Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Kedatangan Tiga Kapal Terbang Sihir Kekaisaran Suci Kuil Matahari


__ADS_3

“Ada sebuah Kapal yang mengibarkan bendera putih Satu Mil di depan Kita Kesatria Suci Adrian!” Orian yang merupakan Kapten Kapal Terbang Sihir Pertama melapor kepada Adrian.


“Oh, mereka telah menyadari kedatangan Kita, ya?” Adrian tersenyum mendengar laporan Orian. “Ras apa mereka?” tanyanya lagi sembari menutup buku yang ia baca dan berjalan menuju ruang Kemudi.


“Sepertinya mereka semua adalah Manusia, tetapi di Pulau terdekat yang akan Kita singgahi terdapat berbagai macam Ras seperti dalam cerita legenda,” sahut Orian.


“Ras dalam cerita legenda?” Adrian sangat senang mendengarnya. “Sepertinya Kita akan menangkap buruan yang bagus, apakah ada Elves diantara mereka?”


“Ya, tapi jumlahnya tidak banyak,” sahut Orian, “yang paling banyak adalah Ras Iblis dan Naga.”


“Oh, ada Naga juga ... sepertinya perburuan ini tidak akan mudah. Namun, bila Kita mendapatkan Sekutu Manusia di sana maka Kita akan dapat mengumpulkan informasi tentang Kekuatan Ras-Ras rendahan itu,” kata Adrian.


Tak lama kemudian, Tiga Kapal Terbang Sihir berukuran besar milik Kekaisaran Suci Kuil Matahari tersebut berhenti melaju di hadapan sebuah Kapal yang mengibarkan bendera putih.


Puluhan Pendekar tingkat 10 diatas Kapal langsung bertekuk lutut dengan wajah tertunduk.


“Perkenalkan Aku adalah Adrian, utusan Kekaisaran Suci Kuil Matahari. Siapa kalian?” tanya Adrian sembari tersenyum hangat.


“Dario ... salah satu Komandan Organisasi Hercules menyambut kedatangan utusan Kekaisaran Suci Kuil Matahari,” sahut Pria tua berjanggut putih sembari mendongak menatap Adrian yang berdiri di atas Kapal Terbang Sihir Pertama dan mengalirkan Elemen Sihirnya untuk mengukur kekuatan Pria muda tampan yang tersenyum hangat menatapnya itu. Namun, ia hanya dapat merasakan sesuatu yang mirip Elemen Sihir yang berlimpah memancar dari tubuh Adrian. “Mereka kuat sekali, jangan membuat ulah terhadap mereka,” bisiknya pada anggota Organisasi Hercules lainnya.

__ADS_1


“Organisasi Hercules?” gumam Adrian mengangkat tangannya agar Kesatria Suci membawa orang asing itu naik ke atas Kapal Terbang Sihir Pertama. “Dari namanya saja mereka pasti para pemberontak di Benua baru itu. Ha-ha-ha ... perjalanan ini akan menarik sekali!”


Dario tercengang saat menginjakkan kaki di atas Kapal Terbang Sihir Pertama. Dia tidak menyangka ada banyak Manusia yang setara Pendekar tingkat 10 atau mungkin lebih di sana.


Belum lagi, ada Tiga Kapal Terbang Sihir berukuran besar. Bila mereka melakukan invasi ke suatu Kerajaan, maka dipastikan dalam satu serangan Kerajaan itu akan runtuh, karena Pendekar tingkat 10 yang dimiliki suatu Kerajaan hanya berkisar antara Seribu hingga Dua Ribu saja.


“Silahkan ikuti Aku tuan-tuan!” Delilah menyambut Dario dan anggota Organisasi Hercules. “Kesatria Suci Adrian telah menunggu kalian di aula pertemuan. Tak perlu gugup, Kami tidak akan menyakiti kalian.”


Dario memang gugup karena mereka memasuki sarang Harimau. Namun, setelah mendengar perkataan ramah dari gadis berambut merah itu, hatinya langsung merasa tenang.


“Oh, tuan Dario pasti sudah merasakan energi Sihir Kami berbeda dengan kalian, kan?” kata Delilah. “Dan Kami juga merasakan kalau energi Sihir kalian berbeda dengan Kami, kalau boleh tahu; bagaimana kalian memperoleh energi Sihir itu?” tanyanya penasaran.


