Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Kedatangan Nenek ke Restoran Sarah


__ADS_3

“Kakak Ipar baru saja melakukan perjalanan jauh, bagaimana kalau Kakak Ipar dan Ibu sarapan pagi dulu. Kebetulan sekali, Kami memiliki Tiga hidangan baru, Eva dan Hannah akan memasaknya untuk kalian,” kata Helena.


“Ya, ayo makan dulu, Kak! Soal pekerjaan, nanti saja kerjakan!” Catherine mendorong punggung Einar ke dalam Restoran Sarah sebelum Einar mengatakan sesuatu.


“Hmm, sebenarnya Aku lebih tertarik makan Ayam Betutu.” Einar berkata dengan ekspresi wajah datar.


“Aku ingin makan Bakso,” sahut Lilia.


“Nenek harus mencoba Gado-gado, Pempek Palembang, dan Tempoyak Ikan Patin. Semua itu enak sekali,” sela Sarah yang masih digendong oleh Lilia.


“Hmm, kedengarannya cukup enak, baiklah Aku akan makan menu yang itu,” kata Lilia tersenyum bahagia dengan saran dari cucunya itu.


Dia juga sangat ingin mencoba mencicipi Tempoyak Ikan Patin, karena di sungai-sungai Kekaisaran Hazel banyak Ikan Patin. Namun, di sana Ikan Patin hanya digulai menggunakan santan saja atau di panggang.


Sarah menganggukkan kepala dan kembali tersenyum manis yang membuat Lilia tak ingin melepaskan pelukannya pada cucunya itu.


“Kamu tidak sekolah, Sarah?” tanya Catherine, karena biasanya pagi-pagi sekali Sarah sudah mengenakan seragam sekolahnya.


“Sarah akan libur Sekolah untuk menemani Nenek,” sahut Sarah sembari melirik Helena, menunggu tanggapan ibunya apakah ia boleh libur atau tidak. Helena hanya tersenyum saja, sehingga Sarah menjadi senang karena diijinkan bolos sekolah.


“Wah, Karyawan Restoran Sarah cantik-cantik sekali,” puji Lilia saat melihat Lilith, Elenna, dan Viola yang sedang merapikan meja dan kursi.


“Tentu saja, Kakak-kakak itu pilihan Ayah he-he-he.” Sarah tertawa bangga. Padahal Ibunya mendengus dingin mendengar perkataannya itu.


“Ibu ... Kakak Ipar! Lihatlah daftar menunya dan lihatlah gambar makanan di menu itu, kemudian pilih menu yang kalian sukai,” kata Helena setelah mereka duduk di kursi dekat meja Kasir.


“Sarah mau Pempek Palembang saja!” sahut Sarah mengangkat tangannya. “Hidangan barunya tampak enak, kan, Nenek?” tanya Sarah yang duduk di sebelah Lilia tersebut.


Lilia merasa gambar makanan di menu itu tampak enak-enak, sehingga ia bingung harus memilih yang mana.


Setelah berpikir sejenak, Lilia memutuskan memilih Tiga menu baru yang disarankan oleh Sarah, sedangkan menu lainnya akan ia coba saat makan siang dan makan malam nanti.

__ADS_1


“Aku memilih Ayam Betutu saja,” kata Einar tanpa melihat daftar menu, karena memakan satu Ayam utuh sudah cukup mengenyangkannya.


“Aku memesan Tiga menu baru itu,” sahut Catherine tanpa melihat daftar menu juga.


Sementara Miranda tetap memperhatikan daftar menu dan memutuskan untuk memilih Tiga menu baru juga. Pengawal Pribadi Einar memilih makan nasi goreng dan Ayam Crispy dengan sambal pedas.


“Tunggu sebentar, ya, Nyonya,” kata Lilith setelah mencatat pesanan Keluarga Bosnya itu.


“Oh, ya, buatkan Aku teh hangat ya Lilith,“ kata Helena.


“Ya, Nyonya Bos,” sahut Lilith.


“Nyonya Bos?” Lilia keheranan mendengar panggilan Karyawan Restoran Sarah pada Helena.


“Ha-ha-ha ... Kakak Alex dan Kakak Helena itu dipanggil Nyonya Bos dan Bos oleh Karyawan dan pelanggan Restoran,” sahut Catherine tertawa mengejek Helena. “Sedangkan Sarah di panggil Bos kecil.” Dan Sarah pun tampak bangga dengan panggilan itu.


Helena hanya tersenyum malu dan tidak tahu harus berkilah bagaimana.


Helena menjawab mereka baik-baik saja, lagi pula ia sudah menjadi Pendekar tingkat 11 dan Sarah juga baru saja menjadi Pendekar tingkat 9.


Lilia, Catherine, dan Miranda terkejut mendengar Sarah telah menjadi Pendekar tingkat 9, sementara Einar hanya penasaran bagaimana bocah kecil itu menaikkan levelnya dengan mudah.


