Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Evolusi Elemen Sihir


__ADS_3

Gray menoleh ke arah dapur dan terkejut melihat aura yang dipancarkan oleh Eva, seolah-olah ia melihat lautan Api Putih yang melelehkan Elemen Sihirnya.


Gray berkeringat dingin padahal sekarang sedang musim dingin dan elemen Sihirnya adalah Elemen Sihir Es.


“Pangeran Gray!” seru Victor keheranan melihat wajah Gray memucat.


“Aku baik-baik saja,” sahut Gray berhenti menatap Eva. “Setengah Naga yang sangat beruntung,” katanya lagi.


“Jadi, Pangeran Gray yang menjadi utusan Kerajaan Naga dalam pertemuan membahas perjanjian damai Seratus tahun itu?” tanya Victor penasaran, apakah perjanjian damai itu akan diperpanjang atau Perang Rasial kembali terulang karena Kekaisaran Hazel telah menyerbu wilayah Kerajaan Orc dan Kerajaan Goblin, sementara Hutan Abadi yang berbatasan dengan Ketiga Kerajaan itu memilih bersikap netral atau tidak memihak siapapun.


Gray menghela napas panjang dan berkata, “Ya, tetapi mungkin perjanjian damai itu tidak akan terwujud. Entah apa yang dipikirkan oleh Kekaisaran Hazel, padahal ancaman dari pengikut Dewa Cthulhu jauh lebih berbahaya dan mungkin akan membuat Benua Grandland terkena malapetaka.”


Gray menoleh ke arah dapur lagi dan menatap punggung Alex yang sedang mencuci piring. Dia penasaran di pihak mana Alex nanti bila Perang Rasial kembali terulang.


Sebagai Pendekar yang dijuluki Pendekar tingkat 10 terkuat, tentu semua Ras akan waspada terhadapnya bila Perang Rasial kembali terulang. Untuk menghadapi Alex, pihak Kerajaan Naga mungkin akan terpaksa mengutus Raja mereka yang akan melawannya.


Viola keluar dari dapur membawa nampan berisi Ayam Betutu yang dibalut daun pisang.


Silahkan dinikmati tuan,” kata Viola sembari melepas daun pisang yang membalut Ayam Betutu itu dan membelahnya dengan Pisau.


Gray mengangguk pelan dan mengambil garpu dan Pisau. Dia mulai memotong daging Ayam Betutu dan mencicipinya.


Gray hampir mengepakkan sayapnya di dalam Restoran itu, untung saja ia cepat bereaksi dan memaksa agar sayapnya tidak keluar dari tubuhnya.


“Wah, elemen Sihir Es Paman Naga itu telah berevolusi!” Tiba-tiba Sarah sudah berdiri di sebelah Gray yang langsung terkejut mendengarnya dan hampir melompat dari tempat duduknya.

__ADS_1


Kalau saja Sarah bukan anak Alex, mungkin ia sudah menampar gadis kecil setengah Elf itu. Namun, demi keselamatan nyawanya ia terpaksa menahan amarahnya dan memaksakan diri untuk tersenyum.


“Bagaimana kamu bisa tahu Elemen Sihirku telah berevolusi?” selidik Gray penasaran, karena hanya yang memiliki elemen Sihir yang mirip lah yang kemungkinan dapat merasakan Aura Elemen Sihir yang lain telah berubah.


“Tentu Aku tahu karena ....” Tiba-tiba Sarah yang telah berkacak pinggang dengan bangga itu terdiam dan teringat perkataan Alex bahwa ia harus merahasiakan elemen Sihirnya, kecuali elemen Sihir Petir. “Eh, apa Aku mengatakan sesuatu? Aku sepertinya tertidur sambil berjalan sendiri,” katanya lagi berkilah dan berjalan seperti robot ke arah meja Kasir.


Semua pelanggan ingin tertawa, tetapi mereka terpaksa menahan tawa karena takut Pangeran Naga itu akan marah.


“Sial! Aku ingin tertawa, tetapi Aku takut dipenggal oleh Naga manja itu,” Uran tersenyum lebar berbisik pada Hades.


“Sial! Jangan memancingku untuk tertawa,” gerutu Hades, kesal Uran membuyarkan lamunannya yang sedang menikmati enaknya Ayam Betutu walaupun tidak menimbulkan efek khusus padanya. Namun, rasa enaknya tetap sepadan dengan harganya yang sangat mahal tersebut.


“Ah, kenapa kamu menjadi sensitif dan pemarah hanya karena sekali mentraktirku makan? Padahal tadi pagi Aku juga mentraktirmu,” sahut Uran. Namun, Hades tidak mau menanggapi perkataannya sehingga Uran kembali memakan Ayam Betutu itu.


“Ternyata benar, Ayam Betutu hanya memiliki efek khusus untuk Ras Naga saja,” kata Alex yang sedang mencuci piring di dapur.


