Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Hadiah Dari Dewan Kota Avena


__ADS_3

Setelah semua tamu undangan dan Pramusaji yang Alex sewa pulang. Kini hanya ada karyawan Restoran Sarah, Helena dan dirinya saja yang tinggal di sana.


Namun, sebuah Kereta Kuda mewah masih belum beranjak dari depan pintu masuk halaman Restoran Sarah. Gerbongnya memiliki lambang Duyung yang berarti itu milik Keluarga Avena.


Wanita cantik keluar dari gerbong Kereta Kuda itu, Dia adalah Dewan Kota Avena yang tadi ikut merayakan pesta ulang tahun Sarah walaupun dirinya sebenarnya tidak diundang.


Alex meletakkan tangan kanannya di dada dan menundukkan wajahnya. “Ada yang bisa kubantu Dewan Kota Avena,” sapanya sembari tersenyum hangat.


Avena tersenyum hangat dan berkata, “Tak perlu bersikap formal begitu. Bukankah Kita tadi sudah saling menyapa.”


“Ha-ha-ha ... kalau begitu, kenapa Nyonya Avena masih di sini? Semua orang sudah pulang, kecuali ada hal pribadi yang ingin Nyonya Avena butuhkan dariku,” sahut Alex.


Avena menatap Alex dari ujung kaki hingga ke ujung kepala, membuat Alex merinding dan berpikir apakah Duyung berusia ratusan tahun ini menginginkan tubuhnya untuk menghangatkan ranjangnya.


“Apakah Aku memanggilmu Dewa atau Pendekar yang mewarisi Kekuatan yang ditinggalkan oleh Dewa?” Avena berkata dengan senyum menggoda.


Namun, senyuman di wajah Alex langsung menghilang digantikan kerutan masam di keningnya.


“Jangan menatapku seperti itu! Itu menakutkan sekali,” goda Avena sekali lagi. “Kamu masih kekurangan Satu Kekuatan lagi untuk menjadi Dewa!” katanya.


Avena memasukkan tangannya ke dalam celah gaun yang menunjukkan belahan dadanya. Botol kaca kecil kemudian keluar dari sela-sela itu yang membuat Alex berpura-pura menengadah menatap langit.


Alex tidak ingin istrinya mengira ia berpikiran m.e.s.u.m pada wanita tua yang terlihat seperti wanita berusia Tiga Puluhan tahun tersebut.


“Ambil ini!” Avena melempar botol kaca kecil itu ke Alex. “Anggap saja Kamu berhutang budi pada Kerajaan Duyung. Suatu hari nanti bila Kerajaan Duyung berperang melawan musuh kuat, maka Kamu harus membantu kami.”


Avena mengedipkan mata dan berbalik badan, kemudian masuk ke dalam gerbong Kereta Kuda yang langsung melaju meninggalkan Restoran Sarah.

__ADS_1


“Hangat!” gumam Alex. “Mungkin karena diletakkan di tempat yang tepat,” pikirnya lagi membayangkan sesuatu yang lembut dan tiba-tiba ia langsung mimisan.


Alex menenggak cairan dari botol kaca kecil itu yang merupakan Kekuatan Sihir Air Dewa Poseidon tersebut, kemudian berbalik badan hendak masuk ke dalam Restoran.


“Akhhhhhhh!”


Alex terkejut, ternyata Helena berdiri sembari berkacak pinggang di belakangnya.


“Apa yang hangat?” tegur Helena dengan tatapan tajam. “Dan ... kenapa Kamu terkejut seperti melihat hantu saja?” selidiknya lagi.


“Apa Aku terlihat seperti itu?” Alex merentangkan kedua tangannya, kemudian melompat-lompat dan melakukan push up Lima kali. “Tubuhku merasa hangat setelah olahraga sedikit. Bagaimana kalau kita lanjutkan saja di Kursi Cinta,” bisiknya melingkarkan tangannya ke pinggang Helena.


Namun, Helena mendorong dada Alex dan berkata sembari mendengus dingin, “Tidur di kamar sebelah saja malam ini!”


“Apaaaaaaaa? Sayang ... ayolah, Putri kita baru saja ulang tahun. Kita harus mendengarkan kesan-kesannya setelah diberikan kejutan Pesta ulang tahun.” Alex merayu Helena sembari memeluknya dari belakang.


Helena mendorong wajah Alex yang memonyongkan bibirnya hendak mencium pipinya. “Sarah sudah terlelap tidur, menjauh lah dariku atau ....”


