
Milles tersenyum masam, karena jawaban Donovan itu sebenarnya menyindir dirinya juga. Dua Putranya memilih jalan hidup berbeda dengannya, Satu memilih menjadi Pendekar dan satu lagi malah menjadi Guru di Sekolah Harapan.
Banyak pihak yang beranggapan, bila Milles meninggal dunia suatu hari nanti maka bisnis miliknya akan hancur atau diambil alih Dwarf yang bukan dari keturunannya.
“Kapan perkenalan produk barumu dimulai Nona Margareth?” Lord Michael mencoba meredakan ketegangan sembari tersenyum pada Margareth.
“Sebentar lagi Lord Michael,” sahut Margareth sembari menatap ke arah kerumunan tamu. “Pemegang Hak Kepemilikan terbanyak Kedua belum datang, mohon bersabar sebentar tuan-tuan!” katanya lagi.
Para tamu terkejut mendengarnya dan tidak menyangka Pemegang Hak Kepemilikan terbanyak Kedua ternyata berasal dari luar Kelurga Donovan.
Paul, Merlin, Robert, dan Jack juga terkejut mendengarnya, mereka hanya mengetahui kalau Hak Kepemilikan dikuasai oleh Margareth dan tidak ada orang asing yang terlibat.
Donovan tahu anak-anaknya menginginkan penjelasan tentang itu. Namun, ia mengabaikan mereka dan mengajak para Dewan Kota serta Lord Michael duduk untuk menikmati hidangan yang disediakan oleh Keluarga Donovan.
...***...
“Tolong tunjukkan Kartu Undanganmu, tuan!” kata Pendekar yang berjaga di gerbang masuk Kastil Keluarga Donovan pada rombongan Alex.
Pendekar itu juga keheranan Alex malah membawa anak kecil dalam acara Pesta peresmian Perusahaan nona muda Kelurga Donovan tersebut, apalagi gadis kecil itu adalah darah campuran yang menurutnya itu aka menjadi bahan cibiran para tamu undangan.
Setelah memeriksa Kartu Undangan Alex, Pendekar itu mempersilahkan rombongan Alex memasuki halaman Kastil Keluarga Donovan.
Mata biru Sarah langsung berbinar-binar takjub melihat banyak orang berpakaian mewah di Pesta tersebut dan juga banyak makanan yang dibawa oleh pramusaji.
“Apakah tuan mau mencicipi hidangan ini?” Pramusaji Pria menyapa Alex.
“Oh, terimakasih!” sahut Alex mengambil satu potong kue untuk Sarah yang telah menelan air liurnya.
“Hmm, enaknya... aku mau satu lagi!” seru Sarah, padahal Kue ditangannya belum habis.
Pramusaji itu memberikan satu potong kue lagi untuk Sarah. Namun, ekspresi wajahnya tiba-tiba menjadi masam karena baru menyadari kalau gadis kecil itu ternyata setengah Elf.
“Ehemm!” Alex berdehem dan memelototi Pramusaji itu agar tidak menatap sinis putrinya.
“Ah, maaf tuan!” Pramusaji itu segera menjauh, takut Alex memarahinya.
__ADS_1
Para tamu mulai berbisik-bisik, kenapa setengah Elf diperbolehkan menghadiri acara Pesta tersebut. Mereka juga sepertinya menunggu tanggapan dari anggota Keluarga Donovan.
Alex merasa tidak nyaman dengan tatapan sinis para tamu pada Putrinya. Untung saja Sarah belum menyadari apa yang terjadi dan tatapannya malah fokus pada makanan yang lain yang dibawa oleh para Pramusaji.
“Ayah menggendong Sarah saja, ya... nanti kamu malah terinjak-injak oleh kerumunan tamu ini,” bisik Alex segera menggendong Sarah.
Hannah tampak gugup dan bingung, sementara Elenna terlihat santai saja karena dirinya sudah terbiasa menghadiri pesta di Kerajaan Hutan Abadi, sebab ia berasal dari Keluarga Bangsawan.
“Bos Alex!”
Ron berteriak memanggil Alex, sehingga sebagian tatapan tamu undangan tertuju pada Ron dan Alex.
Ron merasa malu telah membuat keributan kecil, Dia segera meminta maaf dan menghampiri Alex.
“Nona muda Margareth ternyata mengundang Bos Alex juga,” sapa Ron tersenyum lebar. Dia tidak terkejut karena suda tahu Margareth sering mengunjungi Restoran Sarah dan berdiskusi dengan Alex. “Hai, Bos kecil... apakah Kuenya enak?” Dia juga menyapa Sarah.
Beberapa Pengusaha yang mengenali Ron tampak keheranan karena ia malah menghormati sosok yang membawa gadis kecil setengah Elf itu.
Ron tahu orang lain menatap sinis mereka, tetapi ia mengabaikannya. Kalau mereka tahu Alex adalah teman dekat Margareth, mungkin mereka yang akan lebih dulu menjilat Alex agar dapat berteman juga dengan Margareth.
