
Sepanjang perjalanan menuju Restoran Sarah, Kusir Kereta Kuda terus memuji kehebatan Alex dalam menciptakan makanan baru dan juga, menurutnya Alex adalah dermawan yang rela menyisihkan sebagian hartanya untuk membangun Sekolah baru di wilayah timur.
Catherine sangat terkejut mendengar ucapan Kusir itu dan tidak menyangka saudaranya itu dikagumi oleh penduduk Kota Perdamaian.
Kereta Kuda berhenti di halaman Restoran Sarah, kemudian Catherine dan Miranda segera turun.
Keduanya tercengang melihat banyak Kereta Kuda mewah sedang parkir di halaman Restoran Sarah, yang berarti kabar tentang Restoran Sarah menjual makanan baru yang sangat enak memang benar dan bukan bualan Kusir Kereta Kuda.
Setelah membayar ongkos, Catherine menoleh ke arah pintu masuk Restoran Sarah. Detak jantungnya berdebar kencang dan merasa sangat gugup saat melangkahkan kaki ke arah pintu itu.
Pikirannya melayang-layang memikirkan bagaimana reaksi Alex saat melihatnya lagi. Terakhir mereka bertemu adalah Empat tahun yang lalu, mungkinkah Alex tidak mengenali dirinya lagi? Karena kini ia sudah dewasa dan tubuhnya juga jauh lebih tinggi.
“Eh, Kakak cantik dari Kota Ella!” sapa Sarah terkejut melihat Catherine muncul di depan pintu Restoran. “He-he-he... silahkan masuk!” katanya lagi sembari melompat turun dari kursi Kasir dan bergegas mendekati Catherine.
“Hai, Sarah... Aku datang untuk mencoba mencicipi makanan Ayahmu yang kabarnya sangat enak itu,” sapa Catherine tersenyum hangat menatap Sarah.
Sarah tentu sangat bangga Catherine memuji kehebatan ayahnya dalam membuat makanan enak.
Catherine dan Miranda duduk di kursi dekat meja Kasir, sementara Sarah juga ikut duduk dengan mereka.
Sarah kemudian menyerahkan daftar menu pada Catherine yang matanya menjelajah mencari keberadaan Alex. Namun, yang ia lihat hanyalah punggung Pria yang sangat familiar sedang sibuk memotong-motong Bawang Merah.
“Silahkan Kakak cantik memilih makanan apa yang akan kalian makan dan kuberi tahu, ya ... Semua makanan di sini sangat enak sekali dan menu terbaru kami adalah Ayam Betutu yang harganya sangat mahal!” Sarah berkata dengan semangat, seolah-oleh Catherine adalah teman lamanya saja.
“Sarah ....” Suara wanita yang familiar di telinga Catherine tiba-tiba membuyarkan lamunannya yang sedang menatap ke arah dapur Restoran. “Panggil gadis cantik itu Bibi, bukan Kakak karena dia adik kandung Ayahmu.”
__ADS_1
Air mata mengalir deras membasahi pipi Catherine saat menatap wanita cantik di belakang Sarah.
Dia mengenali wanita itu, karena wanita itu dulu sering berkunjung ke Istana Kekaisaran dan berteman baik dengan Ketiga saudaranya. Namun, tiba-tiba wanita itu melahirkan anak yang kabarnya hasil hubungan dengan Pangeran Ketiga dan setelah itu muncullah konflik diantara sesama saudaranya itu.
“Bocah manja... lama tidak bertemu, bagaimana kabar Ibu? Apakah Ibu baik-baik saja?” Alex berjalan dari dapur sembari tersenyum hangat. “Ternyata kamu cantik juga setelah tumbuh Dewasa,” katanya lagi sembari mengacak-acak rambut Catherine.
Catherine menyeka air matanya dan langsung cemberut karena harus merapikan kembali rambutnya yang telah acak-acakan, para pelanggan Restoran Sarah tertawa melihatnya.
“Apakah gadis cantik itu tuan Putri Catherine?” tanya salah satu pelanggan.
“Ya, Dia adalah Catherine Acherron dan masih lajang, bila kalian ingin melamarnya maka—” Sebelum Alex selesai berbicara, Catherine langsung berdiri dan menutup mulut Alex.
“Viola... minta Hannah dan Eva memasak semua hidangan Restoran untuk mereka, Aku yakin mereka kelaparan setelah kabur dari Istana,” kata Helena tersenyum hangat menatap Catherine yang kembali cemberut setelah mendengar perkataan Helena.
