Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Perang Melawan Kesatria Suci Kuil Matahari VII


__ADS_3

Para Kesatria Suci terkejut, Sihir yang digunakan oleh Sarah tidak melemah saat bertubrukan dengan Sihir Suci mereka. Padahal energi Sihir Penyihir akan melemah ketika berhadapan dengan Sihir Suci yang dianugerahi oleh Dewa Matahari tersebut.


“Penyihir Agung tidak hanya menggunakan energi Sihir, sepertinya ia menggabungkannya dengan Elemen Sihir yang digunakan oleh Pendekar di Benua ini,” kata William setelah melakukan analisa singkat.


Sarah mengayunkan Pedang Kayu berukuran dua kali lebih besar dari tubuhnya itu. Belum lagi, bilahnya juga tumpul—itulah mengapa Jirah Emas Kesatria Suci rusak seperti dihantam oleh benda tumpul, bukan oleh benda tajam.


Dari bilah Pedang Kayu Sarah muncul cahaya menyilaukan berwarna Putih. Siapapun yang berada didekatnya akan merasakan hawa panas, Pohon Kelapa yang cukup jauh dari mereka langsung hangus terbakar.


“Elemen Api yang mengerikan, itu lebih mengerikan dari Api biru Pangeran Alex!” seru William.


“Apa-apaan bocah ini!” gerutu Adrian didorong mundur beberapa langkah oleh Pedang Kayu Sarah.


“Terimakasih Penyihir Agung Sarah,” kata Ulrich terkejut Sarah tiba-tiba muncul disebelahnya. Dia tidak menyangka Sarah menjadi sangat kuat dalam waktu singkat, padahal saat terakhir kali mereka bertemu; Sarah masih Pendekar tingkat 9. Namun, kini ia telah menjadi Pendekar tingkat 10 dan dapat menggunakan Sihir juga.


“Ha-ha-ha ... terus pujilah Aku!” Sarah malah tertawa bangga.


Ulrich tersenyum canggung, ini pertama kalinya ia melihat anak kecil terjun ke medan perang dan dia malah terlihat seperti sedang main-main saja. Tak ada sedikitpun goresan luka di tubuhnya, juga tidak ada yang terbunuh oleh serangannya; ia hanya membuat para Kesatria Suci babak belur saja.


“Kalian!” Sihir Suci ditubuh Adrian tiba-tiba meluap dan cahaya emas membumbung tinggi hingga terlihat diseluruh Pulau.


“Itu ... itu adalah kenaikan level, bagaimana bisa terjadi? Apakah ia naik level menjadi Saint, bukankah hanya ada Satu Saint saja, Saint baru akan muncul bila Saint yang lama meninggal?” Ulrich terkejut melihatnya dan segera menarik tangan Sarah, kemudian mundur menjauh dari Adrian.


Sama halnya dengan Penyihir Agung, hanya ada satu Saint di Dunia ini. Karena hanya seorang Saint yang dapat berkomunikasi dengan Dewa. Namun, sayangnya Dewi Sihir telah dibunuh oleh Dewa Matahari, makanya sisa kekuatannya saja yang masuk ke dalam tubuh seorang Penyihir Agung untuk menunjuk sosok pilihan itu menjadi Penyihir Agung.


Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Adrian tiba-tiba menghilang dari pandangan semua orang. Hanya kilatan cahaya berwarna emas yang melesat ke arah Ulrich dan Sarah.


“Oh, tidak!” Ulrich menarik Sarah ke belakangnya. “Bawa Penyihir Agung lari dari sini, sekarang Adrian bukan lawan yang dapat kita tangani!”


“Kalian tidak akan bisa lari! Matilah di bilah pedangku!” Adrian bukan muncul di depan Ulrich, ia malah muncul di belakang Sarah.

__ADS_1


“Sial!” Ulrich panik. Sarah adalah Penyihir Agung yang akan membawa Penyihir keluar dari keterpurukan, Sarah tidak boleh mati sekarang. Kalau bisa, ia akan mengorbankan nyawanya saja demi keselamatan Sarah.


“Sarahhhhhhhhhh!”


Helena yang baru saja sampai di sana berteriak histeris saat melihat Adrian mengayunkan Pedang ke arah Putrinya itu.


William dan para Penyihir hendak berlari ke arah Sarah, tetapi itu tak akan berhasil menyelamatkan Sarah.


“Dewi Sihir ... Soto Banjar!” kata Sarah dengan santai.


Dari permukaan pasir muncul akar-akar Pohon Kelapa yang membentuk Tameng menghadang tebasan Pedang Adrian.