“Efek khusus itu muncul secara tidak sengaja, mungkin berasal dari campuran bahan-bahan atau bumbunya, tetapi Aku tidak bisa memilah mana bumbu yang kemungkinan dapat membuat efek khusus itu,” sahut Alex yang juga tidak mengerti kenapa makanan buatannya memiliki efek khusus.


Helena hendak berkata lagi, tetapi ia urung mengatakannya dan melanjutkan pekerjaannya melap piring di depannya.


Gray segera meninggalkan Restoran Sarah setelah mengabiskan Ayam Betutu-nya, ia bahkan tidak mengambil uang kembaliannya setelah menyerahkan Satu Koin Emas pada Sarah.


Helena tersenyum melihat Putrinya itu tampak bahagia saat memisahkan 500 Koin Perak ke sakunya. Namun, Helena bingung, kenapa dirinya yang kata para lelaki sangat cantik tersebut—tidak ada yang memberikan tip untuknya, padahal tadi pagi pengunjung Restoran sangat ramai sekali.


“Hades ....” Uran mengedipkan mata dan menggelengkan kepala ke arah Kasir agar Hades membayar biaya makan mereka.

__ADS_1


Hades mengerutkan keningnya dan berjalan ke meja Kasir yang berada di dekat pintu masuk Restoran tersebut.


“Ini Sarah... Paman pakai uang pas saja dulu hari ini karena tidak ada Koin Perak di sakuku,” kata Hades menyerahkan Satu Koin Emas ke atas meja.


Sarah tersenyum cerah dan segera menyimpan Koin Emas itu. “Tidak apa-apa Paman Hades, sampai jumpa nanti malam,” sahut Sarah.


Uran ingin mengejek Hades kalau di dalam sakunya sudah tidak ada uang lagi. Namun, ia urung melakukannya karena takut Hades benar-benar Marah, kemudian menghajarnya hingga babak belur.


Alex sangat senang Ayam Betutu telah terjual Sepuluh padahal Restoran baru buka pada jam siang ini. Dia juga yakin, Pangeran Naga itu akan menceritakan pada Naga lainnya tentang Ayam Betutu yang membuat Elemen Sihir mereka berevolusi.


...***...


Belasan Monster Elang mendarat di halaman Kedutaan Kekaisaran Hazel.


“Kita sudah sampai di Kota Perdamaian, Nona Catherine!” seru Miranda yang kini menjadi pengawal pribadi satu-satunya Putri Kaisar, Kekaisaran Hazel tersebut.


Setelah Kerajaan Hutan Abadi mengirimnya ke perbatasan, Miranda dan yang lainnya ditahan oleh pengadilan militer, kemudian mereka dikirim ke berbagai Legiun dan Miranda berakhir menjadi pengawal pribadi Catherine.


Dia masih merasa kejadian di Hutan Abadi itu seperti mimpi saja, karena saat itu tubuhnya remuk ditendang Alex dan tiba-tiba sembuh dengan sendirinya setelah cahaya menyilaukan menyerap ke tubuhnya dan menurut para Elf, sinar terang itu adalah Elemen Sihir Kehidupan Alex Acherron.


Sekarang mereka datang ke Kota Perdamaian untuk mencari keberadaan yang membuat tubuh Pangeran Lycus cacat tersebut.


“Kenapa nona Miranda menghela napas dalam-dalam? Jangan takut, Aku akan mencegah Kakak Alex memukulmu saat kita bertemu dengannya,” kata Catherine karena Miranda menghela napas panjang dan terlihat gugup. “Baiklah, mari kita mengikuti Kakak Einar ke dalam Kedutaan Kekaisaran Hazel.”


Walaupun Tiga saudara laki-lakinya berselisih, mereka tetap menyayangi dan memanjakan Catherine. Saat ia mendengar kabar kalau Pangeran Pertama diutus oleh Kaisar ke Kota Perdamaian, ia langsung merengek pada Pangeran Pertama agar dibolehkan ikut dengannya dan dengan terpaksa Pangeran Pertama menyetujui permintaannya.

__ADS_1


Demi keselamatan Catherine, Pangeran Pertama terpaksa membawa banyak Pendekar tingkat 10 mengawal perjalanan mereka.


“Selamat datang Pangeran Pertama dan tuan Putri Catherine,” sapa Pria berusia Lima Puluh tahunan dengan senyum cerah. “Aku adalah Morgan, Duta Besar di Kota Perdamaian ini dan perkenalkan Pendekar muda ini adalah Putraku, namanya... Jasper dan bila tuan Putri Catherine ingin menjelajahi Kota Perdamaian maka ajak saja Jasper.” Dengan bangga ia memperkenalkan Jasper yang cukup tampan dan juga Pendekar tingkat 10 tersebut.


__ADS_2