Helena menutup mulutnya menahan tawa dan menjelaskan mengapa Sarah dapat meningkatkan kekuatannya dengan cepat, itu mungkin karena efek khusus dari makanan yang dimasak oleh Alex.


Namun, ia tidak dapat memastikan bahwa itu adalah jawaban pastinya. Dia juga menduga mungkin itu karena Sarah mendapatkan berkah dari semua Dewa Benua Grandland, karena ia ditakdirkan menjadi Pahlawan yang akan melawan Dewa Cthulhu, tetapi Dewa baru telah mengambil perannya lebih dulu sebelum ia Dewasa.


Einar lebih percaya dengan alasan Kedua Helena, karena Saint Suci Kuil Hercules mengatakan Dewi Luna telah meramalkan akan muncul Pendekar yang dapat menggunakan semua Elemen Sihir di masa depan. Dia yakin, Sarah lah yang dimaksud oleh Saint Suci tersebut.


Monster Elang Hitam mendarat di halaman belakang Restoran Sarah.


Alex turun dari punggung Monster Elang Hitam tersebut dan mengucapkan terimakasih kepada Iblis yang mengantarnya pulang. Dia memberikan tip Lima Koin Emas pada Iblis itu agar Iblis itu dapat menyewa penginapan untuk beristirahat di Kota Perdamaian.

__ADS_1


Iblis itu sangat senang sekali dan mengucapkan terimakasih berkali-kali pada Alex, bahkan saat Monster Elangnya sudah terbang setinggi Sepuluh Meter, ia sekali lagi mengucapkan terimakasih lagi.


“Hadeh, sudah seperti seseorang yang kukenal di Bumi saja sikapnya itu,” gumam Alex segera masuk ke dalam Restoran Sarah. Kemudian ia terkejut Eva dan Hannah sedang sibuk memasak, padahal Restoran belum buka.


Alex hendak bertanya kenapa Hannah dan Eva memasak sekarang, tetapi ia mendengar suara yang sangat familiar.


“Ibu?” Alex tertegun sejenak, kemudian dengan ragu-ragu ia melangkahkan kaki menemui Ibunya itu. “Selamat datang, Bu,” sapanya tersenyum hangat.


“Alex!” Lilia segera menghampiri Alex dan memeluknya, kemudian ia menangis tersedu-sedu.


“Maaf Bu, Aku tidak pernah mengunjungimu,” sahut Alex merasa bersalah. Selain berusaha membunuh saudara kandungnya, ia juga tidak menyapa Lilia saat berkunjung ke Kota Ella. Padahal saat itu Sarah bertemu dengan neneknya itu, tetapi saat itu mereka belum saling mengenal.


Lilia menyeka air matanya. “Ya, tidak apa-apa, apakah Kamu sudah makan, bagaimana kalau Kita makan bersama?”


Lilia tidak mengungkit tentang hilangnya Lycus atau Elemen Sihir Kehidupannya yang sudah tak ada lagi, karena tidak ingin Alex merasa bersalah dan menjadi beban pikiran untuk putra bungsunya itu.


“Kamu memiliki Putri yang cantik, Nak!” Lilia tersenyum hangat.


Namun, detak jantung Alex berdebar kencang. Dia tahu Ibunya itu sangat menderita karena perseteruan anak-anaknya. Akan tetapi, ia juga tidak bisa mengampuni saudaranya itu karena berusaha membunuh dirinya dan Putrinya, serta Ribuan Prajurit Legiun Barat gugur dalam kejadian malam mencekam itu.


Alex menghela napas dalam-dalam dan memegang tangan ibunya itu. “Aku akan membantu menenangkan pikiran Ibu,” bisiknya mengalirkan Elemen Sihir Kehidupan.


Lilia merasa pegal-pegal pada pundaknya menghilang dalam sekejap, dadanya juga terasa ringan dan tidak sesak napas lagi.


Lilia tersenyum hangat menatap Alex. “Terimakasih, Nak!” sahutnya.


Alex memeluk ibunya itu sekali lagi sembari menahan air mata. Namun, tiba-tiba Sarah merusak momen mengharukan itu, karena ia muncul di sela-sela antara keduanya dengan senyum cerahnya sembari memeluk kaki Lilia.


“Sarahku yang cantik!” Lilia segera menggendong Sarah dan mengabaikan Alex yang tersenyum masam.


“Bos, Kamu mau makan apa?” tanya Hannah dari pintu masuk dapur Restoran.

__ADS_1


“Bubur Tinutuan saja,” sahut Alex segera duduk di sebelah Einar dan saat ia menyapa saudara tertuanya itu, Einar hanya menjawab singkat saja—sehingga ia bingung harus bercerita tentang apa agar suasana menjadi tidak canggung.


__ADS_2