“Ya iyalah, kamu pasti merengek padanya agar dibawa ke sini,” sahut Alex yang sangat hapal betul kelakuan Catherine.
Sarah masih terdiam cukup lama untuk memikirkan apa yang terjadi, kenapa tiba-tiba Ayah dan ibunya sangat akrab dengan gadis cantik ini.
“Apakah Wanita cantik waktu itu adalah Nenekku?” Sarah bertanya pada Catherine, karena ia teringat dengan Lilia.
Catherine mengangguk pelan dan segera menoleh ke arah Alex dengan wajah cemberut. “Tapi anak durhaka itu tidak mau bertemu dengan ibunya sendiri, padahal Ibu sangat merindukan Dia!” gerutunya.
Alex menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum masam. “Sebenarnya kami ingin mengunjungi Ibu ke istana, tetapi tiba-tiba muncul keadaan yang mendesak sehingga kami terpaksa menunda untuk pergi ke Istana Kekaisaran,” sahut Alex berkilah.
Catherine tidak menyangkal penjelasan Alex walaupun ia tahu Alex berbohong padanya, karena ia sudah tahu kalau Alex enggan memasuki Istana Kekaisaran dan keadaan yang mendesak yang dikatakannya itu adalah pertarungan antara Alex dengan Lycus.
__ADS_1
Catherine memeluk Alex erat-erat dan tiba-tiba menangis tersedu-sedu. “Ibu... Ibu kini bertambah tua, elemen Sihir Kehidupannya telah menghilang karena ia memaksakan diri menyembuhkan Kakak Lycus yang berada diambang kematian.”
Alex terkejut mendengarnya dan tidak dapat mengucapkan sepatah katapun untuk menyemangati Catherine atau alasan kenapa ia hendak membunuh Lycus yang telah hampir menghancurkan hidupnya serta membunuh ribuan rekan-rekannya di Legiun Barat.
Catherine terus berbicara dengan terbata-bata, dan mengatakan bahwa rambut Lilia kini memutih sementara Lycus kehilangan elemen Sihirnya dan tidak bisa lagi menjadi Pendekar karena tubuhnya telah cacat.
Alex menghela napas panjang dan membalas pelukan adiknya itu sembari berkata, “Maafkan Aku Catherine... Aku akan mengunjungi Ibu suatu hari nanti.”
Sebenarnya Alex ingin segera ke Kota Ella, tetapi pengikut Dewa Cthulhu telah berkembang pesat dan ia harus memberantas mereka, karena Mordor mengatakan Sarah adalah wadah menuju kebangkitan Dewa Cthulhu.
Mungkin setelah Benua Grandland telah aman dari ancaman Dewa Cthulhu, ia dan keluarganya akan mengunjungi Lilia serta memperkenalkan Sarah padanya.
“Kak Alex, ikutlah denganku ke istana, mungkin Kakak akan terkejut melihat penampilan Ibu yang menjadi wanita tua.” Catherine membujuk Alex.
Alex tersenyum tipis dan berkata, “Sudah sewajarnya ibu menjadi wanita tua. Kan, usianya saja Seratus tahun lebih, justru yang aneh ia terlihat cantik dan muda.”
Catherine kembali cemberut setelah mendengar jawaban Alex, dia mendorong dada Alex agar menjauh darinya. Kemudian ia mendekati Sarah dan menggendongnya, “Ya, sudah... Aku akan membawa keponakanku saja!”
“Coba tanyakan pada dia, apakah dia setuju dengan ucapanmu?” sahut Alex tersenyum lebar sembari menunjuk ke arah Helena.
“Ara... Ara... Kenapa Aku dilibatkan dengan pertengkaran adik-kakak ini?” Helena kemudian tertawa sembari menutup mulutnya.
Sementara Sarah tertawa terkekeh-kekeh dan sangat bahagia sekali, karena setelah mendapatkan ibunya kembali—kini keluarganya bertambah lagi dengan kedatangan bibinya tersebut dan yang membuatnya tercengang adalah ternyata ia telah pernah bertemu dengan Neneknya.
Viola, Lilith, dan Elenna datang dari dapur membawa banyak makanan yang membuat Catherine tercengang, karena semua makanan itu terlihat menggiurkan.
__ADS_1