
Alex tidak menyangka pelanggan terus berdatangan ke Restoran Sarah sehingga semua kursi terisi penuh padahal kapasitas Restoran itu dapat menampung 50 orang, beberapa Pelanggan terpaksa duduk di Kursi yang berada di teras Restoran.
Alex sendiri menjadi Pramusaji dadakan karena Elenna kewalahan melayani pelanggan sendirian, karena Hannah kini telah menjadi Koki yang cukup sibuk memasak di dapur, untung saja Eva belajar dengan cepat dan dapat membantu memasak Bakso serta Daun Ubi Tumbuk.
“Bos... makanan di Restoranmu sangat enak,” kata Lancelot tersenyum tipis sembari meletakkan 100 Koin Perak diatas meja Kasir.
Alex membalas senyuman Lancelot. "Terimakasih tuan, sampai jumpa lagi!” sahutnya merasa senyuman Pria asing ini seperti mengandung makna tersirat. Namun, ia segera mengabaikan firasat tak mengenakkan itu dan menganggap dirinya mungkin terlalu paranoid terhadap Pendekar tingkat 10 setelah mengalami peristiwa mencekam itu.
“Bos Alex... berapa yang harus kubayar?” tanya Ron, “Aku memakan Ayam Crispy, Tinutuan, Nasi Goreng—”
“Untuk tuan Ron, hari ini kamu gratis mau memakan apapun di Restoran Sarah karena tadi telah menolong Eva,” sela Alex sebelum Ron menyelesaikan perkataannya.
Alex sebenarnya ingin mengembalikan uang Lima Koin Emas yang digunakan Ron untuk menebus Eva dari wanita tua Pemilik Restoran Salsa, tetapi Ron langsung menolaknya karena ia mengatakan membantu Eva dengan tulus.
Ron tersenyum lebar. Dia sebenarnya sudah menduga Alex akan menggratiskan biaya makannya. “Baiklah, sampai jumpa besok, Bos Alex!”
Wanita cantik berusia Tiga Puluhan tahun yang mengantri di depan meja Kasir tersenyum cerah menatap Alex. “Bos, kulit wajahku semakin cerah setelah memakan Tinutuan, apakah bumbunya itu mengandung Ramuan kecantikan?” selidiknya penasaran.
Alex menggelengkan kepala dan Dia juga bingung, kenapa makanan buatannya selalu memiliki efek khusus. “Aku hanya menggunakan bumbu biasa saja, mungkin karena Aku memasaknya dengan sepenuh hati ha-ha-ha ....”
Wanita cantik itu pun ikut tertawa dan membayar biaya makannya, kemudian meninggalkan Restoran.
Di halaman Restoran Sarah berdiri seorang yang tampak seperti wanita karena ada tonjolan di dadanya, tetapi pakaiannya tampak lusuh dan mengenakan penutup wajah yang hanya menunjukkan matanya saja.
Para pelanggan Kaya langsung menjauh dari sosok itu karena takut dia adalah orang gila yang mungkin tiba-tiba menyerang mereka.
Alex menatap sosok misterius yang terlihat ragu-ragu melangkahkan kaki ke dalam Restoran Sarah itu.
Alex berpikir Dia sebenarnya memiliki uang, tetapi malu melangkahkan kaki ke dalam Restoran karena merasa Restoran Sarah dikhususkan untuk pelanggan kaya saja.
__ADS_1
“Silahkan masuk Nona!” sapa Alex lebih dulu sembari tersenyum hangat.
“Apakah tuan masih membutuhkan karyawan baru? Aku bersedia dibayar sepiring nasi saja setiap hari,” sahut wanita itu sembari melepaskan penutup wajahnya.
Alex terkejut, ternyata wanita itu adalah Ras Iblis.
Seperti Elf, Orc, dan Goblin, Iblis sangat jarang ditemui di Kota Perdamaian karena tidak suka berbaur dengan Ras asing. Jika ada yang muncul di Kota Perdamaian, maka kebanyakan mereka adalah pelarian dari negara mereka atau pelancong yang sedang berliburan.
Melihat ekspresi wajah terkejut Alex, gadis Iblis itu langsung kecewa.
Dia berhenti di halaman Restoran Sarah karena melihat Pramusaji di sana adalah Elf dan berpikir Pemilik Restoran mungkin tidak membenci Ras lain, makanya ia berinisiatif untuk menjadi Pramusaji juga walaupun hanya dibayar sepiring nasi saja.
“Tidak masalah sih, kalau kamu ingin bekerja di sini. Namun, kamu harus berjanji tidak akan mudah tersulut emosi saat pelanggan bercanda denganmu, kecuali candaan mereka kurang ajar maka kamu boleh memukul mereka,” sahut Alex merasa kasihan padanya dan teringat dengan kisah Elenna yang hampir jadi gelandangan di Kota Perdamaian.