“Elemen Sihir, ya ... apakah itu karunia dari Dewa yang kalian sembah?” Delilah semakin penasaran.


“Ya, Kami menyembah Dewa Hercules, walaupun sebagian Pendekar tidak memiliki Elemen Sihir. Mereka tetap dapat menjadi Pendekar karena memiliki fisik yang kuat,” sahut Dario.


Dario juga menjelaskan tentang Dewa-Dewi yang ada di Benua Grandland dan keberadaan mereka yang telah menghilang setelah para Dewa itu menyegel Dewa Cthulhu. Namun, Dewa Cthulhu berhasil bangkit tahun ini, tetapi entitas kuat yang mengaku Dewa tiba-tiba muncul.


Dewa misterius itu menggunakan semua Elemen Sihir, tetapi sepertinya beberapa Elemen Sihir memiliki jeda dalam penggunaannya. Dewa itu lebih sering menggunakan Elemen Sihir Petir dan Elemen Sihir Kehidupan untuk mengobati luka-lukanya secara instan.

__ADS_1


“Wah, sepertinya Kamu mendapatkan banyak informasi Delilah,” kata Adrian saat Delilah memasuki aula pertemuan bersama rombongan Organisasi Hercules. “Silahkan duduk tuan Dario!” katanya lagi sembari tersenyum hangat.


Dario dan anggota Organisasi Hercules segera duduk, kemudian Kesatria Suci Wanita mengisi teh hangat ke gelas di atas meja dan meletakkan berbagai macam buah-buahan juga.


“Apakah mereka sudah tiba di sini?” Adrian langsung bertanya tanpa memperkenalkan Tiga Kapten Kapal Terbang Sihir yang duduk di dekatnya pada rombongan Organisasi Hercules. Maksud pertanyaannya sendiri merujuk pada sekelompok Penyihir yang pergi lebih dulu ke Benua Grandland.


“Ya, tuan Adrian! Mereka tiba Dua bulan yang lalu dan mereka langsung menuju ke tempat Pendekar terkuat di Benua Grandland,” sahut Dario terlihat gugup, karena ekspresi wajah Adrian tiba-tiba menjadi serius.


“Oh, Pendekar terkuat di Benua Grandland ... Aku penasaran dengan sosok itu dan ingin berduel melawannya!” Adrian langsung tersenyum lebar. “Kesampingkan dulu itu, apakah para Penyihir itu berhasil menjalin kesepakatan dengan Dia!”


Yang dimaksud Dia oleh Adrian adalah Pendekar terkuat di Benua Grandland tersebut.


Dario mengatakan tidak tahu apakah ada kesepakatan antara Penyihir itu dengan Alex. Namun, setelah Penyihir itu memberitahu akan datang Pasukan besar Kekaisaran Suci Kuil Matahari ke Benua Grandland; semua Kerajaan sepakat mengirim Pendekar tingkat 10 mereka ke Kerajaan Iblis untuk menghadang kedatangan Adrian dan bawahannya.


Dario juga menjelaskan tujuan berdirinya Organisasi Hercules, serta Pemimpin mereka merupakan mantan Pangeran yang memiliki kekuatan diatas Pendekar tingkat 10.


Dario mengatakan sesuatu yang membuat Adrian tertawa terkekeh-kekeh, ia mengatakan Pangeran Alex kemungkinan telah mencapai tingkatan yang hampir menjadikannya sebagai Manusia setengah Dewa dan ia mengatakan bahwa Pemimpin Organisasi Hercules yang mengatakan itu.


“Aku tahu kalian tidak dapat mengalahkannya karena dia yang terkuat di Benua Grandland, tetapi menyamakannya dengan Manusia setengah Dewa itu berlebihan sekali, berarti sama saja ia telah menjadi Malaikat,” kata Adrian sembari menunjuk ke arah lukisan di dinding. “Lihat itu, mereka adalah Tujuh Malaikat Dewa Matahari. Dalam perang antar Dewa jutaan tahun yang lalu, mereka telah membunuh banyak Dewa. Kalau Pangeran Alex itu adalah Manusia setengah Dewa, maka ia akan sekuat mereka!”

__ADS_1


Dario tercengang melihat lukisan para malaikat itu, di mana pertarungan mereka melawan Dewa membuat area disekitar mereka hancur lebur, bahkan gunung melawan di langit.


__ADS_2