Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Serangan Monster Ikan


__ADS_3

Kabar tentang serbuan Monster Ikan ke Kerajaan Iblis belum sampai ke Kekaisaran Hazel. Pangeran Pertama yang akan pergi ke Kota Perdamaian memutuskan pergi hanya dikawal oleh seorang Pendekar yang sekaligus menjadi penunggang Monster Elang Putih.


“Tunggu Kami!” Catherine berteriak keras sembari berlari menuju halaman Kastil Istana Kekaisaran.


“Catherine ... Ibu, ada apa?” Einar keheranan melihat Catherine malah mengejarnya dengan penuh semangat, sementara ibunya dan Miranda berjalan di belakang Catherine dengan santai.


“Kami akan ikut ke Kota Perdamaian, Ibu ingin bertemu dengan cucu kesayangannya,” sahut Catherine.


“Hmm, bukannya Kamu yang memaksaku untuk ikut agar Alex mau memberikan ide bisnis untuk Kita?” sela Lilia dengan ekspresi wajah keheranan, karena tadi pagi Catherine mendatanginya dan mengatakan Einar meminta dirinya ikut ke Kota Perdamaian.


Einar mengerutkan keningnya sembari menatap Catherine yang langsung tersenyum masam.


“Ya, sudahlah, Ibu pasti ingin bertemu cucu Ibu. Ayo kita berangkat, Bu!” Einar membantu Lilia naik ke punggung Monster Elang Putih.


“Kalau saja kalian lebih awal mengatakan akan pergi ke Kota Perdamaian, maka Aku akan mempersiapkan hadiah untuk Sarah,” kata Lilia merasa tidak nyaman berkunjung tanpa membawa apa-apa.


“Tinggal berikan Koin Emas, maka bocah itu akan bahagia,” sahut Einar dengan santai. Dia masih mengingat ekspresi wajah bahagia Sarah saat menerima sekantong Koin Emas darinya saat terakhir kali mereka bertemu.


“Tenang saja, Bu ... Aku sudah mempersiapkannya,” sela Catherine mengeluarkan kotak kecil dan segera membuka kotak itu.


“Kalung yang sangat indah!” Lilia memuji hadiah yang dipersiapkan oleh Catherine.


Catherine tersenyum bangga dan menyerahkan kotak perhiasan itu pada ibunya, sehingga Lilia kebingungan karena seharusnya hadiah itu diserahkan langsung oleh Catherine.


Catherine tentu tahu apa yang dipikirkan oleh ibunya. Dia pun berkata, “Tenang saja, Bu ... Aku sudah menyiapkan itu untuk Sarah!”

__ADS_1


Miranda memperlihatkan isi kantong plastik besar berisi buah Rambutan. Buah tersebut hanya tumbuh di daerah tropis Kekaisaran Hazel. Catherine yakin Sarah sangat menyukainya, mengingat keponakannya itu adalah hobi makan.


Dengan sombong Catherine bertanya pada Einar, “Apa hadiah yang Kakak persiapkan untuk Sarah?”


Einar mengangkat bahunya dan berkata, “Untuk apa lagi Aku menyiapkan hadiah, bukankah kalian sudah mewakilkan Kita?”


Catherine mengerutkan keningnya dan mengutuk saudaranya yang selalu bersikap dingin dan sulit ditebak isi hatinya itu.


...***...


Alex terkejut saat melihat pemandangan di Pulau-Pulau Kerajaan Iblis yang sedang diserbu oleh Monster-monster Ikan, karena berbagai macam jenis ikan laut di Bumi ternyata ada juga di Dunia ini.


“Aku harus menangkap beberapa Tuna Sirip Biru,” gumam Alex merasa dibalik musibah ini ternyata ada untungnya juga. “Aku juga harus merilis berbagai macam olahan ikan laut agar Monster-monster Ikan itu tidak dibiarkan menjadi bangkai.”


Di benak Alex sudah terpikirkan untuk merilis resep Balado Ikan Tuna, Sup Kepala Ikan Tuna, Oseng Pedas, Gulai Kuah Santan, Asam Pedas, Tuna masak kecap, dan lain-lain. Tentu ia akan menyimpan beberapa resep yang akan dirilis lebih dulu di Restoran Sarah sebelum disebarluaskan melalui Koran Guild Pandora.


Setelah resep-resep itu dirilis Koran Guild Pandora, maka permintaan Monster Ikan laut pasti akan membludak dan Kerajaan Iblis memanfaatkan momentum itu dari malapetaka menjadi mendulang Kepingan Emas.


Alex kemudian mencari tempat sepi untuk mendarat. Dia tidak ingin ada Pendekar dan Iblis yang melihatnya saat menggunakan Sayap Naga, karena kedoknya yang mengaku-ngaku sebagai Dewa akan terbongkar bila ada yang melihatnya.