Namun, karena Adrian sudah menjadi Saint dan memiliki Sihir Suci yang berlimpah; Tameng akar Pohon Kelapa itu langsung terbelah.


Semua orang menahan napas dan menatap tanpa berkedip saat melihat cahaya emas berbentuk Bulan Sabit selebar Pulau membelah ombak di laut, sehingga tidak ada lagi ombak di Utara Pulau itu.


“Kenapa Ibu menangis?”


Tiba-tiba Sarah muncul disebelah Helena dengan tangan mungilnya mencengkram kerah baju Ulrich yang terbaring di atas pasir.


“Eh, Sarahhhhhhh!” Helena memeluk erat-erat putrinya itu. “Kamu baik-baik saja kan ... Sayang?” Dia memeriksa apakah ada luka di sekujur tubuh putrinya itu.


Sarah tersenyum lebar dan berkata dengan bangga, “Aku baik-baik saja, Bu!” Sarah merasa risih tubuhnya terus di.ra.ba oleh ibunya. “Bagaimana Bu, kecepatan kilatku sudah lebih cepat dari Ayah, kan?”


Adrian tidak menyangka Sarah dan Ulrich berhasil menghindar dari tebasan pedangnya.


“Oh, lumayan juga ... tetapi tidak ada yang akan berubah, kalian akan tetap mati!” seru Adrian berjalan dengan santai mendekati Helena, Sarah, dan Ulrich. Setelah menjadi Saint, ia yakin tidak akan ada yang dapat mengalahkannya—walaupun itu Alex.


“Oh, berani sekali Kamu b.a.j.i.n.g.a.n sialan membuat putriku terkena debu!” Suara Alex tiba-tiba menggema. “Lihatlah! Kakinya kini menjadi kotor! Bersiaplah menyambut amukanku!”

__ADS_1


Setelah suara itu selesai terdengar, langit tiba-tiba menjadi gelap. Semua orang menengadah menatap langit.


Kening semua orang mengkerut masam saat melihat Patung Sarah sebesar gunung muncul di langit.


“Eh, eh ... senyuman Patung itu mirip di cermin saat Aku berkaca!” Sarah tertawa terkekeh-kekeh.


Patung Sarah itu memang tersenyum lebar, memiliki sayap Putih dan Halo atau lingkaran cahaya putih diatas kepalanya. Patung itu layaknya Malaikat turun dari langit.


“Rasakanlah penghakiman dari Saint Suci Sarah!” seru Alex, “ah, kenapa Aku malah ikut-ikutan berkata ngawur seperti putriku. Lagi pula ia memang Saint Kuil Cahaya.”


Saat Alex dan Sarah memasuki Kuil Cahaya, Saint tua itu telah menunjuk Sarah sebagai Saint berikutnya. Namun, saat itu Alex menolaknya dengan tegas—karena takut putrinya akan dijadikan alat politik yang dikendalikan oleh Kuil Cahaya.


“Cih, itu hanya Patung ... mana mungkin dapat membunuhku!” seru Adrian segera mengayunkan pedangnya ke arah langit.


Cahaya emas berbentuk bulan sabit melesat ke arah langit. Namun, tiba-tiba Patung Sarah sebesar gunung itu menggerakkan tangannya menghadang sabit cahaya emas itu dengan telapak tangannya.


Cahaya emas itu hancur berkeping-keping, karena Alex telah mengalirkan Kekuatan Dewa Helzvog dan sebagian besar Kekuatan Dewa Hercules yang mengandung Kekuatan fisik yang sangat besar.


“Eh?” Adrian yang awalnya tersenyum lebar langsung kebingungan, bagaimana bisa Sihir sucinya yang telah mencapai level Saint dapat dihancurkan oleh sebuah Patung? Dia menjadi ragu, apakah Dewa Matahari itu benar-benar Dewa terkuat.


Boooooommmmmm!


Patung Sarah menghantam Adrian, Pulau itu langsung terguncang seperti dilanda gempa dahsyat.


“Horeeeeeeee! Ayah menghajar orang jahat itu menjadi babak belur!” Sarah tertawa kegirangan. Helena langsung menutup mata putrinya itu, takut Sarah kecanduan melakukan kekerasan atau memukul orang lain.


...***...


[Maaf telat update, lagi pilek nih ... sebenarnya saya nggak ingin menulis, tetapi sudah terlanjur berjanji akan crazy up, terpaksa lah harus menulis walaupun hanya dua bab saja😁😁😁]

__ADS_1


__ADS_2