematian Jack.

__ADS_1


“Aku telah berburuk sangka kepada Pangeran Alex Acherron, ternyata pengaruhnya cukup kuat di Kota Perdamaian, bahkan mereka langsung menutup kasus ini tanpa melakukan penyelidikan lebih menyeluruh,” pikir Elenna sembari mengikuti Petugas Keamanan yang akan membawanya menuju Tabib untuk mengobati luka-lukanya.


...***...


Alex membuang penutup wajahnya dan menyuruh seorang bocah berusia Tujuh tahun untuk membuang goloknya ke halaman belakang Restoran Sarah.


Alex kemudian segera menuju rumah Tabib yang merawat Lilith.


Sesampainya di sana, Alex berpura-pura panik. “Bagaimana keadaanmu Lilith? Oh, apakah Petugas Keamanan berhasil menyelamatkan Elenna?


Lilith terharu melihat Bosnya ternyata sangat perhatian terhadap mereka, padahal mereka adalah Ras asing yang biasanya para Manusia akan risih dengan kehadiran mereka.


“Aku hanya luka ringan saja, Bos... kata Tabib, istirahat beberapa hari saja maka aku akan bisa beraktivitas lagi,” sahut Lilith sembari tersenyum hangat. Lagi pula tubuh Ras Iblis dapat pulih dengan sendirinya dengan cepat, kecuali mereka dibunuh maka sistem pemulihan tubuh mereka tidak akan berfungsi.


“Bos, Elenna telah diselamatkan oleh Petugas Keamanan dan saat ini sedang dirawat oleh Tabib Kastil Pemimpin Kota. Kabarnya, mereka akan mengantarnya ke Restoran,” sahut Hannah yang mendapatkan informasi itu dari salah satu Petugas Keamanan. “Yang lebih mengejutkan adalah yang menyelamatkan Kak Elenna sebenarnya Pangeran Alex!”


Hannah tiba-tiba menatap Alex dengan seksama. “Jangan-jangan Bos adalah ....”


“Pangeran?” sahut Alex tersenyum lebar. “Apa aku memang mirip Pangeran Alex Acherron, ya?” Dia mengelus wajahnya dengan bangga.


“Tapi itu tak mungkin, sih!” kata Hannah lagi. “Mana mungkin Pangeran bisa memasak makanan enak dan Bos juga kelihatannya tidak memancarkan Aura Pendekar.”


Alex hanya tersenyum mendengar perkataan Hannah dan segera menyewa Kereta Kuda untuk membawa Lilith ke Restoran Sarah.


Alex juga memutuskan Restoran Sarah tutup lebih awal karena berpikir Elenna, Lilith, Hannah dan Eva masih trauma atas kejadian tadi.


Keberangkatannya ke Kota Ella juga akan tertunda untuk beberapa hari, dia ingin mencari apakah masih ada antek-antek Pangeran Kedua yang bersembunyi di Kota Perdamaian.

__ADS_1


Alex yakin, Lancelot pasti sudah mengirim informasi tentang keberadaannya pada Pangeran Kedua sebelum memancing dirinya ke rumah Jack dengan menculik Elenna.


Alex juga berpikir harus membawa Sarah saat pergi ke Kota Ella nanti, karena ia merasa meninggalkannya sendirian di Kota Perdamaian tidak aman. Musuhnya bukan hanya Pangeran Kedua, masih ada Mordor atau Kerajaan Hutan Abadi yang mungkin akan turun tangan setelah mengetahui kalau dirinya masih hidup.


“Apa yang Ayah masak itu?” tanya Sarah yang tiba-tiba muncul di dapur mengenakan pakaian tebal karena di luar Restoran telah berjatuhan salju atau musim dingin telah dimulai.


“Ayah sedang memasak Soto Banjar, dingin-dingin begini enaknya makan yang hangat-hangat!” sahut Alex.


Alex kemudian teringat saat dulu mereka melalui musim dingin, dirinya dan Sarah akan berdiam diri di gubuk sembari membalut tubuh mereka dengan selimut lusuh yang penuh dengan tambalan. Namun, hawa dingin itu tetap menembus kulit mereka, walaupun begitu Sarah tetap selalu riang gembira dan malah tertawa-tawa mendengar guyonan Alex.


“Apakah Soto Banjar mirip dengan Bakso? Tapi tidak ada bola-bola dagingnya,” kata Sarah.


“Soto Banjar menggunakan daging Ayam, rasanya sangat enak apalagi ditambah sambal pedas dan perasan jeruk nipis,” sahut Alex sehingga Sarah menelan air liurnya.


“Apa Ayamnya yang telah digoreng itu?” Sarah menunjuk daging ayam diatas nampan.


Alex menganggukkan kepala. Ayam itu awalnya direbus selama 20 Menit, kemudian digoreng hingga berwarna kekuningan. Lalu, suwir dan sisihkan.


“Panggil Kak Hannah dan yang lain, kita akan makan malam Soto Banjar ini!” seru Alex mengambil Enam mangkuk dan memasukkan ke dalamnya Ayam Suir, Telur Ayam rebus, dan menuangkan Kuah Kaldu, menabur Seledri dan Daun Bawang. Namun, sayang sekali ia tidak memiliki ketupat karena saat memasak Soto Banjar ini ia lakukan dadakan atau tanpa perencanaan lebih dulu.


Alex tidak memasukkan Sambal pedas dan perasan jeruk nipis, karena selera masing-masing orang itu berbeda, kecuali untuk Sarah—Alex langsung menyamakan seleranya dengan Putrinya itu.


“Bos... kenapa Bos tidak mengajakku ikut memasak menu baru itu?”


Hannah yang pertama muncul di dapur setelah Sarah memberitahu kalau ayahnya telah memasak Soto Banjar dari Kalimantan Selatan itu sebagai makan malam mereka.


Alex tersenyum dan berkata, “Aku masih bereksperimen... besok Aku akan mengajarimu cara membuatnya.”

__ADS_1


Hannah terkejut ternyata Soto Banjar itu adalah hasil eksperimen memasak dari Alex. “Bos hebat sekali, padahal baru kemarin menciptakan Tinutuan... bubur yang sangat enak sekali,” sahut Hannah sembari membantu Alex membawakan mangkuk-mangkuk berisi Soto Banjar ke meja makan.


__ADS_2