“Hmm, apa Aku menikah lagi, ya? Dua atau Tiga selir saja sepertinya sudah cu—” Sebelum Alex mengatakan cukup, sebuah Kursi menghantam wajahnya. “Sa-sakit! Sakit! Aku hanya membual saja, jangan lempar lagi!” teriak Alex melompat-lompat menghindari meja dan kursi yang melesat ke arahnya.


...***...


Besoknya, Restoran Sarah langsung memiliki beberapa menu baru olahan ikan Tuna, yaitu Tuna Fillet Crispy, Tuna Fillet Goreng Tepung, Tuna Fillet Goreng Asam Pedas, Tuna Bumbu Kuning,Tuna Lada Hitam, dan Steak Tuna.


Saat Alex membuka pintu Restoran, Puluhan pelanggan ternyata sudah menunggu di depan pintu. Mereka sudah tidak sabar ingin mencicipi olahan ikan Tuna seperti tadi malam.


Alex menyapa mereka dengan senyum hangat dan mempersilahkan mereka masuk. Namun, saat mereka melihat harga olahan ikan Tuna di daftar menu, mereka langsung mengutuk Alex karena memberikan harga yang tak masuk akal atau terlalu mahal.

__ADS_1


Alex dengan santai mengatakan, harga itu sudah sesuai karena menggunakan Monster Tuna Sirip Biru tingkat 10.


Karena mereka sudah merasakan betapa lezatnya olahan ikan Tuna buatan Restoran Sarah, mereka akhirnya tetap membelinya dan hanya beberapa orang saja yang urung membelinya atau memilih menu yang lebih murah seperti Tempoyak Ikan Patin yang lebih mengenyangkan perut sebab gratis nasi satu piring, sementara olahan Tuna nasinya harus dibeli terpisah.


Pendekar Beasthuman Harimau masuk ke dalam Restoran Sarah dengan ekspresi kebingungan. Dia bahkan terkejut saat Helena yang duduk di kursi Kasir menyapanya.


“A-apakah ada kursi yang kosong?” tanya Beasthuman Harimau itu, karena ia melihat kursi di teras Restoran Sarah sudah penuh diisi oleh Iblis.


“Silahkan duduk di meja nomor 20 itu, tuan!” sahut Helena tersenyum hangat.


Beasthuman Harimau itu menoleh ke arah meja nomor 20. “Apa tidak apa-apa duduk bersama Manusia itu?” tanyanya lagi, karena ada Tiga Pemuda Manusia berpakaian mewah yang duduk di sana.


“Restoran Sarah terbuka untuk semua kalangan selama mereka memiliki uang, tuan!” sahut Helena.


Beasthuman bernama Logan itu langsung mengangguk pelan dan berjalan ke meja nomor 20. Dia tersenyum tipis sembari menundukkan sedikit wajahnya menyapa Tiga Pemuda itu.


Ketiga Pemuda itu juga tersenyum dan kembali mengunyah makanan mereka.


Logan keheranan kenapa mereka tidak merasa risih, karena Sepuluh yang tahun lalu saat ia makan di salah satu Restoran mewah di Kota Perdamaian ini, para Manusia akan menatapnya dengan sinis dan menjaga jarak dengannya.


Loga kembali menatap Kasir cantik tadi dan baru menyadari kalau Kasir itu ternyata Ras Elf, kemudian Lilith menghampirinya dan ia kembali terkejut; pelayan wanita itu ternyata Ras Iblis dan hanya seorang gadis Manusia yang menjadi Pelayan di Restoran ini. Pantas saja semua Ras terlihat akur di dalam Restoran Sarah ini.


“Sudahkah tuan menentukan pilihan makanan yang akan tuan makan?” tanya Lilith sembari tersenyum hangat.


“Oh, tunggu sebentar!” sahut Logan tampak gugup dan tangannya tampak gemetar saat membuka daftar menu.


Tiga Pemuda yang satu meja dengannya berusaha menahan tawa dengan tingkahnya itu. Kalau saat ini mereka berada di Restoran lain, maka mereka akan tertawa mengejeknya.

__ADS_1


Logan tercengang melihat harga yang tertera di daftar menu, kemudian ia memasukkan tangannya ke dalam saku dan meraba-raba jumlah Koin Perak di sakunya itu.


Sebagai Beasthuman Harimau, ia tentu tertarik dengan menu berbahan daging seperti Ayam Betutu, Rendang dan Ayam Crispy. Namun, harganya terlalu mahal, kemudian ia membolak-balik daftar menu untuk mempertimbangkan menu mana yang akan ia pilih.


__ADS_2