Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Segel di Hutan Monster Kota Perdamaian


__ADS_3

Monster Bangau Putih tingkat 9 milik Elizabeth terbang menjauh dari Kota Perdamaian dan melesat ke arah Hutan Monster.


Bagian wilayah Barat terlihat sangat terang oleh pancaran cahaya lampu Kastil dan rumah-rumah penduduk yang berpenghasilan tinggi tersebut, sedangkan wilayah timur terlihat gelap dan hanya sedikit saja pancaran cahaya lampu dari sana.


Karena Elizabeth sering bolak-balik ke tempat disegelnya bagian tubuh Dewa Cthulhu, Monster Bangau Putih tidak perlu diarahkan lagi menuju tempat itu. Dia mendarat persis didepan lereng bukit kecil.


Elizabeth melompat turun dari punggung Monster Bangau Putih, kemudian Alex juga menyusul mengikutinya.


“Usir lagi Monster yang mendekat ke sekitar bukit ini!” seru Elizabeth pada Monster Bangau Putih yang langsung menganggukkan kepala tanda menyetujui perintahnya.


Alex akhirnya mengerti kenapa tak ada yang menyadari kalau di bukit kecil ini tersegel sosok yang sangat mengerikan, ternyata tidak ada Monster yang berkeliaran di sekitar bukit ini sehingga para Pemburu juga secara otomatis tidak akan mendekat kemari.


Saat diperjalanan tadi, Elizabeth mengatakan kalau Dewa Cthulhu itu dapat memperdaya pikiran seseorang.


Dewa Cthulhu mensugesti bila mereka melepaskan Segel yang mengekangnya, maka mereka akan diberikan kekuatan besar yang dapat menaklukkan dengan mudah Pendekar tingkat 10. Untung saja saat pertama kali menemukan Segel itu, Elizabeth lebih dulu memperhatikan lukisan di dinding masuk gua.


Namun, saat itu rekan Elizabeth terpengaruh oleh tipu daya Dewa Cthulhu dan mencoba merusak Segel, untung saja Elizabeth cepat bereaksi dan terpaksa membunuh rekannya itu.


“Aku ingatkan sekali lagi, jangan terpengaruh oleh tipu dayanya!” seru Elizabeth menatap tajam Alex sebelum memasuki mulut gua.


Alex tersenyum tipis dan menjawab, “Tenang saja Nenek Eli! Aku sudah pernah masuk ke dalam jebakan dan tidak akan terjebak untuk Kedua kalinya lagi.”

__ADS_1


Elizabeth menatap Alex sekali lagi dan menarik napas dalam-dalam, kemudian melangkah ke dalam mulut gua. Dia yakin maksud dari ucapan Alex adalah peristiwa Empat tahun lalu yang menggemparkan Benua Grandland tersebut.


Mereka menuruni tangga dan menggunakan obor sebagai penerangan jalan. Dinding gua dipenuhi oleh lukisan yang kemungkinan besar adalah zaman sebelum malapetaka Dewa Cthulhu terjadi.


Elizabeth melangkah dengan lambat agar Alex dapat melihat semua lukisan yang terpahat di dinding gua tersebut. Kadang-kadang sudut bibir Alex memancarkan senyuman tipis dan ekspresi wajahnya menegang saat memperhatikan lukisan tersebut.


“Ternyata setiap Ras memiliki Dewa masing-masing dan yang disebut sebagai Dewa itu adalah sosok terkuat di Ras masing-masing,” gumam Alex menyimpulkan apa yang ia lihat setelah menuruni tangga hingga kedalaman 200 Meter dari permukaan tanah.


Lukisan Dewa Cthulhu yang muncul dari Samudera pun akhirnya muncul di Kerajaan Iblis yang tinggal di Pulau-Pulau bagian Barat Benua Grandland tersebut.


Para penduduk di Pulau itu tiba-tiba saling membunuh dan hanya meninggalkan satu Iblis terakhir. Dewa Cthulhu kemudian membawa Iblis itu menyeberang ke Pulau lain dan kejadian yang sama terulang lagi, kemudian satu Iblis terakhir mengikutinya ke Pulau lain.


Awalnya, Ras lain tidak mau menolong Kerajaan Iblis, akan tetapi setelah memiliki beberapa pengikut yang cukup kuat; Dewa Cthulhu kemudian menyeberang menuju Benua Grandland. Peristiwa yang sama di Kerajaan Iblis terulang di seluruh Grandland. Ke manapun Dewa Cthulhu maupun pengikutnya melangkah kaki, pembantaian massal akan mengiringi mereka.