“Baik nona muda,” sahut Evelyn segera berjalan ke arah Alex.
...***...
“Itu Dia tuan... Pria itu membawa setengah Elf ke sini!”
Pramusaji yang tadi memberikan Kue pada Sarah datang membawa Pendekar tingkat Tiga. Pendekar itu adalah anggota Keluarga Donovan yang masih belajar di Sekolah Harapan semester terakhir dan akan segera lulus setelah ia mencapai Pendekar tingkat 4.
Raut wajah Pemuda itu tampak masam, tatapannya tertuju pada Sarah yang dengan lahap menghabiskan beberapa potongan Kue dari Pramusaji lain.
“Tuan... tolong keluar dari Kastil Keluarga Donovan, karena anak-anak tidak boleh ikut dalam acara Pesta ini!” kata Pemuda itu masih dengan tatapan sinis pada Sarah.
Alex mengerutkan keningnya, para tamu mulai berdatangan ke arah mereka karena penasaran; tindakan apa yang akan Pendekar muda itu lakukan terhadap Alex dan Putri setengah Elf-nya.
Jack juga melihat ke arah kerumunan itu. Matanya langsung berbinar-binar saat tatapan matanya tertuju pada Elf cantik di belakang Alex.
__ADS_1
“Faramir... ambil gadis Elf itu,” bisik Jack menunjuk ke arah Elenna. “Tuan Lancelot baru saja datang dari Kota Ella dan katanya Dia menginginkan gadis Elf. Nah, kebetulan sekali yang di sana lumayan cantik juga. Setelah kamu menangkapnya, bawa dulu ke kamarku... he-he-he barang bagus seperti itu, sayang sekali kalau tidak dicicipi dulu.”
Faramir menatap ke arah Elenna dan langsung mengerutkan keningnya saat melihat di depan gadis Elf itu adalah Alex, pemilik Restoran Sarah.
Faramir hendak melangkah dan segera mundur lagi ke samping Jack. “Tuan muda... gadis Elf itu adalah Pendekar tingkat 7, aku bukan tandingannya,” bisiknya sembari tersenyum masam.
Jack mengerutkan keningnya dan menggertakkan gigi karena kesal tidak dapat mencicipi Elf cantik yang sangat sulit didapatkan di pasar gelap tersebut.
“Sudah lupakan saja, mari kita menonton pertunjukan itu!” sahut Jack senang melihat Alex dipermalukan oleh Pendekar muda dari Keluarga Donovannya.
...***...
Sarah tidak terima diusir oleh Pria asing tak dikenal didepannya ini, padahal Margareth yang mengundang mereka ke acara Pesta ini.
“Ayah... Aku sangat marah! Biarkan Aku memukul orang jahat ini!” Sarah membuang Kue ditangannya dan melompat turun dari pangkuan Alex.
Alex hendak melarang Sarah berkelahi dengan Pendekar muda itu. Namun, Sarah sudah memasang kuda-kuda beladiri, sembari mengacungkan jari tengah pada Pendekar muda itu.
“Ah, dari mana ia belajar Jurus meremehkan lawan ini?” gumam Alex menggelengkan kepala, bingung cara mengatasi keributan yang memalukan ini.
Ron juga tampak khawatir karena yang dilawan oleh Bos kecil adalah Pendekar muda dari Keluarga Donovan.
Dia tahu Sarah juga adalah Pendekar, akan tetapi Dia masihlah anak kecil sehingga Kekuatannya pasti sangat rendah dan belum mempelajari seni beladiri.
“Waw, gadis setengah Elf itu ternyata Pendekar Elemen Petir!”
Kerumunan tamu undangan menjadi semakin ramai sehingga menarik perhatian para Dewan Kota dan Pendekar tingkat tinggi.
“Eh, itu adalah Sarah!” Isabella terkejut melihat Sarah hendak berkelahi dengan Pendekar muda Kelurga Donovan. “Pantas saja ia tidak pernah lagi mengintip di tembok Sekolah Harapan,” gumamnya lagi.
Isabella adalah guru di Sekolah Harapan dan Dia sangat menyukai Sarah, karena Sarah selalu menyerap ilmu pengetahuan yang ia ajarkan dengan cepat. Sarah juga sering mengintip murid-murid yang belajar seni beladiri dan akan memperagakannya di hadapan teman-temannya. Namun, karena ia masih berusia Empat tahun, peragaan yang ia lakukan justru mengundang gelak tawa teman-temannya karena ia terlihat sangat lucu.
“Aku harus menghentikan pertengkaran mereka,” gumam Isabella berlari ke arah Sarah.
“Isabella! Kamu mau ke mana?”
__ADS_1
Wanita cantik yang duduk di sebelah Isabella keheranan melihatnya berlari ke arah kerumunan tamu yang sedang menonton Pendekar muda dan gadis kecil setengah Elf yang saling berhadapan sembari memperagakan kuda-kuda beladiri.