Bagian Barat Pulau tampak sepi karena para Pendekar dan Prajurit Kerajaan Iblis berkumpul di bagian timur yang menghadap ke arah datangnya serangan Monster-monster Ikan.


“Apa ada yang tahu kenapa Monster-monster itu mengamuk?” tanya Alex ke Pemuda Iblis Pendekar tingkat 7 yang sedang fokus melawan Monster Ikan Pari tingkat 7. Namun, Pemuda Iblis itu mengabaikan Alex karena kesulitan melawan Monster Ikan Pari itu.


Karena diabaikan oleh Pemuda Iblis itu, Alex menangkap menampar wajah Monster Ikan Pari yang terlihat sedikit mirip dengan wajah Manusia yang kena ajab tersebut.

__ADS_1


Pemuda Iblis itu tercengang, karena hanya dengan satu tamparan saja—Monster Ikan Pari itu langsung terkapar tak berdaya.


“Ambil saja untukmu,” kata Alex tersenyum pada Pemuda Iblis itu. “Oh, dapatkah Kamu menjawab pertanyaanku tadi?”


“Ba-baik tuan,” sahutnya dengan gugup. Namun, tiba-tiba ia menatap Alex dengan mulut menganga lebar. “Pa-pangeran Alex Acherron, Koki Legendaris Restoran Sarah!” Dia berteriak keras, sehingga banyak Pendekar dan Iblis yang menoleh ke arah mereka.


Alex melambaikan tangan pada mereka sembari tersenyum. “Lanjutkan saja pertarungan kalian, anggap saja Aku tidak ada.”


Mereka segera melanjutkan pertarungan mereka melawan Monster Ikan, karena kalau mereka mengabaikan musuh di hadapan mereka, maka nyawa mereka mungkin akan melayang.


Monster Kerang tiba-tiba muncul di hadapan Alex, sehingga Pemuda Iblis itu hendak berteriak memperingatkan Alex bahwa ada Monster yang akan menyerangnya. Namun, sebelum teriakannya keluar, tanpa menatap Monster Kerang itu—Alex menjentikkan jarinya dan Monster Kerang tingkat 8 itu terhempas kembali ke dalam laut.


Pemuda Iblis itu menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan hatinya dan kini ia mengerti kalau Pendekar yang telah melewati level Pendekar tingkat 10 menganggap Monster dibawah levelnya seperti mainan saja. Bahkan mereka dapat menghancurkan Monster itu tanpa menatapnya.


“Panglima militer Kerajaan Iblis mengatakan kalau Monster-monster ini datang ke laut dangkal karena beberapa Monster berukuran besar mengejar mereka. Hal itu mungkin disebabkan oleh Perisai yang melindungi Benua Grandland telah lenyap dan Perisai Air Kerajaan Duyung hanya dapat melindungi sepertiga wilayah mereka saja, makanya Monster Ikan berukuran besar dapat mendekati laut dangkal disekitar Pulau-Pulau Kerajaan Iblis,” sahut Pemuda Iblis itu.


“Pantas saja banyak Monster tingkat rendah muncul di sini,” kata Alex sembari merenung sejenak apa yang akan ia lakukan. “Kumpulkan tangkapanmu sebanyak-banyaknya, besok Koran Guild Pandora akan merilis berbagai macam resep masakan olahan Ikan!” katanya lagi sembari berjalan di atas permukaan laut yang tiba-tiba membeku setiap kali ia melangkahkan kaki.


Pemuda Iblis itu dan para Pendekar maupun Iblis disekitarnya merenungkan sejenak apa yang baru saja dikatakan oleh Alex.


Setelah mereka memahami maksud perkataannya, mereka semua bersorak gembira dan semakin bersemangat melawan Monster Ikan.


Alex sendiri tidak memungut Monster-monster Ikan yang menyerangnya, karena semua Monster itu hanya tingkat rendah. Dia hanya mengincar Monster Ikan Tuna Sirip Biru tingkat 10 saja, karena di Bumi, Tuna Sirip Biru adalah Ikan berharga tinggi bahkan mencapai miliaran Rupiah.


Ikan Tuna Sirip Biru itu tentu sangat cocok disajikan oleh Restoran Sarah yang yang melabelkan diri sendiri sebagai Restoran mewah saat pertama kali berdiri. Bahkan Alex sudah memikirkan harga yang ia terapkan nanti untuk semua menu yang mengandung daging Monster Tuna Sirip Biru adalah 500 Koin Perak atau setara dengan harga Ayam Betutu.

__ADS_1


__ADS_2