“Jadi, awalnya Monster tidak ada di Benua Grandland.” Alex berpikir sejenak.


“Hewan-hewan berubah menjadi Monster karena menyerap Aura yang bocor dari kekuatan Dewa Cthulhu,” sahut Elizabeth.


Timnya membuat kesimpulan itu setelah menyadari hanya di Hutan Monster Lah bagian-bagian tubuh Dewa Cthulhu disegel, dan itulah sebabnya hewan-hewan di sana menjadi Monster.


“Apa maksud dari tulisan ini?” selidik Alex menunjuk bagian terakhir pahatan di dinding gua.

__ADS_1


Alex terkejut dengan tulisan itu, karena tulisan itu adalah huruf Latin yang berasal dari kehidupannya yang sebelumnya, akan tetapi kata-katanya dalam bahasa Benua Grandland.


Elizabeth menghela napas panjang dan menggelengkan kepala. “Hingga kini tak ada yang mengerti apa maksud pahatan ini, mungkin itu petunjuk cara memperkuat Segel atau sebuah peringatan,” sahutnya, “dan hanya gua ini saja yang memiliki pahatan seperti itu.”


Sementara di hutan Monster lain tempat bagian tubuh Dewa Cthulhu disegel hanya menampilkan lukisan bergambar.


Alex memperhatikan pahatan itu dengan seksama. “Dewa Manusia itu mengaku berasal dari luar Dunia ini dan mengatakan kekuatan para Dewa terkorosif oleh kekuatan Dewa Cthulhu, sehingga mereka menyegel bagian-bagian tubuh Dewa Cthulhu dengan tergesa-gesa dan meninggalkan sebagian Kekuatan mereka untuk Ras mereka agar dapat melawan Dewa Cthulhu di masa depan,” gumam Alex. Namun, gumamannya tidak terdengar oleh Elizabeth yang sedang mendekati Segel.


Alex yakin Dewa Manusia ini tergesa-gesa memahat tulisan ini karena tubuhnya mungkin sudah tidak kuat lagi menahan Korosif dari kekuatan Dewa Cthulhu.


“Aku penasaran di mana sebagian Kekuatan itu disimpan dan dalam bentuk apa? karena tidak dijelaskan dalam tulisan ini,” pikirnya lagi. “Oh, ya, dari Dunia mana Dewa Manusia itu? Kalau dilihat dari tulisan latin ini, seharusnya Dia juga dari Bumi.”


Negara yang terlintas di benak Alex adalah Jepang dan China. “Kalau Dia diisekai maka Dia pasti anak SMA culun dari Jepang yang dikirim ke sini, kalau Dia di transmigrasi maka itu dari Pemuda China,” gumamnya bercanda dalam benaknya sendiri—padahal dirinya juga mengalami Dua kehidupan di Dunia yang berbeda.


Alex mendekati lingkaran berwarna merah, di pinggiran lingkaran itu ada tulisan kuno Benua Grandland yang tidak dipahami olehnya. Namun, sepertinya Elizabeth sudah memahaminya karena Dia segera melukis huruf yang menghilang menggunakan darah Monster.


Elizabeth tahu Alex penasaran dengan apa yang ia lakukan. “Dari tahun ke tahun pemudaran Segel ini semakin cepat saja, mungkin itu ulah Mordor yang membuat Dewa Cthulhu memulihkan kekuatannya. Entah metode apa yang ia lakukan sehingga Dewa Cthulhu menjadi kuat.”


Setelah Elizabeth memperbaiki salah satu huruf, huruf yang lain terlihat mulai memudar sehingga Alex terkejut dan berpikir masalah ini sebenarnya sangat genting sekali. Harusnya seluruh Dunia bersatu mengatasi permasalah Dewa Cthulhu ini.


“Apakah Raja-Raja Kerajaan lain sudah mengetahui tentang masalah ini?” selidik Alex penasaran.

__ADS_1


Elizabeth menggelengkan kepala dan berkata, “Lord Michael akan membahasnya ketika pertemuan antar Pemimpin Kerajaan di Kota Perdamaian bulan depan. Kami merahasiakannya selama ini karena takut, justru banyak pihak yang mencoba mengambil kesempatan untuk mengabdi kepada Dewa Cthulhu agar mendapatkan kekuatan secara instan.”


Alex setuju dengan pendapat Elizabeth, berurusan dengan para Oligarki itu sangat sulit karena harus menguntungkan bagi mereka dan Alex sudah merasakan dampaknya; hampir dibunuh oleh Saudara kandungnya sendiri.


__ADS_2