Gadis Iblis itu sangat gembira mendengar jawaban Alex. “Iblis memang sangat pemarah, tetapi Aku dari kecil sudah diajarkan oleh ibuku bagaimana cara mengontrol emosi agar tidak mudah marah.”
“Hmm, siapa namamu?” tanya Alex sembari mempersilahkan gadis Iblis itu masuk ke dalam Restoran.
“Oh, nama yang bagus,” sahut Alex tersenyum hangat. “Mandilah ke lantai atas dan pakai dulu pakaian milik Hannah.”
Lilith menganggukkan kepala dan berjalan ke dapur. Hannah langsung tercengang Alex merekrut Iblis sebagai Pramusaji.
Hannah langsung memberitahu peraturan Restoran Sarah dan mengajarinya cara melayani pelanggan, kemudian membawanya ke lantai atas.
Saat jam istirahat Restoran, Alex pergi menjemput Sarah ke Sekolah Harapan. Hannah, Eva, Elenna, dan Lilith meluangkan waktu istirahat mereka dengan berbincang-bincang.
Lilith bercerita kalau Dia sebenarnya diculik oleh bandit dan dibawa ke Kota Perdamaian, tetapi sebelum mencapai Kota; Kereta Kuda yang membawa mereka diserang oleh Pendekar. Lilith segera kabur saat gerbong Kereta Kuda hancur akibat pertarungan antara Pendekar dan gerombolan Bandit.
Namun, dari Tujuh gadis Iblis yang berada dalam gerbong Kereta Kuda itu, hanya dirinya saja yang berhasil melarikan diri sedangkan yang lainnya tewas dibunuh oleh gerombolan Bandit.
__ADS_1
“Bekerja Dua bulan saja di Restoran Sarah, maka kamu dapat kembali lagi ke kampung halamanmu. Bos Alex itu sangat baik, kita akan digaji sebesar Upah Minimum Kota Perdamaian,” kata Hannah merasa Lilith pasti merindukan orangtuanya di Kerajaan Iblis.
Lilith menggelengkan kepala dan menghela napas panjang. “Orangtuaku sudah tewas dibunuh oleh gerombolan Bandit” jawabnya yang langsung teringat saat gerombolan Bandit yang juga Iblis tersebut menyerang Desanya dan membunuh semua Iblis di sana, kecuali gadis Iblis yang masih muda dan cantik.
“Tidak apa-apa, kalau Bos Alex tidak membutuhkan kita lagi di masa depan, kamu dan Eva dapat tinggal bersamaku atau kita membuka Restoran bersama-sama,” kata Hannah menghibur Lilith dan kebetulan Eva juga tidak memiliki orantua lagi.
“Bagaimana denganku?” Elenna menunjuk dirinya sendiri.
“Kamu kan tuan Putri Bangsawan, Pangeran Elf tampan pasti akan menjemputmu segera ha-ha-ha ....” Hannah langsung tertawa terkekeh-kekeh karena ia sudah mendengar alasan Elenna kabur dari Kerajaan Hutan Abadi.
Elenna langsung cemberut dan merasa ucapan Hannah ada benarnya, lambat-laun keluarganya pasti akan menjemputnya ke Kota Perdamaian dan melanjutkan pertunangannya yang tertunda dengan tuan muda Bangsawan.
...***...
Alex dan beberapa orang tua murid Sekolah Harapan menunggu anak mereka di gerbang Sekolah. Dua Orc bertubuh besar yang menjadi penjaga tidak membolehkan mereka masuk, keduanya beralasan itu sudah peraturan di Sekolah Harapan.
Gadis setengah Elf dengan rambut dikuncir Dua berlari dari dalam halaman Sekolah sembari tersenyum lebar, yang langsung membuat Ibu-Ibu di dekat Alex tertawa karena merasa Sarah sangat lucu dan menggemaskan.
“Ayah... Aku tadi mendapatkan nilai sempurna dari ibu guru!” Sarah berkata sembari melompat ke pangkuan Alex.
“Oh, ternyata tuan yang tampan itu adalah Ayahnya.”
“Pantas saja Aku bingung, kenapa Pria tampan berdiri disebelah Kita... ternyata ia menunggu kepulangan Putrinya, padahal Aku mengira Dia sedang curi-curi pandang padaku,” bisik Wanita berambut merah yang mengenakan perhiasan yang sangat mencolok, sepertinya dia adalah salah satu sosialita elit Kota Perdamaian.
“He-he-he... siapa juga yang mau dengan wanita ganas sepertimu,” sindir Wanita cantik berambut Perak. “Sudah Lima Pria yang menyerah menjadi istrimu, untung saja suami terakhirmu adalah Pendekar sehingga dapat menyeimbangkan keganasanmu,” cibirnya lagi.
Alex mengerutkan keningnya mendengar perbincangan ibu-ibu di sebelahnya itu. Dia segera meninggalkan tempat itu agar pikiran Sarah tidak terkontaminasi oleh gosipan menyesatkan mereka.
...***...
__ADS_1
Ras Iblis (sumber Pinterest)