Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Karyawan Baru


__ADS_3

“Kenapa Kakak Elf cantik malah melamun?” tanya Sarah yang membuat Elenna tersipu malu dan menghela napas panjang.


Elenna sebenarnya telah menemukan pekerjaan beberapa hari yang lalu. Namun, Bos tempatnya bekerja malah tertarik dengan kecantikannya dan hendak memperkosanya.


Elenna tentu tidak terima dengan perlakuan Bosnya itu. Dia memukul Bosnya hingga babak belur dan Dia kemudian dilaporkan ke Petugas Keamanan.


Walaupun Elenna mengatakan yang sebenarnya, Petugas Keamanan tidak percaya dengan ucapannya karena saksi-saksi malah membela sang Bos.


Karena Elenna berasal dari Keluarga Bangsawan di Kerajaan Hutan Abadi, Petugas Keamanan melepaskannya dengan syarat Elenna harus membayar 5 Koin Emas. Itulah sebabnya ia tidak memiliki uang lagi.


Elenna mendekati Sarah dan berbisik, “Apakah Ibumu ada di dalam? Aku ingin meminta tolong padanya.”


Sarah mengerutkan keningnya dan segera menatap Alex yang juga memperhatikan mereka sejak tadi. Sarah kemudian berbisik, “Aku belum pernah melihat Ibuku. Kata Ayah, Ibu sedang sibuk di Kerajaan Hutan Abadi dan kami akan menjemputnya sesegera mungkin.”


Elenna terkejut mendengarnya, pupus sudah harapannya agar tidak menderita di Kota Perdamaian ini.


Dia sebenarnya ingin meminjam uang dari Ibu Sarah dan akan mengembalikannya saat dirinya kembali ke Kerajaan Hutan Abadi. Namun, sepertinya hubungan antara Pemilik Restoran ini dengan istrinya tidak sesederhana kelihatannya, Dia menduga istri Alex mungkin tidak akan pernah datang menemui mereka lagi, karena adat Elf melarang pernikahan dengan beda Ras.


“Kalau begitu, Aku pamit dulu ya... sampai jumpa lagi Sarah!” Elenna berjalan keluar Restoran dengan wajah lesu.


“Hai Nona Elf,” sapa Alex berjalan keluar dari dapur. “Apakah Kamu sedang mencari pekerjaan, kebetulan sekali Kami kekurangan Karyawan,” katanya lagi.


Elenna tersenyum cerah dan segera menganggukkan kepala tanda setuju tanpa menanyakan berapa gaji yang akan ia terima.


Dia yakin Alex akan memperlakukannya dengan baik, karena Alex memiliki istri dari kalangan Elf. Hannah juga terlihat bahagia bekerja di Restoran ini, tidak seperti tempat bekerjanya sebelumnya—para Pekerja di sana tampak tertekan.


“Gaji yang akan kamu terima sama dengan Hannah, untuk bulan pertama adalah Satu Koin Emas dan bulan berikutnya menjadi Dua Koin Emas. Untuk tempat tinggal, kamu boleh tinggal di salah satu kamar diatas atau kamu sudah memiliki tempat tinggal di Kota Perdamaian ini?” Alex menatap Elenna yang tiba-tiba menitikkan air mata dan Dia buru-buru menyekanya karena merasa malu.


“Aku akan tinggal di Restoran ini, Bos!” sahut Elenna.


“Baiklah, Hannah akan mengajarimu cara menyajikan hidangan,” kata Alex sembari berjalan ke dapur. “Perutmu sudah bergemuruh, Aku akan membuatkan Nasi Goreng untukmu!” katanya lagi.

__ADS_1


Elenna yang kelaparan sangat senang mendengarnya dan bergegas mengikuti Alex ke dapur.


“Yey... Kakak Elf cantik akan bekerja di sini.” Sarah sangat senang dan berlari mengikuti Elenna ke dapur.


“Apakah Kakak Elf cantik pernah melihat Ibuku?”


“Apakah semua Elf cantik?”


“Apakah Kakak juga dapat mengeluarkan Petir seperti ini?”


“Kenapa rambutmu Pirang dan Aku Perak?”


Elenna kebingungan, Sarah terlalu banyak bertanya dan bingung bagaimana menjawabnya.


“Kakak Elenna mau makan, nanti saja bertanya-tanya padanya, ya.” Alex membelai rambut perak Sarah.


Sarah menganggukkan kepala dan mengedipkan mata pada Elenna, kemudian ia kembali ke tempat duduk Kasir menunggu kedatangan pelanggan.


Sorenya, Alex menutup Restoran dan membuat pengumuman di kertas bahwa dirinya sedang sibuk sehingga tidak akan membuka Restoran saat malam nanti.


“Pangeran!”


Alex terkejut mendengar panggilan itu dan suara itu terdengar tak asing. Dia menoleh ke arah gerbang masuk halaman Restoran dan terkejut melihat sosok yang dengan susah payah membawanya melarikan diri ke Kota Perdamaian ini Empat tahun yang lalu.


“Bryan!”


Alex segera memeluknya erat-erat, air matanya mengalir membasahi pipinya karena tidak menyangka akan bertemu lagi dengan salah satu bawahannya di Legiun Barat tersebut.


“Bagaimana kabarmu? Dan... tolong panggil Aku Alex saja,” kata Alex tersenyum lebar sembari menyeka air matanya. “Ayo masuk ke dalam, Aku akan membuatkan makanan setengah matang untukmu,” canda Alex yang membuat Bryan tertawa terkekeh-kekeh.


Bryan bernapas lega ternyata Alex menjalani kehidupan yang baik di Kota Perdamaian, padahal ia dan anggota Legiun Barat yang masih hidup sangat khawatir kalau Alex akan menjalani kehidupan yang sulit di sini. Alex juga menolak mereka mengirimkan uang untuknya, karena itu dapat membuat keberadaannya diketahui oleh Pasukan misterius yang ingin melenyapkannya tersebut.

__ADS_1


Alex memberikan uang pada Hannah dan menyuruhnya mereka membeli pakaian untuk mereka kenakan di Pesta nanti.


Setelah Hannah, Sarah dan Elenna pergi, Alex langsung memasakkan makanan enak untuk dinikmati oleh Bryan.


“Bagaimana keadaan teman-teman yang lain? Apakah mereka baik-baik saja?” tanya Alex duduk di seberang Meja.


“Setelah Kamu membubarkan Legiun Barat, Prajurit yang tersisa pun mengambil jalan hidup masing-masing. Ada yang mendaftar menjadi Prajurit Legiun lain, manjadi Pemburu, Pedagang dan Petani,” sahut Bryan sembari menghela napas panjang dan ekspresi wajahnya tampak sedih. “Namun, ada juga yang dieksekusi mati dan serta diburu oleh Assassin. Mereka adalah anggota Legiun Barat dengan pangkat tinggi atau semua Pendekar tingkat 10, hanya Aku yang tidak diburu karena Keluargaku segera memberikan upeti besar pada Kekaisaran dan Keluargaku memastikan Aku tidak akan melakukan balas dendam.”


“Mereka masih memburu teman-teman kita?” Alex terkejut mendengarnya. “Pangeran Kedua kejam sekali! Aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri walaupun Dia adalah Saudara kandungku!” Tiba-tiba Alex memancarkan Aura Pendekar tingkat 10 yang membuat Bryan merasa tertekan walaupun dirinya juga Pendekar tingkat 10. Namun, setelah kejadian malam mencekam itu, kekuatannya semakin melemah dan hampir setara dengan Pendekar tingkat 9.


“Pangeran... eh, Alex! Kekuatanmu sudah pulih?” Bryan sangat senang. “Teman-teman kita pasti senang kekuatanmu telah pulih.”


Alex menganggukkan kepala dan berkata, “Namun, Aku tidak akan membentuk Legiun Barat lagi.”


Bryan tersentak kaget dan mengerutkan keningnya.


“Tenang saja, Aku akan melenyapkan mereka yang telah menghancurkan kita,” kata Alex yang memahami apa yang dipikirkan oleh Bryan. “Kalian tidak boleh menderita lagi gara-gara diriku. Satu-persatu dari mereka akan mengikuti jejak teman kita yang gugur dan Aku sudah bertemu salah satu dari mereka, akan tetapi Dia sangat kuat. Mungkin butuh waktu yang lama menghabisi mereka semua dan jangan terlibat lagi, Bryan!”


Bryan menatap Alex tanpa berkedip dan menghela napas panjang, kemudian membuka Kotak besi yang ia bawa.


“Aku sudah menebak Kamu akan mengatakan hal tersebut,” sahut Bryan mengeluarkan Pedang Meteor. Itu adalah Pedang yang menemani Alex hingga dijuluki sebagai Pendekar terkuat di Benua Grandland. “Aku tidak menyangka Kamu sudah tahu kalau Pangeran Kedua lah dalang di balik kejadian itu,” katanya lagi mengeluarkan dokumen berisi nama-nama yang terlibat dalam penyergapan itu.


“Dia adalah Saudaraku, bagaimana mungkin Aku tidak mengenalinya walaupun ia menutup wajahnya,” sahut Alex memperhatikan nama-nama yang tertulis di Dokumen itu. “Terimakasih Bryan, mulai sekarang aku yang akan melakukannya dan kamu tidak boleh terlibat lagi. Carilah wanita cantik dan jalani kehidupan yang bahagia, buat apa uang banyak kalau tidak dinikmati ha-ha-ha ....”


“Aku tidak seperti Bryan yang dulu lagi,” sahut Bryan tertawa terkekeh-kekeh. Dulu ia hanya berlatih agar sejajar dengan Alex dan tidak mau menikah karena menurutnya itu akan menghambat proses pelatihannya. “Aku juga memiliki Putri dan usianya baru beberapa bulan,” katanya lagi sembari mengunyah nasi yang bercampur daging Rendang.


Bryan tiba-tiba menitikkan air mata karena mengingat banyak kenangan indah bersama Keluarga dan rekan-rekannya di Legiun Barat.


“Apakah Kamu menjadi murid Koki Legendaris?” selidik Bryan, karena seingatnya Alex itu tidak bisa memasak.


Alex tersenyum lebar. “Ya, anggap saja begitu!”

__ADS_1


Bryan mengabiskan semua hidangan yang disajikan di atas meja. Dia merasa rasa lelah dan pegal-pegal pada tubuhnya menghilang, Kekuatannya juga meningkat serta merasa sudah dapat bertarung seimbang melawan Alex.


Ketika Hannah, Sarah dan Elenna pulang ke Restoran, Bryan pun berpamitan pada Alex dan menyapa Sarah. Simpul dihatinya telah terlepas dan seperti yang dikatakan oleh Alex, dirinya akan fokus pada kelurga kecilnya mulai saat ini. Dia percaya, Alex pasti akan membalaskan kematian rekan-rekannya.


__ADS_2